
Tepat setelah kepergian El dan Alma dari mansion, Greed yang pada awalnya tenang mulai terlihat panik. Dia berdiri dari kursi seraya mengucapkan kalimat ketidak puasan.
"Gadis itu! Dialah monster yang menyerangku di gua! Kenapa Anda tidak segera menghabisinya, Yang Mulia!"
Menanggapi ucapannya, Garfagos hanya diam tanpa memberi respon apa pun. Menurutnya, kalimat itu bukan ditujukan kepada dirinya. Jadi, Garfagos tidak mau repot-repot menjawab.
Kemudian, sebuah kalimat tenang kembali terucap dari mulut Greed.
"Inilah sebabnya manusia tetap menjadi serangga bodoh sampai sekarang." Suaranya kembali tenang tanpa sedikit pun terlihat panik seperti yang dia tunjukan beberapa waktu lalu. "Bertindak sembarangan di hadapan seorang dewa bukanlah pilihan yang baik."
Greed menoleh ke arah Garfagos, lalu mengucapkan sesuatu padanya. Kelihatannya dia ingin memastikan suatu hal sebelum memutuskan langkah yang akan diambil olehnya setelah ini.
"Dilihat dari senjata miliknya, gadis itu sudah jelas adalah Gatekeeper Fiora. Aku juga mengkonfirmasi Hecate dengan mata kepalaku sendiri. Tidak ada keraguan dalam kata-kata manusia misterius yang memberi peringatan tentang kedatangan Demon God kemari. Bagaimana menurutmu?"
Garfagos sedikit membungkukkan tubuhnya, menunjukan penghormatannya kepada salah satu raja iblis dari dunia bawah.
"Saya sejalan dengan Anda, Yang Mulia. Pada awal pertemuan, saya memancing Fiora untuk bercakap-cakap. Berdasarkan dari responnya yang familier, saya berani menjamin bahwa mereka memang asli."
Sesaat setelah kata-kata Garfagos selesai, Greed kembali tenggelam dalam keadaan paniknya. Dia terlihat frustrasi ketika mendengar ucapan Garfagos sebelumnya.
"Ba-bagaimana mungkin? Apakah Anda berdua akan tunduk begitu saja pada mereka?! Apakah saya tidak bisa membalas dendam kepada gadis monster itu?!"
"Berisik!"
Seseorang yang membentak tidak lain adalah Greed itu sendiri. Sosoknya kembali tenang seperti sebelumnya. Keadaan mentalnya terus berubah seakan memiliki dua kepribadian dalam satu tubuh.
Sebenarnya tubuh yang ditempati oleh Greed sekarang adalah milik manusia bernama Gilbert. Dia merupakan seorang wakil ketua bandit yang beberapa waktu lalu markasnya diserang oleh Fiora dan hanya menyisakan dirinya yang selamat. Di tengah keputusasaannya dalam penjara dan hanya tinggal menunggu waktu baginya untuk dieksekusi, entah bagaimana jiwa Greed ditarik masuk ke dalam dirinya sehingga membuatnya mampu untuk meratakan sebuah kota hanya dalam satu kali penggunaan mantra.
Tujuan Gilbert tidak pernah berubah. Dia ingin membawa kehancuran bagi Kerajaan Ignis dan membuat rakyatnya menderita. Oleh karena itu, dirinya tidak keberatan saat tubuhnya diambil alih. Namun, menyadari kenyataan bahwa kedua iblis yang sangat dipercaya olehnya ternyata tunduk kepada monster yang menyerang markasnya membuat semangat balas dendam Gil langsung padam.
Tidak ada kesempatan lagi baginya untuk membawa kehancuran pada negara tanah airnya.
"Langkah apa yang akan Anda ambil, Yang Mulia?"
Menanggapi pertanyaan yang keluar dari mulut Garfagos, Greed jatuh ke dalam lamunan sebelum akhirnya memberikan jawaban.
"Dewa seharusnya tidak terpengaruh oleh karma. Namun, kelihatannya Demon God menyegel hampir seluruh mana miliknya. Mungkin dalam rangka untuk bersembunyi dari para penghuni langit."
Garfagos juga setuju dengan gagasan tersebut. Jika bukan karena untuk menyembunyikan diri, maka tidak ada alasan bagi seorang dewa untuk menyegel kekuatannya.
"Masalahnya sekarang, berapa banyak selisih kekuatan yang kudapatkan dari dosa keserakahan. Tunduk di bawah kepemimpinannya lagi atau berdiri sendiri, semuanya tergantung pada dosa keserakahan."
Sebagai simbol dari salah satu dosa, setiap raja iblis memiliki kemampuan untuk menyerap karma negatif dari dosa yang menjadi simbolnya. Bagi Greed sendiri, semakin banyak orang yang serakah, maka semakin besar jumlah kekuatan yang dimilikinya ketika dia termanifestasi sepenuhnya ke dunia fana. Bahkan jika dia beruntung, kekuatannya mungkin dapat menyaingi para dewa itu sendiri.
Berbeda dengan raja iblis, tingkatan iblis lain hanya akan menghirup manisnya karma negatif selain dari delapan simbol dosa yang diwakilkan oleh tujuh raja iblis serta satu dewa. Pembohong, pengingkaran janji, penghina, dan masih banyak dosa yang sejenis akan menodai dunia fana secara bertahap. Noda ini akan menjadi sumber kekuatan bagi para iblis yang berhasil menginjakan kaki di dunia fana. Oleh karena itu, bahkan iblis terendah sekalipun akan setara dengan dua kesatria terlatih yang bersenjata lengkap.
"Jika berkenan untuk mendengarkan saran dari makhluk yang rendah ini, saya akan mengemukakan sebuah ide, Yang Mulia. Namun, risiko dari ide ini cukup besar. Demon God bisa menganggapnya sebagai sebuah deklarasi perang."
Greed yang tertarik dengan hal-hal yang menantang mempersilakan Garfagos untuk mengungkapkan ide miliknya.
"Seperti yang kita lihat sebelumnya, Demon God dan Gatekeeper Fiora telah menyegel sebagian besar kekuatan mereka. Hal ini mengartikan bahwa tubuh mereka selemah serangga. Jika kita melakukan serangan kejutan dengan cepat dan tidak membiarkan mereka mengambil cukup waktu untuk mempersiapkan diri dan menghindar, kita dapat menghapus mereka sekaligus."
Idenya cukup sederhana. Mereka hanya perlu menyerang keduanya ketika sedang lengah. Fakta bahwa keduanya berada dalam kondisi yang begitu rapuh membuat rencana ini patut untuk dicoba.
Risikonya cukup tinggi, tetapi peluang keberhasilannya berbanding lurus dengan risiko yang ada. Selain itu, meski tidak pernah ada seorang pun yang membuktikannya hingga sekarang, jika rencananya berhasil dieksekusi dengan baik, gelar dewa sendiri mungkin dapat diklaim oleh Greed.
"Kalau begitu, gunakan sihir terkuatmu untuk membinasakan mereka, Garfagos!"
Greed memberikan perintah dengan penuh semangat. Tampaknya suasana hatinya semakin membaik setelah mendengar ide tersebut.
Alih-alih menjalankan perintah Greed, Garfagos malah menginterupsi. Dia merasa keberatan jika harus melakukan serangan tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan hingga dapat berujung kegagalan.
"Maafkan saya, Yang Mulia. Jika kita menggunakan sihir tingkat tinggi, mereka mungkin akan menyadarinya."
Sihir tingkat tinggi membutuhkan waktu untuk merapalkan mantra. Selain itu, kentalnya mana yang terpancar saat pengaktifan sihir bahkan dapat memengaruhi lingkungan sekitar. Jadi, akan mudah bagi mereka berdua untuk mendeteksi serangan kejutan itu.
Lawan mereka adalah Demon God. Satu detik saja sudah cukup baginya untuk mempersiapkan diri dan menghalau serangan yang dilancarkan padanya. Mereka tidak bisa menyerang dengan sembarangan.
"Berdasarkan penilaian tersebut saya menyarankan untuk menggunakan mantra dasar dengan setengah jumlah mana milik saya."
"Lakukan sesuai keinginanmu. Aku menyerahkan semuanya padamu." Greed berjalan menuju pintu keluar. "Setelah selesai, segera datang ke ruang bawah tanah. Kita akan memulai ritual untuk memanifestasikan tubuh megahku ke dunia fana!"
Garfagos membungkuk hormat sebelum beranjak keluar dari mansion. Dia mengepakan sayapnya, sedikit terbang di udara sekadar untuk memastikan posisi dari targetnya.
Kedua tangan Garfagos terulur ke depan, mengarah pada seorang anak lelaki dan gadis kurus berambut hitam yang berjalan di belakangnya.
"Maaf, Kakak. Tampaknya kita tidak akan pernah bertarung lagi. Semoga perjalananmu ke neraka menyenangkan."
Bersamaan dengan berakhirnya kalimat yang terucap dari mulutnya, dua belas lingkaran sihir berwarna merah pekat tercipta tepat di hadapannya. Kemudian, tidak sampai satu detik, masing-masing dari lingkaran itu menembakan sinar merah kehitaman menuju target yang sudah ditandai olehnya.
Gelombang panas membakar udara sepanjang lintasannya, menghasilkan api yang bercampur dengan kilatan petir. Suara gemuruh dan dentuman yang ditimbulkan bahkan cukup memekakan telinga, seakan menjadi penanda saat daratan luas di hadapannya berubah menjadi danau lava raksasa yang berpijar.
***
Alma berhasil membangun tujuh barrier tingkat tiga tepat sebelum aliran gelombang panas menerjang kami. Namun, dua barrier langsung pecah tidak lama kemudian. Ketika daratan mulai mencair menjadi lava, dua barrier lain juga pecah.
Serangan ini benar-benar kuat! Apa yang harus kulakukan?! Ayo berpikirlah!
Jika aku membuka segelku, aku dapat mengatasinya dengan mudah. Akan tetapi, aku mungkin akan langsung meleleh akibat jumlah mana kegelapan yang kumiliki. Sedangkan kalau aku tetap mengandalkan Alma seperti ini, cepat atau lambat kami berdua akan terbakar menjadi abu.
"Tahan sekuat tenagamu! Aku akan memikirkan cara untuk menghindar!"
Aku berteriak memberi perintah, memaksa Alma untuk mengerahkan segala yang dimilikinya.
Bahkan dengan sejumlah besar mana yang Alma miliki, perisai sihir kelima miliknya mulai retak, mungkin akan pecah tidak lama lagi.
Sialan! Apa-apaan ini?! Kenapa seseorang menyerangku menggunakan mantra kegelapan yang begitu kuat?!
Ayo berpikirlah! Pasti ada jalan untuk keluar dari situasi ini!
Saat aku kewalahan dengan kebuntuanku, gelombang panas itu tiba-tiba berkurang. Menyadari hal ini, aku beralih memandang ke depan dan mendapati sebuah retakan dimensi yang berada tepat di depan barrier milik Alma. Kemudian, seorang wanita pendeta keluar dari retakan tersebut.
"Cepat masuk ke dalam! Aku tidak bisa menahannya terlalu lama!"
Menyadari bahwa seseorang datang untuk menolong kami, Alma segera menghilangkan seluruh barrier miliknya agar tidak menghalangi jalur evakuasi kami berdua. Setelah itu, aku dan Alma berlari masuk ke dalam retakan dimensi dan jatuh di sisi lain dunia.
Alma terkapar di atas lantai batu dengan tangan dan kaki yang meleleh. Tulang-tulangnya seakan mengintip dari balik daging yang membusuk.
Kurasa dia sudah memakai terlalu banyak mana untuk menahan serangan tadi. Wajar jika tubuhnya berakhir dengan luka separah ini.
Di sela-sela penderitaannya, kudengar Alma berusaha merapalkan sebuah mantra. Dia menghabiskan waktu cukup banyak hanya untuk mengucapkan mantra dengan benar. Kemudian, dia berhasil menyelesaikan mantranya setelah berjuang cukup lama.
"Niveli Tretë Magic : Regenerate."
Tubuhnya kembali diregenerasi, membuat luka-luka yang sebelumnya dia derita mulai menutup. Tak butuh waktu lama baginya untuk menghilangkan seluruh luka sampai tidak meninggalkan bekas sedikit pun.
Sadar bahwa Alma dapat mengatasi masalahnya sendiri, aku beralih memandang gadis pendeta yang tersungkur tak jauh dari kami berdua. Napasnya terengah-engah seakan staminanya terkuras habis. Apakah retakan dimensi mengkonsumsi porsi mana yang berbeda tergantung dengan kondisi saat dia menggunakannya?
Melihat dari bagaimana dia kehabisan napas, kurasa memang seperti itulah kenyataannya.
Mari abaikan mereka berdua untuk sekarang.
Mantra yang menyerangku barusan cuma mantra kegelapan dasar, Beam. Hanya saja, jumlah mana yang digunakan dalam serangan itu luar biasa banyak. Sebagai hasilnya, sebuah danau lava dengan ukuran sekitar satu kilometer mungkin terbentuk di sana sekarang.
Sosok yang memiliki mana sebanyak itu jelas bukan iblis biasa. Mengesampingkan Greed yang terjebak dalam tubuh manusia sehingga tak mungkin dapat menggunakan mana sebanyak itu, hanya ada satu kandidat yang memenuhi persyaratan.
"Garfagos ... mereka pasti telah mengkhianatiku!"
Aku tenggelam dalam kemarahan pada diriku sendiri saat menyadari hal ini. Bisa-bisanya aku mempercayai mereka dan datang ke domain itu tanpa memikirkan tentang kemungkinan adanya pengkhianatan. Kecerobohanku kali ini benar-benar hampir membunuhku.
Di samping kemarahan, aku juga merasa bingung. Bagaimana bisa aku menjadi mudah percaya seperti ini? Aku merasa bahwa semakin lama diriku berada dalam tubuh ini, jalan pikiranku menjadi kian melemah.
------------------
Dipublikasikan di Mangatoon pada Hari Sabtu 11 Juli 2020 pukul 12:00 PM
Note : -