
saat ini Rafani merebahkan tubuhnya di kasur milik nya iya menatap langit-langit sore ini dengan Helaan nafas iya berjalan ke arah balkon yang menampilkan sinar senja.
namun tak lama suara dering ponsel nya membuat Rafani tersentak dan iya pun merogoh saku celana nya dan melihat sosok giovan yang mengirimkan sesuatu.
Rafani membuka chat pesan dari Giovan dan setelahnya iya tersentak melihat isi chat yang di kirim kan oleh Giovan itu.
"CK, sialan jadi dia nyamar"umpat Rafani.
"kenapa juga gue bego sih kenapa gak gue musnahin aja semuanya, kalo kek gini gue yang repot"ucap nya lagi.
"tapi ngomong-ngomong apa sisi tau soal ini kalo emang dia gak tau lebih baik gue suruh dia aja ya ngelakuin ini semua"ucap Rafani tersenyum tipis.
yah isi dari chat Giovan adalah tentang di kasus sisi yang ada campur tangan dari keluarga Zidan dan lebih parah nya adalah Zidan itu bukan lah satu darah dengan keluarga Alexander melain Zidan sosok yang di angkat dari pantai asuhan jika dia ini tertulis jika keluarga erdika adalah keluarga dari nyokap Zidan di sini Rafani menyimpulkan jika keluarga erdika sengaja menjodohkan sisi depan keluarga nya sendiri mengingat harta keluarga suami nya bukan lah main-main di sini Rafani yang melihat itu menggeleng tak habis pikir.
"CK, apa ceshen tau tentang ini walaupun Zidan gak ada sangkut paut nya tapi ini juga masalah besar"Guam Rafani namun setelah nya iya melongos tak perduli.
_#skip.
pagi ini keluarga Abrahamovic kedatangan empat orang gadis iya yang terdiri dari Velia dan Dila di depan dan di susul oleh sisi dan bela di belakang mereka kompak memasuki rumah Abraham yang langsung di sambut oleh Wina.
" mama"ucap Velia dan langsung memeluk Wina.
ya sebelumnya Edward dan Abraham juga Eliza dan Wina menjelaskan semuanya yang terjadi melalui sambungan video makanya sekarang Velia tidak lah terlalu kaget berbeda dengan ketiga gadis yang lain sempat shock mendengar ketika mereka menjelaskan siapa Rafani dan juga azahra Velia juga awal nya terkejut namun tak sekejut ketika mengetahui jika azahra adx bungsu nya meninggal dunia namun di gantikan dengan sosok adx pertama nya.
"sayang gimana perjalanan kalian"ucap Eliza menatap keempat gadis di depannya.
"aman dan lancar Oma"ucap bela yang di angguki oleh Oma.
"baik lah ayokk pada masuk"ucap Wina menuntun anak kedua dari Kaka nya itu.
"ma , di mana Rafani"ucap Velia.
"ah, mungkin lagi di kamar soal nya gak keluar dari tadi"ucap Wina yang hanya di angguki oleh yang lain.
"Clara"panggil Wina.
"iya ma"ucap Clara yang berlari dari arah dapur.
"ini Kaka mu datang panggil kan Kaka Rafani"ucap Wina Clara yang mendengar nya pun mengangguk dan langsung berlari ke arah tangga untuk menuju ke kamar sang Kaka.
dan tak lama Clara turun dengan rafani di samping nya mereka menuruni anak tangga sampai di tangga bawah Rafani mendekat.
"udah pada sampe aja"ucap nya sambil tersenyum.
"azahra"Guam Velia Rafani yang mendengar nya hanya mengangguk sambil tersenyum.
"gimana kabar kalian semua"ucap Rafani lagi.
"sangat baik nona bahkan saya sampai mati di tempat kalo bisa gara-gara kehilangan nona"ucap bela tersendu lebay Rafani yang melihat itu mendelik.
"jauh-jauh kau bela"ucap Rafani yang mengundang tawa.
"em, Clara anak sisi ke kamar Kaka"ucap Rafani menatap ke arah Clara sedangkan Clara yang mendengar nya pun berdiri dan mengangguk.
"ayokk Kaka"ucap Clara.
sedangkan sisi yang melihat kejadian adx kelas nya ini yang sempat di bully oleh zela pun terkejut.
"eh, kamu kan"ucap sisi.
"dia adx gue"ucap Rafani langsung Clara yang mendengar nya tersenyum.
"mau ngapain sih dex"ucap Velia.
"udah kak, gue ada urusan bentar sama dia jadi Lo sisi ikuti adx gue tunggu gue di kamar"ucap rafani sisi yang mendengar nya pun berdiri dan mengangguk.
"CK, mulai dah rahasia nya ini anak ko mirip banget dah sama si Johan kental amat aura nya"Guam Abraham dalam hati menatap putri nya yang penuh akan misteri.
sepeninggalan Clara dan sisi Rafani menatap ke arah Velia yang kini menatap nya dengan sendu.
"ayah, ayokk kasih Kaka Velia kalung nya"ucap Rafani Abraham yang paham pun langsung memberikan kotak itu dan mengambil kalung lalu memasangkan di leher putri nya yang kini duduk di samping nya.
"welcome queen ayah"ucap Abraham mencium kening putri nyanyi membuat Velia terisak pelan.
"Velia kangen ayah"ucap nya memeluk sang ayah.
"ayah juga kangen sama kamu maaf gak bisa jagain maka kamu sampe sekarang yah karena ayah yakin mama kamu pasti bahagia bersama azahra sekarang "ucap Abraham Velia yang mendengar nya mengangguk pelan.
"selamat datang Kaka Velia walaupun aku gak tau seperti apa sifat Kaka tapi aku percaya selama ini pasti Kaka sudah berusaha ingin menjaga azahra Terimakasih sudah mau menjaga kembaran ku"ucap Rafani lagi Velia yang mendengar nya langsung berhamburan ke pelukan Rafani.
"kaka gak tau jika Kaka punya dua adx kembar karena kakek hanya menceritakan soal kembaran Kaka yang entah di mana"ucap Velia Rafani yang mendengar nya tersenyum.
"mari kita cari sama-sama tapi aku cuma minta Kaka Velia dan bela lakukan lah tugas kalian di rumah itu biar di luar nya urusan aku dengan yang lain"ucap Rafani Velia yang paham pun mengangguk dan kembali duduk di tengah Oma dan opa nya.
"baik lah dari sini kita mencar Kaka Velia sama bela dan sisi sama Lo kak Dila entar tugas biar gue yang kasih masing-masing dan sisa nya biar gue yang gerak jangan melawan duluan di saat kode Belum diturun kan"ucap Rafani tajam yang di angguki oleh mereka semua Eliza dan Edward juga Wina dan Abraham menatap nya tersenyum tipis ada raut kagum mereka ketika melihat Rafani.
"anak kita sudah dewasa Dahlia dan lihat lah dia tumbuh cantik dan cerdik jangan lupakan otak licik nya yang menuruni keluarga Akbar"Guam Abraham dalam hati.
"CK, ini yang aku maksud Arsenal ini lah sosok yang terlahir akan membalas kan dendam yang sangat berlipat-lipat ganda di keluarga ku"Ical Edward menatap cucu nya kagum.