The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Di New York



Medical City Hospital Dallas Texas**


Rania menatap Chris dengan wajah datar. "What?"


"Kamu menggemaskan!"


"Oh..."


Chris hanya tertawa kecil. "Aku nggak tahu kenapa bisa jatuh cinta sama kamu, Ran. Meskipun kamu seperti ini padaku."


"Rupanya kamu itu yang cidera tidak hanya bahu tapi juga otakmu, Demit."


"Apa maksudmu?"


"Hanya orang yang tidak waras yang tetap nekad cinta sama aku yang seperti ini."


Chris terbahak. "Rania sayang, aku sudah tahu kamu itu bagaimana dan menurut aku, kamu sangat cocok denganku yang sama tidak warasnya ..."


"Jadi kamu mengakui kalau kamu tidak waras?" Rania menatap Chris bingung.


"Kita berdua sama-sama tidak waras, Rania."


"Oh my God." Rania hanya memegang pelipisnya.


***


Cambridge Massachusetts , perpustakaan Harvard University


Biana menatap layar monitor mencari ide untuk tesis nya ketika Rania menelpon nya. Beruntung ponselnya dia silent jadi tidak mengganggu para pengunjung perpustakaan.


"Hai" sapa Biana dengan nada berbisik.


"Hai, kamu di perpustakaan? Pakai acara bisik-bisik tetangga..."


"Ran, kamu habis dengerin lagu dangdut?"


"Iseng tadi dengerin di Spotify. Gimana? Kamu baik-baik saja ? Apa ada yang membuat kamu manyun?"


Biana tersenyum karena dia dan Rania seperti tahu perasaan masing-masing macam anak kembar. "Berantem sama singa gurun."


"Apalagi? Dia membuat mu kesal ?"


"Begitulah."


"Bia, kita itu sama-sama disukai pria-pria super nekad, super Bonek dan super lebay. Jadi kalau memang mereka jodoh kita, mau kita hindari atau tolak sekalipun, pasti akan nyantol. Kalau memang para pria itu bukan jodoh, mau mereka jungkir walik ( balik ) pun, ya ga bakalan jadi."


"Iya Ran. Hanya saja aku merasa tidak enak saat bertengkar dengan Singa Gurun..."


"Tidak semua hal bisa kamu selesaikan semuanya.. Ada kalanya kamu harus let it go. Jika kamu merasa tidak enak, doakan saja diberikan jalan yang terbaik."


Biana tercenung.


"Sudah, tunggu saja aku akan datang ke New York. Kita bertemu disana ya."


"Oke, Ran. Terimakasih."


"No problemo."


***


Dallas Texas


Rania menemani Chris hingga tiga hari ke depan bahkan gadis itu berdiskusi dengan dokter yang mengoperasi Chris dan mengenal opa Rania, Joey Bianchi.


Mereka berdiskusi dalam bahasa kedokteran yang membuat Chris bingung karena banyaknya istilah yang tidak dia mengerti.


"Jadi sudah oke semua ya dok. Untuk pemulihan?" tanya Rania serius.


"Dibutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mengembalikan kondisi prima Mr Armstrong. Saya tahu dokter Bianchi, semua penggemar Dallas Cowboys pasti menunggu kehadiran quarter back mereka."


"Termasuk opa saya" lirik Rania judes ke Chris yang hanya menatapnya bingung.


"Dokter Bianchi senior penggemar Dallas Cowboys? Bukan kah dia orang New York? Kenapa tidak membela New York Giants?"


"Entahlah tapi dari dulu memang opa fans fanatik Dallas Cowboys. Aku sendiri tidak tahu kenapa." Rania mengedikkan bahunya karena dirinya juga bingung kenapa opanya memilih membela tim NFL yang bukan dari kota asalnya.


***


Di New York


Setelah mengurusi Chris Armstrong, Rania pun terbang ke New York untuk menemui keluarganya dan seperti yang dia duga, Joey Bianchi pasti menanyakan kondisi quarter back favorit nya.


"Sembuh Opa. Dia kan macam kapten Amerika tidak jelas. Bedanya dia nggak kesimpan di es selama 60 tahun..." jawab Rania cuek membuat Rasendriya terbahak karena dia baru saja nonton film klasik Captain America the First avenger.


"Tapi si Chris Armstrong memang mirip sih sama Captain America hanya bedanya dia masih kalah banting sama si Cap" komentar Rase, adik Rania.


"Nah bener itu ! Robek otot saja manja nya minta ampun, modus ditemani dan aku harus merawat dia ! Memang dia siapa ? Pasien aku juga bukan!" balas Rania judes membuat Samuel menatap putrinya dengan tatapan menegur.


"Raniaaaaa..." desis Blaze. Meskipun terkadang suka sebal dengan sikap Joey, tapi tetap Blaze dan Samuel harus menegur sikap putrinya yang terkadang seenak jidatnya.


"Ya mommy. Maaf ..." jawab Rania ke semua orang.


Joey dan Georgina melihat putri mereka menegur cucunya, hanya tersenyum. Lagipula mereka tidak heran jika melihat Rania mirip Blaze. Hanya saja Rania bukan tipe anak tukang dugem, ada satu sisi yang mirip dengan Samuel. Rania lebih suka tinggal di apartemen nonton Netflix dibandingkan dengan acara clubbing, sama seperti Samuel yang juga anak rumahan.


"Biana ke New York nggak Ran?" tanya Georgina.


"Belum tahu Oma. Katanya sih pengen ketemu mumpung aku disini juga" jawab Rania.


"Ya moga-moga bisa ke New York anak itu" timpal Joey.


***


Ranch Rossi Texas


Leonardo tampak sedang melamun saat kepala Ranchnya datang. Pria itu sedang duduk diatas pelana kuda Thoroughbred miliknya.


"Boss..."


"Hhhmmm..."


"Anda baik-baik saja Boss."


"Baik-baik saja Buzz..."


Buzz menatap wajah Leonardo yang murung dan tidak bersemangat usai pergi ke New York.


"Boss, anda tidak baik-baik saja. Apa pertandingan Rodeo dibatalkan?"


"Aku nggak ikut..." jawab Leonardo dengan lemas.


Buzz melongo. "Seriously? Tapi kenapa boss ? Apa hadiahnya kurang menantang?"


Leonardo hanya menghela nafas panjang.


"Apakah gara-gara seorang wanita?" tebak Buzz.


"Apakah seorang wanita bisa marah luar biasa jika dicuri ciuman pertamanya dari pria yang dibencinya?" gumam Leonardo membuat Buzz semakin menganga.


"Boss... Anda kan dekat dengan cowgirl tetangga... Apakah dia marah anda curi-curi ciumannya? Tapi setahu aku, dia sudah sering dengan banyak pria..." Buzz tampak berpikir. Cewek mana lagi yang bikin bossku pusing?


"Bukan dia Buzz !"


"Lalu ? Siapa boss?"



"Kamu tidak tahu saja..." Leonardo menghela nafas panjang lagi dan memakai topi Stetson ( topi cowboy ) nya. "Ayo kita memeriksa kuda-kuda yang kita lepas." Leonardo menghela tali kekangnya dan mulai menyuruh kudanya untuk berjalan.


Buzz yang juga duduk diatas pelana kudanya pun mengikuti Leonardo menuju tanah lapang tempat kuda-kuda milik mereka dilepaskan. Pria asli Amerika itu hanya menatap bahu Leonardo yang turun tampak tidak bersemangat. Dan baru kali ini, Bossnya seperti banyak hal yang dipikirkan.


Apakah gadis itu sangat cantik? Tapi jika mendengar kalau Boss mencuri ciuman pertamanya, berarti dia gadis yang istimewa. Jaman sekarang jarang ada gadis-gadis yang masih menjaga diri ... Buzz memandangi punggung Leonardo yang tampak sedikit membungkuk.


Buzz baru melihat kali ini Leonardo tampak down dan tidak fokus bekerja. Pria itu lalu berusaha mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan menghubungi sahabatnya, Woody.


"Boss ke New York ngapain Woody? Yang naik motor Ducatinya" tanya Buzz melalui ponselnya.


"Katanya ingin menikmati perjalanan dengan motor. Memang kenapa?" balas Woody.


"Aku rasa, boss patah hati."


"Whaaaatttt ?" seru Woody.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️