
saat ini di sebuah kafe bintang lima sudah ada Rafani Velia dan ceshen yang duduk di bagian kursi pojok dekat menatap tiga orang yang berada tak jauh dari mereka.
"gimna Arsenal apa rencana ku berhasil"ucap sosok itu.
"maaf kak, aku kalah cepat sama putri ketiga Abraham"ucap Arsenal yang kini menatap sang Kaka agak takut.
sosok yang di panggil Kaka pun mengepalkan tangannya kuat menatap Arsenal tajam.
"dasar gak becus kamu, dari dulu apa saja yang kamu lakuin hah"sentak sang Kaka membuat Arsenal terdiam.
"putri nya Abraham juga menduduki queen no satu di dalam organisasi mafia"ucap tangan kanan Arsenal.
"saya tidak perduli soal itu"ucap nya.
"ingat rencana kita cuma tinggal satu saya akan datang lagi di hari itu , pastikan kalian waspada"ucap nya lagi Arsenal dan tangan kanan nya mengangguk.
setelah nya sosok laki-laki itu berdiri dan berjalan meninggalkan Arsenal dan tangan kanan nya.
"tuan bagai mana ini sepertinya tuan satria tidak ingin rencana kita gagal nanti nya"ucap alfatan selaku sekretaris Arsenal.
"CK, sialan keluarga Abraham, kamu suka perintahkan cari tau keberadaan keluarga Abimana dan juga Samuel aku terpaksa akan menjadikan mereka sebagai anjing di sini"ucap Arsenal dengan tatapan tajam nya.
"baik tuan"ucap alfatan setelahnya mereka pun pergi meninggalkan kafe itu.
Velia Rafani dan ceshen saling pandang dengan Helaan nafas panjang.
"jadi gimana rencana selanjutnya "ucap Velia menatap ke arah rafani dan ceshen.
"kita gak mungkin terus menyuruh Abimana dan yang lain buat tetap ngumpul bukan kah itu akan menjadi kecurigaan mereka "ucap Velia lagi.
"tidak kak"ucap rafani ceshen yang mendengar nya menatap rafani bingung.
"apa rencana Lo"ucap ceshen.
"dengan kita menyembunyikan target mereka bukan kah hal bagus biar mereka makin panik buat cari kita"jelas Rafani.
"nah di sini rencana ku satu-satunya iyalah menjebak mereka semua "ucap Rafani lagi.
"dengan cara apa"ucap Velia.
ceshen nampak berpikir dan setelahnya iya tersentak menatap ke arah rafani yang kini malah tersenyum ke arah nya.
"cuma itu"ucap Rafani ceshen yang melihat nya menghela nafas Velia iya menatap cengok adx dan juga ceshen yang malah merencanakan sesuatu Tampa ember itu.
"kita tunggu tugas dari yang lain"ucap Rafani dan setelahnya mereka pun bersantai di dalam kafe.
_#skip.
saat ini di rumah Abraham semuanya berkumpul di sana dengan kompak duduk lesehan.
"jadi gimana? apa yang bakal kita lakukan sekarang"ucap Edward.
"kita gak bisa seperti ini terus-menerus? harus ada yang jadi umpat buat nangkap"ucap nya lagi memandang semua orang Yang berada di sana.
ceshen dan Rafani nampak terdiam dengan sekali melirik.
"setidaknya kita harus bisa menjebak mereka"ucap Leon lagi.
"tapi gimna, yang lawan kita sebenarnya adalah satria"ucap Johan menatap ke arah ayah nya.
"setidaknya kita memiliki tempat yang bisa menghancurkan mereka sekaligus"ucap Abraham.
"kenapa kita gak mempertemukan mereka secara bersamaan aja dan setelahnya kepung mereka dan lumpuhkan"ucap Samuel.
Rafani dan ceshen yang mendengar itu saling lirik.
"Lo punya rencana"ucap Rafani berbisik.
"dengar aja dulu"kata ceshen yang membuat rafani mengangguk.
"tapi tidak mudah mengundang satria "ucap Herman.
"benar apa lagi dia orang yang sangat berhati-hati "ucap Tristan.
"jadi kita harus guna sekarang, kita gak bisa terus bersembunyi seperti ini"ucap dafit semua orang terdiam.
"cara satu-satunya kita harus memancing satria keluar"ucap Hendra.
semua orang kini saling tatap dengan Helaan nafas berat mereka.
"gimna cara biar kita bisa lumpuhkan mereka semua "ucap Edward lagi.
Rafani yang melihat itu mengetukkan jari nya ke karpet sesekali iya memejamkan matanya biar bisa mencari ide yang cemerlang.
sesaat setelahnya iya tersentak membuat ceshen menatap ke arahnya dengan heran Rafani yang sudah memikirkan hal itu menggigit kukunya entah yakin atau gak nya.
"hufffff,, Rafani ada ide"ucap nya dengan pelan membuat semua orang kini menatap ke arah nya.
"apa Rafani"ucap Leon.
"satu-satunya cara iyalah menjebak mereka dengan pernikahan ceshen dan Bianca "ucap Rafani lagi.
semua orang tersentak ceshen iya yang mendengar itu menatap Rafani dengan tajam.
"maksud Lo apa"sentak ceshen membuat rafani terdiam.
"maksud Lo apa,, ceshen gak menyukai Bianca"ucap Tian.
Rafani yang melihat hal itu menghela nafas panjang nya.
"CK, makanya dengerin dulu gue ngomong bisa gak sih hah"kesel Rafani membuat Tian dan ceshen mingkem.
Rafani menghela nafas iya menatap ke arah semua orang yang kini menatap ke arah nya.
"gue gak tau ini bakal berhasil apa gak tapi cuma ini yang bisa lolos dari otak gue"ucap rafani.
"apa rencana mau Fani"ucap Edward.
"opa, jalan satu-satunya iyalah mengundang mereka semua? dan cara satu-satunya juga dengan harus menjadikan ceshen dan Bianca menikah"ucap Rafani.
"gini aja Ra"ucap giovan.
"kita bikin pernikahan palsu di mana ceshen dan Bianca, nah setelah nya kita undang mereka semua sekitar beberapa Minggu mau acara, dan yang pasti mereka juga bakal merencanakan sesuatu di sana apa lagi mengingat semua rekan bisnis ada di sana "ucap giovan membuat semua orang terdiam.
"tapi gak ceshen juga lah"ucap Tian yang tak terima.
"CK, gini aja dah biar yang di sana nikah nya Tian dan Bianca namun nama yang tertera biar ceshen supaya mereka masuk dalam perangkap kita"ucap Samuel.
"Bianca apa kamu mau menikah dengan putra saya"ucap Samuel menatap ke arah Bianca yang terkejut.
"tapi ap-apa kak Tian menyukai aku? sedangkan aku sosok-"ucapan Bianca terhenti mendengar ucapan Tian.
"gue gak masalah jik harus nikah sama Lo! karena gue emang suka dan cinta sama Lo"ucap Tian membuat Bianca tersentak.
"gue gak perduli mau seburuk apa masa lalu Lo yang jelas gue gak akan mengungkit hal itu dan bakal membuat Lo lupa akan kejadian itu"ucap Tian menatap hangat ke arah Bianca yang kini menatap ke arah sang Abimana.
"ayah tidak mempermasalahkan apa yang menjadi keputusan mu selagi itu kebahagiaan mu"ucap Abimana membuat Bianca menatap Tian dengan anggukan kecil.
Tian yang melihat itu tersenyum iya mendekat ke arah Bianca dan memeluk nya.
"terimakasih"ucap Tian yang di angguki oleh Bianca seakan-akan mereka kini tengah berdua an melupakan semua orang yang kini menatap mereka dengan mendelik.
"anj- belum selesai bahas rencana"umpat Zidan menatap malas ke arah mereka berdua.
"apa sih kak, sensi amat makanya cari cewek sana"balas sisi membuat Zidan mendengus.
"jadi ini gimna selanjutnya "ucap ceshen yang membuat semua ortu tersentak dan kembali menatap untuk membicarakan rencana selanjutnya.
"gue ada rencananya"ucap ceshen lagi.
"apa an"ucap Rafani menoleh ke arah nya.
"seperti yang di bahas sebelumnya kita biarkan yang nikah Tian dan Bianca dan di sana tertera nama gue, nah itu kemungkinan besar kita bisa nangkep mereka semua"ucap ceshen lagi.
"terus"ucap Tian.
"kita bakal bagi kelompok untuk penyergapan jadi kan seolah-olah mereka tidak menyadari kehadiran gue dan Rafani karena kita yang bakal ngurus satria atau Arsenal"ucap nya lagi.
"apa ini gak berbahaya"ucap Velia menatap ke arah ceshen dan Rafani.
"sepertinya tidak"ucap Rafani yang mengangguk pelan.
"kita harus bikin mereka malu biar mereka bergerak buat nunjukin rencana mereka semua"ucap ceshen lagi.
"ok, tapi gimna caranya Rafani ceshen mereka itu licik"ucap Johan menatap ke arah mereka berdua.
"tugas sekarang Tian Bianca mereka harus menjadi pengantin saat itu dengan bertema sampul topeng biar gak ada yang tau jika ceshen adalah Tian"ucap Rafani yang kini mulai fokus.
"kita bikin seolah-olah membuat mereka lemah dan saat itu gue minta di bagian Intel bergerak biar bisa mempermalukan mereka "ucap Rafani lagi.
"di dalam ruangan tersebut usahakan banyak penjaga untuk melindungi para tamu dan beberapa orang untuk mencari dan menangkap target"ucap rafani lagi.
"so sisa nya kita bisa menunjukkan diri di depan mereka "Rafani menatap orang-orang di depan nya dengan tersenyum tipis.
semua orang yang mendengar nya saling pandang dengan anggukan kecil.
"rencana yang bagus "ucap Leon tersenyum tipis.
"CK, tambah pinta aja teryata anak gue"Guam Johan terkekeh pelan.
"cucu ku emang cerdas "kagum Edward.
"sayang terus gimna selanjutnya "ucap Abraham.
"di sana tidak menampik jika kalian harus memegang senjata berusahalah untuk melawan Tampa melukai tamu"jelas Rafani.
"biar mata-mata Dila yang menjalankan tentang pergerakan Arsenal dan yang lain"ucap Rafani tersenyum di depan Dila yang kini mengangguk.
"pada saat itu Dila dan dia masuk lewat pintu samping dan usaha in lindungi Tian dan Bianca, Giovan Zidan kerah kan semua anak buah opa dan Om Johan buat nyerang dari samping, untuk Akila Devi dan sisi usahakan untuk melindungi para tamu"kata Rafani yang fokus yang di dengar kan oleh mereka.
"Kaka Velia beda dan fatan kalian berada di ruangan lain terus lacak pergerakan mereka semua dan sambungan di handset masing-masing usahakan jangan lengah sedikit pun, untuk tilo Aryan dan kak Vero juga Lo Tian berkumpul dan lumpuhkan Andre apa kalian bisa"ucap Rafani mereka semua mengangguk.
"untuk Dila pastikan Lo dan dia nyerang dan lumpuhkan Malik yang lumayan jago"ucap Rafani.
"ok, biar gue lawan dia"ucap Dila mengangguk.
"untuk ayah dan om Johan kalian pasti bisa lawan Arsenal bukan dan untuk satria biar aku ceshen Zidan dan Giovan yang ngehadepin"ucap Rafani.
"eh, apa gak terlalu bahaya Rafani"ucap Edward yang terkejut.
"tidak opa setelah Zidan dan Giovan mengarahkan anak buah kalian untuk menyerang anak buah Arsenal dan satria di saat itu pastikan kita berkumpul di satu ruangan, gue yakin saat satria merasa rencananya dah terbaca pasti dia memilih kabur dan saat itulah kita berempat yang ngadepin dia"ucap Rafani lagi.
"apa alfatan bisa di percaya "ucap Johan menatap ke arah rafani.
ya benar Alfatan tangan kanan Arsenal iya kembali berkhianat karena mengingat dial adalah kekasih nya yang sempat putus namun alfatan memilih mengkhianati Arsenal setelah Dila membuktikan bahwa Arsenal lah yang membunuh dan menghancurkan keluarga alfatan membuat nya ingin balas dendam dengan cara menjadi Intel.
"aku yakin"ucap Rafani mengangkat cepat membuat mereka hanya bisa mengangguk pelan
"baik lah kita ikut rencana Rafani"ucap Johan yang di angguki semuanya.
"kak untuk Clara apa"ucap Clara yang tak terima tak di kasih tugas.
"gak usah ikut deh Lo dex kalo kenapa-kenapa gimana "ucap Velia yang melarang membuat Clara mayun.
"gak kak di sini Clara dan fatan urus tentang zela"ucap Rafani membuat Clara merekah.
"beneran kak, yes gue ikut dalam misi"triak nya senang membuat semua orang menggeleng.
"dan bela Kaka Velia bawa Bianca untuk melakukan misi kalian sama deka"ucap Rafani membuat Bianca yang mendengar nya mengepalkan tangan kuat.
"aku mau"ucap Bianca tegas membuat Rafani tersenyum tipis.
"ok, semua tugas dah gue kasih kita rencanakan ini semua "ucap Rafani yang di angguki oleh semuanya.
"awal dari rencana gue serahin terhadap para orang tua"ucap Rafani yang langsung di angguki oleh yang lain.
Rafani iya menghela nafas menatap sekilas ke arah ceshen yang tersenyum Rafani mengangguk pelan.