Rafani Azahra

Rafani Azahra
pesan



"AYAHHHHH, LIAT KAK DEKAAAA!! DIA GANGGU IN AZAHRA"teriak azahra yang kini berlari mengejar deka yang tadi sempat mengganggu nya.


satria dan Bastian iya ya mendengar teriakkan itu hanya bisa menghela nafas panjang geleng-geleng kecil melihat kelakuan deka yang suka menganggu azahra.


ya Rafani sudah satu Minggu ini memerankan tokoh azahra di mana dia mengetahui kabar dari baby sitter azahra, jika sosok nona nya dulu periang, cengeng dan juga manja membuat Rafani tenganga karena harus memerankan sifat yang bertimbang kebalik dengan nya, namun iya tak ada pilihan lain selain melakukan hal yang sama.


"deka sudah jangan menganggu adx mu terus"ucap satria yang hanya di balas cengiran oleh deka.


"azahra sini kamu"ucap satria menepuk kursi di samping nya.


"ada apa ayah"ucap azahra yang kini duduk di samping satria.


"tiga bulan lagi, kamu akan mulai masuk ke sekolah"ucap satria membuat Rafani tersentak kecil.


"aku masih sekolah"ucap Rafani yang di angguki oleh satria.


"kamu sekolah di Hing school Drink and Draw Berlin, tak jauh dari kampus Kaka kamu deka"ucap satria membuat aida terdiam.


"aku sekolah kelas brp yah"ucap Rafani menatap ke arah satria.


"12 nanti kamu di antar sama Kaka kamu, kan kamu belum ingat sama jalanan sini"ucap satria yang hanya di angguki oleh Rafani.


"anj--kenapa gue harus sekolah segala sih, dan Lo kira gue gak tau jalanan sini hah?? jelas gue tau bahkan gue hapal sama jalanan di negara ini"maki Rafani dalam hati.


...Rafani iya hanya bisa menghela nafas pelan dengan sedikit memayun kan bibir nya, iya tersenyum tipis di saat merasakan kasih sayang yang di berikan satria begitu juga deka dan Bastian tapi iya gak tau apakah kasih sayang mereka berdua tulus apa tidak....


setelah berbincang oleh satria Rafani pun memutuskan kembali ke kamar, iya berjalan ke arah balkon dan memejamkan mata nya di saat merasakan hembusan angin sore menerima wajah nya.


iya merogoh saku celana nya ketika merasakan ponsel nya yang bergetar, iya menatap ke arah nama yang mengirimkan pesan ke arah, dan membuka nya.


...dokter Gibran....


"nona maaf saya tidak bisa menemui keluarga anda, karena saya dalam pengawasan anak buah tuan satria"


iya saat ini Gibran berada di Eropa karena janji awal iya dan satria iya akan di bebas kan saat urusan nya dengan satria selesai.


bahkan sebelum Gibran pergi iya sempat menjenguk Rafani.


"saya akan memberi nya ke arah Dila, biar dia yang memberikan ke arah keluarga nona"


"tidak masalah, terimakasih atas kerja kerasnya"


"nona, satu pesan saya"


Rafani iya yang membaca chat tersebut menyengit menatap ke arah no Gibran.


"apa itu"


"jika nona ingin terbebas dari tuan satria, maka nona harus mencari keberadaan putri tun satria"


Rafani iya ya melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang iya memasukkan kembali ponsel nya ke arah saku dan berbalik berjalan ke arah ayunan yang berada di sana.


"gimna aku bisa mencari nya, jika alat pelacak ku tidak ada di sini"Guam Rafani pelan.


"masa gue minta bantuan sama kecebong iblis"ucap Rafani yang mengingat satu nama besar di benak nya.


"hemm, enar-entar aja dah"Guam nya dan kembali menatap ke arah depan.


__________


...Eropa....


flashback on.


di sebuah rumah yang terdapat penjara bawah tanah, di sana saat ini sudah ada Tian, Aryan,tilo,fatan,Zidan,dan juga Giovan.


mereka berenam mendatangi penjara tersebut karena ingin mengintrogasi gion sosok sahabat mereka yang berkhianat.


"Lo jawab aja deh gion, pasti Lo tau kemana mereka bawa Rafani"ucap Tian yang kini menatap ke arah gion.


mereka sejujurnya iba akan kondisi sahabat mereka sekarang namun gimna pun iya adalah membuat mereka terpaksa melakukan hal ini.


"berapa kali gue bilang, gue sama sekali gak tau kemana dia bawah Rafani pergi?? karena terakhir gue denger mereka bakal ke Singapura"ucap gion menatap ke arah mereka.


"tapi ceshen dan Giovan udah kesana buat cari tau gak ada sama sekali"ucap Zidan.


"gue harus apa lagi biar kalian mau percaya"ucap gion yang kini sudah pasrah, membuat mereka saling lirik.


"gue tau, apa yang gue lakuin salah tapi gue udah kasih kejelasan bukan sama kalian "ucap nya lagi yang kini merunduk.


ya benar satu hari setelah kehilangan Rafani mereka semua sudah mengintrogasi gion yang ternyata di jadikan kambing hitam oleh Bastian dan satria dengan menjadikan keluarga mereka Sandra.


"gue mau Nebus semuanya, gue mau minta maaf sama keluarga Rafani dan ceshen! tapi gue gak bisa ketemu mereka"ucap gion.


"gue minta maaf"ucap nya lagi.


"tapi ceshen masih marah sama gue"ucap nya yang kini menatap ke arah mereka dengan tatapan memerah.


"dia gak marah sama Lo, cuma dia belum siap untuk ketemu Lo"ucap Aryan.


"kalo gue bebas gue janji bakal cari tau keberadaan Rafani"ucap gion.


"untuk sekarang Lo di sini dulu, sampai kita di kasih tau sama ceshen buat bebasin Lo"ucap tilo yang di angguki sama yang lain membuat gion mengangguk pasrah.


"udah cabut, pengap gue"ucap giovan yang entah kenapa tidak terlalu bersahabat sama gion karena Giovan memang membenci penghianatan.


mereka yang mendengar itu hanya bisa mengangguk pelan menatap ke arah gion dengan tersenyum kecil merasa kasihan namun tidak bisa berbuat apa-apa, dan mereka pun pergi meninggalkan gion di penjara bawah tanah.


flashback off.


_#skip.


langit yang cerah di pagi hari ini tepat nya di rumah Abraham, sebuah kabar tentang Rafani menyebar luas mengakibatkan rumah tersebut kini di penuhi akan manusia-manusia yang selama ini sudah berjuang mencari keberadaan nya.


"gimana-gimana apa kabar dari Rafani"heboh Edward yang kini berlari bersama sang istri padahal mereka dari Jakarta.


"ayah tenang lah dulu"ucap Wina yang kini menggeleng menatap ke arah sang ayah.


"gimna aku bisa tenang sedangkan cucuku sudah satu bulan pergi"ucap nya membuat yang lain terdiam.


"mari duduk semua "ucap Dila yang kini duduk di samping alfatan selaku tunangan nya karena udah di lamar tiga Minggu yang lalu.


"apa kabar nya datang dari kau"ucap Eliza membuat Dila mengangguk pelan.


ceshen iya sedari tadi sudah ada di sana iya ingin sekali merebut surat yang berada di tangan Dila namun kalah cepat oleh gerak sekretaris Rafani itu.


"buka lah sekarang Dila semua nya ada di sini"ucap Leon yang di angguki oleh Dila.


Dila pun membuka surat yang iya dapat dari kurir entah siapa pengirimnya namun di sana tertulis zara yang berarti kunci mengenal pendiri perusahaan Zara cofe.


Dila nampak menyengit ketika membaca isi surat tersebut membuat orang saling tatap.


"apa isi nya"ucap Velia yang di samping nya sudah ada Akila dan Devi.


"gue bacain aja ya"ucap dila yang di angguki oleh mereka semua.


...isi surat....


"kalian semua tidak perlu mengkhawatirkan ku, karena di sini aku baik-baik aja.


mulai lah hidup dengan baik mulai sekarang tidak perlu menunggu kapan akan aku kembali karena ada sesuatu yang harus aku lakukan untuk satria.


aku tidak bisa menceritakan detail nya, tapi yang jelas di sini aku baik-baik aja jadi kalian mulai lah semua nya dari awal"baca Dila membuat semua orang kini terdiam mendengar kan.


"untuk kedua sahabat gue, thank you for everything!! maaf tidak sempat mengukir kenangan lebih lama bersama kalian aku harap kelak kita bertemu kalian sudah menempuh hidup dengan jalan masing-masing"ucap Dila membuat Akila dan Devi kini merunduk dengan tatapan memerah.


"gue mohon Ra, Lo harus balik"Guam Devi pelan membuat orang di sekitar nya hanya bisa terdiam.


"kita kangen sama Lo Ra"ucap Akila yang kini sudah bergetar hebat di samping fatan yang sudah merangkul nya guna menenangkan.


"untuk ayah dan mama berserta keluarga besar, maaf karena ku rencana awal kita gagal tapi aku berharap kalian melepaskan gion dan ayah nya di sini mereka gak salah."ucap Dila yang di angguki oleh mereka semua.


"Tian dan Bianca, congrats on the wedding and sorry for not being able to take the photo together , kasih lah aku keponakan di saat aku datang."CK, Lo harus datang pokoknya dex, Lo harus liat gimna gue kasih keponakan yang cantik dan Tampan nantinya"ucap Tian yang kini merangkul sang istri Bianca.


"untuk ceshen" ucap Dila menatap ke arah ceshen membuat semua orang juga menatap ke arah nya, sedangkan ceshen iya hanya bisa terdiam dengan tangan terkepal.


"thank you for the cooperation, gue harap kedepannya kehidupan Lo lebih baik, Lo partner kerja yang sangat membantu bagi gue!!and sorry can not accompany you to the end , hehehe gue dah keburu pergi sebelum melihat kemenangan kita?? "


kalian semua tidak perlu menunggu ku untuk beberapa hari kedepannya karena aku belum tentu bisa kembali terkecuali tahun-tahun selanjutnya.


"yahhhh,, untuk Clara? jangan pernah merasa bersalah atas kejadian kemaren Kaka baik-baik aja mulai lah hidup baru mu anak-anak yang lain bakal menjaga mu ,maaf kan Kaka yang tidak bisa menolong mu waktu itu"


semuanya maaf karena aku tidak bisa menulis surat hehe, ini bukan salam perpisahan terakhir karena aku janji bakal baik ke kalian kelak"


^^^Rafani.^^^


"Rafani "isak Devi yang kini sudah di dalam pelukan Giovan.


"kalo Lo gak baik Ngapain Lo kirim kaya ginian hah nagpin "ucap Akila sambil terisak.


"Lo haru baik Ra harus"ucap sisi.


"apa lagi-lagi harus Lo yang berjuang sendiri an"Guam Zidan yang kini merunduk.


"gimna gue bisa hidup dengan tenang kalo separuh jiwa gue di bawa sama Lo"batin ceshen yang kini memejamkan matanya.


semua orang hanya bisa terdiam mendengar fakta yang tidak terlalu buruk namun mereka juga terlihat kehilangan ketika sosok dingin tersebut tidak bersama mereka.