Rafani Azahra

Rafani Azahra
sebuah fakta



Rafani Azahra menatap bela yang di depan nya yang tengah memperlihatkan wajah khawatir nya.


"bisa Lo jelaskan tentang gue dan apa saja yang gue lakuin sehari-hari"tanya Rafani Azahra Tampa ingin memikirkan tentang tubuh nya bodo amat lah pikir nya.


bela yang mendengar itu pun menarik nafas nya sebelum iya menjelaskan tentang nona nya yang sangat kebingungan dengan jati dirinya sendiri.


"jadi nona azahra adalah anak ketiga dari empat bersaudara dari keluarga arlexsa Gustian"ucap nya menjelaskan yang di dengar kan baik oleh Rafani.


"arlexsa Gustian adalah keluarga yang sukses diduduki di peringkat ke-3 yang terkaya di Jakarta nama ayah nona Arsenal arlexsa Gustian sedangkan nama ibu nona nimas bunawa arlexsa Gustian"ucap nya lagi sambil menarik nafas secara perlahan.


"nona Azahra punya Kaka laki-laki yang bernama kenen Sebastian arlexsa Gustian yang duduk di bangku kuliah S2, sedangkan Kaka kedua nona bernama Velia cllara arlexsa Gustian yang duduk di bangku kuliah S2 dan jurusan kedokteran nah sedangkan nona anak ketiga"ucap nya menatap Rafani Azahra yang tengah menatap nya serius.


"nona mempunyai kembaran yang merupakan anak bungsu di keluarga arlexsa Gustian nama nya arzela eleyora arlexsa Gustian"jelas bela yang membuat Rafani Azahra terdiam.


"terus keluarga gue Kemana bela kenapa tidak ada"tanya Rafani Azahra lagi yang memandang pintu yang tertutup rapat sedari tadi.


bela yang mendengar itu menatap nona nya sendu Rafani yang melihat nya pun mengangkat alis nya.


"kenapa"ucap nya.


"bisa di katakan jika nona adalah anak yang tidak di sukai oleh tuan dan nyonya berserta saudara nona"cicit bela pelan Rafani yang mendengar nya pun bingung.


"ko bisa?"


"nona Azahra itu orangnya angkuh dan sombong dan suka membully di sekolah"ucap bela takut-takut menatap ke arah nona nya yang hanya menatap nya dengan tatapan biasa saja yang membuat bela langsung melanjutkan percakapan nya.


"iya bahkan nona membully saudara kembar nona sendiri nona zela"ucap bela yang serontak membuat Rafani Azahra yang mendengar nya kaget.


sekarang iya paham kenapa pemilik tubuh ini sangat di benci keluarga nya sendiri.


"nona harus tau jika sebenarnya nona zela lah yang membalikkan fakta tentang nona azahra iya seakan-akan korban biar nona yang terus di pukul dan di marahin oleh tuan dan nyonya begitu juga dengan Kaka nona yang juga bakal kena marah apa lagi mengingat nona zela yang lemah dan sakit-sakitan"ucap bela tapa sadar Rafani Azahra yang mendengar nya pun mengepalkan tangannya kuat dengan sorot mata tajam.


"dan alasan lainnya nona"ucap bela terhenti Rafani yang melihat nya pun menatap nya tajam.


"nona azahra suka sama pacar nona zela"ucap bela langsung ketika melihat tatapan tajam itu.


"hah,,gue suka sama pacar zela"jeda Rafani yang di angguki sama bela."siapa nama pacar nya"ucap nya lagi.


'lo benar-benar mencari masalah sama gue' batin Rafani.


"iya non, seingat saya pacar nya nona zela itu Namanya emm siapa ya dia yang terkenal begitu loh non apa sih namanya"Guam bela mengingat kembali.


"most wanted "ucap Rafani membenarkan perkataan bela.


"segitu jijiknya perlakuan si Azahra, gue aja jijik anjir denger nya"Guam Rafani Tampa sadar.


"non, nona azahra kenapa"tanya bela yang menatap nona nya yang melamun.


Rafani yang mendengar suara bela pun tersentak iya menatap bela seraya berucap.


"eh,, gak gak papa? tapi bela ini kan jam sekolah kenapa saya ada di sini"tanya Rafani yang menatap serangan sekolah nya.


"itu tadi nona, nona pingsan di sekolah gara-gara jatuh dari tangga dan di bawa teman-teman nona ke sini"ucap bela pelan.


Rafani menatap bela dan memegang pundak nya."gak papa, setidaknya saya tidak belajar hari ini"ucap Rafani terkekeh.


bela yang melihat nona nya pun terkejut apa ini apa ini nona nya yang angkuh dan sombong iya tak pernah melihat sang nona nya yang terkekeh begini.


"kenapa Lo"ketika melihat bela yang terdiam menatap nya heran.


"ah, tidak nona azahra saya cuma kaget saja melihat nona yang tersenyum padahal nona jarang sekali tersenyum "ucap bela kiuk.


sedangkan Rafani Azahra yang melihat bela yang terus memanggil namanya dengan berbeda pun mendengus kesal walaupun itu sebutan nama belakang nya.


"bela ingat kata gue baik-baik, gue ini Rafani Azahra bukan Hafizh azahra yang Lo maksud karena azahra sudah mati gue gak perduli apa kata lo tapi tanam kan ini dalam pikiran Lo bahwa azahra yang dulu akan berubah"ucap nya menatap ke arah bela.


"dan Lo harus ingat gue bakal merubah pikiran orang dan pandangan orang ke gue"ucap Rafani sungguh-sungguh dengan tatapan tajam nya.


bela yang mendengar itu tentu terharu ini lah yang di tunggu-tunggu oleh nya sedari dulu, iya hanya tidak ingin nona nya yang dulu selalu di benci akan di benci selamanya iya harus melihat nona nya bahagia.


"nona bela akan selalu ada di samping nona azahra, jika suatu saat nanti nona azahra memilih pergi jangan pernah lupa kalo bela akan selalu menemani nona kemana pun nona pergi "ucap bela sungguh-sungguh yang membuat Rafani tersenyum tipis melihatnya.


"tapi kalo boleh tau ini di negara mana bela"ucap Rafani menatap bela.


"ah,, apa nona juga lupa tempat tinggal kita nona"ucap bela yang hanya di angguki oleh Rafani.


"kita ada di Eropa nona"ucap bela yang hanya di angguki oleh Rafani.


"*mama ayah Clara maaf atas perlakuan Fani dulu dan sekarang Fani menyesal di saat Fani mengetahui fakta nya namun Fani tak bisa menemui kalian, mungkin ini suatu pertanda jika Fani belum bisa bahagia Fani akan menebus semua kesalahan Fani terhadap kalian"ucap Rafani dalam hati.


"dan untuk mama mungkin kita belum saat nya bertemu mengingat tuhan masih membiarkan araa untuk melihat dunia yang kejam ini araa berjanji sama mama akan menyelesaikan semuanya"ucap nya lagi.


"gimana keadaan tubuh gue ya di sana apa ayah sama mama berhasil nemuin gue"batin Rafani.


"gue aral Lo bisa jaga diri baik-baik Clara "ucap nya sambil menatap lurus ke jendela yang menampilkan cuaca yang cerah*.