
gio duduk di sofa di ruang tamu sambil menatap Rafani yang kini masih terdiam menatap sekeliling rumah itu Giovan yang melihat itu hanya bisa menatap nya dengan diam.
"udah"ucap giovan saat mata Rafani jatuh terhadap nya.
"Lo ko tau tempat ini"ucap rafani.
"kenapa gue jelas tau karena ini rumah keluarga Abraham"ucap giovan tersenyum tipis Rafani yang mendengar ucapan itu serontak menutup kan bibir nya.
"udah gak usah di bahas sini ikut gue ada yg penting di rumah ini yang harus Lo tau"ucap giovan Rafani yang mendengar nya tersentak.
"ruangan penting bukan nya gue selama ini tinggal di sini masa gue gak tau soal ini"Guam Rafani dalam hati.
Rafani menatap Giovan dengan alis terangkat iya bahkan heran kenapa Giovan sangat satu tentang rumah nya ini bahkan kini Giovan membawa nya kesebuah dapur dan menggeser sesuatu di sana dan tertampang lah sejenis ruangan bawah tangga Rafani yang melihat itu melotot tak habis pikir selama ini iya bahkan tidak tau tempat ini.
Rafani dapat melihat ada tulisan di depan kamar itu.
...twins nursery ....
"twins"Guam Rafani.
"jawab an nya ada di dalam"ucap giovan dan setelahnya Giovan membuka pintu itu dan menarik Rafani untuk menuruni anak tangga di dalam ruangan rahasia ini.
saat sampai di dalam Giovan membawa Rafani ke salah satu ruangan yang bernuansa setengah biru dan setelah nya lagi pink.
Rafani Azahra iya berjalan ke arah ruangan yang tersedia dua keranjang bayi dengan perlahan sedangkan Giovan memilih untuk diam membiarkan Rafani.
Rafani menatap ranjang berwarna pink dan ada tertulis nama iya pun membaca nya.
"Velia cllara Abraham is or queen"baca Rafani iya tersentak mendapati nama sang Kaka azahra di tempat rahasia ini.
"ini kan nama Kaka Velia? ko bisa ada di ruang bawah tanah ini dan itu apa ini kenapa di belakang nya ada marga ayah"Guam Rafani heran.
Rafani pun beralih menatap ke arah samping di mana tempat keranjang berwarna biru.
"Aldevero galvano Abraham is or king"Guam nya lagi menatap nama di keranjang bayi cowok.
"what? apa, apan ini ko satu king dan satu queen jangan-jangan Kaka Velia sebenarnya mempunyai saudara kembar"kaget Rafani.
"terus hubungan nya dengan gue apa dan itu ada marga ayah apa jangan-jangan Kaka Velia adalah"pikir Rafani dalam hati dan setelah nya iya kembali menggelengkan kepalanya.
"gak, gak mungkin ini semua belum jelas masih banyak yang harus gue selidiki "Guam Rafani lagi dengan pelan.
"apa Kaka Velia tau tentang ini"Guam Rafani lagi menatap keranjang warna pink yang bertuliskan nama kakanya azahra itu.
Rafani menatap sekeliling ruangan yang di penuhi oleh banyak nya mainan Rafani yang melihat itu hanya geleng-geleng.
setelah Rafani berjalan ke arah sofa yang berada di sana dan Tampa sengaja melihat sebuah amplop yang berantakan di dalam laci yang belum tertutup sempurna Rafani pun berjalan kearah nakas dan mengambil amplop yang berwarna coklat nampak beda dari ampuh lain iya membuka amplop di dalam nya terdapat surat Rafani pun mengambil nya dan membacanya.
saat membuka kotak itu Rafani menatap isinya dengan mata yang membalak dan ekspresi terkejut nya di sana sudah ada 5 kalung berliontin berwarna glod dan silver 2 berliontin mahkota dan 3 berliontin ratu.
" empat kalung? buat siapa"ucap Rafani lagi.
Rafani memilih berjalan ke arah sofa ketika iya melihat di dalam kotak itu terdapat satu kertas berwarna putih iya pun bersandar ke arah sofa dan membuka kertas itu.
_#skip.
...Eropa....
"kita mau ke mana sih"ucap Akila yang sudah berlari bersama Devi entah mau kemana.
"udah kak Akila sama kak Devi ikut aku aja"ucap sosok gadis sambil menarik tangan Akila dan Devi.
"CK, cla Lo gak usah gini napa sih gak usah sok asik sama kita Lo tinggal jawab kita mau kemana"ucap Devi yang sudah muak di tarik-tarik oleh Clara ya sosok gadis yang di tolong oleh Rafani Azahra tiba-tiba datang ke kelas nya dan langsung menarik Akila dan Devi yang sedang belajar tentu membuat satu kelas bingung.
"udah kah ikut aja nanti juga Kaka bakal tau"ucap Clara yang kini memasuki mobil nya yang sudah di tunggu oleh supir pribadi nya sedang Akila dan Devi yang melihat itu menggerutu kesel namun mereka tetap masuk ke dalam mobil.
kini mobil di lakukan dengan Akila dan Devi menatap Clara di depan dengan tatapan bingung mereka sedangkan Clara hanya diam sambil menatap lurus ke depan.
saat melihat jalanan Akila dan Devi tau jika ini jalanan menunju kebandara srontak hal itu membuat mereka saling pandang.
saat sampai di bandara Clara turun yang di susul Akila dan Devi.
"ko Lo bawa kita kesini mau ngpin"ucap Devi yang sudah kesel sama Clara.
"udah kak, Kaka mending ikut aku aja ayokk masuk bentar lagi pesawat kita mau berangkat"ucap Clara senang.
"sebenarnya Lo mau apa hah, Lo mau bawa kita kemana"ucap Akila yang sudah terlanjur kesel.
"aku mau bawa Kaka ke Jakarta"ucap Clara menatap ke arah Akila dan Devi mereka berdua menatap ke arah Clara bingung.
"ngapain"ucap mereka kompak.
"kalo Kaka mau tau maka ayok ikut aku Clara yakin kalian pasti gak akan nyesel"ucap Clara yang sudah berlalu pergi berjalan menuju pesawat penerbangan Jakarta Devi dan Akila saling pandang namun karena kepalang penasaran ya melihat keseriusan Clara mereka pun akhirnya mengikuti nya.
_#skip.
Rafani duduk terdiam dengan tubuh yang perlahan bergetar iya sangat-sangat bingung akan semua hal ini benar-benar sangat membuat nya muak kesal bercampur aduk.
bahkan dia tidak atau harus menangis tertawa atau apa.
"kenapa hidup mempermainkan gue kek gini"Guam nya pelan sambil menunduk kan Kepala.
Rafani kembali melihat sebuah amplop berwarna putih di tangan nya dan isi nya sangat mengejutkan di Mana di sana tertera kertas kecil yang bertuliskan family dan yang membuat nya sangat terkejut adalah di balik kertas itu ada foto orang tua kandung nya dan juga dua sosok paruh Bayah yang membuat Rafani bingung siapa mereka dan kenapa bisa bersama dengan kedua orangtuanya.