The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Persiapan Pindah Kerja



Istana Brussels Belgia


Leonardo dan Chris menuju kamar tidur mereka usai acara penggagalan unboxing Richard dan Alisha sekitar pukul tiga subuh. Keduanya sedang berjalan di lorong saat mendengar suara-suara ribut di dekat taman kerajaan.


"Siapa itu Leo?" tanya Chris. "Bukan hantu kan?"


"Lha kamu demitnya ... Gimana mau ada hantu?" balas Leonardo membuat Chris melirik judes.


Keduanya pun menuju ke arah suara dan tampak Alex Darling sedang ribut dengan seorang gadis.


"Ada apa dengan polisi itu?" tanya Chris bingung.


"Ribut sama siapa?" timpal Leonardo yang menghampiri keduanya. "Kalian kenapa?"


Alex dan gadis yang sedang ribut itu menoleh dan Chris serta Leonardo terkejut melihat siapa yang sedang bersama dengan superintendent Scotland Yard itu.


"Galena?" seru Chris dan Leonardo. "Ngapain kalian berdua subuh-subuh begini?"


"Not your business, Armstrong !" balas Alex Darling.


"Hei, Lena adiknya Biana jadi aku harus tahu ada apa..." sahut Leonardo.


"Kalian berdua, kami hanya sedikit berargumen dan don't worry, aku bisa menghandle" ucap Galena Luna.


"Are you sure Lena?" tanya Chris.


"Sangat sure."


"Ya sudah, kami ke kamar dulu. Ngantuk..." Dua pria itu meninggalkan Galena dan Alex Darling.


***


"Apa benar Alex Darling mengejar Lena?" tanya Leonardo ke Chris.


"Dia main cuti dan langsung ke Dubai ... Cuma gara-gara Rania berbuat ulah, tuh si Alex harus kembali ke London. Karena yang bisa mengatasi Rania cuma dia" jawab Chris.


"Ampun deh gadis-gadis keluarga besarnya Biana. Pesonanya sampai membuat Alex Darling terbang ke Dubai..." kekeh Leonardo.


"Macam kita !" seru dua pria bermata biru itu bersamaan yang kemudian keduanya tertawa terbahak-bahak.


"Kacau Chris..." kekeh Leonardo sambil menguap.


"Kita harus tidur Leo... Kalau tidak, bisa kacau otak" gumam Chris. Akhirnya kedua pria itu tiba di kamar masing-masing.


"Selamat tidur ... " pamit mereka bersamaan.


***


Seminggu setelah acara di Brussels, Leonardo dan Lenna kembali disibukkan dengan rutinitas di ranch. Hari ini Lenna harus berangkat kuliah sedangkan Leonardo memeriksa panen susu dari sapi perahnya yang akan didistribusikan ke koperasi petani di area mereka.


"Boss ..." panggil Woody.


"Ya ?" jawab Leonardo sambil memeriksa kwalitas susu sapi-sapinya.


"Pawpaw kita panen raya !" seru Woody bahagia karena dirinya yang berjuang keras untuk bisa panen banyak. Berbagai macam teknik dan cara dilakukan pria itu agar bisa mendapatkan hasil yang banyak setiap panen.


"Alhamdulillah... Sampaikan pada para pembeli.. Akan ada banyak stok dengan kwalitas bagus."


"Siap boss !" Woody pun mengajak asistennya untuk mengurus penjualan buah langka itu.


Leonardo mendapatkan hasil yang tidak sedikit dari penjualan buah-buahan varietas langka yang menjadi incaran para kolektor, chef dan juga orang-orang kaya yang tidak segan mengeluarkan uang dari koceknya demi merasakan buah-buahan tersebut.


Macam pencarian jamur truffle yang per gramnya bisa fantastis harganya. Harga 450 gram truffle bisa menembus angka Rp 6 juta atau lebih. Sedangkan truffle putih dengan berat yang sama bisa nembus angka Rp 32 juta.


Leonardo juga membuka program penginapan bagi para turis yang ingin merasakan menjadi orang tinggal di ranch. Ada dua rumah yang dia buka untuk program turis dan selalu penuh. Dua pegawainya yang bertanggung jawab dengan para turis. Total Leonardo memiliki 50 pegawai yang sudah ikut dengannya cukup lama.


"Boss..." panggil Buzz. "Jadi menikah saat Thanksgiving?"


"Insyaallah jadi. Kenapa Buzz?"


"Kalkun sudah siap lah ..." cengir Buzz. "Menu makanan khas Thanksgiving?"


"Iyalah ... Aku ingin pesta yang santai tapi khidmat khas country..." senyum Leonardo. "Oh besok tugas kamu adalah membawa Hercule Poirot."


Buzz mengernyitkan dahinya "Ada apa dengan Hercule?" Buzz tahu jika bebek jenis Mallard itu sangat manja dan kepo dengan Leonardo. Tak jarang bebek berbulu hijau dan coklat itu masuk ke dalam rumah induk demi melihat Leonardo.


"Dia yang akan membawakan cincin nikah..."


Buzz menepuk jidatnya. "Semoga tidak ditelan..."


Leonardo terbahak. "Ya ada caranya lah... Pastikan semuanya aman ..."


***


Harvard University


Biana akhirnya mendapatkan surat pindah ke Dallas University dengan status dosen lepas. Gadis itu memang ingin hidup lebih santai, bukan rush and rush seperti biasanya. Seminggu di peternakan, membuat Biana jadi ingin menjadi cowgirl seperti Lenna.


Benar kata pepatah, jangan menghina kalau belum tahu. Dulu dirinya merasa hidup di peternakan membosankan dan melelahkan. Tapi ternyata, melelahkan iya, membosankan tidak. Biana merasa lebih segar dan sehat selama ikut bekerja disana.


Sekarang gadis itu mulai membereskan semua barang-barangnya di apartemen Harvard. Biana akan kembali ke Maryland dan tinggal bersama dengan kedua orangtuanya kembali sampai acara pernikahan dilakukan pada Thanksgiving.


***


Medical City Dallas Hospital, Dallas Texas


Rania tampak tenang saat para dokter senior dan pihak HRD mewawancarai dirinya yang mendapatkan tawaran bekerja disana. Seperti keinginannya, Rania akan menjadi salah satu dokter bedah di rumah sakit yang sering menjadi langganan para atlet.


Bahkan Chris Armstrong sendiri bersama para rekan-rekan satu timnya, banyak melakukan check up disini dan Rania mendapatkan informasi lowongan juga dari Chris.


Usai wawancara juga sedikit praktek, akhirnya Rania diterima masuk dalam jajaran dokter di rumah sakit tersebut. Setelah mengurus semua administrasi dan juga sedikit touring di rumah sakit itu bersama dengan staff HRD, Rania pun pulang apalagi Chris sudah menunggu dirinya di lobby rumah sakit.


"Bagaimana?" tanya Chris sambil mengulurkan tangannya yang disambut Rania.


"Diterima lah!" jawab cucu Joey Bianchi itu.


"Sekarang kita kemana?" tanya Chris sambil bergandengan tangan menuju mobilnya.


"Lihat-lihat apartemen lah !" jawab Rania.


"Lha, kamu tinggal sama aku kan bisa ... " balas Chris.


Rania mendelik. "Mau kamu dihajar oleh Madam Blaze Bianchi?"


Chris terbahak. "Jangan bilang pada ibumu... Bisa habis aku nanti dan tidak bisa ikut superbowl..."


***


Yuhuuuu up malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️