
Rafani Azahra iya keluar dari dalam mobil dengan tatapan tajam nya menatap ke arah beberapa orang berbadan kekar itu.
"nona bisa anda keluar kan nona kami"ucap salah satu nya dengan ramah.
"jika gue gak mau Lo pada mau apa"ucap rafani dengan senyuman nya.
"anda jangan main-main sama kita nona"ucap salah satu nya lagi.
"owhh,, tentu main-main itu bukan nya hal yang menyenangkan"ucap azahra sambil berjalan ke arah mereka, sedangkan mereka yang merasa di permainkan pun marah.
"nona,, anda sebaiknya suruh nona kami keluar sebelum anda kami hajar"ucap yang satu nya lagi yang kini menatap Rafani nyalang.
"kalo gue gak mau gimna"ucap Rafani lagi sosok laki-laki sangar yang di yakini Rafani adalah ketua nya pun menatap Rafani dengan kilatan tajam.
"kurang ajar serang dia"ucap orang itu Rafani yang menatap satu demi satu ada yang ingin menyerang nya pun langsung menekan tombol pengunci mobil biar sewaktu-waktu sisi gak keluar atau ketangkep.
kini Rafani Azahra iya melawan 6 orang suruhan ayah nya sisi iya menerjang memukul memelintir dan sebagainya tak membutuhkan waktu lama sekitar lebih 10 menit orang itu dah tumbang Rafani yang melihat itu tersenyum senang berbeda dengan sisi yang sudah melongo tak percaya.
"ka- kapan azahra bisa bela diri"Guam nya terkejut.
satu di antara orang itu mau dan ingin menendang Rafani dari samping namun Rafani serontak menahan kaki nya dan memukul di bagian tulang kering orang itu dengan siku nya tak sampe di sana iya pun menendang pinggang orang itu dengan kerang yang membuat nya merintis kesakitan.
"kurang ajar"ucap teman nya yang melihat itu menatap Rafani dengan tajam.
satu di antara mereka berdiri dengan memegang pisau Rafani yang melihat itu menatap nya datar berbeda dengan sisi yang sudah membekap mulut nya.
orang itu mau mau menggores kan nya di pipi Rafani tapi tangan orang itu sudah di tahan oleh tangan Rafani Tampa berlama-lama Rafani langsung menonjok muka orang itu dua kali dan beralih menendang perutnya Rafani pun berputar dan membelakangi orang itu dengan tangan orang itu masih berada di tangan nya.
Rafani pun mengangkat badan orang itu dan menghempaskan tubuhnya ke aspal yang membuat nya tak bisa berkutik sama sekali.
bughh
bughh
suara baku hantam tak di hindari dengan satu lawan empat Rafani menatap empat orang yang kini melingkari nya.
satu orang maju dari belakang Rafani yang reflek pun menendang kan kaki nya sehingga sosok itu terjatuh dan di susuli oleh satu orang yang mengarah kan pisau nya ke kepala serontak Rafani pun melakukan kayang yang langsung bangkit mengganjar sosok itu sampai babak belur.
Rafani lengah sampai-sampai tidak menyadari satu orang yang mengarah ujung pisau nya ke arah belakang nya Rafani, sisi yang melihat itu pun terkejut bukan main iya mencoba membuka pintu namun sialnya pintu itu terkunci.
"azahra awas"teriak nya serontak Rafani pun menoleh ke arah belakang dan tepat ujung itu dikit lagi mengenai kepala nya iya pun mundur sampai mentok ke arah mobil nya.
"si-siapa kau sebenarnya azahra yang ku kenal gak sehebat dan sepandai ini"kaget sisi menatap azahra tak percaya.
sedangkan saat ini Rafani yang awal nya memegang pegangan pada pisau lipat itu pun membalik nya sehingga pegangan nya ke atas dan lancip pisau ke bawah iya memegang tangan laki-laki yang menyerang nya tadi dan dengan kilatan tajam nya iya pun langsung menancap kan pisau nya ke arah leher laki-laki yang membuat semua teman-teman kaget bukan main.
mereka gak menyangka ada perempuan SMA yang sudah lihai seperti nya laki-laki yang di hadapan Rafani serontak melotot dengan tubuh yang sudah jatuh ke aspal tampa bergerak sama sekali.
kini Rafani maju menatap satu orang lagi yang kini sudah gemetar menatap nya Rafani yang melihat itu pun menyunggingkan senyum iblis nya sosok laki-laki tadi termundur melihat gerakan itu Rafani pun langsung gerak cepat dengan memegang bahu nya.
laki-laki itu serontak melawan dengan membabi buta oleh Rafani yang tetap bisa menangkis gerakan nya.
"arghh sial sial sial mati aja Lo mati"ucap laki-laki itu menendang Rafani namun kaki nya di tangkap oleh Rafani.
Rafani menatap orang itu dengan senyuman iblis nya" CK, Lo kalo yang mati"ucap Rafani dan seterusnya Rafani menancap kan pisau milik nya ke arah ***** milik laki-laki itu yang membuat nya menjerit keras dengan darah yang banyak sisi yang melihat itu tentu aja gemetar ketakutan dengan air mata yang keluar.
"Lo iblis azahra Lo iblis"batin nya menatap Rafani takut.
sedangkan sosok Rafani iya ya melihat itu pun terkekeh hambar.
"cekheh, sorry sorry gak sengaja gue sumpah"ucap nya mantap polos laki-laki yang kesakitan memegang kelamin nya dengan tubuh yang mulai melemah.
Rafani menatap ke sekeliling nya di mana semua nya tumbang tidak bergerak sama sekali walupun dua orang yang merasakan sakit nya pisau nya namun sisa nya percaya lah bawah Rafani menghajar mereka mengenai urat Fital ya pasti kalo gak lumpuh ya mati pikir nya.
sisi lain dari Rafani Azahra iyalah bukan hanya sosok yang pendiam iya juga sosok iblis jika sudah marah.
Rafani Azahra berjalan ke arah mobil nya dan membuka kunci mobil itu iya melihat sisi yang bergegas keluar dari mobil Rafani yang melihat itu hanya diam dengan tatapan datar.
sedangkan sisi iya ya melihat betapa iblis nya azahra pun terus membuka mobil azahra yang di kunci namun setelah tau jika mobil azahra sudah gak berkunci iya pun langsung ingin kabur menghidupi iblis di depan nya.
"selangkah aja Lo niat kabur dari gue jangan salah in gue jika nasib Lo lebih parah dari mereka"Guam nya yang langsung dapat di dengar oleh sisi kini sisi hanya bisa terdiam kaku dengan badan yang bergetar menatap azahra dengan takut.
"kenapa? Lo takut sama gue! kan udah gue bilang tutup mata kalo gak sanggup liat"ucap Rafani tajam menatap ke arah sisi.
"maaf Ra gue gak akan kabur beneran tapi gue mohon ampuni gue"ucap nya menatap Rafani.
"CK, gue bakal ampuni Lo asal Lo nurut apa kata gue dan setia sama gue kalo sampe lu ingkar janji Lo tanggung sendiri "setelah mengatakan itu Rafani Langsung memasuki mobil nya dengan sisi yang masih terdiam kaku menatap mayat-mayat di depan nya.
"kalo Lo gak mau masuk bilang biar gue bunuh Lo sekalian "sentak Rafani sisi yang sadar pun langsung berbalik dan masuk ke mobil azahra dengan perasaan campur aduk.
di dalam mobil hanya ada keheningan di mana sisi yang terus menunduk sambil memegang ujung jari nya dan Rafani yang melepaskan sarung tangan nya yang penuh darah dengan perlahan memakai switer nya yang besar biar gak ada yang tau jika baju nya penuh akan darah sisi sama sekali gak berani berbicara bahkan menoleh ke arah azahra aja iya takut jadi iya Memilih diam dengan rafani yang masa bodo akan hal itu malah lebih baik seperti ini pikir nya.