
sekali lagi Rafani menatap jam yang berada di pergelangan tangan nya yang kini menunjukkan pukul 11:15 malam.
"saat nya bergerak"Guam Nye serasa membuka pintu mobil nya dan keluar dari dalam mobil nya.
Rafani Azahra iya berjalan memasuki gerbang yang terkunci iya menatap ke arah pos penjaga dengan gelengan kepala.
"bisa-bisanya mereka gak ngunci nih gerbang"ucap nya geleng-geleng Rafani pun tak memperdulikan itu iya berjalan pelan di halaman rumah besar itu dan masuk ke dalam rumah dengan menggunakan kunci cadangan nya.
ketika sampai di dalam rumah Rafani Azahra menatap isi rumah yang sangat mewah walaupun kini hanya cahaya remang-remang aja yang ada di dalam di karena kan orang-orang jelas tidur.
"rumah gede gini yang nempatin cuma beberapa orang emang gak sayang"Guam pelan Rafani menatap sekeliling rumah itu iya pun menaiki tangga ketika melihat-lihat di bawah tidak ada kamar sang pemilik rumah selain para maid.
Rafani berjalan menaiki tangga menuju lantai dua saat sampai di sana iya pun berjalan ke arah satu lorong dan mendapati satu pintu berukuran besar yang paling pojok.
Rafani pun membuka perlahan pintu itu yang tak terkunci dan memasuki nya dan yah iya dapat melihat dua orang yang kini sudah tertidur di sana Rafani pun berjalan ke arah mereka dengan tatapan datar.
saat sudah sampai di samping sang wanita Rafani menatap mereka sebentar iya merogoh saku nya dan mengambil sarung tangan hitam dan mengenakan nya dengan melihat orang yang masih tertidur itu.
setelah semua nya selesai iya pun mengambil pistol nya yang di letak kan nya di saku belakang dan mengarahkan nya ke arah sosok pria.
"upss sorry, sudah cukup main-main nya"ucap nya dan dengan langsung menembak kan pistol nya ke arah kepala sosok pria itu.
dorrr.
sosok wanita yang tak lain adalah mama nya sisi iya yang mendengar suara tembakan pun serontak bangkit dan tersentak iya menatap ke arah suaminya yang kini penuh akan darah iya membekap mulut nya terkejut.
"halo nyonya Arora"ucap Rafani menatap ke arah mama nya sisi yang masih membelakangi nya dengan tatapan dingin dan senyuman tipis nya.
sosok wanita yang di panggil tadi pun menegang iya menoleh pelan ke arah suara yang berasal dari belakang nya dan setelah iya terkejut bukan main melihat sosok gadis bermata iblis.
"aaaaaa , siapa kamu si---"teriakan nya terhenti di kala mulut nya di bekep oleh tangan Rafani sedangkan Rafani yang mendengar suara cempreng itu pun mendengus kesal.
"CK, klo masih mau hidup gak usah teriak anjg"umat Rafani menatap tajam ke arah mama sisi yang bergetar ketakutan.
"ini alasan nya karena Lo udah biar in putri Lo menderita"ucap Rafani menatap mama sisi sedangkan mama sisi terdiam kaku dengan tubuh gemetar.
"Lo harus nya tau jika putri Lo kunci idup Lo sama suami Lo tapi kalian malah ingin mati"ucap nya lagi.
"ap- apa maksud mu"ucap mama sisi setelah bekapan di mulut nya terlepas Rafani yang mendengar itu terkekeh kecil.
"Lo tanya apa maksudnya"Guam Rafani yang di angguki oleh mama sisi.
"gue tau selama ini putri Lo baik sama azahra keluarga arlexsa Gustian"jeda Rafani.
"tapi Lo lupa dengan dekat nya keluarga Lo ke keluarga azahra mengingat Zidan pacar nya zela tidak akan menjamin hidup kalian aman"Guam Rafani lagi.
"mau tau kesalahan Lo di sini apa"Guam Rafani lagi tajam.
"karena Lo udah mau bikin orang yang membela azahra menderita dan Lo seenaknya buat dia sama orang yang dia gak mau gue tau juga rencana kalian yang mendekati keluarga arlexsa Gustian karena harta tapi salah nya kalian gak tau betapa licik nya orang itu"tegas Rafani.
mama sisi yang mendengar nya terkejut iya menatap ke arah rafani dengan ketakutan.
"si-siapa sebenarnya kamu"ucap mama sisi menatap ke arah azahra takut.
"kenalin gue Azahra pemilik perusahaan Zara jofe anak terbuang dari keluarga arlexsa Gustian dan selama beberapa hari ini gue ngawasin perusahaan Lo yang sudah ada niat mau ngambil alih tender milik gue"sakras Rafani mama sisi yang mendengar nya terkejut.
"minta ampun aja di akhirat Lo sana"ucap sinis Rafani.
ya bener saat iya memeriksa satu berkas iya melihat beberapa tender yang di menangkan oleh Dila tiba-tiba ganti perusahaan dan itu perusahaan orang tua nya sisi yang membuat nya gelap mata gak karuan.
Rafani yang menatap mama nya sisi pun sepontan muak Tampa pikir panjang iya pun langsung mengarahkan pistolnya ke arah ke kepala mama nya sisi dan berucap.
"bye,, selamat menyusul suami lo"Guam Rafani menatap muak ke arah mamanya sisi.
"to-tolong ja-jangan"triak mama sisi namun sayang Rafani udah menekan pelatuk nya.
dorrr..
Rafani menatap tersenyum ke arah dua mayat di depan nya, iya menatap mereka dengan tatapan datar.
"ini akibat nya kalian cari gara-gara sama gue"Guam nya dan pergi meninggalkan mereka.
Rafani pun berjalan ke arah tangga dan menuruninya satu-satu per satu rumah itu tetap aja sepi Tampa ada yang merasakan terganggu oleh suara tembakan dari nya.
"CK,,gila kali masa suara tembakan gak kedengaran terlalu lengah"Guam nya dan berjalan ke arah pintu luar Rafani berjalan santai di halaman rumah sisi dan keluar dari gerbang Rafani menoleh sekilas ke arah rumah itu dengan senyum tipis nya dan berjalan ke arah mobil nya.
saat sampai di mobil iya pun masuk ke dalam dan bernafas lega.
"hufff, selesai juga satu hama"Guam nya pelan setelah nya Rafani pun menghidupkan mesin mobil nya dan menancap kan gas untuk pergi dari sana.
_#skip.
...pagi....
pemirsa kabar terkini datang nya dari keluarga Alexander di temukan dua mayat yang diduga pasangan suami istri yang sudah tak bernyawa kabar dari TKP memastikan jika korban meninggal karena sebuah tembakan.
polisi menduga bawah ini pembunuhan dan melanjutkan untuk cari siapa dalang dari semua ini tidak ada saksi mata kerena insiden ini di lakukan tengah malam dan kini kasus ini masih dalam penelitian polisi.
sosok gadis di apartemen yang tak lain adalah sisi iya sudah terdiam kaku dengan tubuh menegang melihat kabar memalui televisi iya terdiam dengan air mata yang sudah jatuh di pipinya.
"ma-mama a-ayah"Guam nya lirih menatap kedua orang tuanya yang kini sudah meninggal.
Dila yang melihat sisi kini yang sudah nangis pun hanya bisa menghela nafas bahkan iya tidak tau kenapa bisa jadi seperti ini namun iya berpikir bahwa mereka punya musuh.
"Lo yang sabar"ucap nya ke arah sisi yang tidak mendapatkan jawaban dari nya.
"Lo- Lo benar-benar bunuh orang tua gue Ra siapa Lo sebenarnya kenapa Lo seberani ini"Guam sisi dalam hati karena iya tau siapa pelaku ini yang tak lain adalah azahra sosok gadis penyelamat nya namun juga sosok gadis iblis yang sekarang di lihat nya.
"mama ayah maafkan sisi ini semua salah sisi yang meminta tolong sama azahra"batin nya.
"tapi sisi juga tidak bisa menyalakan azahra karena gimna pun dia yang udah nolong sisi waktu sisi mau di lecehkan dulu"ucap nya lagi sambil menangis melihat mayat orang tuanya yang di bawah oleh polisi.
ya benar dulu saat masih di kelas 11 sisi pertama pergi di tengah malam untuk membeli makanan karena iya lapar namun di saat jalan pulang iya malah di kejar-kejar oleh preman.
dan hampir di lecehkan namun ada sosok yang menolong nya di saat iya dah putus asa sosok itu iyalah azahra sosok gadis yang di benci zela sahabat nya.
alasan lain sisi tak membenci azahra karena azahra lah penolong nya dulu iya hanya diam di saat azahra di bully sama zela Tampa ingin ikut campur.