RE:Verse

RE:Verse
24.IV Pertemuan Terakhir



Dua minggu setelah kedatangan Glastila kemari, semua kesatria gabungan telah selesai dipindahkan ke garis depan. Berkat kerjasama dari seluruh kerajaan dan alat transportasi tanpa kuda yang dikirim oleh Kekaisaran Dwarf, waktu tempuh dari ibukota menuju garis depan dapat diperpendek menjadi hanya tiga hari. Padahal, biasanya butuh dua minggu perjalanan jika mereka menggunakan kuda.


Sekarang adalah hari terakhir dirinya berada di ibukota. Malam ini, seluruh pasukan inti dan para petualang tingkat atas akan dikirim langsung ke garis depan untuk memimpin penyerangan. Oleh karena itu, mereka yang memegang perintah di medan perang nanti serta para pemimpin kelompok petualang diwajibkan untuk menghadiri pertemuan terakhir yang diadakan hari ini.


Glastila duduk pada salah satu kursi dengan wajah yang tidak senang, berusaha menekan emosinya yang memuncak karena beberapa anggota yang seharusnya hadir belum juga menempati kursi mereka.


Di tengah kekesalannya, suara seorang pria tiba-tiba terdengar.


"Akhirnya tiba hari dimana kita akan menjadi kaya. Berapa banyak kira-kira koin emas yang akan kudapat dari quest spesial ini?"


Seseorang yang berbicara adalah salah satu pemimpin dari kelompok petualang peringkat tinggi tertentu. Seluruh cabang guild kelihatannya mengeluarkan quest spesial dengan hadiah yang menggiurkan untuk membantu penyerangan kali ini. Tentu saja peringkat minimal yang diperbolehkan adalah peringkat S dan di atasnya. Jadi, walaupun Glastila tidak tahu siapa pria itu dan dari kelompok mana dia berasal, setidaknya seluruh anggotanya adalah peringkat S.


"Jangan terlalu percaya diri dengan kemampuanmu. Lawan kali ini adalah iblis, lebih baik kau berhati-hati."


Glastila setuju dengan ucapan pengingat yang dikatakan oleh pria di sebelahnya. Iblis terlalu asing bagi mereka. Jadi, akan lebih baik untuk berhati-hati di medan perang kali ini.


"Ha?" Pria itu tampaknya tidak senang dengan ucapan tersebut. "Kelompokku bahkan sudah dua kali mengalahkan naga. Kami tidak akan mati dengan mudah hanya karena monster asing yang tidak tertulis di dalam list panduan guild!"


Mendengar ucapan sombong seperti itu, Glastila sedikit menyunggingkan senyum mengejek. Biasanya dia akan membungkam orang yang menyombongkan diri, tetapi kali ini Glastila memilih untuk membiarkannya begitu saja.


Di dunia fana, monster yang disebut naga biasanya hanyalah jenis naga bumi tak bersayap, wyvern, dan naga air yang memiliki bentuk seperti ular. Ketiganya berkulit keras sehingga cukup merepotkan bagi para warrior untuk menghadapinya. Selain itu, kulit tebal yang dilapisi oleh serat orichalcum membuat hampir segala jenis sihir tidak efektif melawan para naga.


Memang benar bahwa membunuh naga merupakan prestasi yang tidak bisa diremehkan. Namun, naga sendiri tetaplah monster bodoh yang hanya bisa mengamuk tidak jelas. Jadi, melawan mereka sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan.


Bagi Glastila sendiri, membunuh naga sama saja seperti membunuh seekor goblin. Satu pukulan penuhnya sudah cukup untuk menghancurkan kepala mereka.


Selain dari tiga jenis monster yang biasa disebut sebagai naga, sebenarnya ada jenis naga lain yang jarang sekali terlihat. Mereka adalah ras pertama yang diciptakan oleh Sang Pencipta dan merupakan ras dengan berkah kekuatan serta kebijaksanaan jauh di atas ras lain. Orang-orang dari dunia fana menyebutnya sebagai naga purba atau naga kuno untuk membedakannya dengan naga biasa. Sementara itu, para penghuni langit dan dunia bawah menyebut ras ini sebagai dragonoid.


Dragonoid sendiri memiliki cabang ras yang beragam. Beberapa di antaranya yang sudah tercatat dalam legenda dari berbagai peradaban kuno adalah ras vulcano yang memerintah api dan lava, ras arctic yang memerintah air dan es, ras tempest yang memerintah badai, dan ras luminous yang juga dikenal sebagai heaven dragon. Salah satu dari mereka sudah lebih dari cukup untuk meratakan satu kerajaan hanya dalam waktu sepuluh hari.


Jumlah dragonoid hanya sedikit dan terpusat dalam satu kerajaan yang dipimpin oleh Heaven Dragon God. Oleh karena itu, hampir tidak ada saksi mata yang pernah melihat wujud mereka di dunia fana.


Glastila sendiri selalu berinteraksi dengan salah satu luminous di istananya. Siapa lagi kalau bukan anggota dari kelompoknya, salah satu dari heaven dragon lord yang sering dia samakan dengan para naga biasa.


Kabar buruknya, dunia bawah juga ternyata memiliki dragonoid-nya sendiri. Bahkan dalam salah satu dari empat kitab suci yang dipublikasikan oleh pihak kuil, dikatakan bahwa pemilik gelar wrath merupakan raja dari para inferno, yaitu ras naga purba dunia bawah. Mengetahui bahwa Greed dapat mempertahankan kerajaannya di hadapan perang abadi dimana salah satu musuhnya adalah raja inferno membuat Glastila yakin kalau kekuatan Greed tidak kurang dari para naga purba itu sendiri. Oleh karenanya, menyamakan pasukan yang dipimpin oleh salah satu dari tujuh raja iblis dengan naga biasa bukanlah hal yang bijak.


Glastila yakin pria itu akan menyesali kata-katanya kelak.


Para petualang terus mengoceh seenak mereka. Padahal, anggota yang hadir di sini tidak sedikit yang merupakan seorang bangsawan. Gelar Glastila sendiri adalah seorang kaisar dari negara lain, tetapi mereka yang memang tidak pernah diajari tata krama tampaknya tak begitu memedulikannya. Mungkin kesombongan para petualang peringkat tinggi ini telah sampai pada titik dimana mereka percaya bahwa dirinya bisa menandingi Sang Pahlawan dalam duel.


Glastila sendiri tidak begitu peduli karena kekesalannya terfokus pada bagaimana perlakuan pihak Kerajaan Ignis yang berani membuatnya menunggu begitu lama.


Ketika obrolan di antara petualang semakin ramai karena tidak ada seorang pun yang mau repot-repot menyuruh mereka diam, sebuah kalimat yang diucapkan oleh salah satu petualang membuat alis Glastila berkedut sesaat.


"Aku masih tidak mengerti kenapa ada bocah peringkat A di sini. Bukankah pihak guild membatasi peringkat di atas S?"


Seketika itu juga Glastila melirik ke arah seorang anak perempuan berambut hitam yang duduk tidak jauh darinya, dipisahkan oleh tiga kursi di antara mereka berdua. Gadis itu hanya diam di kursinya tanpa menunjukan minat apa pun, terlihat tidak tertarik dengan pembicaraan para petualang yang diarahkan padanya.


"Lagipula apa-apaan dengan penampilannya itu? Bukankah dia seorang pelopor? Alih-alih armor kulit, dia malah memakai topeng aneh. Apa dia pikir menjadi petualang itu sebuah lelucon?"


Beberapa pria tertawa dengan ucapan dari salah satu petualang. Namun, gadis itu tetap tidak menunjukan reaksi apa pun terhadap cemoohan yang ditujukan kepadanya.


Glastila sendiri tahu alasan di balik kenapa gadis itu tidak mau repot-repot menggunakn armor karena dia sendiri juga melakukannya. Pakaian tempur Glastila hanyalah gaun perang berwarna merah darah yang dibuat menggunakan benang orichalcum lunak dan didesain sedemikian rupa agar memudahkannya dalam bergerak. Dari segi daya tahan, gaunnya hanya sedikit lebih kuat daripada armor kulit murahan. Jadi, gigitan seekor werewolf saja sudah lebih dari cukup untuk menembus gaun yang dipakainya.


Alasan kenapa Glastila menggunakannya adalah karena dia memang tidak membutuhkan sebuah armor untuk melindunginya. Tentu saja bukan karena dirinya membawa sebuah perisai logam berat, melainkan karena tubuhnya sendiri bahkan jauh lebih keras daripada armor logam terbaik. Cakar dari seekor naga sekalipun tidak akan sanggup membuatnya lecet. Inilah yang membuat penggunaan armor menjadi kurang efisien baginya.


Berdasarkan pengalaman bertarung yang dimilikinya ketika melawan gadis berambut hitam itu, Glastila menyimpulkan hal yang sama, yaitu karena tubuhnya jauh lebih keras daripada sebuah armor logam. Selain itu, seorang pengguna belati memang lebih fokus terhadap kecepatan dan kelincahan. Jadi, menggunakan armor sebenarnya agak merugikan mereka. Jika satu-satunya fungsi armor sama sekali tidak diperlukan, maka memilih untuk tidak menggunakannya adalah langkah yang tepat.


"Hei, boleh aku bertanya sesuatu?"


Lamunan Glastila pecah ketika gadis yang sejak tadi hanya diam mulai berbicara, memandang para petualang yang masih menertawakan penampilan anehnya.


"Kenapa peringkat petualang setelah S adalah R, kemudian SR? Apakah kita dianggap sebagai barang langka?"


Suasana langsung hening ketika pertanyaan tak terduga seperti itu muncul. Glastila yang sudah hidup sangat lama bahkan tidak pernah berpikir sampai ke sana.


Label S sendiri biasa digunakan sebagai pengukur kekuatan atau kualitas dari sesuatu. Jadi, tidak aneh jika pihak guild menggunakn label tersebut untuk para petualangnya. Namun, label R sendiri biasanya digunakan untuk barang langka dalam sebuah pelelangan. Sama halnya dengan R, label SR digunakan untuk menunjukan betapa sangat langkanya sebuah barang. Biasanya label SR digunakan pada harta-harta tingkat nasional yang dimiliki oleh keluarga kerajaan.


Ketika dua label itu digunakan kepada seseorang, maka akan timbul kesan bahwa pemilik label adalah suatu barang langka dengan harga yang mahal. Memang petualang dengan peringkat tersebut sangat langka dan benar bahwa biaya untuk mempekerjakan mereka itu sangat mahal, tetapi setelah dipikirkan secara mendalam, cukup aneh untuk melabeli seseorang dengan label yang biasanya digunakan terhadap suatu barang.


Keheningan yang tercipta di antara para anggota yang hadir akhirnya terpecahkan setelah seluruh kursi ditempati.


"Sebelumnya saya meminta maaf kepada seluruh tamu terhormat yang sudah menyempatkan diri untuk memenuhi undangan saya hari ini atas keterlambatan saya."


Seseorang yang memimpin diskusi adalah komandan militer tertinggi di kerajaan ini. Dia memperkenalkan dirinya dan mengungkapkan posisinya sebagai pemimpin pasukan penyerangan di front barat. Jumlah pasukan di front barat merupakan yang terbanyak dari total keseluruhan penyerbuan. Jadi, bisa dikatakan bahwa orang ini merupakan perwakilan paling dipercaya oleh Kerajaan Ignis.


Biasanya raja sendirilah yang akan memimpin rapat, tetapi tampaknya Sang Raja tidak dapat hadir pada kesempatan kali ini. Melihat kenyataan itu, Glastila menyimpulkan ada sesuatu yang sedang ditutup-tutupi oleh pihak Kerajaan Ignis. Keterlambatan pihak mereka dalam menghadiri diskusi dan ketidak hadiran raja, keduanya cukup mencurigakan.


"Untuk memperkecil skala wilayah peperangan, akan ada empat front yang berbeda dalam penyerangan kali ini. Kita akan menyerang dari empat sisi dan memaksa musuh untuk berkumpul di Kota Benteng Agarten."


Para komandan yang dipilih tampaknya merupakan bangsawan tinggi kemiliteran dari Kerajaan Ignis. Hal ini dikarenakan kerajaan lain cenderung hanya mengirimkan prajurit sebagai formalitas belaka. Mereka tidak mau repot-repot mengirimkan personel militer berbakat yang dimiliki hanya untuk menyelamatkan wilayah milik kerajaan lain. Jadi, para bangsawan Kerajaan Ignis sendirilah yang harus turun tangan untuk memenangkan peperangan kali ini.


Kalau memang normalnya seperti itu, lalu kenapa Kekaisaran Dwarf mengirim pemimpinnya sendiri untuk ikut berpartisipasi?


Enam Pendeta merupakan kasus yang sama sekali berbeda. Mereka dibentuk khusus untuk melawan invasi iblis di dunia fana. Oleh karena itu, Glastila datang sebagai salah satu dari pendeta, bukan sebagai seorang kaisar.


"Penyerangan akan dilakukan dari keempat sisi secara bersamaan besok tepat setelah lonceng pertama kuil berbunyi. Apakah ada di antara Anda yang ingin menanyakan sesuatu?"


Para petualang jelas tak akan mengajukan apa-apa. Mereka tidak akan menerima perintah dari bangsawan dan diberikan kebebasan untuk melakukan apa pun selama tidak mengganggu rencana yang sudah ditetapkan. Dengan kata lain, selama mereka menyerang setelah lonceng peperangan berbunyi, tidak akan ada yang menahan mereka untuk menyerbu ke mana pun yang mereka mau. Kehadiran mereka di sini tidak lebih dari sekadar untuk mengetahui kapan waktu tepatnya peperangan akan dimulai.


Para bangsawan yang hadir juga tampaknya tidak menanyakan sesuatu. Menurut Glastila, hal ini wajar. Mereka semua adalah bangsawan negeri ini dan pastinya sudah sering melakukan pertemuan dan perdebatan mengenai susunan rencana dalam beberapa minggu terakhir. Apa yang diungkapkan hari ini pastinya merupakan hasil dari kesepakatan mereka semua.


Glastila sendiri tidak akan bertanya karena dia juga bukan bagian dari pasukan mana pun.


"Kalau begitu, sebelum saya menutup pertemuan kali ini, ada satu hal yang ingin saya diskusikan dengan para tamu yang terhormat."


Semua orang memandang pria bangsawan itu ketika dia mengungkapkan pertanyaannya.


"Perlukah kita mengikut sertakan seorang gadis petualang peringkat A di dalam perang kali ini?"


Glastila yang mendengarnya mengerutkan dahi. Kemudian, dia berbicara dengan nada tidak senang atas pertanyaan tersebut.


"Apa maksud dari kata-katamu itu? Aku sudah memberi tahumu bahwa kehadirannya diperlukan untuk pasukan inti karena kami akan melawan Monarch."


Pasukan inti yang dibentuk oleh Demigod merupakan kelompok yang hanya terdiri dari lima orang. Kelompok kecil ini dibentuk setelah mereka mengkonfirmasi bahwa adanya salah satu iblis berbahaya yang hampir setara dengan raja iblis itu sendiri. Glastila yang merupakan bagian dari pasukan inti ditunjuk untuk menjadi perwakilan dalam diskusi kali ini, itulah sebabnya dia repot-repot menghadirinya dan mengajak Almaria --yang juga direkrut ke dalam pasukan inti-- untuk ikut menghadiri pertemuan ini.


"Yang Mulia, dengan segala hormat, Putri Almaria adalah satu-satunya penerus keluarga kami dan usianya masih terlalu muda untuk melihat kekejaman medan perang. Anda tidak bisa memaksanya hanya karena kemampuan bertarungnya."


Tangan kanan Glastila menghantam meja di hadapan mereka dan membuatnya retak. Suasana hatinya yang memburuk menyebarkan ketidak nyamanan kepada semua orang yang hadir di dalam ruangan itu. Bahkan para petualang yang sejak awal membual tentang betapa hebatnya mereka sedikit merasa terancam dengan aura kebencian yang begitu kental.


"Marquis, aku tidak mengajak anakmu ke medan perang semata-mata karena kekuatannya yang kami butuhkan. Lagipula kau sudah berjanji akan mengizinkannya jika dia menang melawanmu dalam duel dan dia melakukannya dengan baik."


Pria itu terdiam dengan kalimat yang keluar dari mulut Glastila. Melihat respon seperti itu, Glastila kembali berbicara. Kali ini dia mengubah nadanya menjadi penuh kesombongan.


"Ada alasan khusus kenapa aku mengajaknya kemari hari ini." Dia menunjukan seringainya sebelum kembali berbicara. "Tak ada seorang pun di sini yang jauh lebih mengenal monarch yang akan kami lawan selain iblis yang tertidur di dalamnya!"


Seakan merespon ucapan Glastila, tekanan dalam ruangan terasa kian berat. Para anggota yang hadir di sana mulai jatuh ke dalam rasa takut luar biasa seakan-akan hidup mereka sedang terancam bahaya.


Orang-orang menjadi ribut, terus bertanya mengenai sumber ketakutan yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Beberapa dari mereka bahkan hanya dapat duduk di kursinya dengan tubuh yang gemetar tanpa dapat mengatakan apa-apa.


Glastila sendiri sudah familier dengan sensasi menegangkan ini. Dia bahkan tidak terlalu terganggu ketika aura ketakutan yang memancar semakin menguat seiring berjalannya waktu.


Dari sudut matanya, Glastila melihat gadis berambut hitam yang kini telah menutupi wajahnya dengan topeng logam mencurigakan. Punggung tangannya memancarkan cahaya suci kuat yang membentuk simbol rumit, menandakan bahwa rune yang berfungsi sebagai penanda izin penggunaan mana kegelapan telah mendeteksi aktivasi mana yang luar biasa. Kemudian, di tengah kepanikan dari semua anggota yang berkumpul hari ini, gadis itu berbicara dengan nada datar yang biasanya, tetapi lebih dari cukup untuk menghancurkan keberanian semua orang.


"Sebagai salah satu dari monarch yang pernah berhadapan langsung dengan Acient Demon Garfagos, aku, Acient Demon Fiora, akan memberikan pengetahuanku kepada kalian para makhluk fana."


Pada saat itu, semua orang langsung menyadari dengan siapa mereka berhadapan. Sosok yang menjadi sumber dari kekuatan seorang petualang peringkat A di hadapan mereka tidak lain adalah salah satu dari iblis kuno dengan peringkat bahaya yang bahkan sedikit lebih tinggi daripada raja iblis, makhluk yang menghabisi Raja Iblis Envy dan legiunnya sendirian di masa lalu, monster kuno yang melambangkan malapetaka itu sendiri. Mereka yang mendambakan kekuatan sudah pasti tidak asing dengan nama itu. Sang Penjaga Gerbang Harta, monarch terkuat di antara monarch lainnya, Acient Demon Fiora.


----------


Dipublikasikan di Mangatoon pada Hari Sabtu 22 Agustus 2020 pukul 12:00 PM


Note :


Monarch di sini adalah peringkat iblis. Posisinya satu tingkat di bawah raja iblis. Gelar ini hanya diberikan kepada iblis peringkat tinggi yang diakui sebagai tangan kanan raja iblis itu sendiri. Jadi, hanya ada delapan iblis yang punya gelar ini. Tujuh monarch yang merupakan tangan kanan dari seven deadly sins dan satu monarch --Fiora-- yang merupakan tangan kanan Demon God.