Rafani Azahra

Rafani Azahra
Ceshen and Rafani



Rafani terus berjalan menelusuri gedung belakang namun iya menyengit ketika gak mendapati sosok ceshen iya pun mengumpat.


"CK, sialan awas aja tuh orang ngerjain gue"gerutu Rafani dan masih terus berjalan.


tak lama langkah Rafani terhenti ketika mendapati sosok ceshen yang kini membelakangi nya dan bersandar di pohon Rafani yang melihat itu langsung aja melangkah ke arah nya.


"kenapa Lo manggil gue sen"ucap Rafani ketika sudah ada di sebelah cowok itu Rafani hanya diam di saat gak mendapatkan jawaban dari ceshen jadi mendengus kesel.


"klo gak ada yang di bicarakan gue bisa pergi"ucap Rafani lagi dan sama sekali gak mendapatkan respon dari ceshen.


Rafani mulai berbalik badan namun terhenti di kala mendengar suara ceshen seketika tubuh Rafani tersentak.


"maksud Lo apa suruh Giovan cari informasi Zidan"ucap ceshen dengan dingin Rafani yang mendengar nya berbalik.


"maksud Lo"ucap Rafani lagi.


"Lo kenapa suruh Giovan cari tau tentang Zidan "ucap ceshen yang kini berbalik menatap Rafani datar.


"gue ada urusan sama dia Lo gak usah ikut campur "ucap Rafani tetap tenang.


ceshen yang mendengar nya menatap tajam ke arah rafani.


"Lo mau main-main sama gue hah"sentak ceshen tajam.


"CK, siapa sih sen yang mau main-main sama Lo"ucap Rafani lagi.


"terus kenapa Lo cari tau tentang Zidan hah kenapa, APA LO MENCURIGAI SAHABAT GUE HAH JAWAB "bentak ceshen Rafani yang mendengar nya tersentak


"CK, maksud Lo apa sih sen buat apa gue mencurigai Zidan emang dia ada kaitannya dengan misi itu gak kan"ucap Rafani lagi.


ceshen mendekat dan menatap tajam Rafani."klo Lo gak mencurigai Zidan ngapain Lo suruh Giovan selidiki dia"ucap ceshen Rafani yang mendengar itu mengumpat.


"awas Lo Giovan "batin Rafani.


"Lo gak tau apa-apa sen ini urusan gue jadi Lo gak perlu ikut campur"ucap Rafani lagi.


"GUE BAKAL IKUT CAMPUR GIMNA PUN DIA SAHABAT GUE"bentak ceshen Rafani sepontan memejamkan matanya ketika mendengar suara bentak kan itu.


"gue minta Lo suruh Giovan Buat berhenti "ucap ceshen.


"klo Sampek dia tetap cari tau tentang Zidan gue yang bakal bunuh dia"ucap nya lagi dan berlalu dari Rafani sedangkan Rafani yang mendengar itu terkejut iya langsung menahan tangan ceshen.


"ceshen, Lo gak bisa dong kaya gini"ucap Rafani memegang tangan ceshen, ceshen yang melihat itu langsung menghempaskan tangan nya.


"Mau Lo apa sebenarnya hah? mau Lo apa"sentak ceshen naik pitam.


"dia sahabat gue Ra gak mungkin dia ada sangkut paut nya sama masalah Lo dan keluarga Lo"ucap nya lagi menatap Rafani tajam.


"gue tau dia gak ada sangkut paut nya sen gue tau tapi bukan itu yang gue maksud"ucap Rafani berusaha menjelaskan.


"terus apa, terus apa lagi Ra"ucap ceshen yang sudah kepalang emosi iya kini malah mencekik Rafani yang membuat nya membalak.


"apa-apa an sih Lo sen lepas bego"ucap Rafani sambil memukul-mukul bahu ceshen.


"gue bilang berhenti Ra berhenti"ucap ceshen dan langsung melemparkan tubuh Rafani ke arah pohon tadi karena Rafani yang gak sigap pun langsung membentur pohon pertepatan dengan dahan yang lancip dan kecil yang mengenai kepala nya.


shitttt.


Rafani memegang keningnya yang sakit dan membalak melihat darah di sana ceshen laki-laki itu tersentak namun iya tetap diam.


"gue bakal ngelakuin lebih jika Lo gak berhenti"ucap ceshen dan langsung berbalik.


"Lo mau apa hah sebenarnya mau apa Lo"ucap ceshen yang benar-benar marah bahkan kali ini dia menendang pohon di belakang Rafani dan mengekang tubuh Rafani yang kini tersentak menatap darah dan mata memerah Rafani.


"lo-"


"dia sahabat gue sen"ucap Rafani yang memotong ucapan ceshen, ceshen tersentak.


"maksud Lo"ucap ceshen pelan masih dengan menatap tajam Rafani di depan nya.


"dia sahabat gue yang hilang 3thn yang lalu pas dia kecelakaan di sana pas sama kejadian dan tempat Zidan dulu dia menghilang , bahkan jika dia mati seharusnya gue ada liat jasadnya"ucap Rafani yang kini menatap ceshen dengan senyu.


"gak mungkin, Zidan emang kecelakaan dulu tapi gak mungkin dia sahabat Lo Ra"elak ceshen cepat.


Rafani terkekeh kecil." gak mungkin gimna sih sen jelas-jelas dia sahabat gue gala bukan Zidan karena Zidan dah mati"ucap Rafani ceshen yang mendengar nya menatap marah ke arah rafani.


"apa kata lo"ucap ceshen marah.


"apa Lo gak heran kenapa dia bisa memiliki wajah khas Indonesia"ucap Rafani yang membuat ceshen terdiam.


"karena dia operasi saat itu"ucap ceshen lagi menatap Rafani dengan senyum tipisnya.


"LO BODOH ATAU GIMNA CESHEN? JELAS-JELAS DIA SAHABAT GUE GALA LO INGAT KAN GALA YANG GUE BILANG KEMAREN, GUE KEMBALI KE SINI SELAIN MAU BALAS DENDAM GUE JUGA MAU CARI SAHABAT GUE DAN ITU ZIDAN"ucap Rafani ceshen tersentak.


Rafani terduduk dengan air mata yang gak bisa dia tahan lagi iya mengeluarkan beberapa foto dan meletakkan nya di rerumputan membuat ceshen terdiam seribu bahasa.


"apa Lo gak mikir sen jika benar dia benar-benar operasi kenapa wajah nya sangat mirip dengan gala coba Lo liat ini gue sama gala dulu dan ini Zidan waktu SMP dan Lo liat foto mereka lagi kecil jelas-jelas beda ceshen? GAK MUNGKIN SAHABAT LO WAJAH NYA BISA SAMA KEK WAJAH SAHABAT GUE JIKA BENAR-BENAR MEREKA KECELAKAAN HEBAT WAKTU DULU GAK MUNGKIN ZIDAN BISA DI OPERASI MENYAMAI WAJAH GALA GOBLOK"sentak Rafani merah iya Merai kerah baju ceshen yang kini hanya bisa diam.


"apa Lo buta ha, Lo liat baik-baik dia gala ceshen dia gala sahabat gue bukan Zidan sahabat Lo"ucap Rafani ceshen yang mendengar itu mendorong tubuh Rafani dengan kuat sampai mengenai pohon itu.


"Lo bohong sama gue Ra Lo pasti punya maksud lain kan jawab gue"ceshen benar-benar marah kali ini menatap beberapa foto di rerumputan sambil meneguk ludahnya getir.


seketika tubuh nya memegang mengingat baju SMP di foto itu dan di samping nya ada sosok gadis yang menjambak kecil rambut sosok laki-laki yang kini malah tertawa di depan kamera.


ingatan nya terputar di mana masa itu."Lo milih gue atau gala yang bantai Lo pada"ucap sosok gadis yang menolong nya seketika ceshen yang mengingat nya terdiam.


"jadi dia yang Lo bilang gala apa benar Zidan gala yang selama ini Lo cari dan Zidan sahabat gue dah pergi"batin ceshen berusaha kuat menahan tangisnya ketika mengetahui semua ini.


"gue gak bakal salah untuk ngenalin Sahabat gue sen"ucap Rafani dengan pelan dan lirih ceshen yang mendengar suara paru sekaligus pasrah itu terkejut.


"coba Lo liat sen di sana sudah jelas semuanya"ucap Rafani lagi memandang ceshen yang terdiam.


Rafani mengepalkan tangan nya kuat merasakan kepala nya kini sakit namun di tahan.


"apa Lo gak kasian sama gue"lirih Rafani ceshen menatap wajah Rafani yang di penuhi air mata dan tetesan darah di pelipis nya.


"saat gue tau dia menghilang dan jejak terakhir nya saat kecelakaan itu gue terus cari di mana keberadaan rumah sakit dia namun apa yang gue dapet? GUE DAPAT KABAR SEN GUE DAPAT KABAR KLO DIA DAH MENINGGAL SEDANGKAN GUE BELUM LIAT JASAD NYA SAMA SEKALI DAN LO MAU TAU GUE GIMANA WAKTU ITU, GUE GILA SEN GUE GILA KEHILANGAN DIA GUE GILA "bentak Rafani dengan prustasi.


"hiks hiks, Lo gak tau jadi nya gue sen gue yang terus-menerus mencari keberadaan nya tapi gak ada sama sekali gue dapat jadi salah jika gue bilang dia sahabat gue ? JADI SALAH HAH SALAH GUE NGIRA DIA SAHABAT GUE YANG MENGHILANG SELAMA INI DIA GALA CESHEN DIA MOKI GUE BANGST"bentak Rafani dengan keras ceshen yang melihat itu masih terdiam kaku.


semua yang di katakan Rafani benar gak mungkin Zidan wajah nya sangat identik dengan gala apa lagi gak ada yang beda sedikit pun di sini ceshen yang melihat kekacauan Rafani saat ini meneguk ludah getir entah kenapa dadanya serasa sesak ketika melihat wajah keputus asan dari gadis di depan nya tadi.


"gue cuma mau gala kembali gue mau moki ingat sama gue lagi ceshen gue mau moki ingat sama panda nya"ucap Rafani lirih memungut kembali foto di rerumputan ceshen yang melihat itu membuang muka.


"dia sahabat gue"ucap ceshen,Rafani yang mendengar nya menangis dengan menahan Isak kan.


"Gue minta berhenti cari tau tentang dia karena selama nya dia sahabat gue bukan sahabat Lo"ucap ceshen langsung pergi meninggalkan Rafani yang kini meringkuk menegang lutut nya.


"Lo jahat sen Lo jahat, kenapa Lo mau misahin gue sama moki kenapa "guam Rafani lagi dengan menggigit bibirnya keras iya memejamkan matanya saat lagi-lagi kepalanya sakit ceshen yang masih mendengar Guam an Rafani pun meneguk ludah getir mengepalkan tangannya kuat-kuat dengan mata yang kini sudah berkaca-kaca.


"moki Lo harus pulang apa Lo tega ninggalin gue selama ini"Guam Rafani lagi dan setelah nya tubuh Rafani luruh ke rumput di balik pohon dengan tangan yang menjadi bantalan nya dengan darah yang terus keluar Rafani memejamkan matanya merasakan sakit luar biasa pada kepala nya yang terus mengeluarkan darah segar dan setelahnya hanya kegelapan yang iya rasakan.