Rafani Azahra

Rafani Azahra
flashback 2



"sayang ayokk peluk ayah"ucap Abraham sambil berjalan ke arah sosok gadis berusia 5thn itu.


setelah sampai di depan sang putri iya pun menatap sang putri dengan tatapan sendu sedang sang putri menatap nya dengan tatapan datar dan dingin yang membuat Abraham tersentak karena terkejut namun sang putri tetap berjalan ke arah nya dan memeluk nya.


"mama kamu pasti sembuh kamu jangan khawatir lagi ya"ucap Abraham terhadap sang putri nya yang hanya diam tanpa menjawab ucapan nya yg membuat Abraham terdiam.


Abraham terdiam melihat sang putri yang tak aktif seperti biasanya namun iya hanya menepis semua yang kemungkinan tak terjadi karena iya hanya berpikir jika sang putri hanya shok aja pikir nya.


berhari-hari sudah berlalu dan gak kerasa sudah satu bulan istri Abraham gak kunjung sadar yang membuat Abraham khawatir setengah mati, apa lagi mengingat jika sang putri tampak berubah bukan lagi putri nya yang banyak bicara yang hanya ada sang putri nya yang Terus diam dengan tatapan datar dan dingin yang membuat Abraham bingung.


Abraham duduk termenung di kamar nya sambil memegang foto sang istri dan sekali-kali menatap sang putri yang sedang duduk di taman belakang iya menghela nafas menatap sang putri yang sangat jarang berinteraksi dengan nya lagi gak Seperti biasanya.


Abraham tersentak dari lamunannya ketika mendapati hp nya yang bergetar iya langsung merogoh hp nya yang berada di atas meja samping tempat tidur dan mengangkat nya setelah melihat siapa yang menelepon nya.


namun seketika iya membulatkan matanya ketika mendengar sambungan dari rumah sakit yang mengatakan bahwa istrinya tiba-tiba drop dan kejang-kejang yang membuat Abraham panik.


"bi,bibi"teriak Abraham sambil berlari menuruni anak tangga di rmh nya.


"ada apa tuan"ucap bi sumi yang langsung keluar dari arah dapur ketika mendengar suara majikan nya yang memanggil nya.


"cepat panggil Rafani untuk ke rumah sakit Dahlia sedang keritis bi"ucap Abraham cepat kepada sang bibi yang membuat bi sumi panik.


"baik tuan" ucap bi sumi dan berlari guna mencari anak majikan nya.


Rafani Azahra satu-satunya putri dari keluarga setifen Abraham dan Dahlia Supari Selaku ibu dari Rafani Azahra dan juga istri dari setifen Abraham.


____###skip rumah sakit.


saat ini di depan pintu ruangan ICU sudah ada Abraham Rafani Azahra dan sang bibi yang tengah menenangkan nya yang sedari tadi terus menangis sedangkan Abraham iya dari tapi terus mondar-mandir menunggu hasil dari dokter yang belum kunjung keluar.


beberapa menit mereka menunggu di depan ruangan dan akhirnya pintu yang awal nya tertutup kini terbuka dan menampilkan sosok dokter yang keluar dari dalam ruangan tersebut.


Abraham yang melihat itu pun langsung mendekat ke arah dokter dan bertanya gimana keadaan istrinya.


"dok bagai mana keadaan istri saya"ucap Abraham tak sabaran rafani Azahra dan sang bibi yang melihat sang dokter pun mendekat.


karena tak mendapatkan jawaban dari sang dokter Abraham pun bertanya kembali dengan raut wajah yang cemas.


"dok"ucap nya sekali lagi dengan suara yang sudah mulai serak dan pasrah dokter yang melihat raut wajah tak berdaya itu pun menghela nafas nya panjang iya menatap ke arah Abraham dan Rafani secara bergantian lalu menggeleng menatap ke arah Abraham.


Abraham yang melihat gelengan kepala dari sang dokter pun terdiam kaku begitu juga sang bibi yang langsung terduduk sambil memeluk sang anak majikan dengan tangis yang sudah pecah.


"maaf tuan Abraham istri anda tidak bisa kami selamatkan mohon kesabaran dan ketabahan nya"ucap sang dokter dan berlalu pergi Abraham terduduk dengan tubuh bergetar dan jantung yang berdetak kencang menatap sang putri yang sudah terisak di pelukan sang pembantu membuat nya terdiam kaku tak bisa berbicara lagi dengan air mata yang Terus keluar.


seakan-akan semua yang iya lalui bersama istri dan anak nya hanya sebentar iya tak bisa berkata apa-apa lagi bahkan untuk memanggil nama putrinya aja sangat berat bagi nya.


iya menatap ke arah dalam ruangan di mana ada sang istri yang tertutup oleh kain membuat nya terdiam kaku tak bisa gerak sama sekali.


#skip.


sejak saat kematian Dahlia yang sudah berlalu 2 bulan lalu membuat hubungan anak dan ayah itu kian merenggang di mana Abraham sibuk dengan urusan kerjaan dan juga sering bolak balik luar negeri untuk urusan perkerjaan.


padahal dulu Abraham tak pernah seperti ini iya selalu menyamping kan pekerjaan nya dan mengutamakan keluarga nya.


begitu juga dengan sang putri sejak kematian sang ibu iya lebih banyak diam dan mengurung di kamar nya Tampa ingin keluar dari kamar tersebut.


bi sumi menatap keluarga majikan nya dengan tatapan sendu iya rindu di mana masa-masa keluarga ini tertawa bahagia dengan lelucon sang anak majikan nya.


namun sekarang semuanya seketika berubah dari yang 100 persen menjadi 10 persen.


tak ada lagi keharmonisan keluarga tak ada lagi canda dan tawa keluarga ini tak ada lagi senyum yang di berikan keluarga ini semenjak kepergian nyonya nya.


yang ada hanya sepi sepi dan sepi di mana sang tuan nya yang selalu sibuk dan mengabaikan sang putri dan juga yang sangat di sayangkan oleh bi sumi adalah di mana nona nya yang ceria suka ketawa dan bercanda kini hanya ada keheningan dengan tatapan datar dan dingin.


"nyah, kepergian nyonya merubah semuanya nyah"ucap sang bibi menatap foto keluarga majikan nya di ruang tamu dengan tatapan sendu dan menatap foto tuan dan nona nya dengan tatapan sedih.


"semoga keluarga ini akan bahagia lagi Seperti dulu yah nyah"ucap sang bibi lalu berlalu ke dapur.


#skip.


saat ini di lantai dua tepat nya di kamar Rafani Azahra sosok itu menatap foto yang berada di tangan nya dengan tatapan sendu.


"ma, Rafani mau ikut mama kenapa mama pergi gak ajak Fani"ucap Rafani sedih sambil mengelus foto mama nya.


"Rafani gak mau sama ayah ma, Rafani mau sama mama, ayah gak ada waktu buat main sama Rafani"ucap nya lagi.


setelah nya Rafani Memilih tidur di karenakan ngantuk iya memejamkan matanya sambil memeluk erat bingkai foto yang berisikan keluarga nya.


"selamat istirahat mama"ucap Rafani dan mencium foto mama nya setelah nya iya memejamkan matanya sambil bergumam.


"semoga Rafani bisa ketemu sama mama"ucap nya lagi dan tertidur.