Rafani Azahra

Rafani Azahra
kelas binatang



Rafani berjalan ke arah gerbang sekolah masih dengan wajah datar nya iya menatap ke arah sekeliling yang masih sama banyak pasang mata menatap ke arah nya.


"azahra"langkah kaki Rafani Terhenti di kala mendengar suara tersebut iya menoleh sekilas ke belakang dan mendapati melati yang kini baru sampai ke tempat nya.


"Lo langsung pulang"ucap melati yang di angguki oleh Rafani.


"sama siapa"ucap melati menatap sekilas wajah tembok Rafani.


"di jemput abng Mungkin"ucap Rafani membuat melati mengangguk pelan.


tin..tin..tinn.


Rafani dan melati kompak menoleh ke arah sumber suara kelakson dan tak lama Rafani menatap ke arah melati.


"pulang sama siapa"melati yang mendengar suara Rafani pun tersentak dan tak lama menunjuk dirinya yang di angguki oleh Rafani.


"gue bawa mobil"ucap melati yang di angguki oleh Rafani.


"kalo gitu gue balik"ucap Rafani yang di angguki oleh melati dan setelahnya Rafani pun berjalan menuju ke mobil tersebut.


"bang deka mana"ucap Rafani ketika melihat di dalam mobil hanya ada Bastian.


"ketemu sama cewek nya"ucap Bastian membuat Rafani mengangguk.


"jadi ini yang namanya waktu sibuk tuh anak"batin Rafani yang kini sudah masuk ke dalam mobil.


Bastian iya melajukan mobilnya dengan keheningan di dalam sana di mana Rafani yang asik memainkan ponselnya.


Rafani membuka akun Instagram nya yang lama sesekali akan melihat ke arah Bastian takut jika laki-laki tersebut mengintip.


Rafani menscroll akun Instagram nya dan tak lama gerakan nya Terhenti di kala melihat sebuah foto pernikahan yang di beri caption finally legit di akun sosial media Devi yang me-tag Giovan melihat hal tersebut Rafani tersenyum tipis memandang keluar dari jendela.


"tak terasa sudah hampir sebulan setengah gue ada di sini, dan gue harap kalian bahagia "batin Rafani menatap luar jendela mobil.


tak lama mobil yang di Kendari oleh Bastian sampai di pangkaran rumah mewah satria, Rafani turun dari mobil dan menatap ke arah Bastian yang masih berada di dalam mobil.


"masuk"ucap Bastian menatap ke arah rafani yang masih terdiam menatap ke arah nya.


"abng gak masuk"ucap Rafani menatap bingung ke arah Bastian.


"masih ada meeting di kantor"ucap Bastian, Rafani yang mendengar hal itu mengangguk dan setelahnya iya melangkah kan kaki nya masuk ke dalam mansion.


____________


hari sudah malam, suasana yang dingin tidak membuat Rafani kedinginan, saat ini Rafani sedang duduk di balkon kamar nya dan menatap ke arah luar balkon dengan tatapan datar.


"azahra anak satria jelas-jelas sudah mati, tapi gimna gue buktikan semua ini salah satria"Guam Rafani dengan pelan.


sejujurnya masalah tentang azahra anak satria itu Rafani sudah mengetahui dari bulan lalu di mana dia menghubungi aida untuk membantu nya mencari tentang azahra.


namun siapa sangka sangka jika harapan nya harus pupus akan kematian azahra dan jalan satu-satunya adalah membuat satria percaya akan hal itu semua namun tidak lah semudah itu.


Rafani yang melihat itu menghela nafas, di sini dia benar-benar tidak bisa melacak apapun mengingat semuanya terbatas di mana-mana akan ada cctv begitu juga mata-mata dan harapan Rafani sebenarnya adalah aida namun iya di kejutkan dengan kabar gadis tersebut koma membuat nya menghela nafas lemah.


"padahal tinggal cari Saksi sama bukti rekaman cctv di panti dan juga biodata dulu gue yakin satria bakal tau jika gue benar-benar bukan anak nya"Guam Rafani dengan pelan.


dia akui jika bersama satria dia merasakan kasih sayang laki-laki Tersebut tapi masalahnya dia tetap lah bukan anak satria dan hal itu membuat Rafani tidak bisa terlalu lama tinggal bersama mereka.


_#skip.


Rafani Berjalan di koridor sendiri iya menatap ke arah depan dengan pandangan yang datar tak lama langkah nya terhenti di kala ada yang memanggil nya.


"azahra"Rafani menoleh ke arah belakang dan menyengit mendapati sosok melati yang berlari ke arah nya.


"ada apa"ucap Rafani.


"eh,, tadi ada yang cariin Lo kayanya anak baru deh Lo kenal sama dia"ucap melati membuat Rafani menyengit.


"emang siapa"ucap Rafani.


"namanya Devan"ucap melati membuat Rafani hampir mengumpat.


"sialan emang "batin Rafani merutuki kelakuan Devan.


"orang nya ganteng tau, Lo kenal emang nya sama dia"ucap melati lagi.


"kagak kenal gue"ucap Rafani asal membuat melati menatap nya bingung.


"benar sih kayanya, dia aja anak baru deh baru liat gue"ucap melati.


"cara deketin Lo aja kaya gini mana bawa nama gue lagi parah emang "gerutu Rafani dalam hati tidak habis pikir.


lagi dan lagi langkah kaki Rafani berhenti di depan pintu yang di susul orang melati yang kini sudah menggeleng melihat kelakuan teman kelas nya yang tak pernah berhenti untuk heboh.


"kelas binatang ini"ucap Rafani datar membuat melati tersentak namun tak lama cengengesan.


"emm, iya juga sih"Guam melati Tampa sadar, mata melati menatap ke arah sekitar kelas yang sangat benar-benar heboh membuat nya mengiyakan jika kelas tersebut benar-benar seperti kelas binatang.


"eh,, jika ni kelas binatang lah kita juga dong Ra, kan kita satu kelas ini"ucap melati menatap ke arah rafani yang diam.


"Mel gue boleh nanya"melati menatap ke arah rafani yang tiba-tiba mengajak nya berbicara.


"tumben"batin melati.


"nanya apa"ucap melati menatap heran ke arah rafani.


"jika ada yang di jodohkan sama Lo, apa Lo bakal mau"ucap Rafani membuat melati terdiam mencerna ucapan tersebut.


"maksud Lo"ucap melati menatap bingung ke arah rafani.


"jawab aja"ucap Rafani membuat melati menghela nafas.


"hukum agama lebih baik ta'aruf dari pada pacaran jika benar hal itu gue bakal terima tapi kalo boleh gak dengan cara perjodohan"ucap melati membuat Rafani terdiam.


"intinya Devan harus ta'aruf sama nih cewek bukan karena perkara perjodohan"batin Rafani yang langsung masuk kedalam kelas membuat melati mengekor nya dari belakang.


"azahra kenapa dah"batin melati yang benar-benar penasaran akan tingkah azahra.


"gue yakin sih datar bakal takluk sama nih cewek"batin Rafani yang kini duduk di kursi nya di susul oleh melati.


Rafani dan melati kompak mengambil handset dan meletakkan nya ketelinga karena bagaimanapun kelas tersebut akan sangat heboh dah itu sangat-sangat mengganggu.