
mereka semua duduk di ruang tamu sambil menunggu kehadiran Rafani mereka sesekali menatap ke arah jam dinding yang menampilkan pukul 22:45 namun tidak ada sama sekali kehadiran sosok itu.
saat ini Rafani terus melajukan mobilnya di jalan raya yang Untung sepi iya membelokan setang mobil ke kanan membuat sisi yang di samping nya kini mau muntah yang melihat Rafani jadi pembalap begini.
"mati gue tuhan mati"jerit sisi dalam hati menatap jalanan berharap tidak ada orang atau kendaraan lain.
Rafani memasuki gerbang dan membunyikan klaksonnya sosok penjaga gerbang yang mendengar klakson itu pun mengangguk.
iya berlari mengunci gerbang dan berlari menuju motor nya yang berada di luar gerbang dan melajukan motornya meninggalkan tempat itu jika di tanya dia siapa dia adalah anak buah ayah nya yang beberapa hari ini menyamar menggantikan penjaga gerbang itu.
Rafani terus melaju kan mobil nya dan saat sampai di halaman luas itu Rafani langsung memelankan mobil nya dan berlari keluar dari mobil yang di ikuti oleh sisi depan kepala yang mulai pusing.
Rafani terus berlari dan saat sampai di depan pintu rumah Devi Tampa pikir panjang Rafani langsung menerjang pintu itu yang langsung terbuka lebar menampilkan wajah kaget semua orang yang berada di dalam.
brakkkkk.
semua orang yang berada di dalam tersentak menatap ke arah pintu yang kini terbuka lebar dan menampilkan dua sosok gadis yang kini ngos-ngosan seperti di kejar setan.
"Rafani"triak Akila dan Devi berdiri cepat mendekat Rafani yang di susul oleh yang lain.
"Lo kenapa hah ada yang ganggu in Lo"ucap Devi lagi.
"CK, kita gak ada waktu kita harus pergi sekarang anggota Arsenal sudah menyebar menargetkan kita"ucap Rafani semua orang membalak terkejut.
"maksud Lo apa"sentak Tian.
"apa sih Lo bisa gak biasa aja"Ucap Giovan menatap tajam ke arah Tian.
"dia ngomong in paman gue setan"ucap Tian marah.
"Lo lupa dia juga bokap gue anjeng"sentak Rafani membuat Tian terdiam.
"arghhhhh, SIALAN Lo pada Kenapa jadi berantem hah mau mati iya"bentak Rafani yang membuat mereka semua terdiam.
"gue gak bisa jelasin tapi yang jelas mau Lo pada percaya atau gak sekarang Arsenal dan yang lain lagi ngejar kita mereka ngincar kita goblok "ucap Rafani.
"kenapa Lo lakuin semuanya sendiri "ucap ceshen mendekat menatap tajam Rafani.
"CK, lama klo bawa kalian "balas Rafani ceshen yang mendengar nya menatap tajam ke arah rafani.
"CK, Lo jadi cewek gak usah sok jagoan bisa gak hah klo terjadi apa-apa sama Lo gimna "ucap ceshen marah Rafani yang mendengar nya tersentak namun mendengus.
"pan-"lagi-lagi omongan Zidan terhenti ketika mendengar suara tembakan.
dorrr..
"kyaaaaaaaa"triak Akila dan Devi serempak semua orang yang mendengar nya kaget bukan main.
"akhhhh sial ayokk kita pergi jangan Sampe ketangkep"ucap sisi yang kini mulai panik.
"berhenti kamu anak sialan "teriak sosok laki-laki.
"itu suaranya om Arsenal kan"ucap Tian yang membuat Akila dan Gion membeku.
"jadi bener dia mau ngincer kita"kaget gion.
"CK, kenapa malah bengong sih ayokk kabur"ucap Rafani prustasi.
"Dev lewat jalan yang gue kasih tau kemaren "ucap Rafani lagi.
"jadi Lo dah rencana in semua nya"kaget ceshen.
"gue gak ada ngerencana in semuanya ini kebetulan ayokk udah gak ada waktu lagi ini"prustasi Rafani.
dorrrrr.
lagi-lagi suara tembakan terdengar membuat mereka semua membalak terkejut mendengar suara derap langkah kaki mulai mendekat Tampa pikir panjang Giovan langsung menarik tangan Devi karena kebetulan kemaren dia ikut dalam mencari jalan rahasia ini.
Tian yang melihat itu langsung menarik Akila yang di susul oleh gion yang menarik sebelah tangan Akila.
ceshen dan Zidan yang melihat itu menarik tangan rafani dan berlari mengikuti Giovan dan yang lain.
"eh eh yang narik gue siapa"ucap sisi yang melihat zidan menarik Rafani di ikuti ceshen.
fatan dan Aryan juga tilo yang melihat itu mendengus Tampa pikir panjang Aryan langsung menarik tangan sisi yang kini tersentak.
di sisi lain Arsenal yang melihat mereka kabur pun menggerang.
"SIALAN CEPAT KEJAR MEREKA JANGAN SAMPE ADA YANG LOLOS"triak Arsenal yang di patuhi anggota nya.
"awas kamu putri Abraham"ucap Arsenal yang kini mengepalkan tangan nya kuat.
_#skip.
ke sebelas anak remaja terus berlari menyelusuri gelapnya hutan yang berada di belakang rumah Devi yang sudah di modifikasi ada lorong mereka berlari dengan sangat kenceng untuk menghindari anak buah Arsenal dan juga tembakan.
"gila mereka masih ngejar"ucap tilo yang menoleh kebelakang.
"bangst"ucap ceshen yang kini terus menarik Rafani yang di ikuti Zidan.
"woy berhenti kalian"ucap mereka semua.
"ini gimana hos hos kita sudah 2 jam lari mereka masih aja ngejar gue capek"ucap Devi yang kini sudah terduduk sambil memegang dadanya yang sesak karena terus berlari.
"Dev ayokk kita gak bisa ketangkep"ucap Rafani menatap Devi yang kini menggeleng pasrah.
"udah-udah kita lawan aja mereka gimna gue dah capek sumpah"ucap fatan.
"mereka masih ngejar lagi"ucap Tian yang kini melihat ke arah gerombolan orang yang berlari.
"CK,, kita harus terus berlari"ucap Zidan yang mulai panik juga.
"sumpah gue gak kuat Ra"ucap Akila yang kini terduduk di pangkuan gion yang kasihan menatap adx nya ini.
"CK, jadi kita gimna sekarang "ucap sisi yang sudah gak bertenaga sekarang.
"kita juga gak ada lagi Ra buat lari tenaga kita juga dah mau habis sampe perbatasan pasti membutuhkan 4jam"ucap giovan Rafani yang mendengar nya terdiam.
"udah-udah kita sembunyi aja gimana "ucap Aryan.
"sembunyi di mana sih yan gak mungkin di atas pohon ketahuan entar"ucap tilo.
"ya kan gue agak nyuruh dia tas pohon bego"kesel Aryan menendang pantat tilo kesel.
"di dekat sini setau gue ada goa kita ke sana aja gimna gue gak sanggup lagi sumpah "ucap Devi ya memang sempat melihat ada goa kemaren.
dorrr.
"AAAAAAAA"
"CK, ayokk cepetan mereka makin dekat"ucap Zidan mereka pun mengangguk dan berlari mengikuti Devi dan Giovan.
sekitar 15 menit mereka masuk ke arah sela-sela rerumputan yang gak terlalu jauh dari jalanan dan benar saja di sana ada sebuah goa yang tertimbun sama dedaunan yang berjuntai.
"aman gak nih dj dalam nya klo ada ular gimna"ucap sisi yang kini meremas kuat tangan Aryan membuat Aryan mengumpat namun ditahan.
"CK, gak usah banyak omong deh ya penting kita ngumpet dulu ngumpet"ucap gion yang langsung berlari di susul oleh mereka semua.
"CK, ini gak muat cuma muat 5 orang goa nya"ucap Akila yang merasakan sempit mereka semua saling pandang.
"jadi gimana"ucap Devi lagi Rafani yang melihat itu berfikir.
"siapa di antara kalian yang gak kuat lagi untuk lari"ucap ceshen.
"CK, lama klo gitu cen gini aja Devi,Giovan, Akila, sisi dan Zidan sembunyi di sini"ucap Rafani lagi.
Zidan yang mendengar nya membalak "gue gak mau pan gue mau ikut Lo"ucap Zidan Rafani yang mendengar nya mendelik.
"apa sih moki saat-saat seperti ini entar aja dah yang penting kita selamat dulu"ucap Rafani.
"kenapa harus gue yang lain ada"ucap Zidan lagi.
"gue mau Lo lindungi adx sepupu Lo dulu sisi gimna pun sisi harus bertahan sampe akhir "ucap Rafani yang membuat semua orang terdiam.
dorrrr.
"berhenti kalian "
"CK, kita gak ada waktu cepat kalian sembunyi sisa nya ikut gue"ucap ceshen yang di angguki oleh mereka semua.
"sen jaga adx gue"ucap Zidan yang di angguki oleh ceshen.
ceshen, Rafani, Tian ,tilo, Aryan dan fatan berlari menjauhi tempat persembunyian Devi dan yang lain mereka kembali berlari ketika mendengar suara derap kaki yang main mendekat.
"rese banget sumpah om Arsenal"umpat Tian yang terus berlari.
"CK, salah gue apa an ko kena juga SIALAN"umpat tilo.
"udah gak usah banyak bacot cepat an lari"ucap Tian yang tetap terus berlari.
"WOY BERHENTI KALIAN "triak orang itu lagi.
ceshen terus berlari menggenggam kuat tangan Rafani yang di susul Tian Aryan fatan tilo mereka Terus berlari tanpa berhenti.
"CK, berhenti dulu oy gue capek sumpah gak kuat lagi gue"ucap tilo yang kini terduduk di susul oleh fatan dan Tian.
"kita dah jauh lari nya ini dah jam 12 beneran dah gak kuat gue"ucap fatan.
"CK, tak jauh lagi perbatasan oy"ucap Aryan menatap teman-teman nya yang kini menggeleng.
"sumpah Ra, sen ,Yan ,gue dah gak sanggup"ucap Tian yang kini merebahkan tubuhnya ke rerumputan Rafani dan ceshen yang melihat itu saling tatap.
"jadi gimana"ucap ceshen.
"CK, bagi yang sanggup terus lari bagi yang udah gak tahan ngumpet aja ngumpet"ucap Rafani .
" kalian berempat ngumpet aja di tepi jurang di situ gue liat tadi gak terlalu curam"Ucap ceshen.
"gue masih sanggup ko sen"ucap Aryan.
"udah Lo gabung aja sama yang lain nanti klo Lo kecapean kita gak mungkin ninggalin lo sendiri entar"ucap ceshen lagi yang di angguki oleh Rafani.
"gak papa"ucap Tian.
"udah cepat ngumpet mereka dah mau deket"ucap Rafani yang mendengar suara langkah kaki mereka berempat yang mendengar nya langsung berlari kearah jurang dan bersandar di sana.
"aman kan"ucap ceshen yang mendapat kan angkatan jempol dari Tian.
"ayokk lari"ucap ceshen yang kini menarik tangan rafani membawa nya untuk lari.
"WOY BERHENTI KALIAN"
DORRRR.
"BERHENTI"
DORRR.
DORRR.
Rafani yang mendengar suara tembakan itu terus meremas kuat tangan ceshen begitu juga dengan ceshen yang terus mempercepat lari nya dan sesekali menatap ke arah belakang.