
semua orang begitu juga Zidan dkk zela dkk menatap Devi tak percaya sedangkan zela iya terus menangis menahan tangisannya.
"lo-"
"DIAM JANGAN ADA YANG NGOMONG SEBELUM GUE BICARA"bentak Devi menatap gion yang sudah mau berbicara iya menatap Zidan dkk zela dkk tajam meisaratkan mereka pun langsung mingkem.
Devi menatap ke arah zela tajam yang membuat zela menunduk kan kepala nya.
"bisa tidak? jangan mencari masalah lagi sama azahra, LO GAK KASIHAN SMA DIA ZELA LO LIAT LO LIAT DENGAN MATA KEPALA LO ZELA LIAT DIA, APA GAK CUKUP SELAMA INI DIA JADI KAMBING HITAM LO, LO TERUS-MENERUSAN NYALAHIN DIA LO GAK KASIAN APA SAMA DIA LO SELALU SENANG KETIKA DIA DI CACI MAKI SAMA ORANG LAIN LO MAU APA SEBENARNYA NYA HAH LO MAU DIA MATI IYA, DIA UDAH MATI MENTAL ZELA ASAL LO TAU ASU"tekan Devi dengan tatapan tajam nya.
Devi menatap ke arah semua orang yang berada di dalam ruangan ini.
"siapa anak kelas 12 IPA 2 di kelas ini Angkat tangan"titah Devi menatap isi kelas yang terdiam menatap nya takut-takut.
tak berselang lama banyak murid laki-laki maupun perempuan mengangkat tangan mereka.
"siapa yang dari tadi berada di kelas sejak bel masuk sampe sekarang "tanya Devi lagi.
setelah nya pun ada seseorang siswi berkacamata yang mengangkat tangan nya takut-takut namun iya memberanikan nya dan juga di susul sama satu siswa yang gembul yang berada di ujung.
"Lo berdua sini"ucap Devi pada ketiga nya dan di angguki oleh mereka, mereka pun berjalan perlahan tapi pasti ke arah Devi.
"kalian berdua ada liat gue dan geng gue keluar dari ini kelas"tanya Devi ke pada dua orang itu.
"gak ada kok, kan kalian dari bel masuk tadi udah ngorok tidur sampe bel istirahat iya kan"ucap cewek berkacamata kepada cowok yang berbadan gembul.
"iya kalian gak ada keluar ko bahkan bangun aja tidak "ucap berbadan gembul ke arah Devi dan yang lain.
"iya bener,, mereka dari tadi tidur bahkan gak terganggu sama sekali sama jamkos yang berisik dari tadi"ucap salah satu siswa yang di kenal sebagai ketua kelas membenarkan setelah iya masuk ke kelas yang sedari tadi memperlihatkan apa yang terjadi.
zela seketika mematung di tempat....
"udah jelas kan, jadi apa ada yang perlu gue jelaskan lagi! TUAN DAN PUTRI YANG TERHORMAT "ujar Devi sambil menekan kalimat terakhir nya menatap nyalang ke arah Zidan dan antek-anteknya begitu juga zela yang sudah terdiam kaku.
"sialan Lo Azahra"batin zela.
"Lo bohong sama kita zela"tanya Aryan yang sedari tadi emang diam menyimak.
zela menggeleng pelan lalu menunduk kan kepala nya menahan amarahnya yang akan meledak jika saja tidak ada orang lain di sini.
Zidan bangkit dari duduk nya dan segera meninggalkan teman-temannya zela menatap kepergian Zidan dengan sendu sebagian geng Dark Deon memutuskan untuk menyusul Zidan dan meninggal zela dkk.
zela dkk memutuskan untuk pergi dari kelas itu dengan penuh akan omongan dan bisik-bisik siswa siswi yang negatif ke arah zela and the geng.
mobil sport milik azahra memasuki halaman rumah arlexsa Gustian dan memarkir kan nya di bagasi.
saat iya masuk iya masih dapat mendengar suara tawa bahagia dalam rumah yang membuat azahra menatap isi rumah itu dengan males.
azahra terus berjalan ke arah tangga guna untuk kekamarnya namun langkah nya terhenti di kala mendengar suara tegas seseorang yang membuat azahra mendengus kesel.
"azahra kesini kamu"bentak Arsenal.
azahra yang mendengar nya pun menoleh dan berjalan mendekat ke arah Arsenal yang berada di ruang keluarga iya mengangkat sebelah alis nya dengan angkuh menatap ke arah keluarga arlexsa Gustian ini.
"kamu! kamu membully adx mu lagi? kamu ini Azahra adalah Kaka kenapa kamu suka sekali membully adx mu"ujar Arsenal menatap azahra dengan tatapan datar dan tajam jangan lupakan ekspresi wajah muak nya.
sedangkan azahra iya masih diam dengan tenang menatap keluarga di hadapan nya ini.
"kamu ini ya di bicarai ko diam aja? apa ini yang kami ajarkan sama kamu selama ini"ujar nimas menatap azahra dengan males.
Velia cllara diam melihat pertengkaran keluarga ini iya sebenarnya iya mau marah namun tak jadi melihat keganjalan di saat melihat keberanian sang adx nya azahra sekarang azahra menatap keluarga itu dengan kesal seraya berucap.
"DENGAR INI? SAYA SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MEMBULLY ANAK ANDA KELUARGA ARLEXSA GUSTIAN"tekan azahra di setiap ucapan nya.
kini iya menatap ke arah zela dengan tajam yang di tatap pun menjadi mengrinsut di belakang Arsenal.
"wow,, fitnah yang kedua lagi putri"ucap azahra menatap nyalang ke arah zela.
"emm,, kek nya seru kalo gue nelpon saksi bully di sekolah tadi terus Lo mau ngapain ha"bentak azahra nyalang yang membuat orang terkejut bukan main dengan zela yang sudah panas dingin.
"jaga ucapan kamu azahra dia adx kamu? jangan samakan dia dengan kata-kata bacth kamu dasar anak tidak tahu diri"marah Arsenal yang sudah berdiri menatap tajam azahra.
"apa ini CEO arlexsa Gustian! yang bisa membasmi penghianat perusahaan dan mencari tau kebenaran apa lah anda TUAN ARSENAL DAN NYONYA NIMAS ? woww saya sangat salut dengan kebodohan kalian selama ini bangst"teriak azahra dah kepalang emosi bahkan keluarga azahra terkejut menatap ke arah nya.
"jika kalian masih ingat keluarga kalian tanang dan damai cari tau kebenaran nya dahulu jangan cuma bisa menghakimi sendiri tanpa adanya unsur kebenaran di sini tuan dan nyonya ARLEXSA GUSTIAN "ucap azahra daj berlalu pergi meninggalkan keluarga biadab ini.
Rafani Azahra sengaja memberhentikan langkah nya di undakan tangga seraya berucap.
"azahra yang kalian kenal dulu sudah mati? dan saya akan membuktikan bahwa pandangan kalian selama ini adalah kesalahan "
"dan Lo zela gue akan buat perhitungan sama lo karena Lo udah berani cari masalah sama azahra di kehidupan dulu ingat kan itu"
setelah mengatakan itu Rafani Azahra pun langsung melanjutkan langkah nya meninggal kan terkejut nya keluarga arlexsa Gustian.
iya berjalan menaiki tangga dengan perasaan dan fisik yang sakit entah kenapa iya seakan-akan terluka dan merasakan sakit yang di rasakan oleh azahra selama ini walaupun iya jujur di kehidupan nya dulu iya tak pernah mendapatkan kekerasan apa lagi bentak kan dari orang tua nya namun kali ini iya berada di dalam tubuh azahra yang otomatis merasakan juga gimna sakit nya jadi dia Rafani terus menghela nafas panjang nya dengan lelah.