The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Kemana Arsya?



Apartemen Biana di Oxford


"Apalagi Bia yang hendak kamu bereskan?" tanya Leonardo.


"Kenapa?" balas Biana yang sedang membereskan baju-bajunya. Leonardo berjalan ke arah kamar Biana yang tampak sedang melipat pakaian dalamnya dengan duduk diatas karpet tebal.


"Wah, renda, thong... " goda Leonardo. "Kamu pasti tampak seksih dengan Victoria's Secret mu..."


Biana menoleh judes. "Cuci otakmu !"


"Sayang Bia, sudah terlanjur terpatri di otakku ... Tidak bisa aku hilangkan. Kamu tahu sendiri kan otak manusia itulah memiliki storage yang antara terbatas dan tidak terbatas... Apalagi kalau sudah berhubungan soal dalem..." suara Leonardo menghilang saat Biana melempar bantal ke wajah pria itu.


"OUT !" bentak Biana.


"Tanganku bersih kok Bia... " goda Leonardo sambil memeluk bantal yang dilempar Biana.


"OUT singa gurun !" Mata biru Biana melotot ke arah Leonardo yang malah mendekati gadisnya dan dengan santainya duduk di belakang sambil memeluk pinggangnya.


"Out kemana, Bia. Bukankah enak begini?" senyum Leonardo sambil mencium rahang Biana membuat gadis itu memejamkan matanya.


"Singa gurun ..."


"Hhmmm... Aduuuhhh...!" Leonardo memegang perutnya yang terkena sikut Biana.


"Kamu tuh modus!" hardik Biana.


"Kalau nggak modus, nggak afdol Bia..." ucap Leonardo dengan suara tercekik.


"Makanya kamu keluar." Biana berbalik dan menatap tajam ke Leonardo. "Dengar singa gurun, kalau kamu masih sayang sama nyawamu, lebih baik kamu keluar dari kamarku. Karena, Daddy bisa saja langsung menghabisi dirimu."


Leonardo mencium bibir Biana sekilas lalu berdiri. "Ya ampun Bia, kamu tuh brutal..."


"Baru tahu?" balas Biana cuek dan melanjutkan acara membereskan baju-bajunya.


Leonardo pun keluar dari kamar Biana sambil tersenyum. Pria itu mengambil MacBook nya dan mulai menghubungi dua sobatnya.


"Malam boys" sapa Leonardo saat Chris dan Richard sudah muncul di layar MacBooknya.


"Kamu dimana?" tanya Richard.


"Apartemen Biana di Oxford. Kan dia hendak pulang ke Amerika" jawab Leonardo santai sambil mengambil coke dari kulkas Biana.


"Seriously?! Cari mati deh nih anak" kekeh Richard.


"Seperti yang pernah kita bahas, boys, harus nekad untuk mendapatkan gadis-gadis istimewa kita bukan?" senyum Leonardo.


"Exactly... bahkan dibanting pun kamu harus terima..." cengir Chris.


Richard dan Leonardo terbahak karena tahu Rania membanting Chris di bandara beberapa waktu lalu.


"Tidak ada yang patah kan?" goda Richard.


"Tentu tidak... Rania membanting ku penuh kasih sayang..." jawab Chris kalem membuat dua pria lainnya tertawa keras.


"Seriously... " Leonardo mengusap matanya yang sedikit berair karena terlalu banyak tertawa.


"Apa sih rusuh banget ketawa nya ?"


"Oh hai Bia. Si Chris bilang kalau Rania membanting nya dengan penuh kasih sayang" senyum Richard.


Biana menaikkan alisnya. "Really? Aku rasa Rania membanting mu penuh perasaan deh."


"Eh Bia, apa kamu tahu Arsya kemana?" tiba-tiba Richard memasang wajah serius.


"Mas Arsya? Aku nggak tahu. Kenapa memang? Apa Alisha tidak tahu kakaknya kemana?" Biana menatap bingung ke semua orang.


"Arsya ini Arsyanendra pangeran Belgia kan?" tanya Chris. "Kakaknya your highness Alisha?"


"Yup. Apa dia ikutan hell week Navy Seals?" gumam Richard.


"Hell Week? Tapi keluarga aku sudah lama tidak ada yang ikut Hell Week Navy Seals. Terakhir sih Opa Arjuna, Opa Levi dan Opa Arya tapi cuma tahan hari ketiga. Habis itu tidak ada yang ikut acara itu lagi..." ucap Biana. "Varo juga tidak tahu?"


"Avaro juga tidak tahu..."


"Kemana ya?" Biana tertegun lalu mengambil iPadnya dan mencari GPS milik Arsya. "GPS nya dimatikan... Tapi kok Oom Sean dan Tante Zee tenang-tenang saja ya?"


"Mungkin dia memang ikut hell week jadi tidak bisa dihubungi" celetuk Chris.


"Bisa jadi" sahut Richard.


"Bisa jadi. Tapi mas Arsya bukan military junkie sih sebenarnya" ucap Biana.


***


"Kamu tuh memang deh !" gerutu Arsya ke Vicenzo. "Ngajak kok ngajak hell week !"


"Biar body kita makin bagus ... " cengir Vicenzo yang sedang membawa balok kayu bersama dengan Arsya.


"Untung Daddy nggak ngamuk !"


"Sudah tenang saja" jawab Vicenzo santai.


Arsyanendra hanya bisa menggelengkan kepalanya karena kena seret adik nya yang kurang kerjaan.


***


Apartemen Biana di Oxford


Biana sedang mengambil minum saat ponselnya berbunyi dan wajah gadis itu tampak bingung karena yang menelponnya bukanlah orang sembarangan.


"Halo, your highness..." sapa Biana.


"Halo, Bia. Panggil biasanya saja. Kamu sibuk tidak?"


"Nggak. Gimana Vio?" tanya Biana ke orang yang meneleponnya adalah Violet, kekasih Arsyanendra.


"Kamu dimana? Inggris atau State?" tanya Violet.


"Masih terjebak di Oxford. Kangen Harvard benarnya. Kenapa Vio?"


"Apa kamu tahu dimana Arsya? Aku tidak bisa menghubungi nya."


"Vio, memang terakhir kamu ketemu sama mas Arsya kapan?"


"Seminggu lalu. Katanya ada urusan ke State. Tapi sejak tiga hari lalu sampai sekarang tidak ada kabarnya. Biasanya Arsya selalu telepon hampir tiap hari tapi ini tidak..." adu Violet.


"Katanya sih mas Arsya ikutan hell week, diajak Vicenzo " jawab Biana.


"Hell Week? Navy Seals?" seru Violet membuat Biana harus menjauhkan ponselnya. "Ya ampun Arsyaaa ! Kok ya mau - maunya sih diajak acara model begitu sama Enzo ! Beneran deh ! Besok pulang, aku bakalan jewer kupingnya Arsya !"


Biana tertawa terbahak-bahak. "Oh ya ampun, Vio, kamu macam Tante Zee saja pakai jurus jepit kepiting !"


"Habis... Arsya itu sukanya gitu deh ! Bikin aku bingung ! Ampun deh ! Untung kejadian di Turin langsung ditarik sama Tante Zee, kalau nggak bakalan ikut Gegeran deh sampai Brazil !" omel Violet. ( Baca Mafia and Yakuza Brothers ).


"Vio sayang, sudah nggak usah ngomel-ngomel ... Nanti Mas Arsya pasti pulang kok. Tapi kok kamu nggak tanya Rania atau Alisha?"


"Rania tadi sudah aku telepon tapi dia bilang tidak tahu terus bilang tanya kamu. Katanya lebih tahu kamu daripada Rania" jawab Violet polos membuat Biana mengumpati Rania.


"Aku juga baru tahu ini saat Leo video call dengan Chris dan Richard."


"Tunggu ! Richard tahu? Aaaarrrggghhhh... Kenapa sih cowok-cowok itu sukanya adrenalin yang aneh-aneh !"


"Heeeeiiiii, Adonia juga sama kan?" kekeh Biana.


"Ah aku lupa sahabatku satu itu juga ikutan di militer ya... Ampun deh..."


Biana tertawa. "Vio, terima saja kalau kakak aku memang hobinya aneh-aneh tapi yakin, pulang dari Hell Week, bodinya pasti lebih kekar dari sekarang."


"Aaaahhh iyaaa. Itu bonusnya..."


"Ohya, apa kebiasaan Mas Arsya malas mandi masih berlaku?" tanya Biana.


"Masih Bia. Tapi untungnya tubuh Arsya itu bukan tipe yang gampang bau... Aku tidak tahu kenapa. Dia mandi cuma sehari sekali, pakai parfum terus bisa wangi seharian lho..." gumam Violet.


"Mas Arsya kata Tante Zee, memang wangi sejak kecil. Bau acem bayi ajah katanya nggak separah Avaro... Mungkin ada sesuatu di tubuhnya yang memang kelenjar keringat nya bukan yang gampang bau kecut..." ucap Biana.


"Mungkin karena itu ya... Tapi kalau Hell Week, Arsya bahagia tuh. Nggak mandi !"


Biana terbahak.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Sorry pendek karena otakku udah terkuras buat novel untuk event


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️