
ceshen Terus memperhatikan jalan di depan nya kini hari sudah menunjukkan pukul 18:35 di mana sekitar setengah jam lagi sampe di rumah Rafani dan itu pun udah kecepatan tinggi.
ceshen melirik ke jok samping ketika tidak mendapat pergerakan dari sosok gadis bersama nya iya menoleh dan melihat sosok Rafani yang kini tertidur pulas ceshen yang melihat itu tersenyum dan menoleh ke depan lagi.
"bahkan gue gak tau pertemuan kita ini takdir atau hanya kebetulan"Guam ceshen pelan sambil merapikan rambut Rafani.
ceshen kembali menoleh ke depan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh ketika melihat hari sudah mendung membuat Ceshen menggerutu kecil.
"CK, jangan Sampe hujan"Guam ceshen menatap ke arah luar jendela mobil.
tak beberapa lama keheningan yang di rasakan ceshen mendadak menjadi tersentak ketika di belokan dia terkejut mendengar teriakkan sosok gadis di samping nya.
"AAAA, TIDAK BERHENTI AWASSS ADA TRUK AWASSSSSS"triak Rafani, ceshen yang mendengar nya sepontan memutar kemudi mobil nya dan pertepatan itu juga Rafani bangun dan membalak saat mobil ceshen yang berputar-putar.
"akhhh,, sial"umpat ceshen dan langsung memutar-mutar mobil nya sampai di mana mobil itu berhenti dengan menimbulkan Gresekan yang kuat ceshen merasakan dadanya sangat berdetak kencang iya menoleh tajam ke samping dengan wajah yang sangat dingin namun tersentak ketika melihat sosok Rafani kini meringkuk ketakutan ceshen merubah raut wajah nya seperti semula dengan tenang.
"hey, Lo gak papa"Guam ceshen memegang bahu Rafani.
hiks hiks.
ceshen yang mendengar suara Isak tangisnya Rafani pun sepontan melepaskan tali pengaman nya dan langsung menarik Rafani ke dekapan nya.
"heh, ko nangis kita gak papa Lo tadi cuma mengigau aja"ucap ceshen meletakkan kepala Rafani di dada nya.
Rafani Mendongak menatap ke arah ceshen dengan mata memerah nya ceshen yang melihat wajah Rafani pun terdiam dan tangan nya bergerak melap wajah basah Rafani.
"CK, kenapa nangis sih liat nih jelek kan wajah Lo"Guam ceshen sambil menghapus bulir air mata di wajah Rafani.
sedangkan Rafani yang melihat nya mengerucut kan bibinya yang membuat ceshen terkekeh kecil.
"Lo kenapa ko bisa mengigau sampe histeris gitu"ucap ceshen sambil mengacak kecil rambut Rafani.
Rafani menatap tepat wajah ceshen yang tidak jauh dari wajahnya membuat Rafani tersentak ketika melihat wajah yang tampan ini Rafani menunduk dan setelah nya menatap ke arah jalan yang hampir turunan itu iya menghela nafas nya dalam.
"di sini tempat kejadian gue kecelakaan dulu yang mengakibatkan gue mati dan berpindah jiwa"ucap Rafani ceshen yang mendengar nya tersentak.
"gue takut hiks hiks di saat merasakan mobil Lo yang cepat di situ gue merasakan kejadian waktu itu"ucap Rafani yang kini terisak sambil menunduk.
ceshen yang melihat nya menghela nafas iya membawa rafani ke pelukan nya lagi.
"sorry gue gak tau, udah gak usah nangis lagi Lo aman sama gue"ucap ceshen Rafani yang mendengar suara itupun tersentak sekilas iya mengulum bibir nya dan mengangguk kecil.
di saat Rafani sudah mulai tenang ceshen kembali melajukan mobilnya sedikit canggung di saat iya memeluk gadis di sampingnya untuk menenangkan namu tak di pungkiri jika iya menahan senyum sedari tadi.
Rafani iya terus melihat keluar jendela melihat jalanan yang sepi namun tak lama menemui jalan yang penuh akan penduduk dan juga rumah yang mewah-mewah iya terus memandangi luar jendela Tampa mau menoleh ke arah ceshen sedari tadi iya terus mengingat apa yang ceshen katakan membuat hati nya menghangat merasa terlindungi.
_#skip.
...4thn yang lalu....
saat ini ada sosok laki-laki yang memakai seragam SMP nya tengah duduk di halte bus iya di sana sendiri di saat kedua teman nya sudah pergi karena di jemput sama keluarga nya.
sosok itu yang tak lain adalah ceshen iya pulang sore karena mengingat hari ini adalah mos terakhir nya menjadi anak baru di sekolah nya namun mengingat iya yang di antar jemput oleh ayah nya membuat iya harus menunggu sang jemputan.
namun tak lama ceshen tersentak ketika melihat ada 5 orang geng motor yang kini berhenti di halte bus itu ceshen yang melihat itu terkejut bukan main.
kelima orang itu turun dari motor mereka dan berjalan ke arah ceshen dengan tatapan yang sangar ceshen yang melihat itu hanya diam mengangkat alis nya masa bodoh karena iya tidak berbuat masalah sama mereka ngapain dia takut pikir nya.
"eh, ada anak Cendana"ucap salah satu dari mereka memanggil nama sekolah ceshen yang membuat ceshen terdiam kaku.
"wih,, mantap nih mana kek nya orang kaya deh liat aja tas sama sepupu nya dan jam nya liat bewhhh mahal uy"ucap salah satu nya lagi .
sosok yang paling sangar dapat di liat seperti nya ketua dari geng itu tengah berjalan ke arah nya.
"heh, Lo kasih gue jam Lo"ucap nya berucap sambil mengandahkan tangan nya ke arah ceshen.
"kalo mau ya beli lah"ucap ceshen mengangkat alis nya menatap sosok yang ada di depan nya ini sosok itu yang mendengar nya mantap ceshen tajam.
"Lo berani sama kita"ucap sosok itu ceshen hanya diam.
"wahhh boss nantangin nih bocah"ucap satu teman nya berdecak pinggang menatap ceshen mendelik.
"dah lah bos hanjar aja nih anak"ucap satu nya lagi sosok yang di panggil bos tadi pun menatap ceshen tajam iya mengangkat tangan nya ingin memukul ceshen, sedangkan ceshen yang melihat itu langsung berdiri dan menendang tulang kering laki-laki itu yang membuat nya meringis kesakitan.
sedangkan yang lain yang melihat itu membalak dan menatap ceshen dengan tatapan tajam mereka.
"Lo berani sama kita hah"ucap nya sambil maju kedepan ceshen.
" sorry ya gue gak pernah di ajarin sama bokap gue buat takut sama siapapun "ucap ceshen santai mereka semua yang mendengar itu mengepal kan tangan nya kuat.
"bangst, hajar"ucap salah satu dari orang itu yang memerintahkan untuk menghajar ceshen sedangkan ceshen yang melihat iya akan di keroyok pun membalak.
"STOP ANJENG" teriakan seseorang membuat pergerakan mereka terhenti mereka kompak Menoleh ke arah sosok gadis yang memakai seragam SMP drahma mereka yang melihat siapa sosok itu pun termundur kaget sedangkan ceshen iya hanya mengangkat alis nya heran.
"eh, Fani"Guam mereka secara kompak sosok yang tak lain adalah Rafani iya yang menatap kekawanan gala sahabat nya itu tengah ingin menghajar anak sekolah lain pun menatap mereka tajam.
"Lo semua milih gue atau gala yang bakal kasih kalian peringatan"ucap tajam Rafani mereka semua yang mendengar itu sepontan meneguk ludah susah payah.
"fan ini kita bisa jelasin"ucap laki-laki yang yang di tendang sama ceshen tadi.
"CK, Lo pada lupa atau tolol ha Lo kira gue mau denger sama penjelasan sampah Lo itu"ucap datar Rafani membuat kelima orang itu terdiam dengan tubuh yang memegang.
Rafani yang melihat itu pun mendengus iya berbalik." mending Lo semua pergi gak usah cari masalah sama anak sekolah an lain sebelum kaki kalian gue patahin"ucap Rafani dan langsung berjalan ke arah sepeda motor ninja nya.
kelima orang tadi pun yang mendengar itu semua Tampa pikir panjang langsung ngacir ke arah mobil mereka dan ikut pergi meninggalkan ceshen yang melongo tak percaya melihat para laki-laki ganas tadi takut hanya karena sosok gadis.
"siapa Lo sebenarnya"Guam ceshen pelan saat mengingat wajah Rafani yang sangat dingin dengan sorot mata tajam nya namun tak dipungkiri jika iya memiliki pipi yang gak terlalu tirus membuat nya sangat cantik.
ceshen yang melihat itu tersenyum tipis walaupun dia tau jika sedari tadi sosok gadis itu tidak melihat nya namun ceshen akui jika sosok itu sangat cantik dan mendominasi aura baik ratu iblis.