
Rafani menatap sosok paruh baya yang di panggil mama itu berarti adalah ibu nya azahra dengan tatapan datar.
"oh astaga? apa yang anda bilang sangat mengejutkan nyonya arlexsa Gustian"ucap Rafani pura-pura terkejut.
"saya iri dengan anak anda yang mirip seperti bocil cabe-cabean ini"ucap Rafani menunjuk ke arah zela seakan-akan jijik.
brakk.
"cukup Azahra! kamu jangan menghina adx kamu seperti ini kamu itu seharusnya sebagai Kaka lebih menyayangi adx mu seperti Kaka pada dasar nya bukan malah seperti ini"geram Arsenal menatap azahra tajam ketika mendengar ejekan dari putri nya itu yang hanya di balas masa bodo oleh Azahra.
"berlaku seperti Kaka pada umumnya anda bilang"ucap Rafani mantap Arsenal tajam.
"siapa adx saya tuan Arsenal terhormat? sedangkan saya tidak pernah memiliki adx atau pun keluarga selama ini"ucap nya dengan tegas.
"dan berlaku seperti Kaka pada umumnya tidak pernah ada di kamus saya! camkan itu"ucap Rafani dengan tatapan yang tajam dan penuh akan kebencian dan berlalu pergi meninggalkan keluarga biadab itu Tampa memperdulikan keterkejutan dan teriak kan orang tuanya.
"ANAK KURANG AJAR SELALU MEMBANGKANG DAN TIDAK PERNAH MENDENGAR KATA ORANG TUA"teriak Arsenal yang masih bisa di dengar oleh Rafani Azahra namun iya tak perduli akan hal itu.
Rafani terus berjalan keluar rumah besar bak neraka ini iya tak habis pikir kenapa nasib azahra seperti ini dan malah kena ke dia di saat dia sudah sampai kebahagiaan nya.
saat sampai di halaman rumah iya menoleh ke arah garasi iya mengingat kata bela jika iya memiliki mobil sport BMW berwarna merah campur hitam hadiah dari sang bibi dan paman nya.
bibi dan paman nya tinggal di Singapura paman nya adalah adx dari ayah nya azahra yang sangat menyayangi nya dari pada ketiga saudara Azahra cerita bela.
Tampa pikir panjang Rafani langsung memasuki mobil sport BMW nya azahra dan menyalakan nya lalu berjalan keluar pangkaran rumah nya azahra bela yang menatap kepergian sang nona nya dengan tatapan sendu di balik jendela.
"yang sabar nona azahra"Guam bela pelan menatap mobil itu yang sudah menghilang.
mobil yang di Kendari oleh Rafani itu nampak memelankan laju mobil nya ketika sudah sampai di depan sekolah SMA ternama di Eropa itu dengan bertuliskan school SMA purnama Akbar.
pandangan murid mengarah pada mobil sport BMW berwarna merah tersebut, melihat mobil itu mereka sudah tau siapa yang mengendarai nya yang tak lain adalah queen bully di school SMA purnama Akbar.
Rafani memarkir kan mobil nya di tempat parkir khusus mobil iya berniat untuk keluar dengan masih sibuk memperhatikan peta sekolah nya yang di kirim kan oleh bela tadi pagi guna mencari kelas nya.
Ting
sebuah notif pesan muncul dari atas layar handphone milik nya karena kemaren iya sempat mengotak-atik hp milik azahra yang ternyata tak memakai password yang jadi memudahkan nya.
...Akila*...
udah nyampe?
^^^udah.^^^
Lo dimana?
^^^masih di parkiran?^^^
gue sama Devi ke sana?
^^^ok?^^^
Akila dan Devi sahabat dan Akila juga adalah sepupu dari azahra dan mereka bersahabat dari jaman TK.
Akila lebih tepatnya Akila Samuel prbiantara saudara kembar dari Tian putra Samuel prbiantara, Akila sosok paling kerr dengan azahra walupun Tian sendiri tidak menyukai Azahra.
namun Akila selalu ada di saat azahra membutuhkan nya, iya selalu membela azahra saat iya di caci maki oleh Kaka dan teman kakanya Alika juga kadang bersifat dewasa dan kadang bersifat tengil kek kutu loncat.
Devi lebih tepatnya Devi Maura lestari Akbar sahabat setia Dari azahra dan Akila dari namanya saja sudah di ketahui bahwa iya adalah cucu dari pemilik sekolah sekaligus keluarga terpandang yang menduduki peringkat ke-1 di negara ini iya adalah anak tunggal dari anak bungsu keluarga Akbar dan cucu kedua dari keluarga Akbar.
Devi sengaja menyembunyikan identitasnya dari teman-teman sekolah nya kecuali kedua sahabat nya dengan beralasan malas menjadi sorotan sedangkan iya suka kebebasan yang juga tengil kek si Akila dan memiliki omongan pedas yang kena langsung ciut.
"woy buka pintunya"ucap Akila dari luar kaca mobil azahra sedangkan Rafani yang asik membaca peta sekolah nya pun serontak kaget dan menoleh ke arah samping di mana ada kedua sahabat azahra di sana.
klik
"masuk"ucap Rafani ketika sudah membuka kaca mobil nya dan menyuruh sahabat azahra masuk ya di angguki oleh mereka.
"ngapain masih di mobil gak biasanya"tanya Akila yang duduk di bangku belakang.
"pengen aja"jawab Rafani seadanya dan hanya di angguki oleh Akila dan Devi.
"eh by the way Ra sorry kemaren gue gak sempat jenguk Lo soal nya kemaren gue jemput Kaka sepupu gue di bandara jadi gak sempat ke rmh lo, Lo gak papa kan" ucap Devi pada sahabat nya yang di angguki oleh azahra.
"gak papa, gue juga tambah sehat gara-gara jatuh kemaren"ucap azahra sambil terkekeh pelan yang di hadiahi jitakan dari Akila.
"mana ada orang sehat habis di bully lalu jatuh pingsan"delik Akila menatap sepupu nya tak habis pikir.
"yang ada sakit dodol"ucap nya lagi menatap azahra yang habis salto itu otaknya.
"tapi beneran deh orang badan gue gak ada sakit sama sekali "jawab Rafani memang kemaren iya hanya pusing sesaat karena mengingat jiwa dan tubuh nya yang berbeda namun setelah nya iya sehat-sehat aja bahkan iya sempat melatih bela diri nya ketika bela tak ada di kamar.
"terserah azahra aja dah"ucap Devi.
"eh by the way gue juga minta maaf soal nya kemaren sih sok imut nyuruh Tian buat gue anterin dia ke UKS kalau gue gak di ancam sama si Tian, gue mah ogah anjir sumpah malas banget gue sama tuh si polos malah pura-pura tersakiti lagi padahal yang. jatoh juga elo kan Ra"ucap Akila dengan sumpah serapah nya untuk zela.
"maksudnya"ucap Rafani gak paham bukan nya bela bilang kalo dia jatoh dari tangga dan pingsan.
"eh emang Lo gak ingat kejadian kemaren itu si polos-polos bangst yang dorong elo anjir! terus malah dia jatuhin diri dia sendiri waktu elo udah gak sengaja pegang tangan dia seolah-olah elo yang dorong dia suer dah gue gak nyangka sama kelakuan tuh si ppb padahal gue liat jelas kalo dia yang dorong elo Ra"jelas Devi dengan menggebu-gebu antara kesal bercampur geregetan.
"iya anjir sampe-sampe si ppb di lindungi sama geng murahan itu sampe Lo pingsan"lanjut Akila dengan emosi.
"jadi azahra gak jatoh dengan sendirinya melainkan di dorong dengan zela"batin Rafani kesal tak habis pikir sama kelakuan ular saudara kembar Azahra ini.