
Rafani saat ini berjalan ke arah taman belakang di mana masih ada ceshen yang setia mengikuti nya.
Rafani berjalan ke arah salah satu kursi yang terdapat di samping tak jauh dari kolam renang Rafani mendudukkan dirinya di kursi tersebut yang di ikuti oleh ceshen.
Rafani iya mendongak ke atas yang kini memperlihatkan cahaya bulan jangan lupakan dengan bintang yang menemani malam Tersebut.
ceshen iya menoleh ke arah rafani yang kini setia menatap ke arah depan melihat hal tersebut membuat ceshen juga mendongak.
"indah"Guam ceshen membuat Rafani menatap nya sekilas.
"gua gak nyangka hari ini akan benar-benar terjadi"ucap Rafani yang kini kembali menatap ke arah langit.
"di saat gue benar-benar tidak tau harus gimna lagi buat kehidupan gue di sini gue benar-benar gak nyangka hari ini terjadi "ucap Rafani.
ceshen yang mendengar itu menatap ke arah rafani dan tak lama tersenyum kecil.
"apa Lo seneng "ucap ceshen membuat Rafani menatap ke arah nya.
"tentu "ucap Rafani membuat ceshen mengangguk.
"soal rencana "ucap ceshen membuat Rafani terdiam.
"apa Lo gak mau nikah sama gue Ra"ucap ceshen membuat Rafani tersenyum tipis.
"gue mau nanya, apa pernikahan menurut Lo"ucap Rafani menatap ke arah ceshen yang kini mengangkat alis nya.
"suatu hubungan yang tidak bisa di katakan main-main, karena gimana pun pernikahan adalah salah satu dua orang yang akan bersama "ucap ceshen membuat Rafani mengangguk.
"pernikahan bukan lah hal yang patut untuk di permainkan ceshen, apa lagi ini menyangkut dengan Arsenal gue gak mau terburu-buru hanya untuk memancing nya keluar, gue harus mikir kan ya Mateng soal ini"ucap Rafani membuat ceshen terdiam.
"rencana mereka emang bagus, tapi tidak dengan terburu-buru untuk menikahkan kita bukan"ucap Rafani lagi.
"cukup jalani aja ceshen gue yakin mereka akan mengerti, tidak dengan cara seperti itu untuk memancing kehadiran Arsenal gue yakin ada cara lain"ucap Rafani.
"gue gak maksa Kalo Lo belum siap Ra"ucap ceshen membuat Rafani mengangguk.
"gue bakal cari rencana lain"ucap Rafani yang di angguki oleh ceshen.
"sekarang kita harus tau terlebih dulu keberadaan Arsenal sen"ucap Rafani membuat ceshen menatap ke arah nya.
"dia ada, tapi gak di sekitar kita"ucap Rafani lagi.
"dia di suatu tempat tapi kita gak sadar akan kehadiran nya"sambung ceshen membuat Rafani tersenyum.
"Italia"ucap mereka kompak membuat ceshen dan Rafani tertawa.
"CK, sini peluk"ucap ceshen yang langsung menarik Rafani ke dalam dekapannya, Rafani pun hanya diam tanpa menolak.
"gue bakal tunggu hari di mana Lo siap buat gue ikat"ucap ceshen membuat Rafani mendelik.
"CK, main ikat aja gue butuh waktu penyesuaian sama perasaan gue"ucap Rafani membuat ceshen terkekeh.
"iya gue tau"ucap ceshen yang kini mencium sekilas kepala Rafani.
"ekhem, dah malam masuk"Rafani dan ceshen kompak mendongak dan cengengesan di saat melihat sudah ada Abraham dan Johan yang menatap ke arah mereka.
"masuk sana"ucap Johan yang di angguki oleh keduanya.
_#skip.
pagi ini semua orang sudah berkumpul di taman belakang guna melaksanakan sarapan pagi, mengingat mereka ada banyak hal itu membuat meja makan di ruangan satria tidak muat.
maka dari itu mereka memutuskan untuk di taman belakang sambil menghirup udara pagi.
mereka duduk di taman belakang sambil menunggu seseorang yang masih belum kelihatan batang hidung nya.
"kak Rafani mana sih"gerutu Clara yang kini menatap ke arah pintu guna melihat ada tidak nya sang kaka.
"gue di sini"semua orang kompak menoleh ke arah rafani yang kini berjalan ke arah mereka.
"lama banget sih kak, clara lapar"kesal Clara membuat Rafani berkecak pinggang.
"heh putri bungsu keluarga Abraham gue gak ada nyuruh Lo nungguin gue ya"protes Rafani membuat yang lain Terkekeh.
Clara yang melihat itu mencibir kakanya."buruan kak HADOHHH lapar ini"kesal Clara membuat Rafani mendengus.
"Giovan mana"ucap Rafani membuat mereka saling tatap.
"lah Giovan kan ada di Eropa"ucap tilo Yang di angguki sama yang lain.
"CK, belum datang kek nya"ucap Rafani membuat mereka menatap nya heran.
"emang ada apa Rafani"ucap Alatas membuat Rafani menatap ke arah nya.
"gak ada kalian makan aja dulu,"ucap Rafani yang di angguki oleh mereka.
"makan aja dulu"ucap Rafani membuat yang lain kembali makan.
_________
"Rafani dan semuanya Devi yang cantik dan baik come here"semua orang yang berada di taman belakang kompak terjolak di saat mendengar suara teriakan yang melengking tersebut.
"astaga"
"astaghfirullah "
"nah kan orang utan datang"
"keturunan Akbar emang beda"
"CK, tuh anak udah nikah juga"
"makin parah kaya nya"
semua orang kompak menggeleng di saat melihat sosok perempuan yang kini berjalan ke arah mereka sambil cengengesan.
"aaaaaa, Ra gue kangen "ucap Devi yang langsung memeluk Rafani membuat Rafani membalak.
"bu-busettt mati anak orang "ucap Rafani memukul tangan Devi membuat Devi cengengesan semua orang yang melihat itu menggeleng.
"kangen banget deh, akhirnya kita bisa kumpul lagi"ucap Devia yang kini menatap ke arah rafani dan Akila dengan mata berkaca-kaca.
"ekhem, ko jadi serba salah "Guam Rafani tersenyum kiuk melihat ke arah sahabat nya yang kini entah kenapa sifat nya sensitif.
"gue juga kangen "ucap Rafani langsung memeluk Devi yang di ikuti oleh Akila.
"jangan pergi lagi loh ya"ucap Devi membuat Rafani mengangguk pelan.
"ini ngomong-ngomong kenapa Lo sensitif amat dah"ucap gion membuat semua orang mengangguk.
"bener tuh, perasaan Devi gue gak kaya gini deh"ucap Rafani membuat Devi menatap ke arah Giovan.
"kecolongan mungkin "ucap tilo membuat semua orang menatap ke arah nya.
"maksudnya "ucap mereka kompak, tilo yang melihat itu cengengesan.
"aaa-, anu biasanya kan orang yang mudah sensitif kalo gak halangan ya hamil kaya si Bianca kemaren "ucap tilo membuat semua orang Terdiam.
Rafani menatap ke arah Giovan yang kini tersenyum tipis ke arah nya lalu pandangan Rafani menatap ke arah Devi yang kini merunduk.
"sutt, sutt"bisik Rafani membuat Devi menatap ke arah nya.
"bener"ucap Rafani pelan yang di balas cengiran oleh Devi melihat hal tersebut membuat Rafani membalak.
"waaaaaaaa, gue mau punya empat keponakan"heboh Rafani membuat Devi membalak semua orang yang mendengar hal tersebut terkejut.
"benar Giovan"ucap ayah Devi yang membuat Giovan mengangguk kecil.
"loh, loh sejak kapan ko gak ada yang kasih tau"heboh mama Devi yang kini sudah mendekat ke arah sang anak.
"sudah dua Minggu ma, Devi sengaja karena mau kasih kejutan"ucap giovan membuat yang lain mengangguk.
"dan alasan lainnya adalah dia ingin Rafani orang yang harus mendengar kabar ini"ucap giovan lagi membuat semua orang terdekat.
Rafani yang mendengar hal tersebut terkejut iya menatap ke arah Devi yang kini sudah terisak di dekapan sang mama nya.
"gue gak nyangka pertemuan gue ternyata di kasih hadiah yang sangat penting"ucap Rafani membuat Devi menatap ke arah nya.
"hiks hiks, gue tau Ra Bianca dan Dila udah nyebar tuh kabar kecebong Tampa mau nunggu elo maka dari itu gue mau elo orang yang harus tau kabar ini, Lo harus tau keponakan elo mau elo orang yang pertama tau tentang dia"ucap Devi membuat semua orang tersenyum.
Rafani yang mendengar itu berusaha menahan hawa panas di mata nya iya menegang perut rata Devi sambil berucap.
"welcome nephew Aunt, Aunt and others are waiting for your presence"ucap rafani membuat Devi menangis kejer di dekapan ceshen membuat Giovan membalak.
"woy, woy, woy, istri gue"panik Giovan yang langsung mengambilnya tubuh Devi membuat semua orang mendelik.
"CK, positif "sindir Aryan.
"biasa lah,"ucap fatan menggeleng tak habis-habisnya.
"bumil meresahkan ya"ucap Zidan membuat yang lain Terkekeh.
"CK, apa sih Van gue kan mau meluk Kaka ceshen anak Lo ini yang minta"kesal Devi membuat Giovan Menghela nafas.
"gak ada ceshen juga ada Rafani ngapain Lo meluk dia Gue suami Lo"ucap giovan membuat semua orang Terkekeh.
Rafani yang melihat itu hanya bisa menggeleng iya menatap ke arah ceshen yang kini mengelus kepala nya sambil tersenyum.