Rafani Azahra

Rafani Azahra
rencana Clara



Rafani kini menatap satria dengan rasa bersalah karena selama ini iya telah pura-pura terhadap nya.


"maaf karena azahra pura-pura terhadap ayah"ucap Rafani yang langsung di peluk sama satria.


"saya yang seharusnya minta maaf sama kamu dan keluarga kamu"ucap satria mengelus pelan kepala Rafani.


"karena sekarang sudah jelas,bukan kah saat nya kita merencanakan penangkapan Arsenal"semua orang menoleh dan menatap ke arah Bastian.


"dia bokap Lo padahal"ucap Akila yang kini berada di dekapan sang tunangan Aryan.


"gue gak pernah punya bokap licik kaya dia"ucap Bastian membuat semua orang Terdiam.


"kali ini gue sama Bastian bakal adil buat nangkep Arsenal "ucap deka yang kini datang bersama salah satu cewek.


Rafani yang melihat cewek tersebut memicing."siapa"ucap Rafani membuat deka menatap ke arah gadis di samping nya.


"calon Kaka ipar Lo"ucap deka membuat Rafani mendelik.


"bahas ini nanti aja, kita buat rencana "ucap ceshen membuat semua orang mengangguk dengan serius.


"saya orang pertama yang akan membunuh nya, karena dia putri saya meninggal "ucap satria membuat semua orang menatap ke arah nya dengan diam.


"kita sudah tau keberadaan dia , tinggal susun rencana "ucap Abraham menepuk pundak satria.


Rafani yang melihat semua keluarga nya kumpul pada akhirnya tersenyum senang.


"pada akhirnya mereka akan bersatu dengan sendirinya, Terim kasih tuhan karena engkau menyatukan mereka Tampa aku turun tangan"batin Rafani yang tersenyum dengan diam.


"jangan senyum"ceshen Terkekeh di kala melihat Rafani yang kini menatap nya dengan mendelik.


Abraham, Johan, Leon dan Edward menatap ke arah rafani karena masa-masa seperti ini otak gadis itu sangat membantu.


"Rafani apa kamu punya ide"ucap Edward membuat Rafani menatap ke arah sang kakek.


Rafani terdiam menatap ke arah mereka sambil menggeleng pelan." cukup waktu itu rencana Rafani gagal, Rafani gak mau gagal lagi jadi kalian aja ya yang pimpin ini semua"ucap Rafani membuat mereka terdiam saling tatap.


"kak, rencana Kaka kemaren pasti berhasil, ini semua bukan salah Kaka"ucap Clara yang di angguki oleh yang lain.


"di sini ada Zidan ada Giovan ada ceshen ada om Johan"ucap Rafani membuat mereka Menghela nafas.


"aku bakal kasih solusi soal rencana kalian bicarakan lah"ucap Rafani membuat mereka mengangguk singkat.


"jalan satu-satunya kita harus pancing Arsenal untuk keluar sendiri dari persembunyian nya"semua orang menatap ke arah Tristan yang baru aja berbicara.


"benar, jika kita yang cari dia kemungkinan akan sulit beda kalo dia yang keluar sendiri"ucap Samuel.


"tapi gimna caranya" gion membuat semua orang terdiam.


"pernikahan Akila sama Aryan kaya nya bagus buat kita pancing mereka"ucap rafani membuat semua orang menatap ke arah nya.


"kayanya gak deh kak"ucap Clara yang membuat semua orang kembali menatap ke arah nya.


"kamu punya rencana"ucap fatan membuat Clara tersenyum.


"gimna kita pancing dengan acara pernikahan Kaka Rafani"ucap Clara membuat semua orang melotot.


"ko Kaka"ucap Rafani.


"gini loh kak, di sini jika kita pancing dengan pernikahan Kaka Akila Clara yakin jika itu tidak akan membuat dia keluar beda dengan Kaka yang bersatu sama kak ceshen di mana dia yakin semua keluarga kumpul termasuk om satria bukan kah sekali gerak tiga pulau terlampaui "ucap Clara membuat semua orang Terdiam.


"ini sih bener"ucap deka menatap ke arah mereka.


"cuma ini cara bisa nglumpuhin si Arsenal, di mana kan incaran dia sedari awal keluarga Ibrahimovic sama Akbar dan ayah"ucap deka membuat yang lain mengangguk pelan.


Rafani yang melihat itu memejamkan matanya pelan sambil berucap. satu. dua tiga"


"gimna Rafani apa kamu mau"


"nah kan, bener apa yang gue pikirin"batin Rafani menatap kesel ke arah deka yang kini menggaruk tengkuknya sambil cengengesan.


Rafani menatap ke arah semua orang yang kini menatap ke arah, Rafani beralih menatap ke arah ceshen yang kini hanya menampilkan senyum nya.


"untuk sekarang tunda semuanya sampai pernikahan Clara dan Akila"ucap Rafani membuat mereka saling tatap.


"kenapa harus nunggu pernikahan kita"ucap Akila membuat Rafani menghela nafas.


"setidaknya setengah gue nikah gak ada lagi beban tunangan kecuali yang belum punya jodoh "ucap Rafani yang mendapat tabokan dari Velia.


"kurang ajar"maki Velia membuat yang lain ketawa.


"kenapa gak Kaka aja sama bang Bastian "


jduarrrr.


bak petir di siang bolong Velia dan Bastian kompak terdiam kaku di kala mendengar hal tersebut yang keluar dari mulut Rafani.


"gak bisa"ucap Velia.


"kenapa "ucap Rafani dan yang lain membuat Velia gelagapan.


"bang kemaren yah, Rafani ada lewat di depan pintu kamar Abang"ucap Rafani membuat semua orang menatap nya penasaran.


"terus"ucap Bastian mengangkat alis nya menatap gadis di depannya.


"Rafani denger Abang lagi telponan loh, vc lagi"ucap Rafani membuat Bastian membalak.


"cewek nya kak ve--ffupppp"


Bastian tersenyum kiuk menatap ke arah keluguan dan kembali menatap ke arah rafani sambil melotot.


"jangan macem-macem ya"ucap Bastian Rafani yang melihat itu balas melotot.


"memmmm, femmmmm"


"lepasin bego"sentak ceshen menarik Rafani yang kini menatap kesal ke arah Bastian.


"makanya gak usah rese"ucap Bastian Tampa rasa bersalah.


"CK, Akila sama Clara tidur di kamar gue"ucap Rafani yang kini bangkit.


"Lo gak anggap gue nih"Rafani mendelik kecil melihat ke arah Devi.


"Lo ada laki"ucap Akila membuat Devi cemberut.


"untung si sisi sama Bianca juga dia kaga ada"ucap Rafani membuat mereka saling tatap.


"emang ada apa"ucap bela yang sedari tadi diam di samping Velia.


"kalo Bianca sih ya malem ada laki, kalo si sisi sama Dila ketemu gue bisa penyek"ucap Rafani membuat yang lain ketawa.


"Ayah satria, ayah mama Kaka Velia pacar nya bang Bastian"


gubarkkk.


semua orang terdiam cengok menatap ke arah rafani yang kini berlari sambil ketawa kencang Velia dan Bastian kompak melotot di saat melihat para anak muda yang kini menatap ke arah mereka menggoda.


"ke-kenapa"gugup Velia menatap ke arah bela ,Akila dan Clara.


"aatcieeeeeeee"goda mereka kompak membuat Velia hampir terjungkal.


para orang tua yang melihat itu hanya menggeleng tak habis pikir sambil terkekeh pelan.


...flashback persatuan....


setelah satu bulan satria mengetahui tentang Rafani beserta anak kandung nya kini satria memilih untuk terbang ke Eropa iya harus membicarakan hal tersebut kepada Abraham.


saat ini satria sudah berada di kediaman Abraham iya menatap ke sekitar nya dengan diam.


Abraham dan Wina kompak saling tatap bingung akan kehadiran tiba-tiba nya satria mereka berfikir jika satria datang akan mengembalikan Rafani namun mereka tidak mendapati Gadis mereka.


"ekhem,, gue ke sini ingin membicarakan soal putri kita"ucap satria membuat Abraham mengepalkan tangannya kuat.


"dia putri ku satria bukan putri mu"tekan Abraham membuat satria terdiam.


"mas tenang lah"ucap Wina menatap ke arah sang suami yang kini menatap ke arah nya mengangguk kecil.


"gimana keadaan Rafani satria"ucap Wina membuat satria menatap ke arah nya.


"keadaan nya baik, dia Rindu sama kalian"ucap satria pelan membuat Abraham dan Wina saling tatap.


"apa yang ingin kau bicarakan satria"ucap Abraham yang kini mulai fokus.


satria yang melihat itu menatap ke arah Abraham.


"gua akan mengembalikan Rafani terhadap kalian tapi apa bisa gue tetap bertemu dengan nya"Abraham dan Wina terdiam melihat wajah satria yang memperlihatkan raut wajah rapuh nya.


"Abraham saya sayang sama putri mu walaupun kenyataannya putri kandung saya sudah meninggal"ucap satria membuat Abraham terkejut.


"mari bersatu kita lumpuhkan Arsenal"ucap satria yang kini mengulurkan tangannya ke pada Abraham.


Abraham menatap intens ke arah satria yang kini memperlihatkan wajah serius dan tidak ada kebohongan hal itu membuat Abraham menghela nafas.


"kita keluarga"ucap Abraham yang kini menjabat tangan satria membuat Wina tersenyum.


"satu bulan lagi datang lah ke rumah ku kita bicarakan hal ini sama putri kita, bicarakan sama anggota keluarga mu yang lain"ucap satria membuat Abraham tersenyum.


"terimakasih udah jaga Rafani dengan baik"ucap Abraham yang di balas kekehan oleh satria.


"dia putri ku Abraham"ucap satria yang mendapat anggukan dari Abraham.


"akan aku bicarakan sama keluarga Akbar, Samuel, Tristan, dafit, Alatas, Herman dan Hendra"ucap Abraham membuat satria mengangguk.


"saya tunggu kehadiran kalian "ucap satria yang kini berpamitan untuk terbang ke Australia karena iya ada perkerjaan di sana.


"hati-hati lah"ucap Wina yang di angguki pelan oleh satria.


...flashback off....