Rafani Azahra

Rafani Azahra
penjelasan Giovan sekaligus terkejut



saat ini hari sudah menunjukkan pukul 20:20 di ruang tamu sudah ada Azahra Akila Devi dan Giovan yang duduk sambil menatap layar televisi di ruang itu.


azahra menatap ke arah Giovan iya ingin sekali bertanya akan kejadian malam itu yang menurut nya ada keganjalan namun tak sempat karena Giovan yang gak pernah berkunjung ke apartemen.


"giovan bukan nya udah saat nya lo menjelaskan ke gue gimna bisa Lo ada di sana"ucap azahra yang membuat Akila dan Devi menatap ke arah Giovan yang asik menatap hp nya.


giovan yang mendengar itu pun menatap ke tiga gadis itu yang kini menatap nya dengan tatapan mengintimidasi yang membuat Giovan Menghela nafas.


"baiklah"ucap nya menatap ketiga gadis itu.


...flashback on....


"giovan"ucap seseorang pria tua yang duduk di bangku kebesaran nya Giovan yang mendengar nya pun lantas mendekat ke arah sosok itu dengan hormat.


"ya tuan"ucap giovan menatap sang tuan nya.


"apa kau dah siap menjalankan perintah ku"ucap sosok itu.


"saya siap tuan"ucap giovan mengangguk.


"tapi jika saya boleh tau? apa perintah yang tuan berikan"ucap giovan menatap tuan nya.


"pergilah ke negara Eropa kau pantau cucuku"ucap sosok itu Giovan yang mendengar nya pun mengangguk paham.


"baik tuan"ucap nya dan berlalu pergi meninggalkan sosok pria ketika sudah mendengar apa saja yang bakal iya lakukan.


setibanya sampai lah Giovan di Bandara iya keluar dari bandara dan mengendarai mobil yang sudah di sediakan oleh anak buah tuan nya dan melaju di jalan raya.


namun iya melihat sebuah mobil yang ternyata adalah mobil nona azahra maka dari itu iya pun mengikuti mobil azahra sampai di mana kejadian azahra yang udah pingsan karena kelebihan melawan banyak nya anak buah suruhan zela.


...flashback off....


"anjeng, kapan gue punya kake"kaget Rafani saat Giovan sudah menceritakan semuanya.


giovan yang mendengar suara Rafani pun mendengus kesel begitu juga Akila dan Devi yang kaget.


"arghh,,gue gak ngerti lagi sumpah"pusing Rafani yang sangat prustasi melihat bukti-bukti yang iya dapat tentang dirinya dan juga azahra.


"sudah sudah nanti kalian juga tau tapi sekarang kalian siap-siap Sono ada tempat yang harus kita temui dan ini satu-satunya kunci untuk menjawab pertanyaan kalian semua "ucap giovan yang langsung mendapat tatapan dari azahra Akila dan Devi namun mereka tetap menurut.


sesaat setelah nya Giovan duduk sambil memainkan ponselnya sambil menunggu azahra dan kedua sahabat nya.


beberapa menit kemudian mereka keluar Giovan bangkit dari duduk nya dan menatap mereka bertiga.


"udah siap"ucap giovan.


"udah"ucap mereka kompak.


"ya udah ayokk kira berangkat"ucap giovan yang di angguki yang lain nya.


giovan berjalan di depan yang di samping nya sudah ada Devi sedangkan Akila dan azahra di belakang.


"Lo cantik"ucap giovan menatap sekilas ke arah Devi.


"ma - makasih"ucap Devi yang entah kenapa pipinya sudah merona.


"sama-sama baby"ucap giovan yang membuat Devi membalak karena malu.


"anjirr,, kita cuma numpang deh di bumi"Guam Akila ke arah azahra yang membuat azahra dan Giovan yang mendengar nya tertawa dan setelahnya mereka pun berjalan ke arah mobil Giovan karena naik satu mobil aja.


di sebuah tempat yang sangat luas dan tempat nya sangat lah mewah membuat Rafani Akila dan Devi menatap takjub bangunan yang ada didepan nya bak istana namun dengan model khas Eropa yang membuat nya terkesan unik di lihat.


"bagus banget"Guam pelan Devi menatap takjub rumah di depan nya.


giovan yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala tak habis pikir." masuk yuk"ucap nya yang langsung membuat azahra Akila dan Devi tersentak.


"ini rumah siapa sih gio"ucap Akila yang mengikuti langkah Giovan yang sudah masuk kedalam disusul oleh Rafani Devi.


"udah nanti juga apa tau Lo pada"ucap giovan yang hanya di angguki oleh mereka semua.


"eh,, kalian sudah datang"ucap seseorang yang membuat azahra Akila dan Devi terkejut menatap ke arah tangga yang menampilkan sosok pria dan wanita paruh baya berjalan dengan angkuh menuruni tangga.


Rafani menatap orang itu dengan kilatan tajam selintas seperti pernah melihat nya namun entah di mana.


"selamat datang queen"ucap sosok wanita paruh baya yang berjalan kearah nya dan memeluk nya.


"Queen"Guam Rafani Akila dan Devi dengan pelan namun masih dapat di dengar oleh Giovan sosok laki-laki paruh baya dan juga sosok wanita yang masih memeluk Rafani.


"Hafizah azahra arlexsa Gustian atau lebih tepatnya Oma panggil dengan sebutan Rafani Azahra Abraham atau mau Hafizah azahra Abraham "ucap sang wanita paruh baya yang membuat mereka membalak kaget.


"maksud anda apa"ucap rafani kaget.


"mari duduk dulu biar Oma jelaskan"ucap sosok Oma dan menarik tangan Rafani yang di ikuti oleh kedua sahabatnya yang tak kah terkejut nya.


"tunggu, masih ada yang harus kita tunggu"ucap sosok laki-laki paruh baya.


"maaf kami terlambat"ucap seseorang kakek tua yang sudah berumur yang di sambut oleh laki-laki paruh baya tadi dan berjalan duduk di sofa samping Rafani dan yang lainnya.


dan di susul di belakang nya dengan dua orang yang masih muda dan di tengah nya ada sosok gadis yang berjalan dengan senyuman nya.


"kakek"ucap Devi terkejut menatap sosok laki-laki paruh baya yang masuk dari pintu luar rumah.


"a-ayah ma-mama cl-clara"Guam Rafani terkejut dan langsung bangkit dari duduk nya.


Tampa pikir panjang Rafani langsung berlari ke arah sosok yang sangat di rindukan nya selama ini sosok yang sudah sabar menghadapi sikap nya selama ini.


Rafani berlari dan memeluk sosok Abraham yang di sambut hangat oleh Abraham.


"ayah"Guam nya pelan di dalam pelukan sang Abraham.


"iya sayang ini ayah"ucap Abraham mengelus kepala sang anak sayang.


Rafani pun melepaskan pelukan nya dan menatap ke arah Wina yang kini menatap ke arah nya sambil tersenyum.


"mama"ucap Rafani dan langsung memeluk Wina yang tadinya hampir terjungkal kebelakang karena terkejut.


"hiks hiks, mama ayah maaf kan Fani atas sikap Fani selama ini"ucap Rafani dia sela-sela pelukan nya.


semua orang yang berada di dalam ruangan itu tersentak kaget menatap ke arah azahra dengan tatapan bingung.


"ap- apa maksud mu azahra kenapa kamu memanggil nama mu Fani"ucap Abraham yang sudah merasakan sesak di dadanya sedang kan rafani melepaskan pelukan nya dan menatap semua orang dengan diam.


"anjim, jadi ceritanya gue dulu nih yang cerita"ucap Rafani polos yang mendapat delikan dari semua orang terkecuali Giovan yang menepuk jidat nya.


"ya harus kamu lah Cucu Oma, kan jelas-jelas di sini nama kamu azahra bukan Rafani"ucap nya menjelaskan.