Rafani Azahra

Rafani Azahra
meja makan



waktu menunjukkan pukul 07:15 Azahra/Rafani Sudah siap dengan seragam sekolah nya yang tampak kendor mengingat si Azahra suka pakaian ketat jadi dia mengganti semua pakaian nya.


azahra melihat pentulan dirinya di cermin dan dengan cekatan memoleskan sedikit bedak ke wajah nya dan tidak lupa dengan liptin yang menambah kesal cantik di diri nya.


tak seperti dulu di mana azahra sang pemilik tubuh yang berdandan menor dan berpakaian ketat.


iya membiarkan rambut panjangnya tergerai dan menyusahkan sedikit rambut yang panjang di bagian sisi poni nya ya setelah nya iya melihat pentulan dirinya nya di cermin seraya berucap.


"perfect"Guam nya ketika melihat pentulan dirinya yang sangat sempurna.


"oh, iya kemaren bela bilang klo azahra dan zela pintar tapi lebih pintar an zela tapi ko banyak nilai di bawah standar disini "tanya Rafani pada dirinya sendiri saat iya menyiapkan buku-buku apa saja yang akan di bawa nya.


namun matanya tak sengaja menangkap sebuah kertas ulangan di meja miliknya yang sudah hampir keseluruhan nilai nya yang di bawah rata-rata.


"gue harus cari tau kenapa nilai Azahra bisa anjlok kek gini padahal dia pintar "Guam nya menatap kertas-kertas ulangan azahra.


tok tok tok.


Rafani menatap ke arah pintu yang terdengar suara ketukan iya pun serontak berucap.


"masuk"ucap Rafani yang masih memilih buku yang sesuai untuk jadwal pelajaran nya.


"eh,, non Azahra udah bangun bela pikir nona belum bangun"ucap bela kepada nona nya yang sudah masuk ke dalam kamar nona tersebut mengingat sang nona yang sangat kesulitan buat bangun cepat makanya harus dibangunkan tiap hari nya.


"kan gue dah bilang kalo mau berubah ya di mulai dari sekarang"ucap Rafani menatap bela.


bela nampak mengangguk" itu non, tuan tidak ingin nona azahra memakai marga arlexsa Gustian"ucap bela Pelan azahra yang mendengar nya mengangkat alis heran.


"kenapa"Guan nya.


"karena tuan bilang malu-maluin keluarga saja sedangkan teman-teman nona azahra di sekolah tidak ada yang taku kecuali sahabat non zela sama tuan dion dan tuan tian"ucap bela.


"Dion, Titan mereka siapa?"tanya azahra bingung.


"sepupu nona azahra dari ibu non"ucap bela menjelaskan yang di angguki oleh Azahra tanda mengerti.


"segitu benci nya kalian pada azahra? ok, lihat apa yang bakal kalian lakukan selanjutnya pada azahra"batin Rafani.


kedua tangan Rafani mengepal ketika tau jika sosok azahra sangat lah kasihan iya berjanji bakal membalas semua yang di alami sama azahra terhadap keluarga biadab nya ini iya pastikan mereka bakal menyesal.


"baiklah lah jika itu kemauan mereka saya akan turuti apa yang mereka inginkan"ucap azahra menatap bela yang hanya diam sambil mengangguk.


bela menatap sendu kepada nona nya ini bagaimana bisa nona nya ini sangat di benci oleh keluarga nya sendiri nona nya adalah wanita yang sangat cantik bahkan lebih cantik dari pada nona zela yang sakit-sakitan.


setelah nya azahra pun mengikuti bela yang keluar dari kamar nya dan menuju ke bawah tangga ini baru yang pertama kali nya iya keluar kamar dari kemaren iya hanya diam di kamar Tampa ingin keluar.


Rafani menatap lorong-lorong yang berada di sebelah kanan nya"ini semua ruangan apa"tanya Rafani kepada bela.


"owh,,itu non, kita ada di lantai tiga non di sana ada ruang gym perpustakaan gudang ruang musik dan kamarnya non Azahra"ucap bela pelan.


"eh, jadi kamar gue di sini sendiri " tanya rafani kaget ya di angguki oleh bela pelan Rafani yang melihat itu pun menghela nafas.


"tapi gak papa sih, jadi gue lebih bisa bebas ngelakuin sesuatu tanpa ada yang tau"batin nya.


nampak jika Rafani menyeringai tipis"liat kehancuran kalian arlexsa Gustian"Guam nya dengan seringai nya.


Rafani Azahra dan bela menuruni tangga yang gak terlalu panjang untuk tiba di lantai dua sekilas Rafani melihat lorong-lorong yang berada di lantai dua dengan pintu yang sudah masing-masing memiliki nama yang di dapat di atas pintu iya hanya melihat itu datar.


"CK,,mewah dah luas bat kamar nya"batin Rafani yang terus menuruni tangga."maaf kan gue Azahra jika gue bakal membuat perhitungan sama keluarga lo"batin nya lagi.


sudah mendekati lantai satu dapat di dengar oleh Rafani sebuah suara tertawa bahagia saat kaki nya mulai menginjak beberapa anak tangga di lantai satu.


"keluarga yang sangat bahagia ternyata"Guam pelan Rafani.


tap tap tap


terdengar suara sepatu yang beriringan dengan sosok gadis cantik yang menampilkan sosok angkuhnya yang tengah berjalan menuruni anak tangga yang membuat semua orang melihat nya terdiam dengan menatap nya dengan tatapan tajam.


"selamat pagi keluarga yang bahagia"ucap Rafani saat tiba di hadapan keluarga azahra dengan tatapan datar dan senyum tipis nya.


tersadar Dari lamunan mereka Arsenal selaku kepala keluarga menatap Azahra datar."ngapain kamu kesini? sudah saya bilang kalo saya dan keluarga saya tidak ingin lagi melihat wajah mu itu di meja ini"ucap nya dengan sorot mata tajam.


"oh wow? terusir secara alis ya? kasian banget si azahra gak di anggap upss?" jawab Rafani Tampa takut yang di balas tatapan tajam dan terkejut dari keluarga si Azahra namun iya tak perduli.


zela yang awal nya tak percaya pun mengambil kesempatan."tidak papa ayah Kaka azahra bisa gabung dengan kita, sini kak duduk di samping zela"ucap zela sambil menepuk kursi kosong di sebelah nya dengan wajah yang di imut-imut kan yang membuat Rafani melihat nya jijik setengah mati.


sekilas Rafani melihat zela sang adx azahra dan menilai nya


"owhh,,ini si adx nya azahra? pipi tembem tapi terlalu gembul kek bokong sapi, mata lebar kek mata boneka,bulu mata pendek banget dan ihh liat muka nya jerawatan biar pun make makeup tetap gak bisa menutupi tuh jerawat dan tuh-tuh Lian sok-sokan pake bendo lagi biar apa biar terlihat lucu gitu yang ada norak tau gak mana warna nya pink lagi dari segi muka ya gak ada mirip-mirip nya Sama si azahra"ucap Rafani sakras yang membuat semua orang melotot melihat nya tak percaya dengan tatapan tajam namun Rafani tetap tak perduli.


"heh, kenapa kamu melihat anan saya seperti itu kamu iri sama dia kan karena dia masih baik sama kamu walaupun kamu sering jahat dan bully dia iya kan"kata nimas menatap azahra tak suka.


"dan kamu pasti iri karena melihat dia yang memakai aksesoris yang bagus dan mahal gak kaya kamu iya kan"ucap nya lagi yang membuat azahra menatap nya sinis.