
Royal Hospital London
"Heh, Alex ! Bisa tidak nama belakang kamu diganti? Jangan pakai nama Darling kenapa ? Bikin salah sangka, tahu nggak !" omel Chris kesal.
"Lha kamunya saja yang salah tangkap dan sorry Armstrong yang tangan nya memang kuat, nama belakang keluarga aku tidak bisa diganti karena nama ini sudah sekian generasi !" balas Alex sama galaknya.
"Oke, pria dengan mata biru, tahan emosi kalian. Sekarang aku mau tanya, kalian mau berkelahi di Emirates, Stamford Bridge atau Hyde Park sekalian ?" Rania menatap judes ke kedua pria yang kebetulan sama-sama berambut pirang dan bermata biru.
"Kenapa sampai ke stadion Arsenal dan Chelsea ?" tanya Alex Darling bingung.
"Well, kata mommyku, kalau mau berkelahi, langsung saja di lapangan sekalian. So, dekat sini adalah Emirates dan Stamford Bridge. Tidak salah kan?" jawab Rania cuek. "Eh tapi sini dekat dengan UGD ya.... "
"Raniaaaaa !" teriak Chris dan Alex bersamaan.
"Cieeee... Kompak ih !" gelak Rania. "Dengar Demit, Alex Darling itu seperti kakak aku. Kita berdua tidak ada chemistry kecuali saling menistakan satu sama lain. Lagipula, selera dia yang bermata biru, sedangkan aku mata coklat jadi langsung auto coret dari daftar !"
"Iyalah ! Kan kamu pacar aku !" jawab Chris sambil mendongakkan dagunya.
"Ya Allah Gusti ! Nggak gitu juga ih ! Ngadi-ngadi !" sungut Rania.
"Dengar cewek bar-bar, Opamu sudah memberikan ijin dan aku sudah lolos screening. So, tinggal diresmikan saja kan ? ... Addduuuhhh !" Chris meringis saat telinga nya dijewer Rania.
"Kamu santet Opa ku kan ! Katakan, kamu ke dukun mana ? Voodoo ? Gipsi ? Atau dukun beranak ?" omel Rania.
"Voodoo ? Gipsi ? Rania, aku tidak pernah kesana ! Bentuknya macam apa aku tidak tahu. Sama apa tadi ? Dukun apa ?" ucap Chris sambil meringis kesakitan. "Aku mendekati Dokter Joey Bianchi dengan pendekatan persuasif dan sok akrab, bukan pakai dukun !"
Rania melepaskan japitannya. "Benar kamu nggak pakai dukun?"
"Demi Tuhan, tidak Rania sayang. Tunggu, yang terakhir apaan ? Dukun... ?"
"Dukun beranak ?" tanya Rania.
Chris dan Alex mengangguk.
"Oh itu orang yang ngurus bayi brojol tapi bukan dokter obgyn ..." jawab Rania cuek.
Kedua pria tampan itu menatap sebal dan gemas ke dokter bedah yang slengean itu.
***
Oxford University
Sudah sebulan Biana menjadi dosen tamu di salah satu universitas bergengsi di dunia dan dirinya merasa bahwa disertasinya keteteran karena dosen pembimbingnya berada di Harvard dan mereka sering ribut tidak jelas karena diskusi dengan jam berbeda hingga sering tidak pas waktunya.
Biana sudah bertekad jika dia pulang nanti akan minta dispensasi penyelesaian disertasinya karena harus mundur satu semester.
Gadis itu pun berjalan keluar ruang kuliah lalu menuju ruang dosen dimana sudah banyak dosen berada disana.
"Pascal, bagaimana mahasiswa kamu ? Ada masalah ?" tanya salah seorang rekan dosen.
"Nope. Tidak ada masalah..." jawab Biana.
"Kamu tahu, ada masalah tugas yang sama. Aku tidak tahu siapa plagiat siapa" cerita salah satu dosen yang Biana tahu adalah dosen English Literature.
Biana yang duduk di mejanya hanya menyimak percakapan para dosen disana. Biana memang memutuskan untuk tidak terlalu ikut campur dengan drama dan permasalahan di kampus selama tidak menyenggol dirinya dan metode pembelajaran yang dibuatnya.
"Apakah plagiat nya hingga ke tanda baca?" tanya dosen lainnya.
"Iya, sampai kesana coba ! Ya ampun !" keluh dosen itu. "Seriously, anak jaman sekarang pada malas-malasan !"
Biana hanya tersenyum tipis lalu memasukkan laporan pengajaran hari ini plus modul yang akan dia pakai besok.
"Pascal... "
Biana mengangkat wajahnya dari layar MacBooknya. "Ada apa Curry ?"
"Sorry, Curry... Lihat ini..." Biana menunjukkan pekerjaan nya di MacBooknya. "Aku sudah bawa bekal."
"Aku temani ?"
Biana tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Sorry Alan Curry, aku lebih suka bekerja sendiri."
"Sudahlah Alan, Pascal paling sudah punya pacar jadi tidak mau sama kamu..." kekeh salah satu rekan dosen.
Alan Curry pun tersenyum kecut. "Baiklah. Tapi jika kamu berubah pikiran mau makan siang atau malam bersamaku, aku akan senang hati akan menemani mu."
Biana hanya memberikan senyum sopan. Dih, siapa juga mau sama kamu ! Amit-amit demi semua anak berudu di kolamnya si Mail Upin Ipin !
Gadis itu pun lalu melanjutkan pekerjaannya usai Alan Curry pergi meninggalkan nya.
***
Apartemen Biana.
Menjelang jam lima sore, Biana sudah sampai di apartemen nya dan rasanya dirinya ingin mandi dan langsung tidur. Hari ini memang sangat melelahkan baginya dan dirinya sudah tidak sabar untuk kembali ke Harvard.
"Haaaaahhh, masih lima bulan lagi... Ya Allah suwineeee ( lamanya )" gerutu dosen itu sambil menaiki tangga karena apartemennya tidak ada lift sebab hanya dua lantai. Apartemen Biana ada di lantai dua dan terletak di pojok.
Ketika Biana mendekati apartemennya, mata birunya melihat sosok yang sangat dikenalnya.
"Singa gurun ? Ngapain kamu kemari?" tanya Biana bingung.
"Ya kangen dengan gadisku, apa tidak boleh ?" senyum Leonardo yang datang membawa koper.
"Siapa gadismu ?" Biana celingukan tapi tidak menemukan siapa - siapa.
"Gadisku itu kamu Bia. Ya ampun..." gerutu Leonardo gemas.
"Oh." Biana pun membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan Leonardo masuk. Pria itu pun masuk dan melihat apartemen nya tampak berantakan dengan kertas dimana-mana.
"Masih sibuk dengan disertasi kamu, Bia?" tanya Leonardo.
"Masih. Sorry kalau berantakan... Aku suka corat-coret buat disertasi." Biana membuat kopi dan mengambil dua botol air mineral yang diberikan satunya ke Leonardo.
"Thanks Bia."
"So, kamu nginap dimana?" tanya Biana sambil membereskan kertas-kertas yang berserakan.
"Disinilah ..." jawab Leonardo tenang.
Biana menghentikan pekerjaannya lalu menoleh ke arah pria itu. "Apa ?"
"Iya, aku akan menginap disini. Bukan kah kamu ada dua kamar ? Jadi ngapain aku harus jauh-jauh cari penginapan?" jawab Leonardo sambil tersenyum manis.
"Apa kamu lupa siapa ayah aku ?"
"Nope tapi aku rasa kalau kita kena grebek, bakalan langsung dinikahkan... " seringai Leonardo penuh kemenangan.
Rasanya Biana ingin melempar Leonardo ke Empang piranha milik Hyde !
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️