
Sialan! Orang ini benar-benar sampah!
Sudah beberapa hari ini aku menetap di dalam istana. Selama itu pula aktivitasku hanya makan, tidur, dan mabuk-mabukan. Memang resistensiku terhadap alkohol sangat tinggi sehingga tak sedikit pun aku kehilangan kewarasanku saat meminumnya, tetapi melakukannya setiap malam membuatku lelah secara mental.
Tujuanku menginap di dalam sangkar besar bodoh ini pada awalnya hanyalah untuk melakukan kontak dengan salah satu daywalker. Akan tetapi, setiap kali aku membawa topik ini kepada raja sampah itu, dia akan segera mengalihkan topik dan mengatakan bahwa kedua daywalker tidak dapat ditemui oleh sembarang orang.
Hey, kau adalah Raja dan mereka hanyalah Putri, bagaimana bisa mereka jauh lebih sulit untuk ditemui daripada dirimu!
Aku sudah meminta rekomendasi darinya juga untuk sekadar bertukar sapa dengan mereka, tetapi Raja Cygnus yang tidak lebih dari sekadar manusia rendahan selalu menolaknya. Parahnya lagi, dia terus-terusan meminta hal-hal konyol yang membuatku sangat kesal.
Pada hari pertama, dia sudah membicarakan tentang budak setengah elf yang hampir membusuk di tempat penjualan budak. Orang itu bahkan tidak sedikit pun merasa malu saat menyuruhku untuk membelinya dan menggunakan mantra Alma agar budak yang sudah terlanjur hancur olehnya beberapa bulan lalu kembali mulus seperti semula.
Serius, apa kau benar-benar manusia?!
Aku sampai berpikir bahwa alasan kami diundang kemari hanyalah untuk memperbaiki budaknya yang rusak. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan perang maupun hal-hal yang berhubungan dengan Hellhound yang Alma kalahkan.
Kesabaranku sudah di luar batas dan siap meledak kapan saja.
Aku menghela napas, berusaha memulihkan kewarasanku yang semakin tidak stabil setelah berhasil melewati hari-hari penuh penderitaan ini. Kini aku mulai bangkit dari tempat tidur mewah yang kutiduri seraya memandang ke arah jendela dimana sinar mentari pagi memancar dengan lembut.
Raja Cygnus ternyata tidak lebih dari orang bodoh keras kepala yang tidak kompeten. Namun, walaupun aku kesal dengan semua kelakuannya, aku masih menyimpan rasa kagum padanya. Kagum karena dia berhasil membuatku berpikiran seperti itu.
Jika saja aku tidak tahu tentang identitas para daywalker, aku mungkin akan tertipu dengan sifatnya. Dia juga melakukan semua kebodohannya dengan sangat natural sampai-sampai hampir tidak ada celah. Akan tetapi, beberapa aspek darinya membuatku sadar bahwa dia sedang memakai topeng.
Raja tidak pernah membiarkanku untuk bertemu dengan daywalker. Hal ini membuktikan bahwa Raja Cygnus sendiri mungkin tahu siapa mereka sebenarnya. Ditambah lagi, perubahan ekspresi dan sedikit aroma ketakutan yang muncul saat aku membahas kedua putri itu lebih dalam membuatku yakin dengan penilaianku sebelumnya. Jelas sekali bahwa Kerajaan Cygnus tidak dikendalikan oleh undead, melainkan menjalin hubungan yang saling menguntungkan.
Dia orang yang benar-benar licin. Aku jadi penasaran dengan tujuan di balik semua tindakannya. Mungkinkah dia sedang membangun kekuatan untuk menaklukan seluruh negeri?
Hari ini dia mengajakku ke akademi untuk menghadiri sebuah turnamen kecil yang diadakan olehnya dalam rangka memperingati berakhirnya perang besar antara Cygnus dengan Ignis. Kudengar akan ada banyak orang berpengaruh yang juga menghadirinya. Misalnya saja seperti Grand Master Guild dari dua perserikatan besar - Guild Petualang dan Guild Perdagangan.
Yah ... semoga saja kedua daywalker juga akan menghadirinya.
Memegang keyakinan samar seperti itu, aku melangkah meninggalkan kamar yang disediakan untukku.
Ketika aku mendatangi tempat dimana seharusnya aku menunggu Raja, orang itu malah sudah datang duluan bersama dengan ksatrianya yang misterius. Dia berdiri dari sofa yang didudukinya seraya merentangkan tangan seakan menyambut kedatanganku.
"Wah, wah. Lihat ini ... kau datang terlalu pagi. Apakah kau sangat menantikan melihat generasi mudaku menunjukkan kehebatan mereka sehingga datang lebih awal?"
Cih! Semakin lama aku berada di dekatnya, dia semakin tidak sopan. Walaupun kesal, aku berusaha tetap menjaga sopan santunku di depannya dan membungkuk hormat.
"Yang Mulia, perhatikan sikap Anda."
Seperti biasa, ksatria di belakangnya mengingatkan lelaki tidak kompeten itu untuk menjaga sikapnya sebagai seorang raja. Namun, tampaknya dia tidak begitu memedulikannya.
Entah bagaimana aku berhasil tenang sampai kami selesai sarapan pagi. Aku juga berusaha menahan emosiku dan membalas semua omong kosongnya selama kami bercakap-cakap dalam sesi teh paginya. Untungnya dia tidak banyak bicara saat kami berangkat menuju akademi.
Aku menaiki kereta yang sama dengan Raja dan ksatrianya. Di depan dan belakang kereta yang kami naiki, beberapa prajurit yang menunggangi kuda berjejer rapi. Selain kami, aku juga sempat melihat beberapa kereta milik keluarga bangsawan lain yang mulai mengikuti rombongan kami.
Menurutku, apa yang terjadi saat ini terasa agak aneh. Maksudku, acara yang diadakan tidak terlalu besar sampai-sampai jumlah keluarga bangsawan yang menghadirinya sangat banyak. Namun, kenyataannya ada terlalu banyak dari mereka yang menuju akademi.
Serius, apakah mereka tidak memiliki pekerjaan apa pun yang harus diselesaikan?
Yah ... kalau rajanya saja seperti itu, tidak heran jika anak buahnya bermalas-malasan juga.
Akademi yang berdiri di Kerajaan Cygnus merupakan yang terbesar dan tertua. Reputasinya juga sangat baik sampai-sampai banyak keturunan bangsawan tinggi dari negara lain yang bersekolah di sini. Mengetahui fakta bahwa raja payah ini memiliki akademi yang luar biasa agak membuatku miris.
Di antara bangunan-bangunan terkenal yang berada di bawah kepengurusan akademi, sebuah arena besar menjadi salah satu yang paling menonjol. Berbeda dengan arena latihan pada umumnya, lokasi tepatnya tidak berada di pusat akademi, melainkan berbatasan langsung dengan wilayah bangsawan dan distrik menengah atas.
Kudengar arena besar ini sering juga dipakai oleh Guild Petualang untuk mengadakan turnamen kenaikan peringkat dan acara-acara besar lainnya. Jadi, membangunnya di perbatasan bertujuan agar orang-orang biasa bisa masuk tanpa melangkah ke dalam wilayah akademi maupun distrik bangsawan terlebih dahulu. Sebagai hasilnya, penonton yang datang untuk menghadiri turnamen persahabatan kali ini bukan hanya terdiri dari para bangsawan dan siswa saja. Banyak di antara mereka yang hanya penduduk biasa dari berbagai usia.
Aku penasaran, apakah setiap penonton dipungut biaya saat masuk?
Kami menempati sebuah ruangan khusus yang dilindungi oleh kaca tipis tembus pandang. Dari sudut-sudut bangunan, aku juga melihat peralatan sihir yang mengeluarkan udara sejuk sehingga tempat ini tidak pengap sama sekali. Selain itu, tempat duduk di ruangan ini juga terlihat jauh lebih nyaman jika dibandingkan dengan formasi batu yang dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi tempat duduk yang mengelilingi arena. Bahannya terbuat dari kayu berkualitas tinggi sementara bagian bawah dan senderan kursinya dilapisi oleh bantalan yang sangat nyaman.
Ada total sekitar empat puluh kursi mewah di tempat ini dan masing-masing ditempati oleh para petinggi negara. Di antara mereka, ada Grand Master Guild dari kedua guild besar yang baru pertama kali aku jumpai, direktur akademi yang saat ini menjabat, beberapa pejabat senior dari dua belas zodiak, dan tentu saja, kedua daywalker yang kupikir tidak akan datang untuk menghadiri acara sepele ini.
Raja memperkenalkan mereka padaku sebelum kami duduk sekadar untuk formalitas. Aku juga hanya berbicara beberapa kata sembari menghadapi berbagai tatapan merendahkan yang jelas mereka tunjukan padaku. Jujur saja, aku agak kesal saat mereka memandangku dengan tatapan seperti itu. Namun, aku harus tetap bersabar sampai waktunya tiba untuk mengubah tempat sampah ini menjadi sebuah danau.
"Mohon maafkan saya karena duduk tepat di sebelah Anda." Aku menyapanya saat menempati posisi kursi yang telah disiapkan oleh Raja untukku.
Undead itu tersenyum dengan sangat elegan, hampir tidak bisa dibedakan dengan wanita bangsawan manusia pada umumnya. Kemudian, dia membalas kata-kataku dengan sopan.
"Tidak perlu seperti itu. Tamu pribadi Yang Mulia adalah tamu kehormatan bagi kami. Silakan nikmati acara ini dengan nyaman."
Seperti yang diharapkan dari undead tingkat atas. Mereka dapat menahan kekacauan yang disebabkan oleh kematian dan bertingkah dengan sangat alami.
Di antara tingkat bangsawan undead, daywalker bahkan disebut sebagai ratu para vampir. Mereka tidak terpengaruh oleh cahaya yang merupakan kelemahan umum vampir, tidak tergantung dengan darah, dan yang paling merepotkan adalah kemampuannya untuk membentuk vampir tipe budak. Di masa lalu, kedua daywalker ini bahkan memiliki legiunnya masing-masing dan berhasil memangkas hampir setengah dari total keseluruhan pasukanku.
"Yah ... sepertinya tidak semua orang berpikir seperti itu." Aku melirik ke arah sudut mataku, mengisyaratkan bahwa aku sedang membicarakan orang-orang yang duduk di belakang kami.
Gadis berambut pirang keemasan itu tertawa kecil seraya tetap mempertahankan wajah ramahnya padaku.
"Anda tidak perlu khawatir. Banyak dari mereka yang akan segera jatuh." Nada bicaranya memang tidak berubah dari sebelumnya, tetapi entah kenapa aku merasakan sedikit tekanan setelah mendengar kata-katanya.
Segera jatuh? Apa yang dia maksud? Apakah arti kata jatuh di sini adalah pembantaian? Ataukah hanya penurunan jabatan? Bahkan mungkin juga bukan keduanya ... siapa yang tahu isi kepala para monster ini.
Ketika acara dimulai, aku masih terjebak dalam kegelisahanku. Seperti yang kukatakan sebelumnya, daywalker dapat menciptakan budaknya sendiri. Jika kata-kata yang dia ucapkan sebelumnya adalah benar-benar pembantaian, maka bukan tidak mungkin seluruh kerajaan ini akan berubah menjadi budaknya. Masalah akan muncul tergantung dari pilihan apa yang diambil para undead setelah itu.
Sebelumnya aku percaya bahwa Undead God tidak mengincar takhta ketuhanan sama sekali. Namun, perubahan yang terjadi sampai sekarang membuatku khawatir. Jika sesuatu yang mutlak seperti aturan dunia saja dapat menyimpang, maka perubahan pola pikir undead bukanlah sesuatu yang mustahil.
Setidaknya aku harus bernegosiasi dengan mereka dan berusaha memahami apa yang mereka inginkan. Akan tetapi, mengungkapkan identitasku sekarang bukanlah hal yang bijak. Aku sedang berada di posisi yang tidak menguntungkan. Kalau tujuan mereka adalah menguasai seluruh dunia, maka keberadaanku akan dianggap sebagai ancaman dan mereka pasti akan menghabisiku begitu aku mengungkapkan identitasku.
Membiarkan mereka melakukan apa yang mereka mau juga bukanlah pilihan yang bagus. Sekali undead menguasai kerajaan ini, maka akan sulit bagi kami untuk membangun pasukan. Hestia juga mungkin akan turun tangan begitu undead membawa kekacauan. Jika hal ini terjadi, tidak sulit bagi mereka untuk menemukanku bahkan jika aku bersembunyi jauh di dalam tanah.
[Pertama-tama kami mengucapkan salam hormat kepada Yang Mulia Raja yang ...]
Begitu suara seorang lelaki beresonansi memenuhi arena, semua orang yang datang untuk menonton jalannya pertandingan mulai berhenti berbicara. Mereka fokus mendengarkan suara yang entah datang dari mana. Setelah itu, Raja mulai mengucapkan kalimat sambutan dan memberi izin untuk memulai acara.
Aku sendiri tidak begitu mendengarkan kalimat-kalimat itu. Seluruh konsentrasiku hanya tertuju kepada daywalker di sampingku dan tindakan apa yang harus kuambil untuk mencegah masalah di masa depan.
Kemudian, saat pertandingan putaran pertama baru saja dimulai, ksatria pribadi Raja Cygnus melangkah mendekati kami dan berbisik di telinga Sang Raja. Suaranya sangat pelan sehingga mustahil bagi manusia biasa dapat mendengarnya di tengah diskusi yang terjadi di antara para bangsawan di belakang kami. Namun, telingaku yang cukup peka sanggup menangkap keseluruhan ucapan orang itu.
"Ada banyak serangga yang muncul."
Aku mengerutkan dahi tidak mengerti saat mendengar kata-katanya. Sementara itu, Raja Cygnus sedikit menyunggingkan senyum dan balas berbisik.
"Seperti yang diharapkan, giring bangsawan federasi menuju para serangga begitu kekacauan terjadi."
Tepat setelah mendengar kata-kata Sang Raja, ksatria itu menganggukan kepalanya dan kembali ke posisinya di belakang para penonton.
Setelah mengamati mereka diam-diam dan menyadari bahwa tidak ada yang terjadi sesudahnya, aku kembali menatap arena sekadar untuk menghilangkan kecurigaan seraya memikirkan bagaimana cara memulai percakapan dengan gadis di sebelahku. Namun, saat aku memandang keseluruhan arena dari balik kaca transparan di ruangan ini, bola mataku menangkap sebuah kejanggalan. Di beberapa titik arena dan bangku penonton yang agak renggang, terdapat distorsi cahaya yang samar dan hampir tidak bisa dilihat jika aku tak memperhatikannya dengan teliti.
Serangga, ya? Aku memejamkan mataku dan menghela napas saat menyadari sumber masalah lain berada tepat di hadapanku.
----------------
Dipublikasikan di Mngatoon pada Hari Minggu 09 Februari 2020 Pukul 12:00 PM
Note :
Telat sehari apdetnya heu ...
Setelah membaca komenan dan ada yang minta buat masukin scene bertarung, ku mulai memangkas beberapa bagian biar cepet ke adegan bertarungnya (walaupun actionnya gak akan sebesar event lawan Erebrus). Cuma sebanyak apapun ku memangkas, tetep gabisa langsung heu ...
Seenggaknya butuh sekitar 2 bab lagi sampai huru-hara. Jadi, mohon pengertiannya hiks
Btw walaupun ku gabales atau like komen kalian, semua komen kubaca lho. Makasih atas dukungan kalian, ku terhura ada yang baca sampe sejauh ini huaa ...
Ah ... ini adalah beberapa detail yang harusnya masuk tapi kupangkas :
• Bangsawan federasi merujuk pada bangsawan yang menentang Raja Cygnus.
• Alat sihir atau magitool merupakan peralatan berbahan bakar mana yang hanya bisa dibuat oleh teknologi para dwarf. Di arc selanjutnya akan dijelaskan lebih dalam.