
... flashback on....
sosok gadis yang tak lain adalah Rafani iya melajukan mobilnya di jalan nya yang licin mengingat hari nya yang hujan.
iya berniat pulang ke rumah keluarga arlexsa Gustian setelah dari rumah keluarga sisi Arora untuk melakukan kesenangan nya kepada keluarga tamak itu.
namun sial nya di belokan iya melihat kaca spion belakang dan mendapati ada dua mobil yang mengejar nya Rafani yang melihat itu mengumpat.
"sial, siapa sih mereka kenapa ngikutin mobil gue gila"kesel Rafani iya pun menarik gas nya untuk menghidupi mereka bukan takut tapi iya sudah malas untuk bermain-main lagi hari ini mengingat udah banyak yang iya jadiin korban.
Rafani terus melajukan mobilnya sampai-sampai iya tak sadar jika iya sudah di bawah turun an Rafani yang melihat mobil nya makin melaju pun terkejut ketika tau jika dia di turunan.
"berengsek gue salah jalan"umpat nya kesal.
selintas Rafani mengingat kejadian dulu di mana pas dia di turunan namun karena rem nya yang blong membuat nya meregang nyawa, serontak hal itu membuat Rafani cemas takut-takut jika terjadi lagi.
Rafani terus menginjak rem depan tergesa-gesa namun iya lupa jika jalanan yang licin membuat ban nya bergesekan sampai tidak lama Rafani memilih untuk menguasai mobil nya sampai tidak lama akhirnya mobil nya berhenti di jalan yang rata Rafani yang melihat itu pun menghela nafas panjang nya.
Rafani menoleh ke arah kaca spion mobil nya iya mengumpat ketika mobil di belakang nya masih terus mengejar nya Rafani yang melihat itu pun membuka pintu mobil nya dan turun bersandar di depan pintu sambil menyilang kan tangannya di dada.
tak beberapa lama mobil itu pun berhenti di dekat Rafani dan keluar 5 orang dalam satu mobil Rafani yang melihat itu pun menatap mereka dengan alis terangkat karena bingung dia sadar jika dia tidak ada urusan sama mereka.
"siapa kalian"ucap Rafani tajam mereka bukan nya menjawab mereka langsung menghajar Rafani yang membuat nya serontak kaget dan berusaha menangkis semua serangan.
tentu saja di keroyok seperti itu membuat nya kalah Rafani tertndang dan jatuh di aspal memegang perut nya yang habis di tendang iya ingin bangkit namun tak bisa mengingat rasanya sangat sakit
"gimana apa kita Habisi dia"ucap satu satu sosok laki-laki itu.
"tidak perlu nona zela tidak pernah memerintah kan kita buat membunuh dia"ucap salah satunya lagi Rafani yang mendengar nama itupun tersentak iya mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"awas Lo arzela eleyora arlexsa Gustian tunggu kematian Lo"batin Rafani dengan tatapan tajam.
"cepat serang mereka"ucap seseorang Rafani Azahra terkejut mendengar suara serak laki-laki iya ingin menoleh siapa sosok yang menolong nya kini namun tidak bisa tiba-tiba kepala nya sangat sakit membuat nya memejamkan mata dan hanya ada kegelapan.
... flashback off....
_#skip.
sosok Rafani yang sudah mengingat semuanya pun mengepalkan kuat ketika tau dalam dari semua kejadian nya adalah arzela eleyora arlexsa Gustian iya akan mengingat dan membalas semuanya.
cklek.
Rafani terkejut ketika mendapati seseorang laki-laki sudah ada di depan pintu nya sekarang iya menatap sosok itu dengan kilatan bertanya.
"bagaimana keadaan anda nona azahra"ucap sosok itu mendekat Rafani yang melihat nya pun terkejut gimna dia tau namanya azahra.
"yang Lo lihat"ucap Rafani malas karena mengingat sosok laki-laki di hadapannya sok asik dengan nya.
bukan nya menjawab Rafani malah bertanya."kenapa gue ada di sini dan siapa Lo"ucap Rafani menatap ke arah laki-laki itu datar.
"apa anda lupa dengan kejadian anda yang pingsan karena di keroyok oleh Anak buah suruhan zela, jika bukan karena saya mungkin anda tidak ada disini"ucap nya menatap ke arah azahra sedangkan Rafani yang mendengar nya hanya diam.
"gue nanya Lo siapa tadi kan"Guam Rafani lagi.
sosok laki-laki itu bukan nya menjawab iya malah melangkah kan kaki nya ke arah sofa di dekat ruangan itu yang membuat Rafani menatap nya kesel.
"kalo Lo gak mau jawab mending pergi"ucap dingin Rafani.
"giovan Andara zafano "ucap nya langsung ketika menyadari aura dingin yang di keluarkan sosok gadis di depan nya.
"kenapa gue bisa di sini"ucap Rafani menatap sosok giovan.
"mungkin sudah saat nya kamu mengetahui apa yang selama ini kamu cari"ucap giovan misterius Rafani yang mendengar nya pun tersentak.
"apa maksud Lo gio"ucap Rafani menatap Giovan yang tersenyum ke arah nya.
"gue bakal kasih tau Lo tapi Lo harus sebuah dulu"ucap nya lagi yang membuat rafani hampir mengumpat.
"gak bisa sekarang apa"ucap nya lagi yang mendapat gelengan kepala dari gio yang membuatnya mendengus.
gio berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Rafani sedangkan Rafani yang menatap kepergian gio pun mengangkat alis nya merasa familiar dengan sosok nya.
"siapa Lo sebenarnya gio"Guam nya pelan menatap Pintu itu yang sudah tertutup.
namun Rafani terus memikirkan tentang ucapan terakhir gio yang membuat nya berfikir keras.
"jangan menyalakan kami jika semuanya terungkap termasuk maid di mansion arlexsa Gustian "ucap nya dan langsung pergi.
Rafani yang sudah sadar akan nama marga Abraham tiba-tiba mematung tubuhnya rasanya kaku.
"bagaimana dia bisa tau tentang keberadaan mu azahra siapa dia sebenarnya tunggu apa dia mengenal bela"Guam Rafani lagi namun seketika di tersentak.
"apa dia mengenal Dila"Guam Rafani sangat pelan.
"anjeng, jika benar tuh anak tau sesuatu tentang azahra awas aja gue mutilasi "kesel Rafani tidak karuan mengingat tangan kanan nya di kantor itu.
"CK, gue punya firasat jika semuanya bakal kebongkar"ucap Rafani menatap ke langit-langit kamar.
"azahra, apa Lo liat sekarang azahra sepertinya misteri dalam hidup Lo selama ini bakal menemukan titik terang dengan melalui Giovan Andara zafano"ucap nya lagi melihat awan-awan di balik jendela nya sambil tersenyum tipis mengingat semuanya bakal terjawab.
" gue harap jika semuanya terbongkar Lo bakal senang di sana dan Lo bakal jauh lebih tenang di sana gue bakal balas dendam sama keluarga Lo Azahra"
"dan buat tubuh ini terima kasih karena Lo dah memberikan nya ke gue gue janji bakal melakukan semuanya untuk Lo gue harap Lo bisa tenang di sana dan gue minta tolong, tolong jaga mama gue yah anggap dia jadi mama Lo gue juga udah anggap Lo sebagai adx gue ko gue seneng ketemu Lo"Guam Rafani Seraya tersenyum menatap wajah nya azahra di cermin.