RE:Verse

RE:Verse
20.III Sihir dan Industri



Kecepatan kapal tanpa layar ternyata cukup mengejutkan. Jarak yang sangat jauh kami tempuh hanya dalam sepuluh hari. Selama itu pula aku tersiksa oleh mabuk laut yang tak berkesudahan.


Ombak menerjang dari berbagai arah, membuat tidurku sangat tidak nyenyak. Selain itu, suara yang ditimbulkan oleh sistem gerak kapal juga menyakiti telingaku. Serius, kenapa mereka tidak membuat dinding yang berfungsi untuk meminimalisir suara?


Kekesalanku makin memuncak saat tahu bahwa Alma bahkan bisa tidur dengan nyenyak di tengah situasi seperti ini.


Pelabuhan di benua dwarf tiga kali lipat lebih megah daripada di benua manusia. Beberapa bangunan setinggi empat lantai memenuhi jalanan utama, ditujukan sebagai penginapan dan pub yang juga menyediakan makanan khas para dwarf.


Berbeda dengan kerajaan manusia yang masih menggunakan kayu sebagai bahan pembuatan bangunan, para dwarf menggunakan campuran pasir yang direkatkan melalui sihir. Jadi, saat aku melihatnya pertama kali, aku cukup terkesan.


Mereka tak menggunakan kayu bukan karena bahan baku campuran pasir lebih efisien, melainkan karena sangat jarang menemukan tumbuhan di benua ini. Tanahnya berpasir dan sulit untuk menemukan sumber air sehingga tumbuhan yang hidup kebanyakan adalah jenis tanaman kaktus. Hal ini diperparah dengan suhu udara yang cukup panas dan curah hujan rendah.


Kurasa inilah salah satu alasan kenapa Kekaisaran Dwarf berada jauh di bawah tanah.


"Apa kau baik-baik saja? Kita bisa menginap semalam jika kau ingin." Cellica bertanya dengan nada khawatir ketika kapal memasuki kanal.


Jujur saja pertanyaannya malah terdengar seperti sedang menghinaku. Bisa-bisanya aku kewalahan menghadapi ombak di lautan.


"Tidak, aku tidak apa-apa." Aku menjawabnya dengan ramah.


Yah, sejak kapal mendekati pelabuhan, ombak yang menerjang tidak seganas di tengah laut. Jadi, rasa mual yang sebelumnya menggangguku mulai hilang. Ditambah dengan kemampuanku dalam menyembuhkan diri, mabuk laut yang kurasakan kini bukanlah apa-apa.


"Begitukah? Kalau begitu kita akan berangkat sesuai jadwal."


Setelah kapal menepi, kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki sebuah kereta tanpa kuda yang terbuat dari logam. Kereta ini ditopang oleh empat roda kecil yang dibuat menggunakan getah khusus yang direkatkan pada silinder logam. Benar-benar kendaraan aneh yang belum pernah kulihat.


"Apakah benda ini juga bergerak dengan sihir?" Tidak tahan dengan rasa penasaran, aku bertanya pada Cellica.


Mendengar pertanyaan itu, wajahnya kembali berubah menjadi penuh kesombongan. Entah kenapa melihatnya seperti ini membuatku menyesali pertanyaanku sendiri.


"Tentu saja. Sistem penggeraknya hampir sama dengan sistem penggerak kapal. Hanya saja jauh lebih kecil sehingga tenaga yang dihasilkan juga tidak sekuat tenaga pendorong kapal."


Cellica kemudian menjelaskan rincian sistem gerak kereta ini.


Di depan kereta, ada sebuah tabung kecil beroda dua yang terhubung dengan cerobong asap di atasnya. Katanya, tabung itu digunakan untuk mendidihkan air dengan menggunakan sirkuit sihir jenis api yang ditempatkan tepat di bawah tabung. Uap yang terbentuk kemudian digunakan untuk menggerakan kedua roda di samping tabung melalui dorongan empat piston yang bergerak naik-turun di dalam silinder.


"Sebenarnya sekarang sedang diproduksi generasi selanjutnya. Alih-alih menggunakan sirkuit sihir api, kami sedang mencoba menggunakan sirkuit sihir petir. Aku tidak tahu bagaimana detilnya, tetapi katanya petir bisa digunakan untuk memutar logam. Juga, meriam generasi terbaru menggunakan sistem yang sama untuk memuntahkan peluru. Jika dibandingkan dengan meriam tenaga peledak, meriam petir bisa memuntahkan peluru dengan kecepatan luar biasa dari jarak yang luar biasa jauh. Sebentar lagi era perang menggunakan pedang dan sihir akan tersingkir oleh seni perang menggunakan meriam."


Jenis sihir petir sering disalah artikan sebagai elemen lanjutan dari api. Sama halnya seperti sihir es yang merupakan tingkatan selanjutnya dari sihir air serta sihir logam yang merupakan lanjutan dari elemen tanah. Walaupun petir dapat menyebabkan api, tetapi api sendiri bukanlah elemen. Api merupakan hasil reaksi yang terjadi antara unsur panas, bahan bakar, dan udara. Petir sendiri digolongkan ke dalam unsur panas. Oleh karena itu, saat petir bersentuhan dengan bahan bakar --seperti kayu-- dan udara, maka akan terciptalah api.


Setahuku petir dapat mengubah sifat logam tertentu, tetapi aku masih tidak tahu detil spesifiknya. Mungkin logam yang dialiri petir akan menciptakan daya dorong yang mirip sebuah ledakan? Masalahnya, meskipun jumlah kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih mengerikan daripada api, memanifestasikan petir melalui sihir membutuhkan jumlah mana yang sangat besar. Apakah para dwarf mengetahui cara efisien menciptakan petir?


Aku akan mencari informasi mengenai hal ini nanti.


Omong-omong aku tidak yakin hari dimana meriam menggantikan sihir akan terjadi. Memang meriam-meriam ini sama sekali tidak menguras mana pemakainya, tetapi tingkat efisiensinya rendah. Apalagi jika musuh yang dihadapi memiliki sayap dan sanggup bergerak dengan cepat. Akan sulit bagi meriam untuk menghadapi sesuatu seperti itu.


Jika kuingat kembali sejauh apa penghuni dunia fana sanggup menggunakan sihir, mungkin berperang dengan meriam akan menjadi pilihan paling baik. Namun, jika di masa depan mereka sanggup menggunakan sihir tingkat delapan dan di atasnya, maka meriam hanya akan menjadi peralatan sampah tidak berguna.


Kereta yang kami tumpangi masuk ke dalam gua. Kemudian, kami keluar dari dalam kereta begitu kereta berhenti tepat di sebuah ruangan yang cukup luas dan ramai oleh para prajurit. Mereka membawa berbagai macam peti logam yang kemudian diangkut oleh kereta tanpa kuda menuju pelabuhan.


Apakah peti-peti itu berisi berbagai macam logistik untuk mendukung garis depan? Kurasa skala perang yang akan terjadi di masa depan memang bukan main-main.


"Selamat datang di stasiun kereta berkecepatan tinggi! Ini merupakan salah satu kendaraan kebanggaan kami."


Cellica merentangkan tangannya seraya menghadap kepada kami berdua. Aku dan Alma hanya bisa terdiam memandang sesuatu di belakang tubuh kecil Cellica.


Beberapa langkah di depan kami terdapat enam gerbong tertutup yang terbuat dari logam. Benda itu terpasang di atas dua bantalan rel logam yang dihubungkan oleh papan-papan kayu. Di bawah rel tersebut terdapat banyak sekali pecahan batu yang kelihatannya memang sengaja disimpan di sana. Apakah ada alasan khusus untuk menyimpan sesuatu seperti itu?


"Kereta ini bergerak menggunakan sirkuit sihir api yang akan meledak sehingga mendorong piston-piston di dalan silinder untuk bergerak naik-turun. Gerakan itu akan menciptakan sistem gerak melingkar yang kemudian dihubungkan dengan roda melalui gearbox."


Orang ini terlalu membanggakan negaranya sendiri. Entah kenapa aku jadi kesal setiap kali dia melakukannya.


"Kereta api, ya?" Alma tiba-tiba bergumam.


Apakah dia tahu tentang kendaraan ini? Mungkin ingatan Almaria sendiri menyimpan informasi tentang peradaban para dwarf sehingga Alma memiliki pengetahuan tentang kereta api. Aku harus berdiskusi dengannya begitu kami punya kesempatan.


"Ho~? Kau tahu tentang kereta ini? Luar biasa, bukan? Kecepatannya sanggup mencapai 200 kilometer per jam. Jika saja Cygnus memiliki ini, kita akan sampai ke Kota Pelabuhan hanya dalam satu hari."


Secepat itu? Bukankah kecepatan seperti itu hampir sama dengan terbang lambat? Bagaimana bisa mereka menciptakan kendaraan secepat ini hanya dengan bermodalkan batu sihir dan rune?


Begitu aku memiliki kekuatan, Kekaisaran Dwarf harus menjadi sasaran pertamaku. Aku tidak mau mereka tumbuh semakin mengerikan dengan memproduksi berbagai macam peralatan di luar nalar. Kuharap ketika saatnya tiba, mereka belum tumbuh separah itu.


Cellica menyewa satu gerbong khusus yang memang ditujukan untuk orang-orang penting. Berbeda dengan gerbong biasa, tempat ini hanya memiliki dua pasang kursi yang saling berhadapan dan dilengkapi dengan empat tempat tidur yang ditempatkan di setiap sudut gerbong. Tepat di tengah kursi yang saling berhadapan ada sebuah meja kayu yang penuh dengan botol alkohol dan berbagai macam hidangan berbahan dasar daging.


Berapa banyak uang yang kau miliki sebenarnya? Selain itu, kenapa kau bepergian sendirian tanpa pengawal dan malah menyewa petualang sebagai gantinya? Aku benar-benar tidak paham dengan isi kepalanya.


Kereta meluncur dengan getaran yang sangat minim. Jika dibandingkan dengan kereta kuda, kendaraan ini sangat jauh lebih nyaman. Bahkan selain getaran yang samar, aku tidak terlalu merasakan efek dari pergerakan kereta ini walaupun sebenarnya kami sedang bergerak ratusan kilometer per jam. Apakah mereka juga menggunakan sihir untuk meminimalisir getaran dan efek samping dari bergerak sangat cepat?


Menurut Cellica, kami membutuhkan sekitar sepuluh jam untuk sampai ke kekaisaran. Jadi, dia menyarankan kami untuk beristirahat di tempat tidur yang ada alih-alih duduk dan berjaga-jaga. Lagipula monster macam apa yang akan menyerang kendaraan kokoh yang bergerak sangat cepat?


Baiklah, mari istirahat terlebih dahulu. Beberapa hari terakhir aku tidak memiliki tidur yang cukup.


----------------


Note :


• sihir petir sebenarnya merupakan sihir yang memproduksi listrik. Awalnya ku mau pakek kata "listrik" tapi ntah kenapa kayak gak cocok aja sama latar belakang dunianya, makanya disebut "petir" alih-alih "listrik".


• Sistem gerak menggunakan petir itu maksudnya adalah motor listrik. Sistemnya sama saja dengan motor listrik bumi (menggunakan kumparan dan magnet yang kemudian dialiri arus listrik). Cuma bedanya, sumber listrik bukan dari baterai melainkan dari batu sihir dan sirkuit sihir petir.


• Kereta api milik para dwarf memiliki sistem kerja mesin diesel. Hanya saja, alih-alih menggunakan bahan bakar minyak, mesin ini menggunakan batu sihir dan sirkuit sihir api yang akan meledakan mana di dalam ruang pembakaran silinder yang kemudian mendorong piston ke bawah.


• Meriam petir yang dibahas itu menggunakan konsep railgun. Aku sengaja gak bahas detil karena memang kayak gak cocok aja sama latar belakang dunianya.


Ya begitulah ...


Kependekan? Emang heu ...


Aku bingung mau masukin apa lagi karena bab 20 emang harusnya habis di situ.