Rafani Azahra

Rafani Azahra
bentuk strategi



ceshen dan Rafani kini berjalan masuk ke arah bangunan tersebut, saat mereka sampai di tempat perkumpulan tadi mereka sudah melihat keberadaan Giovan berserta yang lainnya yang sudah datang.


"ceshen, Rafani"panggil Akila yang melihat kedatangan dua pasangan tersebut.


"gimana"ucap Rafani yang kini duduk di salah satu sofa menatap datar ke arah teman-temannya.


"ada di gudang, terus mau di apakan"ucap Aryan menatap ke arah rafani.


"jalan kan rencana ke dua"ucap Rafani menatap ke arah alfatan dan ceshen yang kini mengangguk.


"dua Minggu lagi, pancing dengan salah satu anggota tubuh nya kasih hadiah ke Arsenal"ucap Rafani.


"wessss, ada adegan mutilasi nih"ucap zidan yang entah kenapa terlihat sangat bersemangat.


"ingat saat Arsenal sudah gerak, gue sama alfatan langsung jalan"ucap ceshen.


"sebelum dia minta anggota nya buat bantu di sana gue sama Rafani yang turun tangan"ucap Zidan.


"kita gimna"ucap Aryan membuat mereka saling pandang.


"lagian kita cukup pancing Arsenal biar dia kesini bukan"ucap giovan membuat yang lain berfikir.


"gue pengen banget dah bunuh Arsenal langsung tapi kesian ayah satria"Guam Rafani yang masih dapat di dengar orang yang lain.


"gini aja dah, gue alfatan sama ceshen yang bakal ngadepin tuh Arsenal"ucap giovan.


"Lo sama Akila cukup alihkan anggota Arsenal yang akan masuk ke wilayah hutan sedangkan zidan dan Aryan yang bakal bantu buat gak ada satupun yang dapat nolong Arsenal gimna"ucap giovan membuat yang lain terdiam.


"bener sih, apa lagi anggota opa Edward bakal bantu otomatis kemenangan akan kita raih"ucap Zidan.


Rafani yang mendengar hal tersebut menatap ke arah ceshen yang kini terlihat berfikir.


"ada saran"ucap Rafani membuat ceshen menatap ke arah nya.


"kita putar rencana Ra"ucap ceshen membuat Rafani menaikkan alis nya heran.


"gimna"ucap Rafani yang mencoba mendengar kan rencana ceshen.


"jika kita pakai rencana sebelum nya yang ada buang waktu"ucap ceshen.


"alfatan Lo ambil bagian jalan tikungan letak beberapa bom di sana kita gak ada pilihan lain kita harus bikin anak buah Arsenal tumbang kalo gak mundur"


"untuk zidan dan Akila alihkan petunjuk anggota Arsenal yang lolos nanti kalian ambil alih anggota opa Edward, untuk Aryan dan Giovan kalian tunggu di persimpangan gue yakin akan ada anggota Arsenal yang lain yang bakal masuk lewat jalur beda, gue sama Rafani bakal ngadepin Arsenal setelah tugas alfatan selesai ambil alih tempat zela"ucap ceshen membuat yang lain terdiam seakan-akan berfikir.


"gimna Ra"ucap Akila menatap ke arah rafani yang kini terdiam.


tuk.tuk.tuk.


semua orang Terdiam menatap ke arah rafani yang kini masih setia akan kediaman nya jangan lupa kan hanya ada suara ketukan jari yang bersahutan dengan ganggang kursi.


"jika benar mereka bakal pake jalan lain bukan nya anggota opa harus nya berada di Giovan sama Aryan ya, gimna pun pengalihan tidak perlu mengeluarkan tenaga banyak "ucap Rafani membuat yang lain diam.


"tapi gue sama Akila cuma bisa mengalihkan dua atau tiga orang karena melacak kode IT mereka cukup sulit bisa jadi mereka bakal di targetkan ke Giovan sama Aryan"ucap Zidan.


"kita gunakan rencana dua-duanya "ucap alfatan.


"peluang gue cuma 50% buat anggota Arsenal mundur tapi benar kata ceshen kita gak jamin jika mereka lewat jalur lain dan otomatis target Giovan sama Aryan di pertaruhan "ucap alfatan.


"giman sen"ucap Zidan menatap ke arah ceshen yang kini juga menatap ke arah mereka.


"gue gak masalah jika Arsenal ke sini pake mobil tapi jika dia lewat udara gimna"ucap giovan membuat yang lain diam.


"ok, pilihan anggota opa sama tim Giovan udah bagus"ucap Rafani membuat yang lain mengangguk.


"Rafani "Rafani dan yang lain menoleh ke arah alfatan yang baru saja bersuara.


"apa an"ucap Rafani menatap alfatan dengan alis terangkat.


"dua Minggu lagi para tuan bakal terbang "ucap alfatan membuat Rafani memijit pelipisnya.


"kenapa mereka milih ke sini sih"Guam Rafani membuat yang lain menatap nya heran.


"bukan nya bagus ya Ra"ucap Akila menatap heran ke arah sang sahabat.


"gak salah sih, cuma kalo ada mereka takut nyiyir males gue"ucap Rafani membuat yang lain geleng-geleng kepala.


"tapi gak papa sih, kalo perlu kita eksekusi mati mereka di sini"ucap Rafani membuat yang lain bergidik ngeri.


_________


di tempat Arsenal saat ini iya di buat cemas oleh ke adaan zela yang sudah tidak ada kabar selama dua hari, iya terus menunggu kabar dari anak buah nya tentang di mana keberadaan sang putri.


beberapa lama menunggu Arsenal menatap penuh tanda tanya ke arah anak buah nya yang baru datang.


"tuan"ucap nya.


"bagaimana"ucap Arsenal menatap ke arah anak buah delima tatapan tajam nya.


"maaf kan saya tuan, seperti nya nona zela menghilang"ucap anak buah tersebut.


Arsenal yang mendengar hal itu kejutkan dengan menghilang nya sang putri iya menatap marah ke arah anak buah nya yang di tugaskan untuk memantau aktivitas zela.


"kurang ajar bagiamana bisa kalian kehilangan jejak putri saya"bentak Arsenal membuat anak buah nya merunduk takut.


"maaf tuan jejak terakhir nona zela di club itu tuan"ucap anak buah Arsenal.


"dasar kerja kalian gak ada yang pernah becus"ucap Arsenal membuat anak buah nya merunduk.


Arsenal menggeram marah iya mengepalkan tangannya kuat menatap tajam ke arah depan.


"arghhhhh,, SIALAN mereka"teriak Arsenal menatap tajam ke arah luar jendela.


"akan ku habisi keturunan mereka"ucap nya menatap ke arah anak buah nya tersebut.


"saya tidak mau tau, saya minta kalian cari keberadaan anak saya sampai ketemu"ucap Arsenal yang di angguki oleh anak buah nya.


"dan cari tau keberadaan anak-anak itu"ucap nya yang di angguki oleh mereka.


"baik tuan"ucap nya yang langsung berbalik pergi meninggalkan Arsenal.


"kali ini saya akan membuat kalian hancur Tampa ada sisa pun yang selamat"ucap Arsenal menatap nyalang ke arah depan.


"kalian akan menyesal karena sudah berani bermain-main sama saya"ucap nya menatap lurus dengan tatapan tajam.


sungguh saat ini Arsenal benar-benar sangat marah iya tidak menyangka jika Rafani dan teman-temannya bisa tau tentang zela yang di mana semua identitas udah di ubah oleh nya.


sungguh iya khawatir, bukan karena apa tapi di sini iya akui tentang perperangan kemaren aja walaupun tidak semulus tapi bisa di katagori kan dalam rencana C di mana persusuannya sangat lah hebat dalam membuat strategi.


jika boleh jujur Arsenal tidak ingin berurusan sama keturunan musuh nya tersebut tapi di sisi lain masih ada dendam yang harus iya balaskan.


"kalian semua harus mati"geram Arsenal menatap tajam ke arah depan dengan tangan yang terkenal kuat.