Rafani Azahra

Rafani Azahra
Alfan Malik



jam menunjukkan pukul 19:45 mobil yang di Kendari oleh ceshen masuk kepangkaran rumah Abraham bertepatan dengan mobil Giovan yang juga masuk ke halaman itu.


Rafani keluar dari dalam mobil yang di ikuti dengan ceshen tak Lama Giovan keluar dengan Akila dan Devi yang menampilkan wajah kusut mereka Rafani menduga jika mereka baru bangun tidur.


"enak banget dah tidur"ucap Akila merentangkan tangan nya lebar-lebar.


"wesss, sangking enak nya gak mau bangun"Sindir Rafani membuat mereka berdua cengengesan.


"selamat datang den muda dan nona muda"ucap sosok laki-laki dan juga di susul sama sosok perempuan.


mereka semua kompak menoleh dan mengangguk kecil sambil tersenyum ramah.


"mang jono tolong letak kan mobil kita ke tempat garasi"ucap giovan mang jono yang mendengar nya pun mengangguk.


"baik den"ucap nya mengambil kunci yang di didik Giovan dan ceshen.


"ayokk den non masuk makan malam dah bibi siapin di meja makan"ucap bi darmi.


mereka semua mengangguk dan masuk ke dalam mengikuti bi Darmi.


"bi kita mau bersih-bersih dulu bi, entar kita turun buat makan"ucap rafani saat mereka sampai di ruang tamu bi Darmi menoleh.


"oh, baik non tapi mohon maaf bibi sama pak Jono pulang dulu karena tugas kita cuma sampe jam segini non besok pagi balik lagi buat beres-beres"ucap bi darmi Rafani yang mendengar nya mengangguk.


"baik lah gak papa bi, bibi sama pak Jono pulang aja"ucap Rafani lagi setelah nya bi Darmi pun pamit pergi.


"kamar kita di lantai tiga"ucap Rafani Menatap ke arah teman-temannya.


"gue mau sama Devi gak masu sendiri"ucap Akila yang kini memeluk lengan Devi.


"CK, apa an sih Lo takut ya"ucap Devi mengejek Akila.


"gue bukan takut tapi Lo lupa ini rumah Rafani kan dah lama gak di huni pasti angker"ucap Akila mulai panas dingin.


"apa sih Lo ini rumah baru juga sebulan kosong"ucap giovan yang mendelik menatap Akila.


"ya tetep aja gue mau tidur satu kamar sama Devi titik"ucap Akila tegas mereka yang mendengar nya menghela nafas.


"ya udah Lo berdua nanti masuk kamar yang pintunya warna putih soal nya cuma kamar itu yang kasur nya jumbo"ucap Rafani Devi dan Akila pun mengangguk.


dan setelahnya mereka menaiki tangga dengan rafani di depan saat sudah di lantai dua mereka memencar di mana Giovan mengikuti arah Akila dan Devi dan Rafani bersama ceshen.


"kamar Lo di sebelah situ"ucap Rafani menunjuk kamar yang bercorak Hitam itu ceshen yang mendengar nya mengangguk dan berjalan ke arah kamar tersebut.


tak beberapa mereka kembali turun ke bawah dan duduk di meja makan masing-masing setelah membersihkan diri tadi mereka langsung turun untuk makan malam.


"eh , Ra rumah Lo emang gak terlalu besar tapi mewah juga"ucap Akila Rafani yang mendengar nya hanya mengangguk.


"tapi lebih mewah ruang bawah tanah sih"timpal Giovan Akila dan Devi kompak menoleh.


"Lo pernah"ucap Devi Giovan mengangguk.


"pernah udah 2 kali malah"ucap giovan Akila dan Devi mengangguk.


"kita mulai dari malam ini"ucap ceshen mereka semua pun menoleh ke arahnya.


"boleh sih kita gerak waktu malam aja biar gak di curigai bi Darmi sama mang jono"ucap giovan lagi.


"ok, kita habis ni masuk ruang bawah tanah "ucap Rafani yang di angguki oleh yang lain nya.


_#skip.


"wahhh gila gede kali ni ruang bawah tanah"kagum Akila.


"CK CK ini ni tipe orang sultan "ucap Devi Rafani yang mendengar nya terus berjalan menuju lorong dan setelahnya berdiri di depan cermin tak lama pintu rahasia itupun terbuka Akila dan Devi kompak melongo tak percaya.


"anjeng, gila keren banget rumah Lo Ra"ucap Devi dan Akila barengan.


"ini rumah bokap gue klo Lo lupa"ucap Rafani Akila dan Devi pun hanya tersenyum.


"ayokk masuk"ucap giovan yang menuntun buat masuk ke dalam.


mereka pun masuk ke dalam dan berjalan ke arah lorong c dan masuk ke ruangan pojok sesampai nya didalam mereka kembali terkejut dengan banyak nya alat-alat pendeteksi.


"CK, beneran mafia keluarga gue"ucap Rafani geleng-geleng kepala tak habis pikir.


"udah ayokk kerja dulu"ucap giovan lagi Rafani dan ceshen saling pandang dan mengangguk setelahnya Rafani dan ceshen masuk ke satu ruangan kecil yang di tunjukkan oleh Giovan tempat di mana alat pelacak berada sedangkan giovan Devi dan Akila tetap di ruangan itu karena berkas-berkas soal Arsenal ada di sana.


_#skip.


...ruangan....


ceshen dan Rafani fokus pada komputer di depan mereka dengan jari jemari mereka yang menari-nari di atas papan keyboard.


bunyi dari ketik kek ketik terus terdengar di dalam ruangan itu dan sesekali mereka melihat satu berkas yang berkaitan dengan penyelundupan senjata itu.


namun tak lama ponsel Rafani berdeting Rafani yang melihat itu pun langsung mengambil ponsel nya dan melihat pesan dari sisi iya pun membuka chat wa kontak sisi .


di sana tertulis tentang informasi sisi di Eropa Rafani yang melihat nya menyungging kan senyum tipis nya ketika melihat beberapa foto dan juga video di sana.


"**Lo cari tau siapa cowok itu"


^^^"udah dan data nya dah gue kirim**"^^^


Rafani melihat lagi data-data yang di kirim oleh sisi dan iya mengerutkan keningnya Heran.


"**siapa dia"


^^^"Bianca orang tua nya kerja sama dengan keluarga Abimana dan di sini juga tertera jika Bianca sudah bertunangan "^^^


"terus ada lagi"


^^^"ada keluarga Abimana berkerja sama selama 15thn dengan keluarga Malik dan juga arlexsa^^^


^^^Gustian dan di sini keluarga Abimana juga berkerja sama dengan orang tua ceshen selama 4thn** "^^^


Rafani yang membaca itu pun tersentak iya menatap sekilas ceshen yang masih fokus di depan layar komputer nya dan kembali menatap ke arah pesan yang dikirim sisi.


iya kemudian mengetuk-ngetuk jari nya di meja depan pelan dan langsung menatap 3 keluarga yang kini menjadi kecurigaan awal nya dan bergantian menatap ke arah ceshen.


sedangkan ceshen yang merasa ada yang menatap nya pun menoleh sekilas ke arah rafani yang kini langsung membuang muka ceshen yang melihat itu mengangkat alis bingung.


"kenapa"ucap ceshen.


"gak papa"ucap Rafani.


"ya udah cepat kerjain"ucap ceshen lagi Rafani yang mendengar itu pun langsung menegak kan badan nya dan fokus ke arah komputer nya.


"Cen"Guam pelan Rafani.


ceshen iya ya mendengar panggilan itu pun tersentak menatap tajam ke arah rafani.


"gue ceshen bukan cen"ucap ceshen lagi menatap tak suka jika namanya yang dulu di sebut-sebut .


"dih bodo ya penting gue suka"ucap Rafani melongos ceshen yang mendengar nya pun menatap Rafani makin tajam.


"apa sih cen cuma nama aja ya elah, ni mending Lo bantu gue cari soal keluarga Malik"ucap Rafani lagi.


"emang kenapa"ucap ceshen mengangkat alis nya bingung.


"udah si cari aja ayokk ah banyak nanya "ucap Rafani lagi ceshen yang mendengar nya memutar bola matanya jengah namun tetap mengetik kan nama Malik.


"CK, nama lengkap nya apa oon"ucap ceshen Rafani yang mendengar nya melotot.


"Lo yang bodoh gak nanya gak usah bilang gue oon juga"ucap Rafani kesel.


"buruan "ucap ceshen yang malas bertengkar sama cewek di sebelah nya Rafani yang melihat itu mendengus.


"Alfan Malik"ucap Rafani ceshen pun langsung mencari tentang nya dan di susul oleh Rafani.


sekitar 2 jam mereka berdua sibuk di depan layar komputer kini mereka sama-sama saling tatap dan setelahnya menghela nafas sambil meregangkan otot-otot tangan mereka.


"CK,,pintar banget dah"Guam Rafani lagi menatap hasil nya dan juga hasil ceshen.


"kek nya harus kita yang turun tangan"ucap ceshen Rafani menatap ke arah ceshen bingung.


"kenapa"ucap rafani.


"gue yakin kalo yg bergerak itu kakek dan opa Lo pasti ketahuan sama mereka berbeda kalo kita yang turun tangan yang pasti tepak satu di tepak Semua"ucap ceshen Rafani yang mendengar nya pun sekilas berfikir dan tak lama memilih mengangguk ceshen yang melihat nya pun tersenyum kecil yang tak terlihat oleh Rafani sendiri.