Rafani Azahra

Rafani Azahra
sisi Arora



di sisi lain sebuah mobil sport BMW 18 berwarna merah mobil itu di Kendari oleh dua orang dengan yang membawa nya adalah ceshen ya itu adalah mobil ceshen yang di samping nya sudah ada Aryan.


saat di lampu merah mobil yang di Kendari oleh ceshen berhenti tepat di samping mobil sport berwarna merah bercorak hitam Aryan ya mengenali mobil itu pun sepontan berucap.


"eh, sen itu kek nya mobil azahra gak sih"ucap Aryan sedangkan ceshen yang mendengar nya pun menoleh ke arah samping mencoba menajamkan penglihatan nya namun karena kaca mobil itu terlalu hitam iya pun mengangkat bahu acuh.


Aryan yang melihat itu pun langsung bungkam mengalihkan pandangan nya ke arah depan.


saat lampu hijau mobil merah bercorak hitam itu melaju pesan yang di ikuti oleh ceshen karena mengingat arah tujuan nya sama.


saat sampai di depan lapangan basket ceshen memberhentikan mobilnya dan menyuruh Aryan turun.


"turun Lo"ucap nya.


"lah buset Lo gak jadi main apa gimna"ucap Aryan menatap ceshen heran.


"CK, entar gue nyusul gue ada kerjaan"ucap nya lagi menatap tajam ke arah Aryan , sedangkan Aryan yang melihat itu pun cemberut dan keluar setelah Aryan keluar ceshen langsung melanjutkan mobil nya ngikuti mobil merah bercorak hitam tadi.


Aryan menatap nanar mobil ceshen sambil berdecak pinggang."CK , aneh banget dah tu anak"ucap nya dan langsung masuk ke dalam lapangan.


_#skip.


Rafani Azahra sengaja mengehentikan mobil nya iya ingin melihat apa yang terjadi pada sosok gadis yang masih berlari itu.


"tolong"teriak nya sambil berlari.


"nona, berhenti nona "ucap orang yang mengejar nya.


"tidak saya tidak mau kalian berhenti mengejar saya"ucap nya lagi.


"nona anda harus pulang"ucap orang itu sambil mengejar sosok gadis itu.


sosok gadis yang tak lain adalah sisi Arora iya adalah sepupu nya Zidan Alexander iya terus berlari menghindari kejaran beberapa orang suruhan ayah nya.


iya menatap ke arah depan dan melihat ada sebuah mobil berhenti Tampa pikir panjang iya pun berlari ke arah mobil itu.


"tuhan semoga orang itu mau menolongku"guam nya menatap mobil itu dengan harap.


saat sudah sampai di mobil yang berhenti tadi sisi pun langsung menggedor-gedor pintu sambil melihat ke arah anak buah ayah nya yang masih jauh.


"tolong, tolong saya"ucap nya dengan panik sambil menggedor-gedor pintu mobil itu sosok di dalam mobil yang tak lain adalah Rafani Azahra iya menatap sosok sisi depan alis terangkat iya pun membuka kaca di samping sisi berada.


sedangkan sisi yang menatap kaca mobil itu terbuka dan menampilkan sosok gadis yang iya kenal pun tersentak kaget namun terkejut jika melihat anak buah ayah nya makin mendekat.


"azahra aku mohon Ra buka mobil kamu tolong aku"ucap nya dengan panik.


"CK, masuk aja gak kekunci"ucap Rafani sisi yang mendengar nya pun langsung masuk.


"HOS HOS , tolong aku Ra bawa aku pergi cepetan "ucap nya yang kini ngos-ngosan Rafani yang melihat itu mendelik.


"Lo siapa yang nyuruh gue"ucap Rafani yang membuat sisi bungkem.


"maaf"cicit nya pelan Rafani menatap ke arah depan di mana orang-orang itu sudah makin mendekat dan menatap ke arah sisi yang kini panik bukan main.


"Lo sebenarnya kenapa "ucap Rafani bertanya ya membuat sisi tersentak.


"ah,, itu mereka anak buah bokap gue lagi ngejar gue"ucap nya.


"gue gak mau di jodoh in sama keluarga erdika karena gue tau mereka cuma mau ngambil alih kekuasaan bokap gue dan tender-tender nya"ucap sisi menjelaskan.


"keluarga erdika "bingung Rafani.


"iya Lo kenal destin anak IPS 5 yang sombong juga angkuh keji di sekolah "ucap sisi Rafani yang mendengar nya hanya menggeleng karena emang dia gak tau.


"pokoknya destin lah Ra gue mohon tolong gue"ucap nya memohon.


"CK, knp gak minta tolong sama Zidan aja kan Lo sepupu nya"ucap rafani.


"kaga bisa keluarga Zidan gak ada yang berani membantah ucapan Bokap gue"ucap nya merunduk dengan suara pelan rafani yang mendengar itu menghela nafas.


"gue mau bantu tapi ada sarat nya"ucap Rafani menatap ke arah depan sisi yang mendengar nya menatap Rafani terkejut.


"emang apa "ucap nya pelan dengan takut-takut menatap ke arah azahra.


"kalo Lo mau jadi mata-mata gue di sisi zela dan setia sama gue, gue bakal mengurus kehidupan Lo"ucap Rafani sisi yang mendengar nya terkejut.


"dan satu lagi tidak ada yang boleh tau tentang gue apa pun itu yang terjadi di kehidupan Lo gimna "ucap Rafani menatap serius sisi.


"ta--tapi"


"kalo Lo gak mau silahkan keluar "ucap azahra sisi yang mendengar nya sepontan terkejut.


"ok , ok gue mau Ra gue mau"ucap nya langsung Rafani yang mendengar itu pun tersenyum miring.


"Lo harus tau jika yang jadi tumbal nya adalah keluarga Lo sendiri "ucap azahra sisi yang mendengar itu terdiam kaku dengan tubuh menegang.


"Mak-maksud Lo"ucap nya kaget menatap ke arah azahra.


"imbalan yang gue mau adalah nyawa keluarga Lo sendiri dan kesetiaan Lo sendiri sama gue gampang bukan, lagian Lo pikir jika pun gue nolong Lo tapi keluarga Lo masih hidup bukan nya mereka masih bisa ngincar Lo"ucap rafani santai.


"so jadi gimna"ucap azahra menatap datar ke arah sisi yang kini menatap nya dengan takut-takut dan bingung.


"dan soal usaha bokap Lo, Lo bisa ngurus itu sendiri dan kembangin usaha keluarga Lo entar kalo Lo gak siap buat ngurus perusahaan gue ada tangan kanan yang bakal ngajarin Lo"ucap Rafani lagi yang berusaha meyakinkan sisi


sisi nampak berpikir iya menatap ke arah azahra dengan tatap terkejut dan gak percaya sejak kapan azahra yang di kenal nya dengan Seca diam-diam bisa berubah jadi manusia yang paling kejam Seperti ini.


namun tatapan nya teralihkan pada segerombolan anak buah ayah nya yang kini sudah menggedor-gedor mobil azahra kuat yang menyuruh nya keluar sisi menatap nya takut-takut dan menatap azahra lagi dengan wajah panik.


"nona ayokk keluar nona"teriak nya.


"kalo nona gak keluar saya akan hancurkan mobil ini"ucap yang lain nya.


"nona ayokk keluar"ucap mereka yang kini sudah ingin menghancurkan kaca mobil azahra sisi yang melihat itu sepontan membalak kan matanya.


"CK,,cepatan napa sih Lo mikir nya keburu hancur mobil gue"bentak azahra yang membuat sisi takut setengah mati.


"iya-iya gue mau asal hidup gue selamat gue gak mau lagi di jadi in boneka sama keluarga itu"ucap nya lagi menatap ke arah azahra serius.


sedangkan azahra yang mendengar itu pun tersenyum tipis iya menatap 6 laki-laki berbadan besar yang terus menggedor-gedor kaca mobil nya Rafani yang melihat itu pun mengambil satu benda di sisi balik tempat pintu mobil nya dan meletakkan nya di sela-sela karet rok nya.


"jika Lo mau liat apa yang bakal gue lakuin silahkan liat tapi jika Lo gak sanggup buat liat Lo cukup tutup mata"ucap azahra menatap serius sisi yang di balas anggukan cepat oleh azahra yang melihat itu tersenyum tipis.