
saat ini Rafani duduk di salah satu meja kantin dengan melati di sebelah nya, sedari tadi melati hanya diam karena bingung dengan tingkah Rafani.
"ekhem,, Lo sedari tadi cuma diam aja perasaan"ucap melati berusaha mengajak Rafani ngomong.
Rafani iya yang mendengar hal tersebut menatap sekilas ke arah melati dan melanjutkan makannya melati yang melihat itu menghela nafas lelah.
"CK, gila nih cewek"batin melati menatap jengah ke arah rafani.
setelah beberapa saat berada di kantin dan sekarang Rafani sedang berjalan-jalan ke arah koridor penghubung gudang belakang,, sedari tadi iya benar-benar menjadi pusat perhatian di sekolah an tersebut namun iya tak perduli akan hal itu semua.
saat sampai di gedung belakang, langkah kaki Rafani terhenti di kala mendengar suara seseorang yang sangat iya kenal, namun iya menyengit ketika mendengar suara tersebut kenapa bisa ada di sana.
"gue gak bisa balik sekarang"ucap seseorang tersebut terlihat jika Orang itu saat ini sedang berbicara melalui telepon.
"__"
"kasih terus kabar ke gue, jika gue ada cela gue bakal balik"ucap seseorang tersebut.
"gue minta jangain adik gue"ucap orang itu, Rafani iya yang mendengar hal tersebut langsung mengutip dan tak lama membalak kecil.
"kenapa dia ada di sini"batin Rafani menatap heran ke arah sosok laki-laki tersebut.
"ok, gue titip dulu di sini ada tikus"ucap laki-laki itu membuat Rafani tersentak namun tak lama mencibir.
"setan gue di bilang tikus"Guam Rafani menatap ke sal ke arah sosok tersebut.
"Lo dah lama di sana, kenapa gak keluar"ucap laki-laki itu membuat Rafani mengutupkan bibir.
"mau keluar dengan baik-baik atau dengan kekerasan"ucap laki-laki itu.
Rafani iya yang mendengar hal tersebut menghela nafas panjang dan tak lama iya melangkah dengan tatapan yang masih datar.
"ngapain Lo ada di sini"ucap laki-laki itu yang terkejut dengan kehadiran sosok gadis di depan nya.
"seharusnya gue yang bilang kaya gitu"ucap Rafani menatap jengah ke arah laki-laki itu.
"tanya Sama bokap"ucap laki-laki itu membuat Rafani mendelik.
"gue mau tau, Lo tadi ngomong sama siapa"ucap Rafani menatap ke arah laki-laki tersebut.
"Viko, dia kasih tau jika aida sekarang koma"ucap nya membuat Rafani membalak.
"Ajeng, ko bisa tuh bocah koma"pekik Rafani membuat sosok laki-laki itu mendelik.
"CK, gue juga gak tau gimna cerita nya"ucap laki-laki itu menatap lurus ke depan dengan tatapan senyu Rafani yang melihat itu menghela nafas.
"gue yakin dia gak papa, gue yakin tuh kecebong iblis bakal bangun, kalo sampe dia gak bangun biar gue yang bikin bangun"ucap Rafani panjang lebar namun masih dengan wajah yang datar.
laki-laki itu iya mendelik ketika melihat ucapan dan ekspresi wajah dari gadis di samping nya yang masih terlihat sangat datar.
"CK, gak ada berubah nya Lo"ucap laki-laki itu menatap jengah ke arah rafani.
"ngaca"ucap Rafani membuat laki-laki tersebut mendengus.
"gimna bisa Lo jadi murid di sini"ucap laki-laki itu menatap heran ke arah rafani.
"ini"ucap Rafani menunjuk ke arah nama di seragam nya.
"azahra deluna alfarni"ucap laki-laki tersebut dan setelahnya menatap ke arah rafani.
"nama belakang Lo kan"ucap laki-laki tersebut.
"cerita nya panjang, intinya gue di kira anak orang yang di bawa kabur saat kecil"ucap Rafani memberikan laki-laki tersebut terdiam mencerna kalimat tersebut.
"serah Lo dah, asal Lo paham aja udah"ucap Rafani membuat laki-laki tersebut Terkekeh.
"Devan, Lo gak mau nemuin aida"ucap Rafani membuat Devan menatap ke arah nya.
ya, laki-laki tersebut adalah Devan sosok tangan kanan aida dan juga bendahara memiliki kemampuan IT di geng levdran.
Devan menatap ke arah rafani sambil menghela nafas.
"sebenarnya gue di sini atas paksaan bokap"ucap Devan membuat rafani menatap ke arah nya.
"bokap gue, jodohin gue sama anak SMA sini dan hal itu gak bisa di ganggu gugat gue harus bisa deketin tuh cewek biar bisa cinta sama gue"ucap Devan membuat rafani membola dengan bibir yang bergetar.
"CK, gak usah ketawa"kesal Devan membuat rafani Terkekeh.
"siapa cewek nya"ucap Rafani.
"melati, IPA 5 "ucap Devan membuat rafani semakin terkejut.
"biar gue bantu, kebetulan dia teman gue"ucap Rafani membuat Devan menatap ke arah nya.
"gue bisa sendiri "ucap Devan membuat rafani mengangkat alis nya.
"gue tau Lo orang nya kaya gimna, deketin melati gak lah gampang apa lagi dia punya sisi lain"ucap Rafani membuat Devan menatap nya bingung.
"maksud Lo"ucap Devan.
"Lo bakal tau nanti "ucap Rafani membuat Devan terdiam.
"untuk sekarang, Lo harus nyamar jadi siswa dan sisa nya bakal gue atur"ucap Rafani yang mendapat anggukan dari Devan.
"gue balik, dah jam masuk"ucap Rafani yang sudah melangkah.
"azahra yang Lo cari udah meninggal "langkah Rafani terhenti di kala mendengar ucapan Devan iya membalikkan badannya dan menatap laki-laki tersebut.
"gimna Lo tau"ucap Rafani.
"aida minta tolong gue waktu itu, dan gue harap Lo gak lupa jika gue ahli IT"ucap Devan membuat rafani terdiam.
"terus masalah data-data nya"ucap Rafani yang sangat penasaran.
"soal itu bisa Lo tanya langsung sama aida"ucap Devan yang langsung pergi dari sana membuat Rafani mendengus kesel.
"kalo gak niat kasih tau gak usah di bilang dari tadi"Guam rafani menatap malas ke arah punggung Devan yang udah menghilang di balik tembok.
"ini gimna ya, gue mau nanya kan aida nya koma"ucap Rafani lemas.
"CK, masa iya gue bakal jadi azahra sih gak mau"rengek nya sambil berjalan menuju kelas nya berada.
saat sampai di depan kelas lagi-lagi Rafani harus menghela nafas ketika melihat kelas tersebut sudah sangat berisik.
"seharusnya ini kelas berada di IPS bukan"Rafani menoleh ke arah samping dan terdiam menatap ke arah melati yang kini sedang tersenyum ke arah nya.
"Hem"dehem Rafani yang langsung masuk ke dalam kelas di ikuti oleh melati.
"azahra, Lo tadi kemana"ucap melati yang kini berada di samping Rafani.
"gedung belakang, emang kenapa"ucap Rafani menatap sekilas ke arah melati.
"owhh, gak papa hehe cuma nanya aja gue"ucap melati tersenyum kiuk Rafani yang melihat itu hanya diam.
"tingkah asik nya menutupi jika dia orang yang sangat bar-bar tidak suka akan sifat menindas"batin Rafani menatap ke arah melati yang kini duduk di samping nya.