RE:Verse

RE:Verse
24.V Pedang Kembar



"Sebagai salah satu dari monarch yang pernah berhadapan langsung dengan Acient Demon Garfagos, aku, Acient Demon Fiora, akan memberikan pengetahuanku kepada kalian para makhluk fana."


Kalimat itulah yang Alma keluarkan setelah memutuskan untuk berpura-pura tubuhnya sedang dirasuki iblis peringkat tinggi. Dia memilih untuk melakukannya ketika menyadari bahwa suasana di dalam ruangan semakin menegang. Mengingat Empress Glastila adalah jenis orang yang keras kepala dan Marquis Canaria merupakan tipe yang tak mau mengalah jika menyangkut dengan keluarganya, Alma sadar perdebatan mereka tidak akan pernah berakhir. Jadi, akan lebih baik baginya untuk pura-pura menjadi Fiora dan mengeluarkan pendapatnya sendiri.


Pengakuan bahwa dirinya adalah Fiora sebenarnya bukanlah kepura-puraan, melainkan sedari awal memanglah Fiora. Namun, ketika dirinya memutuskan seakan tubuhnya diambil alih, entah kenapa dia malah merasa gugup. Rasanya seperti melakukan penipuan di depan banyak orang dengan harapan untuk tidak ketahuan.


Melerai perdebatan sebenarnya bukanlah tujuan utamanya. Sebelumnya, Alma bermaksud untuk menyampaikan sesuatu yang seharusnya hanya diketahui oleh Fiora kepada pasukan yang akan dikirim khusus untuk melawan Garfagos ketika mereka berada di kamp garis depan. Namun, pada akhirnya dia berubah pikiran dan memilih untuk menyampaikannya di sini. Jika kelak Garfagos menyerang pasukan selain kelompok yang dibentuk untuk menjadi lawannya, Alma berharap informasi darinya dapat sedikit membantu mereka.


"Aku tidak mengizinkan siapa pun untuk menginterupsi ketika aku menjelaskan apa yang ingin kusampaikan. Melakukannya berarti kematian."


Untuk memancarkan gelombang rasa takut yang sanggup membuat para veteran kehilangan keberanian, Alma mengaktifkan mana sampai pada batas tertinggi dimana tubuh manusianya dapat menahan mana kegelapan. Akibatnya, dia merasakan sensasi terbakar pada seluruh permukaan kulitnya. Oleh karena itu, Alma ingin cepat-cepat mengakhiri kepura-puraannya sebelum kulitnya melepuh. Inilah sebabnya dia mengancam mereka supaya tidak ada gangguan ketika dirinya menyampaikan apa yang ingin dirinya katakan.


Dia sebenarnya bisa saja tidak memancarkan terlalu banyak mana ke udara, tetapi martabatnya sebagai salah satu monarch --yang sebenarnya dibangun dari penipuan publik yang terakumulasi selama ratusan ribu tahun-- akan terinjak-injak jika dirinya melakukan itu. Tekanannya yang lemah mungkin akan membuat semua orang meremehkan keberadaannya. Jadi, dia memutuskan untuk memancarkan mana yang cukup kental hanya agar kehadiran dan kredibilitas dari kata-katanya dapat dipercaya oleh semua orang.


Tuanya mengirim Alma kemari tidak lain adalah untuk menangani Garfagos di garis depan bersama pasukan dunia fana, berusaha mencegahnya terlibat pertarungan antara Greed dengan Sang Tuan. Mempertimbangkan sejumlah besar keterbatasan dirinya ketika dalam wujud manusia, Demigod memutuskan untuk membuat sebuah tim khusus yang akan membantunya menghadapi Garfagos. Tentu saja, dia bekerja tidak secara gratis. Apa yang akan Alma dapatkan setelah berhasil dalam perintah kali ini adalah reputasi baik di dunia fana dan koin emas yang cukup untuk hidup mewah selama beberapa tahun ke depan tanpa harus melakukan apa-apa. Jadi, walaupun dalam lubuk hatinya dia merasa enggan, setidaknya ada berbagai macam hal yang sedikit membangkitkan motivasinya.


Sekarang, hal terakhir yang diperlukan hanyalah sedikit meningkatkan kemungkinan mereka menang ketika menghadapi Garfagos dengan cara berbagi informasi. Memegang tujuan seperti itu, Alma menarik napas dalam-dalam dan mulai berbicara.


"Monarch of the Nightmare, Garfagos, merupakan monarch terkuat ... setelahku."


Kata terakhir yang keluar dari mulutnya hampir tidak terdengar, lebih mirip dengan gumaman yang tidak ditujukan kepada siapa pun.


Sekelebat ingatan mimpi buruk ketika Garfagos menyerang kastilnya mulai bermunculan ketika Alma mengatakannya. Pada saat itu, keberuntungan sedang memihaknya. Dia sempat mengaktifkan mantra orbis karena Garfagos sangat meremehkan dirinya. Tetap saja, walaupun dibantu oleh ratusan ribu senjata dengan prioritas pembunuh dewa, Alma hanya sanggup mematahkan salah satu tanduk monster tersebut. Kalau saat itu Garfagos tidak memutuskan untuk mundur, mungkin kastilnya akan berhasil diduduki.


Alma segera menggelengkan kepalanya beberapa kali sekadar untuk membuang ingatan itu. Dia harus menyampaikan semua yang diketahuinya dengan penuh martabat di hadapan para veteran yang memandang ke arahnya dengan wajah kian memucat.


"Walaupun kami terikat hubungan darah dan aku merupakan yang tertua, tetapi bakatnya dalam sihir dan kemampuan bertarungnya lebih baik daripada aku."


Beberapa orang tampaknya mulai kehilangan ketenangan mereka akibat gelombang rasa takut yang terus menyerang dari segala arah, tetapi Alma tidak mempedulikannya dan memilih untuk terus melanjutkan kata-katanya.


"Satu-satunya hal yang membuatku lebih unggul darinya hanyalah World of Demoniac Weapons milikku."


Orbis miliknya, World of Demoniac Weapons, adalah orbis yang diklaim sebagai dunia buatan terkuat yang bahkan para dewa pun berusaha untuk menghindarinya. Semua senjata yang tersimpan di dalam sana merupakan senjata terkutuk yang sanggup membunuh para dewa. Kengeriannya diperparah dengan kenyataan bahwa Fiora dapat mengendalikan seluruh senjata di dalam orbis miliknya hanya dengan memikirkannya, menjadikan tempat itu sebagai wilayah buatan paling berbahaya di dunia. Sayangnya, dalam wujud manusia, Alma tidak dapat menggunakan mantra ini.


"Garfagos sanggup membuka gerbang kegelapan tujuh belas dan membakar segalanya dengan api neraka yang merupakan keahliannya."


Sebenarnya ada banyak iblis peringkat tinggi yang sanggup memanifestasikan api hitam, yaitu api yang didatangkan langsung dari balik gerbang neraka. Namun, tidak ada siapa pun yang lebih unggul daripada Garfagos ketika menyangkut sihir yang berhubungan dengan api neraka. Monster itu dapat melemparkan bola api neraka dengan akurasi mengerikan dari jarak yang teramat jauh.


"Hal selanjutnya yang perlu kalian waspadai darinya adalah senjatanya, Pedang Kembar Sembilan Jalan, Empusa."


Empusa adalah salah satu dari sedikit set senjata yang merupakan kesatuan dari beberapa peralatan tempur, sama halnya dengan sepasang belati milik Alma. Seperti julukannya, senjata ini terdiri dari sembilan pedang kembar hitam panas yang sanggup menembus sisik seekor naga purba dengan mudah. Karena kesembilannya merupakan satu kesatuan, selama penggunanya memegang salah satu dari pedang itu, maka delapan pedang lainnya dapat berayun hanya dengan memikirkannya. Walaupun begitu, jangkauan serangnya tidak lebih dari dua meter untuk setiap ayunan.


Jumlah pedangnya memang sembilan, tetapi sebenarnya hanya satu pedang yang memiliki kutukan, yaitu pedang mana pun yang sedang digenggam tangan kanan pemiliknya. Oleh karena itu, ayunan tangan kanan Garfagos merupakan salah satu hal yang perlu mendapat kewaspadaan lebih.


"Kutukan yang terkandung di dalam Empusa hanya satu, yaitu membelah ketangkasan siapa pun yang tersayat oleh mata pedangnya, tak terkecuali pemiliknya sendiri."


"Hal lain yang perlu kalian perhatikan selanjutnya adalah orbis miliknya. Jangan biarkan dia merapalkan mantra apa pun ketika kalian melihatnya."


Orbis milik Garfagos adalah Bloodlake, yaitu dunia buatan dimana daratan dan langitnya dikotori oleh darah. Badai darah abadi selalu terjadi di dalam orbis itu, membasahi siapa pun yang memasukinya dengan darah kental yang berbau menyengat. Hal ini diperparah oleh kenyataan bahwa Garfagos dapat memanipulasi seluruh darah yang ada di dunianya dengan bebas, menjadikan tempat itu sebagai mimpi buruk bagi siapa pun yang terjebak di dalamnya.


Alma sendiri belum pernah terjebak dalam orbis milik Garfagos, tetapi dia sudah bisa membayangkan betapa menjijikannya tempat itu. Terjebak di dalamnya tidak akan pernah menjadi pengalaman yang menyenangkan. Jadi, dia memperingatkan mereka dengan keras, berusaha meyakinkan mereka agar selalu menggagalkan perapalan Garfagos walau nyawa taruhannya. Tujuannya adalah agar kesempatan bagi Garfagos untuk menggunakan orbis miliknya semakin kecil.


Dia menerangkan semua yang diketahuinya selama lebih dari satu jam. Segala sesuatu mengenai Garfagos mulai dari penampilan hingga kecenderungannya dalam bertarung tidak luput dari pembahasannya. Sampai pada akhirnya, ketika dirinya memutuskan untuk berhenti, Alma menyadari bahwa sebagian besar anggota yang menghadiri pertemuan tak sadarkan diri di tempat duduknya masing-masing. Bahkan Marquis Canaria yang dianggap sebagai kesatria terkuat kerajaan juga menunjukan wajah pucat dan tidak sanggup untuk merespon apa pun. Satu-satunya orang yang masih bertahan tanpa mengalami banyak gangguan hanyalah Empress Glastila yang tampaknya mendengarkan segala ocehan Alma dengan serius.


"Se-semua yang ingin kusampaikan telah selesai. Kalian diperbolehkan untuk bertanya."


Alma agak gugup ketika menyadari bahwa ulahnya membuat semua orang kesulitan. Dia ingin berhenti memancarkan aura intimidasi, tetapi memutuskan untuk tidak melakukannya setelah memikirkan reputasinya sebagai iblis peringkat tinggi.


"Kalau begitu, bolehkah aku bertanya?" Seseorang yang berbicara padanya adalah seorang gadis kecil bergaun merah yang masih duduk dengan tenang di kursinya. "Apakah Garfagos setingkat denganmu saat kita bertarung di kastilku?"


Beberapa waktu lalu Alma pernah bertarung dengan Glastila di Arbellion. Memang benar bahwa saat itu Alma cukup kewalahan, tetapi hal tersebut terjadi karena Alma tidak dapat menggunakan seluruh kemampuannya. Jadi, menyamakan kemampuan Garfagos dengan dirinya yang bahkan belum berada dalam mode penuh merupakan salah satu bentuk penghinaan terhadap Garfagos itu sendiri.


"Asal kau tahu, pada saat itu aku bahkan tak menggunakan setengah dari kekuatan penuhku. Kalau saja aku sedang dalam wujud asliku, kekaisaranmu mungkin sudah lenyap. Garfagos sepuluh kali lipat lebih kuat daripada kekuatanku saat melawanmu di Arbellion."


Alma berusaha terlihat sombong ketika menjawab pertanyaan itu. Dia ingin memberikan kesan superioritas di hadapan semuanya.


"Hm~ kurasa aku juga harus serius ketika berhadapan dengannya. Andai saja kau memiliki wadah yang sanggup menahan semua kekuatan penuhmu, kurasa kami tak akan repot-repot dikirim ke garis depan."


Mendengar ucapan Glastila yang terkesan menyepelekan masalah ini, Alma sedikit mengubah suaranya supaya terdengar jauh lebih sombong daripada sebelumnya.


"Kalau itu terjadi, kalian sudah akan habis bersama dengan Garfagos dan seluruh kerajaan ini. Aku juga mungkin akan memusnahkan Kuil Ortodox dan menantang Kerajaan Langit begitu tubuh asliku termanifestasi sepenuhnya."


Di akhir kalimatnya, Alma memancarkan jauh lebih banyak mana kegelapan sekadar untuk mengintimidasi Glastila. Namun, ketika kulitnya mulai melepuh, Alma segera menurunkan intensitas mana yang dipancarkannya.


"Ho~ aku menantikan hari itu tiba. Mari lakukan yang terbaik dalam perang kali ini sehingga kita bisa bertemu lagi di masa depan sebagai lawan."


Alma membalas ucapan Glastila yang tetap terdengar seperti meremehkannya dengan kata-kata kasar sebelum dirinya memutuskan untuk mengakhiri kepura-puraannya.


"Dasar makhluk fana sombong. Aku akan merobekmu dan menjadikan kepalamu sebagai suvenir di kastilku kelak."


Gadis berambut hitam itu kemudian pura-pura tak sadarkan diri di kursinya. Kulitnya yang sedikit melepuh memperkuat kesan akan eksistensi monarch terkuat yang tertidur jauh di dalam tubuhnya. Rumor mengenai iblis legenda yang bersemayam dalam tubuh seorang gadis petualang mulai tersebar di antara para petualang tepat setelah pertemuan itu berakhir.


-----------------------


Dipublikasikan di Mangatoon pada Hari Sabtu 29 Agustus 2020 pukul 12:00 PM


Note : -