
saat ini ceshen dan Rafani sudah berada di dalam mobil tujuan awal ceshen adalah ke rumah satria, Rafani yang melihat itu hanya diam bukan apa karena iya penasaran makanya iya memilih diam menenangkan hatinya untuk sekarang.
beberapa saat di mobil kini mobil yang di Kendari ceshen Sudah sampai dan memasuki pangkaran rumah milik satria.
Rafani langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah bersama ceshen satu yang membuat Rafani bingung sampai sekarang adalah bagaimana bisa ceshen masuk Tampa ada hambatan dari satria, sungguh banyak sekali pertanyaan yang akan di tanyakan Rafani nanti.
di saat kaki Rafani menginjak ruang tamu di saat itu pula langkah nya terhenti di kala mendengar banyak nya suara yang sangat iya kenali.
Rafani menoleh ke arah ceshen yang kini menatap ke arah nya sambil tersenyum.
"ayok sayang semuanya menunggu mu"ucap ceshen membuat Rafani terdiam sambil melangkah dengan ragu.
"apa aku ketinggalan informasi"Guam Rafani pelan ceshen yang tak sengaja mendapatkan nya pun tersenyum kecil.
Rafani melangkah dengan pelan semakin lama langkah nya semakin mendekat dengan suara Ramai tadi.
Rafani mengepalkan tangannya kuat guna mencegah air mata yang entah kenapa ingin sekali keluar dari kelompok matanya.
"kak Rafani"
deg.
Rafani terdiam mematung di saat melihat seluruh keluarga dan juga keluarga teman-teman nya sudah ada di rumah tersebut.
detik itu pula air mata yang di tahan nya tumpah Tampa sebab, semua orang yang melihat itu terkejut mereka kompak berdiri dan mendekat.
"sayang mama kangen"ucap Wina memeluk erat Rafani yang kini terdiam dengan tubuh bergetar.
"kamu pasti terkejut sayang, jadi duduk dulu"ucap Abraham menyuruh putri nya untuk duduk.
Rafani hanya diam tatapan nya menatap ke arah satria yang kini memalingkan wajahnya entah kenapa melihat hal tersebut membuat hari Rafani sakit.
"ya Allah apa aku sedang merasa bersalah sekarang"batin Rafani menatap ke arah satria yang kini tersenyum ke arah nya.
"dad daughter surprise"ucap satria membuat Rafani berusaha menahan Isak nya semua orang yang melihat itu terdiam.
"a-ayah"ucap Rafani membuat satria meneteskan air matanya tak sanggup.
"ini keluarga mu sesungguhnya, maaf kan saya yang memisahkan kamu dengan mereka"ucap satria lirih membuat tubuh Rafani Bergetar.
grebbb..
"hiks hiks hiks, ayah hiks hiks Rafani sayang sama ayah"
semua orang terdiam dengan Isak yang tertahan mereka merasakan pilu dari suara Isak Rafani begitu juga dengan satria yang kini sudah terdiam kaku ketika melihat respon Rafani yang di anggap nya putri nya.
"Rafani"ucap satria.
"ayah panggil Rafani azahra ayah, ayah panggil Rafani azahra"ucap Rafani membuat satria menangis.
"azahra putri ayah"ucap satria bergetar memeluk Rafani erat.
"iya azahra putri ayah"ucap Rafani memeluk erat satria.
waktu satu tahun Rafani berkumpul dengan satria, Bastian juga deka membuat Rafani merasakan artinya keluarga jujur di sisi lain iya ingin kembali bersama keluarga kandung nya namun di sisi lain iya sangat ingin bersama satria yang sangat menyayangi nya hal itu membuat Rafani sempat gundah ingin kembali ke Eropa atau gak.
dan sekarang Rafani di buat terkejut di kala melihat satria akur dengan keluarganya yang ada di Eropa melihat hal tersebut membuat Rafani tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"azahra sayang ayah"Guam azahra pelan membuat satria semakin mengeratkan pelukannya.
"Daddy loves you too, daddy's daughter"ucap satria mencium sekilas kening Rafani membuat Rafani semakin terisak.
"baik lah bukan nya sekarang sudah saat nya kalian jelaskan"ucap Rafani yang kini melepaskan pelukan nya menatap ke arah satria yang kini tersenyum ke arah nya.
"mari duduk dulu"ucap Abraham yang di angguki lain.
"cerita nya gini azahra "ucap satria yang kini sudah mulai bercerita membuat yang ada di ruangan tersebut diam mendengarkan begitu juga dengan rafani yang mendengar hal tersebut tersentak kecil.
...flashback on....
saat ini satria sedang berada di ruangan kerja nya iya duduk di kursi kebesaran nya dengan sesekali tersenyum menatap ke arah bingkai foto sang anak.
"ayah senang kita terkumpul lagi"ucap satria menatap ke arah bingkai foto yang terdapat foto Rafani.
di saat satria fokus akan foto Rafani di saat itu pula perhatian nya teralihkan ke pintu yang di ketuk.
"masuk"ucap satria.
"tuan ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan"satria mengangkat alis nya heran kapan iya ada membuat janji.
"suruh masuk"ucap satria yang di angguki oleh sekretaris nya.
beberapa saat menunggu satria menatap bingung ke arah dua paruh baya dengan dua anak remaja yang kini berjalan ke arah nya dengan satu gadis yang menatap nya datar.
"silahkan duduk"ucap satria yang mendapat anggukan dari mereka.
"baik lah, ada apa kalian datang kemari saya rasa saya tidak pernah membuat janji"ucap satria menatap ke arah mereka dengan tatapan heran.
"apa maksud ada nona"ucap satria.
"azahra deluna alfarni atau bisa di kenal sebagai azahra Laura Basuki dia satu orang yang sama dan dia adalah putri kandung anda yang di buang ke panti asuhan bunda sama Arsenal"
"dan putri kandung bapak sebenernya sudah meninggal "ucap perempuan tersebut.
degggg..
satria terdiam di kala mendengar hal tersebut iya mengepalkan tangannya kuat menatap tajam ke arah orang-orang yang ada di hadapannya.
"kurang ajar, kamu jangan sembarangan"bentak satria.
"yang di katakan nona aida benar tuan satria"ucap laki-laki paruh baya membuat satria menatap nya nyalang.
"saya punya bukti"ucap gadis yang tak lain adalah aida.
mendengar hal tersebut membuat satria menatap ke arah nya dengan tatapan yang memerah.
"ka Dimas"ucap aida, diam yang mendengar hal tersebut mengangguk.
diam pun membuka laptop nya dan memutar kan sebuah video lama yang membuat satria memegang.
"dan ini data-data nya"ucap Dimas membuat satria mengambil nya kasar.
satria membaca setiap kata yang ada di dalam tersebut seketika tubuh nya memegang.
"ga, ini gak mungkin kalian pasti berbohong"elak satria menatap orang yang ada di depan nya tajam.
"saya tidak berbohong tuan satria, karena ini kemauan putri kandung anda"ucap aida membuat satria terdiam.
"mereka adalah keluarga yang mengadopsi azahra deluna alfarni pada waktu itu"ucap aida membuat satria terdiam.
"saya hanya mengatakan yang sebenarnya, azahra putri anda di sana sudah bahagia orang yang membunuh nya sudah saya balas mati dan ini pesan terakhir yang di kasih azahra terhadap saya dia minta kebenaran ini terungkap dan anda melepaskan sosok gadis yang anda kira adalah anak anda"ucap aida membuat satria menggeleng.
"tidak, saya tidak akan membiarkan azahra pergi dari hidup saya"ucap satria membuat aida menghela nafas.
"haisss, tiga Minggu lagi Abang gue nikah ini"batin aida membuat nya menepuk jidat kenapa jadi mikir ke sana.
"dengarkan saya baik-baik tuan satria sesuatu yang anda paksakan untuk anda suatu saat iya akan pergi dengan sendirinya meninggalkan anda, lebih baik ikhlas kan semua nya dia berhak bahagia bersama keluarga nya sendiri "ucap aida.
"lagian saya percaya sama dia jika anda benar-benar melepaskan nya saya yakin perasaan kalian akan terbalas kan dengan anda menjadi sosok pahlawan dengan dia menjadi sosok berlian "ucap aida membuat satria menatap nya bingung.
"Rafani azahra atau Hafizah azahra dia adalah teman saya, dan saya yakin jika anda tidak keras kepala maka dia bisa membalas perasaan anda sebagai seorang ayah"ucap aida yang langsung pergi dari sana yang di susul oleh keluarga Dimas meninggalkan satria yang kini terdiam menatap ke arah data-data di depan nya.
"ja-jadi anak ku sudah meninggal"Guam satria dengan tatapan kosong nya.
"hiks hiks hiks, jadi dia benar-benar bukan anak ku"Guam satria yang kini terisak kecil.
_______
malam pun tiba satria pulang ke rumah nya dengan tatapan yang sulit di artikan iya menatap ke arah rumah yang terlihat seperti karena mengingat ini sudah jam 10.
satria berjalan ke arah lantai atas di mana tempat putri nya tidur, satria masuk ke dalam di saat melihat kamarnya yang tak terkunci.
satria Menyengit di saat tidak mendapati siapa-siapa di kamar tersebut.
"kemana azahra "Guam satria dengan pelan satria mengedarkan pandangannya ke arah balkon yang kini terlihat terbuka.
satria pun melangkah kan kaki nya di sana dan menatap ke arah azahra yang kini membelakangi nya.
"ayah mama, maaf kan Rafani untuk sekarang Rafani tidak bisa pulang Rafani harus mencari informasi tentang azahra anak om satria "
degggg..
satria terdiam dengan lelehan air mata iya menegang dadanya yang sesak sambil menahan tubuh nya yang terasa lemah.
"Rafani tidak bisa meninggalkan om satria, dia laki-laki yang baik Rafani sadar selama ini om satria bukan lah jahat, yang jahat itu adalah Arsenal"
"tunggu Rafani pulang, Rafani harus menyelesaikan semuanya di sini terlebih dahulu"ucap Rafani.
tes..
"jadi kamu selama ini ingat tetangga mereka"batin satria menatap Sendu ke arah rafani.
"apa aku benar-benar akan kehilangan putri ku"batin nya yang kini berbalik.
"ayah, Rafani sayang sama om satria"
langkah kaki satria terhenti di kala mendengar hal tersebut iya menatap ke arah rafani dan tersenyum kecil.
"gadis itu benar, setidaknya aku membiarkan nya berkumpul dengan keluarga nya"batin satria yang sudah berfikir dengan Matang.
"seperti apa pun kedepannya aku akan ikhlas, mama, anak ayah kalian tenang di sana ya tunggu kedatangan ayah"batin satria yang kini sudah berjalan pergi.