RE:Verse

RE:Verse
13.II Dua Belas Zodiak



Ruangan yang kami masuki adalah sebuah tempat cukup luas dengan dinding kayu dipenuhi lukisan-lukisan sederhana tetapi tetap elegan. Di tengah ruangan tersebut terdapat meja kayu berbentuk persegi yang penuh dengan berbagai piring berisi makanan ringan dan enam gelas bambu yang diisi perasan anggur dingin.


Tepat di salah satu sofa mewah yang terbuat dari kulit binatang, duduk seorang wanita berusia dua puluhan yang memakai armor kulit layaknya petualang. Dia menyenderkan pedang satu tangan miliknya pada samping kursi yang didudukinya.


Rambut hitamnya yang panjang diikat ke belakang membentuk ekor kuda. Sementara itu, kedua bola mata hitamnya memandang ke arah kami begitu menyadari kehadiran kami di sini. Dia juga sempat menyesap minuman yang disediakan untuknya saat aku dan yang lainnya duduk di kursi-kursi yang menghadap ke arah meja kayu tersebut.


"Sebelumnya aku akan memperkenalkan kalian terlebih dahulu." Guild Master membuka pembicaraan di antara kami. "Beliau adalah Carla van Ferrero, seorang imperial knight yang diutus langsung oleh Raja untuk mengantarkan undangan."


Mendengar penjelasan singkat dari Guild Master, Gabe dan Hellen tampak kehilangan ketenangan mereka. Kedua orang ini bahkan sedikit menundukan kepala seakan tidak berani untuk menatap gadis itu secara langsung.


Aku pikir wajar mereka bereaksi seperti itu. Bagi warga biasa, bangsawan adalah orang-orang yang setara dengan dewa. Mereka bisa membakarmu hidup-hidup di tiang pancang hanya dengan satu kalimat perintah. Apalagi bagi Gabe dan Hellen yang hanya anak-anak yatim dari wilayah kumuh. Tentunya mereka terlalu takut untuk duduk sejajar dengan seorang bangsawan hebat seperti gadis ini.


"Seperti yang sudah Anda dengar. Gadis yang berambut hitam adalah Almaria, petualang peringkat A kami. Sisanya adalah rekan kelompoknya. Yehezkiel, Gabriel, dan Hellena. Masing-masing adalah petualang yang baru saja dipromosikan ke peringkat C." Guild Master juga memperkenalkan pihak kami kepadanya.


Dari pembicaran pembuka yang kami lakukan untuk saling mengenalkan diri, aku mengetahui beberapa informasi darinya.


Carla adalah seorang marchioness dan merupakan bagian dari Dua Belas Zodiak. Mereka dikenal sebagai imperial knight terkuat yang bertugas secara langsung untuk melindungi raja. Pangkatnya bukanlah main-main. Setidaknya dia memimpin sekitar seratus peleton imperial knight dan bertanggung jawab secara khusus pada hal-hal yang berhubungan dengan intelijen.


Jujur saja aku sedikit heran kenapa seorang gadis yang baru menginjak usia 27 tahun bisa memiliki pencapaian setinggi itu. Terlebih lagi, Raja sampai repot-repot mengirimnya kemari hanya karena tidak ingin menyinggung Alma. Maksudku, Raja mungkin berpikir bahwa mengirim seorang imperial knight berpangkat rendah secara tidak langsung akan memberikan kesan bahwa pihak kerajaan memandang rendah Alma. Yah, itu juga tidak salah. Aku sendiri akan kesal jika sebuah kerajaan mengirimkan utusan sampah berpangkat rendah ke kekaisaranku. Namun, Alma tidaklah sepenting itu sampai-sampai sebuah kerajaan harus mengirim salah satu prajurit terbaiknya sebagai utusan.


"Jadi, apa yang Raja inginkan dariku?" Alma bertanya dengan nada datar tanpa rasa hormat sama sekali.


Aku cukup terkesan dengan si bodoh ini, dia menanganinya dengan baik. Menempatkan diri setara dengan lawan bicara merupakan teknik dasar dalam negosiasi. Hanya dengan melakukan ini, lawan bicaramu tidak akan memandangmu sebagai mangsa yang mudah. Imbasnya, Carla pasti menyadari bahwa kami tidak dapat diremehkan dan percakapan yang akan berlangsung seharusnya tidak merugikan pihak kami.


"Tidak ada permintaan khusus. Raja hanya mengundangmu untuk berpesta dan memberikan hadiah yang layak atas jasamu dalam menyelamatkan bagian dari kerajaan." Carla juga berbicara tanpa menghormati Alma.


Aku merasa akan ada masalah jika kami datang ke ibukota. Memang pada awalnya aku menempatkan Alma sebagai tokoh yang penting agar kami dapat mengumpulkan informasi dengan mudah, tetapi terlalu menonjol di komunitas manusia juga tidak terlalu baik. Semakin dia menonjol, semakin banyak orang yang akan menaruh perhatian padanya. Namun, menolak undangan langsung dari pemimpin negeri ini juga bukan ide yang bagus.


Ya ampun, apa sih sebenarnya tujuanku? Aku merasa menjadi orang bodoh sekarang.


Tujuanku pada awalnya adalah untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dunia ini. Kemudian, setelah sedikit banyak mulai mengerti, aku memutuskan untuk mencari cara agar dapat kembali menguasai dunia tanpa tercium oleh Hestia sekaligus mengumpulkan informasi tentang keberadaan beberapa makhluk yang mungkin berpotensi untuk membahayakanku. Maksudku, aku ingin bertindak di belakang layar dan mendirikan negara boneka. Namun, kupikir tindakanku sudah agak berlebihan dan malah menarik perhatian terlalu banyak orang penting.


Sudah berapa banyak kecerobohan yang kulakukan sampai sekarang?


Aku rasa semakin lama diriku di dalam tubuh ini, semakin sulit juga bagiku untuk berkonsentrasi.


"Tolong diingat. Menolak undangan Raja akan dianggap sebagai penghinaan terhadap Sang Raja. Kau dan kelompokmu akan menjadi buronan di negara ini."


Wajah Hellen dan Gabe tiba-tiba semakin pucat seakan darah mereka menguap ke udara. Bahkan Guild Master sendiri mendapati dirinya tersentak untuk beberapa saat. Sementara itu, tidak perlu dipertanyakan lagi wajah lurus Alma yang tampak tidak terganggu sama sekali.


"T-tolong tunggu sebentar. Bukankah itu terlalu berlebihan?" Guild Master mengungkapkan ketidak setujuannya. Bau ketakutan juga mulai tercium memenuhi udara di dalam ruangan ini.


"Raja sangat ingin menemuinya. Untuk itulah Yang Mulia sampai mengirimku kemari. Aku tidak bisa berbuat apa-apa dengan perintah yang Beliau berikan."


"Konyol sekali." Merasa terganggu dengan ucapannya, kali ini aku sendiri yang mengangkat suara. "Tindakan semena-mena seakan dirinya adalah tuhan itu sendiri. Masih banyak negara yang menginginkan Alma, kami tidak suka diancam."


Aku berbicara dengan nada dingin, menyuarakan ketidak senanganku atas pelecehan yang dilakukan oleh negara ini.


Berani sekali para sampah ini mengancam makhluk agung sepertiku. Di masa lalu aku bahkan menghancurkan setengah wilayah kerajaan iblis hanya karena ancaman halus yang diucapkan salah satu raja iblis. Jelas saja menghancurkan satu kerajaan manusia bahkan jauh lebih mudah daripada itu.


Aku sangat benci diancam. Sejak dia mengatakan itu padaku, kata-katanya tidak akan kubiarkan untuk lepas begitu saja. Kita lihat saja, di masa depan, aku bersumpah dengan mempertaruhkan kehormatanku sebagai salah satu dewa bahwa Kerajaan Cygnus akan menjadi wilayah pertama yang aku binasakan dengan tanganku sendiri. Aku akan pastikan negara ini benar-benar hilang dari peta dan berubah menjadi danau raksasa.


"Raja memang seperti itu. Beliau masih muda dan banyak kekurangan. Jadi, atas namanya, secara pribadi aku meminta maaf. Namun, tidak ada ruginya untuk datang ke ibukota, bukan?"


Ah, jadi begitu. Raja Cygnus masih muda, ya? Kekuasaan pasti membuatnya besar kepala dan sombong. Aku bisa sedikit memaklumi tindakan ceroboh yang dia lakukan. Namun, jangan harap aku akan mencabut sumpahku beberapa waktu lalu.


"Keuntungan apa yang akan kami dapatkan jika datang ke sana?" Alma melemparkan pertanyaan yang cukup logis. Aku benar-benar terkesan dengan apa yang keluar dari mulutnya sekarang.


"Tentu saja kalian akan mendapatkan setidaknya seribu koin emas. Jika kalian beruntung dan Raja sedang dalam suasana hati yang baik, Beliau mungkin akan memberikanmu wilayah dan status kebangsawanan. Bukankah tidak buruk?"


"Wilayah dan status bangsawan?!"


Hellen dan Gabe berbicara hampir bersamaan. Mereka tercengan dengan hal-hal yang dibicarakan Carla. Bagi mereka berdua, koin emas tentu saja sebuah kemewahan yang tidak pernah mereka bayangkan untuk mendapatkannya sebelum bertemu dengan kami. Ditambah lagi, ada seribu koin emas. Tentu saja hal tersebut adalah angka yang fantastis. Selain itu, bahkan status kebangsawanan dan wilayah adalah sesuatu yang jauh lebih berharga daripada seribu koin emas itu sendiri. Wajar jika mereka menjadi hilang akal. Guild Master juga sepertinya kehilangan kendali saat mendengarkan pembicaraan kami.


"Bagaimana menurut Kakak?" Alma mengalihkan pandangan ke arahku. Dia meminta persetujuan dariku sebagai tanda bahwa dia tidak keberatan dengan apa pun yang aku putuskan.


Jika memang Sang Raja hanya akan memberikan hadiah, seharusnya tidak apa-apa pergi ke sana. Selain itu, aku juga agak penasaran dengan raja muda sombong ini. Aku ingin melihatnya secara langsung jika memungkinkan.


Baiklah, sudah kuputuskan.


"Kalau begitu, kita akan pergi ke ibukota. Namun, jangan harap kami akan menerima permintaan pribadi yang berhubungan dengan politik dan sejenisnya."


Status bangsawan dan wilayah tentunya cukup menggiurkan, tetapi tujuanku bukanlah uang. Menjadi bangsawan dan mendapatkan wilayah akan membuat pergerakan kami terbatas. Jadi, aku akan menolak jika Raja memang berniat memberikannya kepada kami.


Aku juga tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan kerajaan ini. Memang akan menjadi pintu masuk bagi rencanaku untuk membangun sebuah negara boneka. Namun, sekarang aku masih kekurangan sumber daya dan orang-orangku. Akan jadi merepotkan jika Hestia menyadari keberadaanku tepat sebelum aku membangun kekuatan yang cukup.


Omong-omong Alma pernah bertanya mengenai alasan kenapa aku tidak memanggil iblis lain selain dirinya. Aku memang menjawab bahwa hal itu merupakan bagian dari rencanaku. Namun, alasan tersebut tidak sepenuhnya benar.


Aku terlalu takut untuk melakukannya. Setidaknya butuh satu bulan penuh untuk memanggil tujuh raja iblis. Dalam satu bulan itu, ada sangat besar risiko bahwa Hestia akan menemukanku. Tentu saja kami akan binasa dengan mudah jika dalam masa-masa sulit tersebut Hestia menyerang bersama dengan Deka Logos.


Untuk mengakali hal ini, aku menyerahkan beban pemanggilan iblis pada Kimaris. Hestia tentunya tidak akan repot-repot menghabiskan mana miliknya hanya untuk meladeni Demon Lord. Dia itu hanya dewi yang tidak punya pengalaman berperang sama sekali. Jadi, sosok yang dia waspadai selama ini hanyalah diriku seorang.


Cepat atau lambat Kimaris pasti mampu untuk memanggil acient demon dan pada akhirnya membangkitkan salah satu dari Seven Deadly Sins. Pada saat bangsa iblis tumbuh semakin kuat, barulah aku akan mendatangi dan memimpin mereka. Jika sudah seperti itu, bahkan Hestia dan Deka Logos bisa kami atasi.


Ah, sebagai tindak pencegahan bocornya informasi bahwa Demon God --yaitu aku-- masih hidup, aku tidak menghubungi Lord Kimaris sampai saat ini dan membiarkan dia bertindak sesuai dengan masa lalu. Aku yakin dia pasti dapat memenuhi tugasnya dalam menumbuhkan kekuatan iblis seperti sebelum pahlawan menggunakan mantra reverse.


"Tentu. Aku akan menyampaikan pesanmu pada Raja. Terima kasih atas persetujuanmu."


Carla menundukan kepalanya sebagai tanda penghormatan. Dia mungkin merasa bahwa percakapan kami selesai sampai di sana. Namun, aku tidak berpikir seperti itu.


"Tidak, tidak." Aku kembali membuka mulut. "Kami akan langsung ikut bersamamu ke ibukota. Kami siap berangkat kapan saja."


Bersamaan dengan ucapan positif yang aku berikan pada Carla, pembicaraan kami selesai tanpa ada masalah sedikit pun.


-------


Note :


• Marchioness merupakan bentuk perempuan dari Marquis. Dalam dunia reverse, status seorang marquis berada di bawah Raja, Duke, Pangeran, dan Putri. Oleh karena itu, seorang marquis dan marchioness dianggap bangsawan tertinggi yang dapat dicapai oleh seseorang yang tidak memiliki darah raja.


• Imperial Knight adalah prajurit kerajaan. Dalam dunia reverse, prajurit  ada beberapa tipe.


- Prajurit tertinggi adalah Ordo. Mereka bekerja di bawah Kuil Ortodoks. Mayoritas berada pada kelas paladin. Makanya sering disebut Ordo Paladin.


- Kemudian ada Imperial Knight. Mereka semua adalah bangsawan dan bekerja langsung kepada kerajaan. Mulai dari Knight sampai Duke ada yang masuk ke dalam imperial knight. Nah imperial knight inilah yang biasanya menjaga ketertiban ibukota. Sedikit info, imperial knight juga dibagi dalam beberapa pasukan khusus. Namun, akan dibahas seiring berkembangnya cerita.


- Terakhir adalah Orde. Mereka adalah prajurit yang bekerja pada bangsawan feodal. Mereka tidak dipilih langsung oleh pihak raja melainkan oleh tuan yang dilayaninya. Biasanya mereka menjaga ketertiban di wilayah feodal milik bangsawan yang mereka layani dan tidak memiliki hak di daerah milik keluarga bangsawan lain walaupun mereka ada di dalam satu kerajaan. Makanya status mereka gak dianggap oleh kerajaannya sendiri. Jadi, begitu mereka keluar dari wilayah feodal, status mereka jadi orang biasa atau utusan.


Kenapa disebut imperial knight? Kan mereka dari kerajaan. Harusnya royal knight dong?


Urusai!


Riwayat penyuntingan :


• Sabtu, 19 Oktober 2019