Rafani Azahra

Rafani Azahra
maaf



kini hari yang di tunggu-tunggu pun sudah tiba, Giovan,Aryan dan Alika sedang duduk tak jauh dari area tempat club.


akila sedari tadi selalu menatap ke arah pengunjung yang masuk keluar begitu juga dengan Aryan sedang Giovan iya fokus akan laptop nya.


"ini tuh cewek sudah datang, sisa nya elo"ucap giovan memberikan laptop ke arah Akila yang di terima dengan baik oleh gadis tersebut.


"paling lama 20 menit"ucap Akila yang di angguki Giovan dan Aryan.


"alfatan sudah ada di hutan itu,jdi kita langsung ke sana"ucap giovan yang di angguki Aryan.


"nah nah, itu zela kan itu cewek yang kita liat kemaren"tunjuk Aryan ke arah salah satu perempuan yang kini berjalan masuk ke dalam club dengan pakaian kurang kain nya.


"pantau dulu"ucap giovan yang di angguki oleh Aryan.


akila iya sekarang sudah mulai di sibukkan dengan laptop di depan nya jangan lupakan dengan kelincahan jari-jari tangannya.


"sekarang"ucap Akila yang langsung di angguki oleh Aryan dan Giovan.


"gue tunggu di mobil"ucap Akila yang langsung berjalan ke arah mobil Aryan dan Giovan yang melihat itu melangkah masuk ke dalam club.


Giovan dan Aryan saat ini menatap ke arah penjuru club mereka terus mengedarkan pandangannya ke arah setiap tempat.


"kemana dia"ucap Aryan menatap ke arah banyak nya orang-orang di sana.


"la tuh anak ke mana"ucap Aryan di balik benda dekat telinga nya.


"ada gak jauh dari kalian arah barat tempat gelap"ucap Akila membuat Aryan menatap ke arah Giovan yang kini mengangguk.


"gue pantau dari sini Lo maju"ucap Aryan membuat Giovan menatap nya aneh.


"ko--"


"dia gak kenal sama Lo, berbeda jika itu gue"ucap Aryan membuat Giovan mendengus.


"demi tuhan gue gak mau nyentuh cewek lain selain bini sama adx angkat gue Rafani "ucap giovan menggerutu di sela-sela langkah nya.


Aryan yang melihat itu hanya menggeleng kecil."gerak cepat"ucap Aryan membuat Giovan menatap nya tajam.


Giovan mendengus kasar dan melangkah kan kaki nya ke arah tempat yang di kasih tau Akila.


"anjir"umpat Giovan saat matanya menatap ke arah sosok gadis yang kini sedang di pangku dan di jamah oleh tiga orang sekaligus.


"gila nih cewek, kalo boleh mati aja dah mati"Guam Giovan yang benar-benar merasa jijik.


Tampa menunggu lama Giovan langsung mendekat dan...


pak..pak..pak.. brukk.


"aaaaaa--mmmfff "Giovan membekap mulut zela dengan sapu tangan yang sudah di beri bius.


Giovan menatap malas ke arah tiga laki-laki yang kini sudah jatuh pingsan dan menatap jengah ke arah gadis di depannya.


"tunggu apa lagi, cepat bawa kabur bodyguard Arsenal dalam perjalanan "ucap Akila membuat Giovan mendengus.


Giovan pun dengan amat terpaksa langsung mengangkat tubuh zela dengan beralasan jaket milik salah satu laki-laki yang sudah di buat pingsan tadi.


Aryan yang melihat raut wajah tertekan milik Giovan tidak bisa untuk tidak menahan tawanya.


"hufff"Giovan mendelik menatap ke arah Aryan yang kini sudah memerah.


Bukk..


"anjir"umpat Aryan di saat mendapatkan tendangan dari Giovan yang kini sudah berjalan menuju mobil nya.


"CK, Lo nagpin bengong dodol cepat Aryan"pekik Akila membuat Aryan terkejut dan iya pun langsung berlari mengikuti Giovan yang kini sudah sampai di mobil nya.


___________


di hutan bagian barat saat ini alfatan sedang duduk di salah satu bangunan yang sempat di bangun nya dulu.


"mereka sedang dalam perjalanan"ucap Zidan menatap ke arah laptop nya yang terhubung dengan laptop milik Giovan.


"ikut gue"Rafani tersentak di kala mendapati ceshen yang tiba-tiba menarik tangan nya.


"mau kemana"ucap Rafani yang berjalan mengikuti ceshen dengan pasrah.


sedangkan ceshen yang mendengar hal tersebut memilih diam iya terus menarik tangan rafani Sampai tak jauh dari bangunan tersebut.


"sen, lepas Lo mau bawa gue kemana"ucap Rafani yang kini menatap datar ceshen.


"Ra"lirih ceshen yang kini menatap Sendu ke arah mata Rafani sedangkan Rafani yang melihat itu menatap nya datar.


"apa"ucap Rafani.


grebbb..


"hiks hiks, maaf, maafin gue Ra"Rafani terkejut di kala melihat reaksi ceshen yang seperti ini.


"CK, maaf kenapa sih"kesal Rafani yang berusaha melepaskan ceshen dari tubuh nya.


"maaf in gue soal kemaren, gue minta maaf"lirih ceshen membuat Rafani menghela nafas.


"gue tau gue salah, secara langsung gue dah lecehin Lo Ra"ucap ceshen membuat Rafani terdiam.


"hiks, maaf"Isak ceshen dengan pelan yang kini semakin memeluk erat tubuh Rafani.


"bisa lepas dulu"ucap Rafani yang mendapat kan gelengan dari ceshen.


"maaf in dulu"ucap ceshen membuat Rafani memijit pelipisnya.


"kita lagi misi sen, bahas ini nanti aja"ucap Rafani yang lagi-lagi mendapatkan gelengan dari ceshen.


"maaf in dulu Ra, biar Lo gak cuek in gue lagi"ucap ceshen membuat Rafani menyengit.


"sejak kapan gue cuekin Lo sen"ucap Rafani yang merasakan heran.


ceshen yang mendengar itu mendongak iya menatap ke arah wajah Rafani yang kini menatap nya dengan heran.


"kemaren, Lo kasih rencana tapi Lo cuek in gue"ucap ceshen dengan pelan hal itu membuat Rafani melotot.


"busetttt, bisa bener nih orang gemesin"batin Rafani menatap ke arah wajah ceshen yang kini cemberut dengan hidung kembang kempis.


"cih, kek bocil"Guam Rafani membuat ceshen mendengus.


"maaf in dulu ya"pinta ceshen yang kini menatap ke arah rafani dengan memohon.


"muka Lo gak cocok sama tuh sifat ceshen"ucap Rafani yang entah kenapa sangat ingin melempar Ceshen di empang milik bokap Aryan.


"maaf in dulu makanya"ucap ceshen yang kini malah menampilkan senyum nya melihat hal tersebut membuat Rafani mendelik.


"huffff"Rafani menghela nafas dengan pelan kini tangan nya terulur untuk mengacak rambut lebat milik ceshen.


"iya gue maafin, lagian kemaren gue juga lukain Lo kan"ucap Rafani membuat ceshen tersenyum.


"beneran dah di maafin, janji gak lagi cuek in gue kan Ra"ucap ceshen bak anak kecil yang baru di belikan mainan.


melihat hal tersebut membuat Rafani Terkekeh, iya mengangguk membenarkan apa yang ceshen katakan hal itu semakin membuat ceshen tersenyum.


"thanks my girl"ucap ceshen yang kini memeluk erat tubuh Rafani.


sedangkan Rafani yang melihat dan mendengar hal tersebut tersenyum simpul namun iya juga membalas pelukan ceshen.


"udah kan, kalo gitu kita balik"ucap Rafani yang di angguki oleh ceshen.


mereka pun berjalan kembali ke arah bangunan yang tadi sempat mereka tinggalkan.