Rafani Azahra

Rafani Azahra
isi surat



Rafani masih terdiam di dalam mobil dengan perasaan campur aduk dengan tubuh berantakan iya tak perduli sama sekali ketika melihat hari yang masih hujan seakan-akan mengetahui kondisi nya yang lagi hancur bahkan iya tak perduli dengan hp nya yang sedari tadi terus berbunyi entah dari siap.


Rafani Azahra iya menatap surat yang berada di tangan nya perlahan tapi pasti iya membuka surat itu dan terlihat lah tulisan sang mama yang sangat rapi iya membaca satu-persatu kalimat yang di tulis kan mama nya dengan Isak tangis yang terus keluar.


...#*untuk Rafani Azahra anak mama yang cantik #...


sayang mungkin ketika kamu buka dan baca surat dari mama di sini mungkin mama sudah tidak ada lagi di dekat mu.


maaf kan mama ya araa maaf kan mama yang pergi meninggalkan kamu dan ayah kamu maaf kan mama.


maaf kan mama yang tak pernah jujur sama kamu tentang penyakit mama maaf kan mama yang telah membohongi kamu.


Rafani mama menulis surat ini untuk yang terakhir kali nya mama harap kamu bisa menerima kepergian mama ya sayang.


mama mohon ikhlas kan kepergian mama ya sayang.


maaf kan mama yang tak bisa melihat pertumbuhan mu kelak maaf kan mama.


maaf karena mama yang sudah tak sanggup lagi menahan sakit ini dan meninggal kan mu secepat ini karena penyakit mama ini.


mama percaya sebelum buka surat ini pasti kamu sudah melihat video itu kan araa jadi mama mohon terima lah bibi mu sebagai pengganti mama ya sayang yah.


bibi Wina adalah wanita yang sangat baik sayang mama percaya dia pasti bisa menjaga dan merawat mu mama akan menjaga mu dari sini.


^^^salam dari mama^^^


^^^l love you to sayang mama*.^^^


Rafani Azahra yang sudah membaca surat itu pun makin menangis iya menekuk kedua lutut nya dan melingkar kan tangan nya di sela-sela lutut sambil meremas kuat surat itu.


kini dada nya benar-benar sangat sakit ini kenyataan yang sangat sakit knp dia harus menerima kenyataan ini di usia nya yang udah dewasa jujur iya salah iya salah besar selama ini Kepada orang tua nya iya sangat-sangat menyesal karena berprilaku seperti itu terhadap mereka.


beberapa saat terdiam Rafani Azahra pun kini mulai menyalakan mesin mobil nya guna untuk pulang hari sudah menunjukkan pukul 21:15 malam.


mobil yang di Kendari oleh Rafani Azahra melaju dengan kecepatan rata-rata di jalan yang masih licin mengingat hujan baru reda namun Rafani Azahra tak perduli iya terus menancap gas mobil nya semakin melaju kencang di jalan yang tampak licin dan sepi itu.


sampai di belokan Rafani Azahra mencoba memelankan laju mobil ketika melihat turunan namun mengingat jalan yang licin membuat nya mengumpat ketika merasakan mobil nya yang sudah oleng iya pun berusaha menguasai mobil nya biar gak nabrak atau terguling lain nya.


namun di saat di perempatan Rafani melotot kan matanya ketika melihat sebuah truk yang melaju dengan cepat Rafani Azahra yang melihat itu langsung membanting setir mobil nya ke arah kiri namun terlambat karena dirinya yang sudah terseret oleh truk itu.


truk itu terus menyeret mobil yang di Kendari oleh Rafani Azahra sampai di tepi jurang dimana mobil itu yang terus maju dan masuk ke jurang dan truk yang langsung membanting stir ketika melihat mobil yang ia tabrak masuk ke jurang dan menabrak pohon.


mobil Rafani Azahra terus berguling-guling di dasar jurang dengan rafani Azahra yang masih terpanting-panting di dalam nya.


sesaat Rafani Azahra bisa menyadari jika mobil nya tidak bergerak lagi yang membuat nya menghela nafas iya berusaha menggerakkan badan nya yang di rasa semuanya sudah patah mengingat tubuh nya penuh dengan kaca-kaca mobil yang pecah.


saat berhasil menggerakkan tubuh nya Rafani berusaha mencari pintu mobil di mana dengan sisa tenaga nya iya berusaha meraih kenop pintu namun terlambat iya ya melihat ada asap yang keluar dari mesin mobil nya serontak melotot kan mata nya.


"ayah mama dan Clara maaf kan Fani"ucap nya dalam hati dan setelah nya terjadilah ledakan yang sangat keras dan beriringan mobil itu yang terjatuh lagi ke dasar jurang.


sedangkan sosok yang mengendarai truk tadi yang melihat mobil yang di Kendari Rafani Azahra meledak pun tersentak dan melotot kan matanya iya menoleh kanan dan kiri yang sangat sepi tak pikir panjang iya pun berlari menjauh dari tempat jatuh nya mobil BMW berwarna ungu itu Tampa membawa truk nya yang sudah rusak parah.


saat ini tempat nya di sebuah rumah yang elite dan mewah sudah ada Abraham Wina dan Clara yang tengah khawatir mengingat Rafani belum pulang.


"mas gimana ini kenapa Rafani belum pulang "ucap Wina Abraham yang melihat kepanikan itu pun menoleh.


"sabar sayang mungkin bentar lagi pulang "ucap Abraham.


"Clara apa kamu melihat Kaka kamu kemana"ucap nya menatap sang anak.


"tidak yah Clara hanya melihat mobil Kaka Fani yang keluar dari gerbang sekolah"ucap Clara jujur iya juga sebenarnya takut , takut terjadi apa-apa terhadap sang Kaka.


Abraham dan Wina terus menghubungi Rafani namun nomor nya tak aktif Abraham juga menghubungi teman sang anak namun tetap saja iya tak mendapatkan kabar baik.


iya terus mondar-mandir melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 02:35 itu sambil menatap ke arah pintu berharap sang anak pulang.


perasaan nya kini benar-benar tidak enak entah kenapa setiap iya melihat foto sang anak yang tersenyum membuat dada nya sangat sesek.


"Rafani kamu di mana nak"ucap Abraham cemas.


"mas mending kamu istirahat besok kita lapor polisi mas"ucap Wina.


"gak bisa Wina perasaan ku tidak enak"ucap Abraham Wina yang melihat itu menghela nafas iya juga khawatir terhadap anak sekaligus keponakan nya itu.


#skip.


pagi ini ibu kota Jakarta di Landa hujan yang sangat deras di sebuah rumah yang berisikan Abraham dan keluarga mereka masih khawatir mengingat Rafani tak kunjung pulang.


*di temukan sebuah mobil BMW 18 berwarna ungu yang masuk kejurang kini polres metro Jakarta Selatan membenarkan jika mobil itu mengalami kecelakaan melihat ada sebuah truk.


tidak di ketahui gimana keadaan pengendara namun kepolisian masih dalam TKP* .


Abraham dan Wina juga Clara yang mendengar kabar berita itu serontak terdiam kaku dengan Wina yang sudah terisak di dalam dekapan Abraham.


"mas"ucap nya lirih.


"Rafani mas i--itu mobil Rafani"ucap nya lagi dengan terisak kenceng.


"kamu tenang dulu sapa tau itu hanya sama lebih baik kita pergi ke TKP memastikan itu mobil Fani apa bukan"ucap Abraham menguatkan walaupun hati nya sudah tak karuan.


"ayokk ayah tunggu apa lagi"ucap Clara yang sudah berlari yang di susul oleh Abraham dan Wina.