
Aku diantar kembali menuju kuil untuk bertemu lagi dengan Demigod. Menurut Carmen, informasi mengenai perkembangan yang tak terduga di domain iblis harus segera didiskusikan secepat mungkin. Soalnya, peluang bagi Greed untuk memulai invasi dengan agresif dalam waktu dekat itu cukup tinggi.
Aku secara pribadi setuju dengan apa yang dikatakan olehnya. Mengingat sifatnya yang cukup tak beraturan, Greed mungkin memang bertujuan untuk menduduki dunia fana tanpa memikirkan pergerakan dari Kerajaan Langit.
Memang benar bahwa aku tidak terlalu keberatan jika Greed mati ketika Kerajaan Langit ikut ambil bagian. Jika dia mati, salah satu garis keturunannya akan mewarisi gelarnya dan mendapatkan berkah yang sama dari gelar tersebut. Jadi, keseimbangan kekuatan di dunia bawah tidak akan terlalu terguncang ketika salah satu raja iblis terbunuh. Hanya saja, peluang bagiku untuk ketahuan juga cukup tinggi. Hal inilah yang sebenarnya menjadi kekhawatiranku sedari awal.
"Bagaimana perkembangan di sana? Apakah Anda berhasil mencegah Raja Iblis Greed untuk melakukan invasi?"
Ketika Demigod memulai diskusi dengan pertanyaan ini setelah meminta Alma dan Carmen menunggu di luar ruangan, aku mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan perasaan agak malu karena pengkhianatan ini. Alasanku memilih untuk langsung memberi tahunya alih-alih merahasiakannya bukanlah karena diriku sudah memercayainya, melainkan karena Carmen juga ada di sana ketika percobaan pembunuhan yang ditujukan padaku terjadi. Cepat atau lambat Carmen pasti akan melaporkannya pada orang ini. Oleh karena itu, aku memilih untuk berterus terang padanya.
"Begitukah? Sangat disayangkan."
Demigod sedikit menundukkan kepalanya seakan sedang memikirkan sesuatu. Tampaknya dia juga tidak mengharapkan kejadian seperti ini menimpaku.
Yah, kegagalanku akan memicu perang. Jadi, kurasa wajar jika dia juga kecewa dengan hasil yang buruk ini.
"Kalau begitu, apa langkahmu selanjutnya?" Aku bertanya pada wanita yang berdiri di hadapanku. "Apakah kau memutuskan untuk menghabisiku di sini?"
Menilai dari segi keuntungan, keberadaanku tampaknya sudah tidak lagi memiliki manfaat baginya. Kontraknya telah gagal dan dia sudah tak membutuhkanku. Kurasa wajar jika dia memutuskan untuk menghapusku sesegera mungkin.
Kalau aku berada di posisinya, sudah jelas aku akan langsung menghabisi seseorang yang berpotensi menjadi musuh yang merepotkan di masa depan. Tentu saja aku tidak berniat untuk menyerahkan nyawaku dengan mudah jika memang itu yang dia putuskan. Jadi, tergantung jawabannya, aku akan mengayunkan Hecate sekuat tenaga dan menghancurkan kastil terbang ini. Akan kuhadiahkan semua penghuni kuil ini pada Maut.
"Saya bukanlah orang yang keji seperti itu." Demigod kembali mengangkat wajahnya seakan menatap lurus ke arahku. "Sebenarnya selama Anda pergi ke domain iblis, Dewi Hestia telah memberikan rahmatnya melalui suara indahnya. Beliau bersedia mengirimkan beberapa Deka Logos jika saya memerlukannya. Sekarang saya bisa menghabisi Raja Iblis Greed walaupun tanpa bantuan Anda."
Ah, inilah berita yang sebenarnya tidak ingin kudengar.
Greed mungkin bisa menandingi tiga Deka Logos sendirian. Namun, masalahnya berbeda jika Hestia mengirim lebih dari jumlah itu. Bersama dengan Garfagos, pasukan yang baru dibentuk oleh Greed akan rata dengan tanah saat enqm Deka Logos atau lebih membantu pasukan dunia fana.
Sungguh, aku sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Apa yang kukhawatirkan tetap sama. Setelah Greed hancur, apa yang akan para penghuni langit lakukan terhadapku? Jawabannya sudah jelas, mereka akan memburuku sampai aku benar-benar dimusnahkan.
Ketika aku jatuh semakin larut ke dalam kekhawatiranku sendiri, Demigod tiba-tiba kembali berbicara.
"Akan tetapi, saya bukanlah hamba yang cukup kurang ajar sampai-sampai merepotkan Sang Dewi. Jadi, maukah Anda memperbarui kontrak kita?"
Apa yang dia katakan? Apakah aku tidak salah pendengaran?
"Maaf, bisa kau ulangi?"
Aku bertanya sekadar untuk meyakinkan bahwa telingaku tidak salah dengar.
"Alih-alih merepotkan Sang Dewi, saya ingin membuat kontrak lain dengan Anda."
Jujur saja apa yang dikatakan olehnya membuatku sedikit takut. Keputusan yang diambil olehnya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan sampai-sampai aku hampir tidak percaya dengan pendengaranku sendiri.
Mari dengarkan terlebih dahulu tentang kontrak yang dia bicarakan.
"Saya ingin Anda meminjamkan kekuatan untuk menaklukan Raja Iblis Greed. Perkecil korban jiwa sebanyak yang Anda bisa dan hadapi Raja Iblis Greed secara langsung."
Permintaannya cukup merepotkan. Berdasarkan percakapanku dengan Greed sebelumnya, aku yakin dia pasti sedang memanifestasikan tubuhnya ke dunia fana. Tidak mungkin aku bisa menang dengan kondisiku sekarang ini. Bahkan Alma sekalipun tidak akan bisa berbuat banyak.
"Aku tidak keberatan untuk membunuhnya, hanya saja mustahil bagiku untuk melawannya dengan kondisiku yang sekarang." Aku merentangkan kedua tanganku, tidak peduli apakah dia dapat melihatku atau tidak dengan matanya yang tertutup. "Kau lihat? Aku terjebak di dalam tubuh manusia."
Mendengar jawabanku, Demigod sedikit menyunggingkan senyum. Mungkin dia merasa senang karena aku tidak langsung menolak proposalnya mentah-mentah.
"Itulah gunanya kontrak ini. Saya adalah wakil dari dunia fana. Dewi Hestia akan selalu memercayai apa yang saya laporkan. Sebagai penanggung jawab atas kemunculan iblis di dunia fana, saya bersumpah atas nama Sang Dewi untuk tutup mulut mengenai keberadaan Anda. Jadi, mulai dari kontrak ini disetujui, Anda bebas melepaskan kekuatan penuh Anda tanpa perlu bersembunyi lagi. Setidaknya sampai batas waktu tertentu."
Aku tidak terlalu mengerti dengan apa yang dia katakan. Apa hubungannya melepaskan kekuatan penuhku dengan dirinya yang tutup mulut? Walaupun dia tutup mulut mengenai keberadaanku, tubuhku tetap akan hancur tepat ketika diriku melepaskan segel.
"Masalahnya bukan hanya itu. Aku akan bermasalah ketika melepaskan segel."
Aku menjelaskan mengenai kemungkinan hancurnya tubuhku jika aku melakukannya. Setelah itu, raut kebingungan muncul di wajah Demigod. Dia memiringkan sedikit kepalanya seraya mengucapkan sebuah pertanyaan.
"Kenapa seorang dewa seperti Anda khawatir dengan karma? Bukankah rahmat dari gelar dewa termasuk pengecualian terhadap karma?"
Apa yang dia katakan? Apakah ini berarti bahwa aku tidak akan mati bahkan setelah aku melepas segelku?
Tidak, tidak. Aku tidak boleh langsung percaya padanya. Setidaknya aku harus memastikan keamanannya terlebih dahulu.
Aku duduk di lantai dan mulai berkonsentrasi pada rangkaian pola sihir yang tertanam dalam sarung tanganku. Sama seperti sebelumnya, aku mencoba mengubah sirkuit sihirnya dan melepaskan cukup banyak sihir yang tersegel di salamnya.
Jumlah konversi mana yang mengalir ke tubuhku adalah sekitar 1,6 persen dalam satu menit dari jumlah sihir yang kulepaskan. Jadi, aku harus melepaskan setidaknya setengah dari kekuatanku yang tersegel agar langsung melihat efeknya dalam beberapa menit ke depan. Kalau tubuhku mulai merasa tidak nyaman, aku tinggal mengatur ulang segelnya.
Ketika aku menaikan jumlahnya sedikit demi sedikit, tubuhku dapat merasakan tekanan udara yang berubah akibat konsentrasi mana yang kian mengental. Kemudian, setelah mencapai seperlima dari total kapasitas mana yang kumiliki, semua inderaku menjadi sangat tajam sampai-sampai aku dapat merasakan bentuk ruangan ini walaupun mataku masih terpejam.
Sejauh ini, tidak ada keanehan dengan tubuhku. Kulitku sama sekali tidak merasa panas, apalagi sampai melepuh.
Ini tidak mungkin, 'kan? Tubuhku benar-benar tidak meleleh! Kalau begitu, mari lepaskan semuanya!
Tepat setelah aku melepaskan segel miliku, segala macam suara yang muncul di kuil ini dapat kudengar. Sebagian besar hanyalah teriakan histeris dan keributan mengenai rasa takut yang tiba-tiba menyerang mereka. Ah, aku sangat senang dengan bau ketakutan yang langsung mengental di sekitarku!
Aku dapat merasakan bahwa parameterku menjadi naik sampai satu setengah kali lipat daripada keadaan penuhku. Hal ini terjadi akibat pelepasan segel yang baru saja kulakukan. Setidaknya hingga enam jam ke depan, efek luar biasa ini akan tetap bertahan sebelum akhirnya tubuhku kembali normal.
"Bisakah Anda menghentikannya? Sebagian besar pendeta magang sudah tidak sadarkan diri di bawah sana. Saya akan bermasalah jika terus seperti ini."
Oh ... aku terlalu senang dengan apa yang kualami.
Menekan mana sebesar sebesar ini cukup sulit. Jadi, aku akan menyegelnya lagi untuk sekarang. Akan kupikirkan bagaimana caraku menanganinya setelah diskusi ini selesai.
Aku kembali meneteskan darah pada sarung tanganku dan melakukan ritual segel seperti sebelumnya. Kemudian, aku membalas kata-katanya dengan kalimat persetujuan.
"Tampaknya tidak ada masalah dengan membunuh Greed. Aku akan mengandalkanmu untuk mengurus para penghuni langit."
Walaupun tubuhku masih dalam wujud ini, dengan semua mana yang kumiliki, membunuh raja iblis tidaklah mustahil. Menghadapinya satu lawan satu akan menjadi pemanasan yang bagus untuk membiasakan diriku bertarung dengan tubuh manusia. Memikirkan hal ini saja sudah membuatku jadi tidak sabar.
"Saya senang mendengarnya." Tampaknya Demigod juga sedang dalam suasana hati yang baik. "Namun, jangan terlalu meremehkannya. Di dunia ini, dosa Raja Iblis Greed tiga kali lipat lebih banyak daripada dosa Anda."
Ah, aku hampir melupakan hal ini.
Kami para iblis mewakili delapan dosa yang dikategorikan sebagai berkah dari gelar yang dianugerahkan kepada kami. Greed sendiri mewakili dosa keserakahan. Semakin banyak penghuni dunia ini yang serakah, maka semaki kuat Greed di dunia fana. Aku sendiri mewakili dosa ingkar. Semakin banyak orang yang ingkar kepada Hestia, maka aku akan semakin kuat.
"Keberadaan kuil mencegah orang-orang ingkar terhadap Sang Dewi. Jadi, dosa keserakahan secara alami jauh lebih tinggi daripada dosa ingkar." Demigod menjelaskan kekhawatirannya.
Pengaruh kuil tampaknya sangat tidak menguntungkanku. Namun, perbedaan kekuatan tempurku dengan Greed itu terlampau jauh. Jadi, aku sangat yakin bahwa diriku masih dapat mengunggulinya.
"Tidak masalah. Sebagai gantinya, kau harus memegang ucapanmu dan membiarkanku untuk sementara waktu."
"Saya adalah orang yang adil, Anda tahu? Selama Anda belum mendeklarasikan perang, saya tidak akan mengambil tindakan. Namun, langkah yang diambil oleh para penghuni langit ketika mereka berhasil melacak Anda tanpa bantuan saya merupakan tanggung jawab Anda sendiri. Walau bagaimanapun, saya tidak memiliki otoritas untuk memberikan instruksi kepada para penghuni langit."
"Setuju, mari bekerja sama untuk sementara waktu."
Selanjutnya, kami mendiskusikan mengenai rencana perang dan bagaimana aku akan ikut ambil bagian. Kemudian, setelah sepakat dengan rencana yang telah kami susun, aku memberikan perintah pada Alma untuk pergi ke Ibukota Kerajaan Ignis dalam rangka untuk mempersiapkan penyerbuan.
----------------
Dipublikasikan di Mangatoon pada Hari Sabtu 18 Juli 2020 pukul 12:00 PM
Note :
Mungkin ada yg bingung sama sistem segel sarung tangannya. Segelnya punya dua efek :
• Efek pertama, ketika segel dibuat, pukulan si pengguna akan diperkuat. Jumlah kekuatan yang dihasilkan berbanding lurus sama jumlah mana yang disegel. Makin banyak mana yang disegel, makin banyak pula damage yang ditimbulkan pukulannya. Begitu segel dilepas, efek ini akan hilang.
• Efek kedua, ketika segel dilepas jumlah total mana pengguna akan diperbanyak (mentok-mentok 150% dari keadaan normal). Efek ini bertahan selama 6 jam.
Penalty atau syarat yang harus dipenuhi dari sarung tangan ini cuma satu, yaitu membutuhkan sejumlah mana yang tersegel sehingga pengguna jadi lebih lemah (semacam mengkonversi vit, def, agi, mp, dan spd menjadi str).
"Apa maksud dari konversi mana ke dalam tubuh 1,6% permenit?"
Maksudnya adalah, pas MC memutuskan untuk membocorkan sedikit mana dengan cara memanipulasi sirkuit segel, jumlah mana yang bocor butuh waktu satu jam sampai benar-benar terserap semua ke dalam tubuhnya.
Sbnernya aku bingung jelasin berbagai macam buff senjata krna ada terlalu banyak senjata dan buff di dalamnya. Nanti jadinya malah infodump heu ...