
di tempat lain tepat nya di sebuah rumah petak yang berada di wilayah yang tertutup akan penduduk bisa di katakan rumah itu hanya berdiri sendiri di sana.
di dalam ruangan sudah ada Rafani sisi dan Giovan yang kini fokus akan laptop di depan mereka dengan Zidan bela dan Dila yang menatap apa yang di lakukan oleh ketiga nya.
"kita ngapain dong azahra"ucap Dila Rafani yang mendengar nya hanya diam tidak mempermasalahkan panggilan tersebut.
tak lama Rafani sisi dan Giovan menjauh dari layar laptop mereka dan memilih duduk santai sambil menyeruput minuman kaleng.
"kalian pada nyari apa sih"ucap zidan menatap ke arah mereka bertiga dengan tanda tanya.
"kita mulai dari tugas kecil"ucap Rafani membuat semua orang menatap nya dengan diam.
"gue minta bela dan Zidan kalian mata-mata in orang ini"ucap Rafani memberikan laptop Giovan ke arah Zidan dan bela.
"deka putra Andre"Guam Zidan menatap data di depan nya yang di angguki oleh Rafani.
"kenapa kita harus ngawasin dia"ucap bela menatap Rafani dengan tanda tanya.
"dia adalah sosok yang menjadi sugar nya zela dan dia juga yang menghancurkan Bianca biar keluarga mereka bisa menekan Abimana untuk menjalankan misi mereka menghancurkan keluarga kita semua"jelas Rafani.
"so, panda jadi kita ngapain selain mata-mata"ucap Zidan.
"mata-matai aja pergerakan dia dan setiap aktivitas nya bidik dengan kamera akan ada saat nya kita mempermalukan mereka balik"ucap Rafani yang mendapatkan angguk an dari mereka.
"untuk sisi dan Dila"gue minta kalian rentas semua dokumen kerja sama Arsenal Andre Alfan jika semuanya udah di tangan kalian ambil dan hancur kan perusahaan mereka"ucap Rafani yang di angguki oleh Dila dan sisi.
"buat Lo Giovan "ucap Rafani menatap ke arah Giovan.
"pantau terus zela jika gue kasih perintah untuk gerak Lo laksanakan semuanya "ucap Rafani yang di angguki oleh Giovan.
"terus gimana dengan satria "ucap giovan menatap ke arah rafani.
"itu urusan gue dengan ceshen "ucap Rafani Giovan yang mendengar nya hanya mengangguk.
"bukan nya kalo nunggu ceshen bakal lama ya kak apa lagi ceshen belum tentu sadar nya kapan"ucap sisi.
"bener juga sih Ra"timpal Zidan.
"gue tau, tapi kita harus selangkah demi selangkah buat hancur in mereka kalo kita jalan nya serempak yang ada mereka membaca pergerakan kita"ucap Rafani semua orang yang mendengar nya mengangguk.
"dan Dila usaha kan cari cara biar Lo bisa dekati alfatan "ucap Rafani Dila yang mendengar nya terkejut.
"ke-kenapa"ucap Dila gugup.
bela Zidan sisi dan Giovan menatap Dila dengan alis terangkat Rafani yang melihat itu hanya diam.
"setidaknya lebih mudah jika Lo ngedeketin dia dan merantas akses mereka"ucap Rafani datar Dila yang mendengar nya mengangguk dengan meneguk ludah getir.
"gue gak mempermasalahkan masa lalu kalian"Guam Rafani di telinga Dila yang membuat dia terkejut apa Rafani tau semuanya pikir nya.
setelah mengatakan itu Rafani keluar dari rumah tersebut yang di ikuti oleh yang lain mereka kompak masuk kedam mobil dan melesat pergi dari sana.
_#skip.
di rumah Abraham tepat nya di ruangan ceshen saat ini laki-laki itu nampak membuka matanya secara perlahan iya menatap sekeliling nya di saat matanya berhasil terbuka dengan sempurna.
iya menatap ruangan yang asing bagi nya dengan alis terangkat iya beralih menatap ke arah tangan nya yang sudah ada jarum infus disana.
ceshen terdiam sesaat iya mengangkat apa yang terjadi sebelumnya sesat iya berhasil mengingat iya membalak ketika mengingat akan Rafani.
Tampa memperdulikan rasa sakit di tubuh nya ceshen keluar dari kamar nya dengan menegang perut nya iya berlari cepat ke arah luar Tampa memperdulikan jika kini iya bertelanjang dada.
ceshen Berhenti di pegangan pagar balkon lantai atas yang memperlihatkan ruang bawah yang kini banyak akan keluarga nya ceshen mengedarkan pandangan nya guna mencari sosok Rafani namun tidak sama sekali di temukan nya.
"shittttt, sial Lo di mana"Guam ceshen yang panik.
iya melangkah cepat ke arah tangga dan menuruninya dengan tergesa-gesa.
"LOH CESHEN,LO UDAH SADAR"triak fatan yang membuat semua orang terkejut dan langsung menoleh ke arah ceshen yang kini berlari.
"anj- perut kotak Lo menodai adx gue sat"umpat Tian dan langsung menutup mata Akila yang membuat Akila menepis tangan kembaran nya.
"bacot"ucap ceshen yang terus berlari ke arah sang ayah.
"loh loh sen, ko dan bangun ayokk kembali lagi ke kamar Lo biar gue periksa"ucap Velia yang membalak menatap ceshen yang berjalan cepat dengan wajah panik nya.
ceshen tak memperdulikan itu iya terus berjalan ke arah ayah nya.
"yah, Rafani mana dia gak papa kan, dia selamat kan, terus-terus dia di mana, dia ada di sini atau di rumah sakit yah"tanya ceshen beruntun membuat semua orang terdiam dengan tatapan melongo.
"CK, klo nanya itu satu-satu boy"Guam Leon yang geleng-geleng menatap cucu nya itu.
"kamu kenapa sih sen panik gitu sama Rafani, tuh bukan nya samperin Bianca juga"Guam Vero menatap tunangan sang adx.
"apa sih Lo ver, gak usah ikut campur"ucap ceshen ngegas.
Vero yang tak terima pun melotot kepada ceshen.
"gue gak ada urusan sama Bianca, Bianca urusan sama bokap gue Lo pikir gue mau di jodohin sama dia"ucap ceshen membuat semua orang kini terdiam dengan hawa yang tak bersahabat ini.
"Vero sudah lah jangan mencari masalah dengan ceshen dia baru sadar"ucap Abimana menegur sang putra.
"aku gak terima Pi, dia gini in adx aku walaupun mereka di Jodohin tetap aja ceshen harus perduli sama Bianca "ucap Vero lagi.
teman-teman ceshen kompak diam seribu bahasa tidak ada yang tau jika ceshen adalah tunangan Bianca terkecuali Devi.
"ka, udah jangan kaya gitu"ucap Bianca menatap sang Kaka.
"gak bisa lah ca, kalo kaya gini sama aja kamu yang tersakiti"ucap Vero lagi menatap tajam ke arah ceshen.
"yah,, Rafani di mana dia selamat kan"ucap ceshen menatap ke arah ayah nya Tampa memperdulikan ucapan Vero.
"gue ngomong sama Lo"sentak Vero.
"apa sih anjeng, apa"kesal ceshen yang membuat semua orang terkejut.
di sisi lain ada sosok Rafani yang berjalan menuju masuk ke rumah ayah nya dengan dua ikut oleh yang lain.
namun langkah nya terhenti di kala mendengar suara ribut di dalam rumah mereka saling pandang sebelum Rafani memilih untuk membuka kenop pintu.
"ada apa sih, dah ribut aja"ucap Zidan.
"kaga tau, buka aja dah"ucap bela.
saat tepat pintu di buka di sana Rafani dan yang lain tersentak melihat ceshen dan aldevero yang kini saling ngotot.
Rafani yang melihat itu terkejut bukan main apa lagi yang membuat ceshen seperti ini karena cemas mencari nya.
"Lo ngapain cari adx gue emang nya"ucap Vero.
"CK, gue cuma mau tau keadaan nya gimana emang salah"ucap ceshen.
"tapi Bianca tunangan Lo klo Lo lupa"ucap Vero.
Rafani yang mendengar itu menegang dengan tangan terkepal entah kenapa dadanya sesak mendengarnya.
"CK, kan udh gue bilang gue gak pernah mau Nerima perjodohan ini, Lo gak usah nyolot bisa gak sih, gue cuma khawatir sama Rafani karena kemaren dia ngejar anak buah Arsenal sendiri "ucap ceshen lagi.
semua orang menatap pertengkaran itu dengan diam tanpa ada yang ingin membantu dan menjelaskan Rafani yang mendengar itu memijit pelipisnya yang agak berdenyut.
"Lo yang ngegas dari tad-"ucapan Vero terhenti ketika mendengar suara seseorang yang terlihat dari suaranya tengah menahan amarah.
"BACOT ANJENG, BISA DIAM GAK SETAN"triak Rafani dengan tatapan tajam nya menatap semua orang di sana dengan datar.
semua orang di sana terkejut dan menoleh ke arah pintu di mana sudah ada Rafani dan yang lain.
ceshen yang melihat itu Tampa pikir panjang langsung berlari iya memegang bahu Rafani dengan bergetar.
"Lo gak papa"ucap ceshen dengan panik Rafani yang melihat kepanikan itu mengangkat alis nya heran.
"gue gak pap-"
ucapan Rafani terhenti di kala merasakan ceshen memeluk nya dengan erat dan menenggelamkan nya di ceruk leher nya.
semua orang terdiam dengan mata membalak melihat hal itu Johan, iya yang melihat itu hanya menatap putranya dengan tatapan yang sulit di artikan sambil tersenyum tipis.
Rika suprianti Aulia Akbar selaku istri sekaligus mama kandung ceshen menatap apa yang di lakukan putra nya dengan kekehan geli iya mendekat ke arah sang suami.
"mas, apa kau salah mencari menantu"Guam Rika yang membuat Johan terkekeh.
"sepertinya begitu sayang"ucap Johan yang merangkul sang istri.
"kita lihat saja apa yang akan dia lakukan"ucap Johan lagi yang di angguki Rika.
mereka semua kembali menatap adegan di mana ceshen masih memeluk Rafani yang hanya terdiam dengan kebingungan nya.
di sisi lain Bianca yang melihat itu tersenyum tipis, Abimana dan Dinda iya ya menatap senyuman di bibir sang putri pun hanya menghela nafas dengan mengangguk pelan.
jika kalian pikir Bianca menyukai ceshen maka jawabannya ya dia dulu menyukai ceshen bahkan saat di jodohkan pun dia sangat bahagia.
namun kebahahiaan nya menghilang di saat hidup nya hancur iya merasa tidak pantas untuk laki-laki itu dan memilih untuk memendam dan menghapus perasaan nya.
iya dah membujuk orang tuanya namun mereka mengatakan jika gak bisa membuat Bianca tidak bisa berbuat apa-apa.
hidup nya yang awal nya bahagia karena berhasil bertunangan dengan ceshen jovanka weliem argaska putra Akbar namun sekejap hancur di saat iya kehilangan mahkota nya oleh sosok laki-laki yang bernama deka Bianca sangat membenci dan menaruh dendam oleh sosok laki-laki itu.
kehancuran hidup nya hanya orang tuanya yang tau sedangkan ATAKSAR atau lebih di kenal aldevero sang Kaka yang tak lain Kaka nya Rafani, aldevero sama sekali tidak tau tentang itu maka dari itu aldevero sangat marah di saat ceshen Lebih memilih Rafani Tampa perdulikan perasaan adx nya Bianca yang jelas-jelas tunangan nya.
"kau berhak bahagia ceshen, kau berhak memilih pasangan mu sendiri, maaf kan aku dan orang tua kita yang memaksa semua ini"Guam Bianca dalam hati bahagia menatap ceshen yang terus khawatir oleh sosok gadis di depan nya.