Rafani Azahra

Rafani Azahra
rahasia yang membuat bingung



sosok giovan yang sedari tadi diam kini menatap Rafani pun kini berjalan mendekat ke arah nya.


hiks hiks.


"Seperti yang Lo liat mereka adalah keluarga Lo yang sebenarnya"ucap giovan saat sudah berada di samping Rafani.


giovan tau menarik Rafani dan memeluknya dengan sangat erat.


"suttttt, ini belum saat nya Lo nangis! masih banyak rahasia yang harus Lo bongkar jadi simpan baik-baik air mata Lo"ucap giovan dan beralih menatap Rafani yang entah kenapa menangis namun tidak ada air mata yang membuat Giovan mendengus.


giovan memegang pipi Rafani dan menyowel-nyowel nya Rafani yang kesal pun menepis tangan Giovan yang membuat nya tertawa.


"udah gak usah nangis masih banyak yang harus Lo bongkar"ucap giovan memegang kepala Rafani sedangkan sosok Rafani hanya mengangguk.


"gue mau nanya kenapa Lo bisa tau rumah ini dan apa ini gimna Lo bisa tau ruangan ini sedangkan gue gak"ucap Rafani Gio yang mendengar kata-kata Rafani pun menatap nya.


"kenapa, jelas Lo gak tau kan Lo bukan tinggal di sini ya tinggal di sini itu Rafani Azahra bukan Lo Azahra"ucap Giovan dengan senyum tipis nya Rafani yang mendengar ucapan Giovan pun hampir mengumpat.


"ya kar-karna"gugup Rafani bingung mau menjawab apa.


"karena sebenarnya Lo itu Rafani bukan azahra"Guam Giovan yang membuat Rafani tersentak Giovan yang melihat itu terkekeh.


"mak-maksud Lo"


"udah entar juga Lo tau ada tempat lagi yang harus Lo lihat"ucap giovan dan berjalan mendahului Rafani sedangkan Rafani iya Hanya mengikuti nya dari belakang.


Rafani dan Giovan terus berjalan ke arah ujung lorong yang memperlihatkan pintu berwarna cokelat dengan di atas bercorak Emas tentu hal itu membuat nya terkejut bukan main.


"seberapa banyak yang gak gue tau tentang orang tua gue"Guam nya dalam hati entah kenapa serasa sesak ketika mengetahui nya sekarang.


"ini mungkin sedikit emm, gimana yah ngomong nya"ucap giovan Rafani yang dari tadi menatap nya dari belakang hanya memutar bola matanya jengah.


"apa sih gio, gak jelas banget dah"kesel Rafani menatap Giovan yang entah kenapa rada bingung.


"ya udah Lo masuk duluan gue di belakang"ucap giovan.


Rafani masuk ke dalam ruangan yang telah di bukan oleh Giovan dan menyusul nya dari belakang gelap satu kata yang iya ucapkan ketika melihat ruangan ini hanya ada kegelapan tidak ada penerangan.


giovan pun berjalan ke arah samping Rafani dan menekan sebuah tombol saklar lampu dan hal itu membuat yang tadi nya gelap kini sudah terang.


Rafani terdiam ketika melihat sebuah lukisan di saat lampu di nyalakan lukisan yang sangat iya kenali wajah nya iya jelas karena lukisan itu adalah lukisan pernikahan sang ayah dan mama nya.


"ini apa maksudnya ini gio"ucap rafani jujur sekarang iya sudah sangat bingung akan hal semua ini.


bukan nya menjawab Giovan malah menarik tangan rafani yang masih terdiam.


"kemari lah"ucap nya dan menarik tangan rafani untuk menuju ke sebuah rak buku yang tersusun rapih di ruangan itu


giovan pun mengambil salah satu patung yang berbentuk bulu ayam dan hal itu membuat rak buku terbelah menjadi dua Rafani yang menatap itu tentu terkejut bukan main.


"rahasia apa lagi ini"Guam nya dalam hati.


"ayo masuk"ucap giovan terus menarik tangan rafani untuk masuk ke dalam ruang rahasia di dalam rak buku.


giovan terus mengandeng Tangan Rafani dan sampai lah mereka berdua di satu pintu yang sangat Megah yang berwarna glod itu Rafani menatap nya sangat takjub.


"udah ayokk mendekat sini"ucap giovan saat dia sudah berada di pentulan cermin.


"apa sih gio gue gak mau ngaca"ucap Rafani kesel Giovan yang mendengar nya hampir mengumpat.


"gue gak ada nyuruh Lo ngaca ya ra gue juga tau Lo itu cantik, tapi sini Lo ke kaca dulu soal nya kalo mau liat isi dalam nya harus pake wajah Lo"ucap giovan yang udah geregetan.


"lah ko gue?"bingung Rafani.


pintu itu terbuka Rafani yang melihat itu tentu saja terkejut bukan main.


"ini apa maksudnya gio"Guam Rafani saat melihat cahaya di sekitar tempat itu.


"markas Abraham"ujar Giovan saat melihat ruangan yang terbentuk seperti istana karena di sekeliling nya penuh akan kaca yang tahan peluru.


"sialan lo Giovan? sudah sampai di sini apa lo tidak ingin memberitahukan ke pada gue"marah Rafani menatap tajam ke arah Giovan.


"CK, gue bukan gak mau ngasih tau cil?"jeda Giovan sambil menyentil kening Rafani.


"karena emang gue di tugaskan buat bantu Lo tapi soal ngejelasin semua itu ada seseorang yang bakal menjelaskan semuanya Lo cukup liat kebenaran nya nanti tinggal Lo pahami di saat mendengar penjelasan orang itu"Guam Giovan menatap Rafani sedangkan Rafani hanya mendengus kesel.


Rafani berbalik menatap ke arah sebuah ruangan yang di penuhi dengan alat-alat kimia atau senjata pistol peluru senapang macam-macam peluru dia gak bodoh dia tau ini apa karena dulu dia sempat bergabung dengan anggota kelompok mafia dan ini apa ini dia bahkan terkejut bukan main ketika melihat isi rumah yang tidak dia ketahui ini markas mafia selama ini apa yang tidak dia ketahui sebenarnya.


"apa maksudnya ini"batin Rafani menatap semuanya yang penuh akan tanda tanya.


_#skip.


di tempat lain tepat nya di depan apartemen Sudah ada Clara Akila dan Devi.


"emm ini deh kek nya apartemen bang gio"Guam Clara.


"anjg- "Akila hampir mengumpat melihat kelakuan Clara.


"maksud Lo apa bawa kita ke sini"ucap Devi yang sudah sangat penasaran.


"udah kak masuk aja nanti juga orang nya datang"ucap Clara masuk kedalam saat pintu apartemen udah kebuka dan masuk ke dalam nya Akila dan Devi mendelik menatap Clara namun tetap masuk ke dalam apartemen.


saat sampai di dalam Akila dan Devi kompak duduk di sofa empuk di dalam apartemen sambil melihat-lihat isi apartemen.


"Clara Lo mending bilang deh kita mau ngapain di sini sebelum gue hanjar Lo"geram Akila Clara yang mendengar itu kaget.


"iya- iya kak ini apartemen kak azahra"ucap Clara sedangkan Akila dan Devi kompak membalak terkejut.


"ap-apa mak-maksud Lo apartemen azahra"Guam mereka yang di angguki oleh Clara.


"dari mana Lo tau hah"bentak Devi menatap tajam Clara yang kini ketakutan.


"aku aku di cht sama bang giovan jika Kaka azahra ada di sini"gugup Clara.


"siapa Giovan"ucap Akila.


""tangan kanan ayah"ucap Clara lagi.


"benar lagi mungkin Kaka azahra datang karena dia lagi keluar sama bang giovan ada urusan jadi makanya di suruh nunggu di sini"ucap Clara lagi lalu bangkit Akila dan Devi menatap ke arah Clara.


"Lo mau kemana"ucap Akila.


"aku cuma di suruh sama ayah antar kalian ke sini kalian tunggu aja di sini aku sudah di jemput sama anak buah ayah di bawah"ucap Clara tersenyum dan keluar dari apartemen.


"tap-"Akila hampir mengumpat dan menutup bibir nya ketika menyadari Clara dah keluar dari apartemen.


"Lo yakin azahra ada di sini"Guam Devi sedangkan Akila mengangkat bahu tak tau.


"gue juga gak tau apa tuh anak mau main-main sama kita"ucap Akila.


"kagak mungkin deh dari wajah nya aja serius banget dia"ucap Devi.


"jadi kita ngapain"ucap Devi.


"ya udah lah tunggu aja di sini"ucap Akila yang di angguki oleh Devi mereka pun memilih diam di ruang tau apartemen azahra.