Rafani Azahra

Rafani Azahra
saudara yang retak



Rafani masih terdiam merasakan apa yang di lakukan oleh ceshen terhdap nya.


"gue pikir Lo udah ketangkap atau kenapa-kenapa tadi"Guam ceshen di dalam pelukan Rafani.


"sen, udah gue gak papa"ucap Rafani yang mencoba mendorong ceshen.


ceshen melepaskan pelukan nya dan menatap ke arah rafani.


"gue minta maaf soal kemaren"ucap ceshen.


"gak papa, lagian Lo luka karena nolong gue"ucap Rafani menatap ke arah ceshen.


semua orang masih terdiam menatap hal itu berbeda dengan aldevero yang tak suka menatap ceshen yang perhatian terhadap Rafani adx kandung nya sendiri sedangkan bersama Bianca sama sekali tidak.


"CK, ada ya orang yang udah punya tunangan tapi masih bisa perhatian sama cewek lain"ucap aldevero menatap sinis ke arah ceshen.


semua orang kembali terdiam dengan aura yang agak menyeramkan.


"dan Lo juga Rafani apa Lo gak tau jika laki-laki yang memeluk Lo tunangan adx gue"ucap Vero.


Velia yang mendengar itu hanya diam walaupun tangan nya terpekal saat ini.


"kak, Kaka apa an sih! gak usah kaya gitu"panik Bianca ketika melihat suasana yang agak serem.


"lah salah Kaka di mana juga ca, liat deh laki-laki yang Lo suka ? dia tunangan Lo tapi malah meluk cewek lain di depan lo"ucap Vero lagi gak mau diam Tampa menyadari tatapan semua orang.


Abraham, Johan, Edward dan Leon kompak mengepalkan tangan nya melihat apa yang terjadi saat ini.


"Vero apa-apa an kamu? gak seharusnya kamu ngomong seperti itu Rafani Indonesia juga adx kamu"ucapan Abimana.


"CK, kenapa sih Pi, papi takut karena om Johan rekan papi iya! tapi kan aku gak salah benar kan ceshen adalah tunangan Bianca gak pantes dia seperti itu, walaupun yang di peluk nya adx aku sendiri"ucap Vero lagi.


Rafani mengepalkan tangannya kuat saat mendengar itu semua iya memejamkan matanya secara perlahan.


"mampus til , liat iblis bakal bangun noh"heboh Aryan menyenggol lengan tilo.


tilo yang mendengar nya menatap ke arah tunjuk Aryan yang di mana iya melihat Rafani yang kini sedang menahan amarah nya.


"suuttttt,,diam Lo"ucap Tian tajam membuat tilo dan Aryan mingkem.


"udah Vero kamu jangan keterlaluan"ucap Abraham berdiri menatap ke arah sang putra.


"yah, apa aku salah benar kan seharusnya mereka gak seperti ini juga lah di depan Bianca mereka sama aja gak ngertiin perasaan Bianca"ucap Vero lagi.


Rafani yang sudah muak mendengar itu pun serontak berjalan menuju Vero membuat teman-teman nya yang lain membalak.


"seharusnya mereka gak seperti-"


bughhhh...


"LO KLO GAK TAU APA-APA DIAM AJA ANJENG GAK USAH BACOT"triak Rafani sambil memukul-mukul rahang aldevero membuat nya tersungkur dengan sudut bibir yang berdarah.


semua orang membalak melihat apa yang di lakukan oleh Rafani begitu juga dengan aldevero yang kini terdiam kaku menatap mata tajam rafani.


Johan dan Zidan yang memang tau seperti apa sosok Rafani hanya bisa menghela nafas dengan tingkah Rafani yang bisa aja membunuh orang tanpa memandang buluh.


"lo apa-apa an sih ha, gue ini Abang kandung Lo"sentak Vero marah iya berdiri menatap Rafani tajam.


Rafani yang mendengar nya tersembunyi miring." apa Lo bilang tadi,, abng CK, sorry gue gak pernah punya Abang yang kelakuan nya kek Lo? Lo sendiri gak anggap gue adx deh sebenarnya tapi Lo nganggap gue sebagai orang lain jadi so pantes emang gue anggap lo Abang gue"ucap Rafani sanati Vero ya mendengar nya mengepalkan tangannya.


"gue tau elo adx gue, tapi gue gak akan biar kan elo ngerebut tunangan adx gue banst"ucap Vero.


semua orang kembali menegang menatap perkelahian antar saudara di depan mereka.


"LO PIKIR GUE MAU JADI ADX LO HAH, NYESEL TAU GAK, GUE NYESEL DAH MATI-MATIAN CARI ABANG GUE CARI KEMBARAN KAKA VELIA GAK TAU NYA ORANG NYA AJA KEK LO DASAR ANJENG? KALO GUE TAU KAYA GINI GUE GAK AKAN BERHARAP LO TAU SIAPA KELUARGA LO SEBENARNYA"bentak Rafani, Vero ya mendengar nya terdiam.


"Lo gak tau apa-apa mending diam"Guam Vero lagi tersenyum tipis ke arah rafani.


"BANGSAT "


bughhhh.


bughhhh.


akhhhh..


kini aldevero sudah tersungkur ke dengan memegang perut nya yang di hajar oleh Rafani.


"gue Abang Lo, kenapa Lo hajar gue"ucap Vero yang tak habis pikir.


"Lo bilang kalo Lo abnag gue? heh, sejak kapan sosok Abang malah ikut memojokkan dan menyindir adx nya sendiri hah? SEJAK KAPAN GUE BILANG "teriak Rafani.


Rafani melihat aldevero dan berjongkok di hadapan Vero dengan tatapan yang datar.


"CK, Lo kalo gak tau apa-apa tentang gue gak usah berharap gue bakal memperlakukan Lo kek Abang gue"ucap rafani yang membuat Vero terdiam.


"dan lagi, mending Lo tanya deh sama keluarga Lo kek nya ada yang merasakan sembunyi kan dari Lo"ucap Rafani menatap Vero datar.


Rafani berdiri menatap sekilas ke arah keluarga Abimana dengan kilatan tajam membuat mereka terkejut.


"lebih baik cerita kan apa yang terjadi sama anak Lo dari pada gue yang bantai habis kalian"ucap Rafani Abimana terdiam dengan bergetar menatap ke arah rafani.


Rafani kembali menatap ke arah Vero yang kini menatap nya dengan bingung.


"mungkin Lo bingung kenapa gue bisa gini, so tanya aja sama bokap kandung Lo mungkin dia bisa kasih tau seperti apa gue sebenernya".


"sebelum Lo maksa orang buat adx Lo lebih baik Lo tanya sama keluarga Lo apa yang mereka sembunyikan selama ini"


Rafani berbalik dan ingin melangkah namun terhenti.


"bahkan gue gak akan segan-segan buat bunuh Lo walaupun Lo Abang kandung gue sendiri? karena prinsip gue kebenaran no 1 walaupun gue harus mengorbankan keluarga gue sendiri"ucap Rafani dan setelahnya Rafani pergi meninggalkan tempat itu semua orang terdiam Vero kini iya menatap kepergian Rafani dengan terkejut.


"kalo Lo gak anggap kita adx Lo mending balik Lo sama keluarga Lo sebelumnya"ucap Velia dingin.


"karena keluarga Abraham tidak pernah menginginkan anak kek Lo bang! gue tau dia adx Lo tapi apa Lo gak sadar yang Lo bentak adx kandung Lo? mikir bang mikir otak tu harus berguna? percuma hebat lawan debat masalah gini aja Lo dah kek gini"ucap Clara lagi yang kini di rangkul oleh Velia.


aldevero terdiam iya sama sekali tidak bisa berkata apa-apa lagi ketika melihat kebencian dari adx nya.


"apa yang kau ajarkan terhadap aldevero "ucap Abraham tajam menatap sangit ke arah Abimana yang kini bergetar.


"benar-benar keluarga psikopat "batin Abimana yang ketakutan.


"tenang lah seperti nya semua ini salah paham"ucap Johan yang melerai akan terjadi nya perkelahian itu.


"ayah kecewa sama kamu aldevero "ucap Abraham menatap sang putra.


"apa aku ada salah ayah"ucap aldevero yang kini kebingungan.


"jelas kamu salah, makanya cari tau dulu kebenaran nya sebelum kau berbicara "ucap Abraham lagi.


"adx mu bukan lah orang biasa dia sosok gadis berujud iblis bahkan dengan kesalahan ayah dulu adx mu sempat membenci ayah selama 13thn"ucap Abraham aldevero terdiam mendengar nya.


"adx mu bukan lah orang sembarangan yang bisa kau singgung, dia sama sekali gak akan mengampuni orang-orang yang menganggu nya walaupun kau sedarah dengan nya"ucap Edward lagi menatap iba terhadap sang cucu namun iya juga kesal sebenarnya.


"kau memang boleh membela keluarga mu tapi apa kau mengerti tentang Rafani yang selama ini mati-matian mencari keberadaanmu, di sini kau sudah mengibarkan bendera perperangan antar saudara"ucap Johan.


semua orang terdiam tidak berkutik mereka memang tau seperti apa Rafani tapi bagi yang dekat dengan nya sisa nya hanya membayangkan saja.


"gue benci punya kembaran kek Lo"ucap Velia dan langsung pergi membuat Vero tersentak.


"ayah ini gimna"ucap Vero menatap ke arah Abraham.


"ayah gak bisa bantu apa-apa? apa lagi soal adx mu Rafani"ucap Abraham membuat Vero merunduk.


Bianca yang melihat sang Kaka seperti ini hanya terdiam dengan tubuh bergetar iya tau jika ini semua kesalahan nya yang tak memberitahu kan apa-apa terhadap Kaka nya.


"apa kau masih tidak ingin menceritakan apa yang terjadi sebenarnya tuan Abimana"ucap giovan yang entah kenapa ingin sekali membunuhnya.


Abimana yang mendengar nya tersentak iya menatap sang putra dan berhati dengan sang putri dengan Helaan nafas panjang nya.


semua orang benar-benar terdiam menyaksikan sosok putri dari keluarga Abraham bahkan Akila dan Devi yang sudah biasa melihat hal ini aja menjadi terdiam tak bersuara.


ceshen,, iya sudah terlebih dahulu berlari mengejar Rafani yang keluar dari rumah entah kenapa saat melihat amarah gadis itu membuat nya tak bisa diam saja iya pun berlari dengan dada masih terpampang di sana.