
Rafani Azahra yang sudah muak melihat apa yang terjadi di hadapan nya pun bangkit dari duduk nya yang di ikuti oleh Akila Devi dan adekl kiran iya pun berjalan ke arah Zidan dkk yang lain sambil membawakan jus mangga miliknya.
Tampa pikir panjang Rafani Azahra langsung menumpahkan jus nya ke arah seragam milik gion yang membuat sang empun langsung melepaskan cengkeraman nya kepada sosok gadis itu.
"maksud Lo apa hah"bentak gion ketika melihat sang pelaku yang kini mantap nya dengan kilatan tajam.
"emm,,gak ada sih cuma cari kesenangan maybe"jawab santai azahra yang kini menatap gion dengan mengejek.
"bangst masalah Lo Sama gue apa? bukan urusan Lo juga anjeng"ucap gion marah menatap azahra tajam.
azahra yang mendengar bentakan itu pun serontak memejamkan mata nya lalu membuka nya lagi dengan kilatan kemarahan nya membuat Akila Devi dan kiran kaget begitu juga anggota Zidan dan yang lain.
plakk.
"ini buat Lo yang ganggu ketenangan gue"ucap nya tajam menatap gion yang kini memegang pipinya yang habis di tampar keras oleh azahra.
azahra menatap ke arah zela yang kini sudah ketakutan melihat kemurkaan azahra, azahra pun berjalan ke arah nya yang masih di dekap oleh Zidan yang melirik was-was saat azahra berjalan ke arah nya.
plakk.
satu tamparan yang sangat kuat menggema di penjuru kantin ketika mendengar suara tamparan dari tangan sosok azahra yang sudah tertempel dengan secepat kilat di pipi zela yang membuat semua orang terkejut juga dengan Zidan yang menatap tajam ke arah azahra.
"ini untuk Lo yang selalu mencari perhatian yang melibatkan orang lain yang menanggung kesalahan Lo"
plakk..
"dan ini buat Lo yang selalu membuat masalah yang jadi ujung-ujungnya gue yang selalu di salah in"ucap azahra dengan meletup-letup sambil menatap zela dengan tajam.
"Lo itu cuma ceper zela? Lo liat tangan Lo
bahkan hanya memerah dikit dan Lo liat zela liat dia"bentak azahra menunjuk ke arah gadis itu.
"Lo liat tangan bahkan kedua pahanya memerah karena kuah panas dan Lo liat baju nya yang basah apa Lo masih bisa salah in dia hah yang jelas-jelas di sini lebih parah dia dari pada Lo"
"Lo malah seenaknya nyalahin dia Tampa Lo tau lebih banyak sakit di dia di banding elo mikir! makanya mikir punya otak tuh di pake gak usah Lo panjangin percuma nilai Lo bagus jika masalah kek gini aja otak Lo gak berguna sama sekali dasar Lo yang emang tukang ceper gak usah bawa orang lain bisa gak sih"murka azahra semua orang terdiam sama sekali gak bisa apa-apa melihat kemarahan nya itu sedangkan zela iya terdiam sambil memegang pipinya dengan rasa malu tentu nya.
"jangan karena Lo mau di perhatiin sama orang Lo malah seenaknya bikin orang lain yang kena cukup gue zela cukup gue yang Lo jadi in kambing hitam"bentak azahra lagi yang benar-benar tak bisa kendali menatap zela dengan tatapan membunuh.
"kalian bawa dia ke UKS nanti gue nyusul"ucap azahra yang di angguki oleh Akila Devi dan kiran.
Tian yang melihat kemurkaan azahra pun langsung maju namun terhenti di kala tangan nya di tahan oleh adx nya Akila yang kini mantap nya dengan tatapan tajam dan kilatan permusuhan yang membuat Tian terdiam.
"kalo sampe gue liat kalian cari masalah lagi sama tu dua adx kelas gue sama geng gue gak akan segan-segan buat bikin kalian sengsara "tegas Akila dan menyeret azahra untuk menyusul Devi yang sudah membawa dua adx kelas itu.
Tampa mereka sadari sedari tadi ada satu sosok yang menonton apa yang terjadi di depan nya dan masih setia menatap punggung azahra dan Akila yang keluar dari pintu kantin.
"menarik"Guam nya dalam hati tersenyum tipis.
_#skip
...UKS....
saat ini di UKS Devi membersihkan dan mengobati adx kelas nya yang sedari tadi merintih kesakitan Rafani yang melihat itu membuang muka dengan tangan terkepal kuat.
"sa-sakit kak"rintih nya.
"iya-iya gue tau makanya diam ya elah"ucap Devi yang langsung membuat sosok itu mingkem.
sosok itu menatap ke arah azahra yang dari tadi memalingkan wajah nya.
"udah nih"ucap Devi yang sudah selesai mengobati.
azahra yang melihat nya pun mengangguk dan berbalik badan untuk pergi yang sudah di ikuti oleh Akila dan Devi namun langkah nya terhenti.
" kak tunggu"ucap sosok gadis kiran yang melihat teman nya memberhentikan langkah azahra and the geng pun menepuk jidat nya.
"kenapa"ucap Akila menoleh ke arah nya yang di ikuti oleh Devi dan azahra.
"nama Kaka nya siapa ya? kenalin aku Clara "ucap nya tersenyum menatap ke arah azahra sambil menyodorkan tangan nya sedang kan Akila dan Devi menatap itu menarik alis nya heran.
azahra menatap tangan itu dan bergantian menatap ke arah Clara dengan tangan mengepal di balik punggung nya.
"azahra "ucap nya Tampa menjabat tangan itu yang kemudian di tarik oleh Clara dengan perasaan kecewa dan terkejut nya.
"eh"ucap nya kaget azahra yang melihat nya mengangkat alis heran.
"kenapa "ucap azahra. menatap Clara bingung.
"emm anu, nama Kaka sama kaya nama Kaka ku"cicit nya pelan yang membuat azahra tersentak.
"Kaka Lo"ucap Devi yang di angguki oleh Clara.
"emang Kaka Lo siapa"ucap Akila.
"nama Kaka ku Rafani Azahra"jawab nya seneng namun kemudian raut wajah nya berubah jadi sendu.
"lo kenapa sedih? emang sekarang Kaka Lo kemana"ucap Devi menatap Clara heran.
"anu kak, ini kakanya Clara meninggal dalam tragedi kecelakaan dan mobil nya masuk jurang"ucap kiran yang melihat Clara sudah merinduk dengan mata yang berkaca-kaca.
azahra yang mendengar itu tersentak iya menatap ke arah Clara dengan tatapan memerah nya.
"Kaka Lo ada di sini cla ini gue Fani Kaka Lo"batin azahra menatap ke arah Clara.
"udah lama"ucap azahra menatap Clara.
"enggak kak sekitar 2 Minggu an"ucap pelan Clara menatap azahra.
azahra yang mendengar nya menatap Clara heran 2 Minggu katanya tapi kenapa dia merasa baru 3 hari.
"Lo di sini anak baru"ucap Akila.
"iya kak aku pindahan dari Jakarta dan baru sekolah di sini satu Minggu"ucap nya lagi yang di angguki oleh Akila dan Devi.
"ya udah kalo gitu kita cabut dulu ya dan Lo kiran mending pulang antar Clara"ucap Devi yang di angguki kiran.
" iya kak lagian rumah kita bersebelahan"ucap nya yang di angguki Devi.
setelah nya azahra memilih untuk pergi jujur iya tak tega menatap ke arah Clara kepergian azahra tentu langsung di kejar oleh Akila dan Devi sedangkan kiran dan Clara hanya menatap nya.
namun langkah azahra terhenti di ambang pintu yang di ikuti Akila dan Devi.
"kalo ada apa-apa usahain cari gue dan anggota gue"ucap azahra yang langsung pergi Tampa menoleh ke arah Clara dan kiran yang langsung di angguki oleh mereka berdua karena kaget.
Akila dan Devi yang mendengar perkataan azahra pun saling tatap dan langsung mengedihkan bahu acuh sambil mengikuti langkah azahra yang cepat.