
Usai Pertandingan American Football
Chris melepaskan helmnya dan berjalan menuju tribun tempat Rania bersama dengan Taylor dan Shaun berada. Pria itu tersenyum dan menghampiri Rania dari balik tembok tribun.
"Rania... Akhirnya kamu datang juga" senyum Chris.
"Hanya karena ada yang meminta aku datang" balas Rania cuek.
"Demi aku kan?" seringai Chris.
"Siapa bilang aku datang kemari karena kamu? Aku datang kemari karena Tay-Tay ribut saja ! Bikin aku tidak konsen memasak !" senyum Rania membuat Chris melongo.
"What?" Chris menatap gadis itu tidak percaya. "Jadi kamu datang..."
"Karena Tay-Tay adalah sahabat aku. Apa kamu tidak sadar Armstrong, kamu membuat aku tidak nyaman setelah kamu mendatangi aku di cafetaria." Rania tersenyum. "Oh congratulations buat kemenangan kamu."
Gadis itu lalu berjalan bersama Taylor dan Shaun meninggalkan Chris Armstrong yang tertawa smirk.
Rania, Rania... Kamu memang menyebalkan sekaligus menggemaskan. Chris tahu kalau dirinya sudah tertarik dengan gadis berbadan kurus tapi memiliki power tersendiri.
Mata biru Chris menatap punggung Rania yang menuruni tangga tribun. Kamu pasti akan mau jadi pacar aku.
***
Sejak pertandingan Sabtu kemarin, beredar kabar jika Chris melepaskan Jacqueline Rochester dan pindah ke Rania Bianchi yang memiliki kekerabatan dengan keluarga Blair dan Hamilton membuat kekayaan Rochester menjadi dibawah dengan keluarga Rania.
Jacqueline merasa dirinya tersaingi dengan Rania yang dikenal sebagai putri dan cucu dokter bedah dan dokter gigi terkenal di New York, ditambah kakeknya Joey Bianchi seorang guru besar Harvard University.
Namun gadis itu tetap tidak terima kalau dirinya kalah dihajar Rania di depan umum. Para pengikutnya pun mengompori dirinya untuk membalas perbuatan Rania.
Kini di hari Jumat, Rania sedang makan siang di cafetaria bersama dengan Taylor dan Shaun yang mulai dikit demi sedikit berkurang melambainya Setelah disupport oleh kedua sahabatnya yang dikenal sangat kompak, tampak dihampiri Jacqueline Rochester... lagi.
"Ya ampun, kamu masih belum kapok juga?" komentar Rania saat melihat Jacqueline dan dayang-dayangnya datang ke mejanya.
"Heh! Jangan mentang-mentang Chris sekarang sama kamu..."
"Tunggu ! Chris sama aku?! Lihat, yang bersama aku siapa?! Tidak ada Chris Armstrong disini. Dan jika kamu masih ngarep jock itu, ambil sana ! Aku tidak tertarik !" potong Rania kesal. Macam nggak ada cowok lain saja !
"Aku melihat dia memberikan front row seat untukmu, Bianchi ! Dan itu seharusnya untukku !! Aku beritahu, aku biarkan kamu mengambil front row supaya kamu tahu kalau modusnya dia seperti itu!"
"Modus supaya aku mau sama dia seperti halnya kamu yang jatuh dalam pesonanya?! Hohohoho... kamu ternyata memang bodoh ya Rochester! Masih saja mengharap pria yang sudah membuat kamu macam cewek tidak punya harga diri ! Ambil saja Chris Armstrong untukmu ! Kalau perlu, kamu mumifikasi taruh di Sarkofagus. Kamu bisa lihat dia sepanjang waktu !" Rania membawa nampannya dan memilih pergi meninggalkan Jacqueline dan pengikutnya.
Gadis itu tiba-tiba berhenti. "Oh Rochester, berhentilah mengganggu aku karena aku bisa membuat reputasimu lebih ambrol lagi!" seringai Rania. "Aku tahu semua aibmu !"
Jacqueline tampak memucat. Jangan bilang dia ...
Rania pun keluar dari Cafetaria setelah meletakkan nampannya membuat banyak orang berspekulasi tentang rahasia yang dipegang gadis itu.
Jacqueline lalu menoleh ke arah Taylor dan Shaun yang masih duduk dan menikmati acara makan siangnya.
"Heh! Kamu!"
Taylor dan Shaun mengacuhkan panggilan Jacqueline. "Kamu dengar sesuatu Shaun?"
"Nope. Sudah selesai makannya?" Shaun menatap gadis berambut pirang itu.
"Sudah... Heeeeiiii !" Taylor menatap judes ke Jacqueline ketika bahunya. "What's your problem b1tch ( apa masalahmu brengseeekkk )?"
"Apa kamu tahu sesuatu dari Bianchi?" Jacqueline menatap tajam ke Taylor.
"Mana aku tahu !" balas Taylor judes. "Kamu pikir saja sendiri !"
Taylor dan Shaun pun pergi meninggalkan Jacqueline yang tampak cemas.
***
Ruang Kelas pelajaran Matematika
"Memangnya kamu punya aib apa Ran?" bisik Taylor ke Rania yang sedang mengerjakan soal aljabar.
"Aib apa?" balas Rania cuek
"Si Rochester."
"Ooohh. Kenapa?"
"Serius kamu punya ?"
"Nope Tay-Tay, aku hanya gertak sambal saja..."
"BIANCHIIII !"
Rania dan Taylor menoleh ke arah guru mereka.
"Kerjakan soal nomor empat ... Di depan !"
Rania pun berdiri dan berjalan menuju papan tulis lalu mengambil spidol. Gadis itu langsung mengerjakan di depan kelas dengan serius. Setelah selesai, guru itu pun mengangguk puas.
"Jangan mengobrol saat pelajaran saya !"
"Yes Sir."
Mata biru Taylor mengikuti gerakan Rania yang kembali ke tempat duduknya dan mengucapkan sorry tanpa suara.
Rania hanya mengangguk sambil tersenyum.
***
Rania masih memainkan ponselnya sembari menunggu kedatangan Mommynya yang katanya hendak menjemputnya untuk mengajak jalan-jalan ke mall. Taylor dan Shaun sudah pulang dengan bis sekolah dan Rania menunggu di tangga depan sekolahnya.
Gadis itu tidak mengetahui ada sepasang mata biru mengamatinya tanpa berkedip. Setelahnya orang itu lalu duduk di sebelah Rania yang masih bermain ponselnya.
"Kamu belum dijemput?" tanya orang itu.
"Apa urusanmu?" balas Rania sambil tetap bermain sudoku di ponselnya.
"Apa aku antar pulang?"
"Tidak perlu. Nanti banyak yang salah paham dan membuat aku tidak nyaman makan di kantin."
"Salah paham apanya?"
"Melihat aku kamu hampiri saja sudah heboh. Ditambah kamu modus dengan membooking front row. Dan aku pulang sama kamu? No thank you Demit."
Chris terbahak. "Aku tidak tahu apa itu tapi aku suka panggilan darimu. Sangat berbeda dan terkesan... Cute."
Rania menoleh ke arah Chris. "What? Cute ? Dengar Armstrong... Demit itu artinya tidak cute sama sekali ! No, José! Sangat tidak cute. Aku kasih tahu ya... Artinya demit itu..."
"Raniaaaaa!" Suara Blaze membuat Rania menoleh ke arah jalan dan tampak ibunya datang dengan mobil Mercedes nya.
'Sorry demit, aku harus pulang. Mommyku sudah menjemput." Rania mencangklongkan tas nya dan berjalan menuruni tangga.
"Rania, Senin yaaa !" teriak Chris.
Rania hanya menatap Chris bingung. Apaan Senin? Gadis itu lalu masuk ke dalam mobil mewah milik Blaze dan berlalu meninggalkan halaman sekolah.
***
Di dalam mobil
"Siapa itu Ran?" tanya Blaze ke arah putrinya.
"Oh atlet American Football. Namanya Chris Armstrong" jawab Rania cuek.
"Itu yang membuat kamu berkelahi dengan anak Rochester?" Blaze tersenyum smirk.
"Yup. That's him ( memang dia ). Kenapa Mom?" Rania menatap ibunya.
"Well, tampaknya Daddy dan Rase harus waspada karena mommy lihat, dia tertarik padamu."
"Biarin saja, dia yang punya perasaan. kalau aku tidak. Oh mom, aku sudah memutuskan untuk kuliah di London. Aku ingin cari suasana baru."
"Bilang saja kamu mau kumpul dengan Fesya dan Dipta. Duh, mommy bisa kena amuk Tante Elane nanti kalau kamu ajarin anaknya brutal... Belum Edward dan Eléonore..." gumam Blaze membuat Rania tertawa.
"Mom, Eléonore masih bayi!" gelak Rania.
Note.
Elfesya adalah putri Eagle dan Elane McCloud.
Naradipta adalah putra Sadawira dan Chisato Yustiono.
Edward dan Eléonore adalah putra dan putri Charles dan Raine McGregor.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️