Rafani Azahra

Rafani Azahra
kaget



sosok adx kelas tadi tentu gemetaran ketika mengantar makanan pesanan geng nya azahra mengingat mereka tukang bullying bahkan saat tadi iya di panggil oleh Devi iya dah takut kalo jadi target bully atau mungkin di palak.


saat selesai menata makanan yang di pesan orang queen nya SMA purnama Akbar adx kelas itu pun berniat untuk pergi.


"em, k-kak a-aku boleh pergi"cicit nya pelan sambil menunduk kan kepala nya.


azahra Akila dan Devi yang mendengar nya pun menoleh ke arah adx kelas itu.


"gak perlu lo duduk sini"ucap Akila yang membuat adx kelas tadi tersentak makin gemetaran azahra yang melihat itu pun menghela nafas.


"udah duduk aja"ucap Devi menatap adx kelas itu.


"ta--tapi kak"ucap nya lagi.


"duduk atau mau kaki Lo gue parah in"ucap azahra dingin yang langsung membuat adx kelas itu terkejut bukan main iya pun memilih duduk dari pada terjadi aneh-aneh kepada nya nanti.


sosok adx kelas tadi duduk di samping azahra yang kini tengah mengaduk-aduk bakso di mangkok nya, saat ini semua murid menatap ke arah adx kelas itu kasihan.


"mi goreng Lo buat gue"ucap azahra menatap Devi sedangkan Devi yang tengah memakan mie ayam menoleh ke arah nya.


"lah azahra masih lapar"ucap nya menatap ke arah azahra.


"bukan buat gue tapi buat dia"ucap azahra menunjuk ke arah adx kelas yang terus menunduk dengan memilin ujung jari nya.


"yah tapi Ra"lesu Devi yang di balas tatapan tajam yang membuat Devi manyun lalu iya pun menggeser bakso dan jus apel nya ke arah adx kelas.


"eh eh ,,g-gak papa ko kak gak usah"ucap adx kelas kaget.


"makan atau kuah bakso ini ke muka Lo"ucap Akila yang langsung di angguki oleh adx kelas yang bisa di kenal namanya Kiran.


"apa an sih yang di lakuin sama azahra dulu sampe-sampe banyak orang yang takut sama mereka"ucap azahra dalam hati sambil geleng-geleng kecil.


_#skip.


tak berselang lama pekik kan terdengar riuh di sepanjang koridor kantin para most wanted SMA purnama Akbar lah pelakunya di tambah adanya ceshen yang makin membuat suasana makin riuh.


namun berbeda dengan hal nya geng azahra dan di tambah satu adkel yang tidak berani berbicara banyak karena takut dan memilih menikmati makanan mereka.


...hingga tak lama......


brukkk.


Ting prangg.


"zela?"


bunyi kursi jatuh bersahutan dengan jatoh nya mangkok bakso dan satu orang gadis yang sudah terduduk di bawah dengan meringis kesakitan memegang tangan dan pahanya yang tertumpah an kuah bakso yang panas.


"ma-maaf k-kak ak-aku ti--tidak se-sengaja"ujar sosok itu yang kini tengah menahan rasa sakit dan juga rasa takut nya.


gadis yang tak lain adalah zela yang kini sudah menangis di dalam dekapan Zidan yang menatap sosok adx kelas tadi dengan tatapan tajam.


kantin saat ini sunyi menatap ke arah mereka dengan diam dan menatap seorang gadis dengan kasihan.


"maaf kak maaf aku beneran gak sengaja"ucap gadis itu ketakutan.


sedangkan di meja lain lebih tepatnya di meja azahra kiran menatap sosok yang sudah menangis sambil ketakutan itu pun tersentak.


"Clara "Guam gadis itu menatap ke arah teman nya dengan tatapan sendu.


Akila dan Devi yang mendengar itu pun menoleh ke arah ceshen dkk juga zela dkk yang kini masih memarahi adx kelas yang namanya Clara tadi.


berbeda hal nya dengan azahra yang mendengar nama itu terdiam kaku dengan tangan yang memegang sendok kian mengerat iya menatap ke arah Kiran dan menoleh kearah zela dkk serontak melotot ketika kenal siapa yang menangis itu.


seketika azahra mengepel kan tangan nya kuat dengan mata memerah dan kilatan tajam nya.


"Lo kenal sama dia"ucap Akila menatap kiran yang di angguki oleh nya.


"lah asem bukan nya tadi si zela yang sengaja nabrak tuh temen Lo"ucap Devi menatap teman kiran.


"dih anjing kenapa malah adx kelas nya yang di salahkan "ucap Akila.


"serius Lo"ucap azahra menatap kedua sahabat nya tajam.


"iya azahra gue liat ko tadi beneran dah suer"ucap Devi langsung ketika melihat tatapan azahra yang menakutkan.


ke adaan di tengah kantin semakin memanas saat zela mengangkat telapak tangan nya yang memerah karena terkena cipratan air panas itu.


"Lo liat tangan zela sudah memerah karena kuah bakso Lo ? makanya punya mata itu di pake"teriak Zidan, tidak ada yang berani menghentikan nya bahkan semua orang diam membisu melihat kemarahan Zidan.


adx kelas itu menunduk ketakutan dengan air mata yang terus keluar.


gion mendekati adx kelas itu seraya berjongkok di depan nya dengan mencengkram kuat dagu gadis itu yang membuat nya meringis kesakitan sambil mendongak ke arah mereka semua.


"Lo buat luka tangan adx kesayangan gue"tekan gion dengan amarah yang meletup-letup iya sama sekali tidak memperdulikan darah yang sudah mengalir dari dagu gadis itu karena cengkraman nya yang sangat kuat.


"am-ampun kak ak-aku gak sengaja"ucap gadis itu dengan terbata-bata.


"enak banget Lo bilang gak sengaja Lo gak liat adx gue kepanasan "ucap gion lagi menatap adx kelas itu dengan tajam.


sedangkan sang adx kelas yang namanya Clara hanya bisa diam dan pasrah.


Tampa mereka sadari dari kejauhan ada sosok gadis yang menatap mereka sadari tadi dengan tatapan tajam nya iya dari tadi diam menatap apa yang akan di lakukan oleh geng itu terhadap adx kelas itu.


namun melihat tindakan mereka yang sudah di luar batas membuat sosok Rafani Azahra yang terkenal ratu nya dunia puncak silat dan juga taekwondo itu mengepal kan tangan nya kuat.


azahra masih diam dengan tatapan tajam nya mantap gion yang kini mencengkram dagu gadis itu hingga berdarah azahra yang melihat itu nyaris meneteskan air matanya namun sebisa mungkin iya tahan karena mengingat di sekitar nya ada Akila dan Devi yang kini menetap ke arah nya.


Akila dan Devi dari tadi menatap ke arah azahra minta persetujuan ingin menolong teman dari koran namun melihat tidak ada respon azahra membuat mereka hanya diam dan mantap ke arah rombongan itu lagi.