
Rafani terbangun dari tidur nya ketika mendapati cahaya di balik gorden jendela kamar nya Rafani menoleh ke arah jam dinding yang menampilkan pukul sembilan iya mengucek matanya pelan.
namun tak lama iya tersentak ketika mendapati ada sebuah tangan kekar yang memeluk tubuh nya hal itu membuat Rafani membalak iya menoleh perlahan kesamping dan setelah nya.
"AAAAAA-hafff"
"sutt, bisa diam dulu gak gue masih ngantuk"ucap seseorang yang membekap mulut Rafani biar gak berteriak.
Rafani langsung menepis tangan orang itu dengan menatap nya tajam.
"Lo ngapain tidur meluk gue"ucap Rafani dengan sorot mata tajam sedangkan sosok yang di maki hanya mendengus dengan mata terpejam.
iya membalikkan badan Rafani untuk merapat padanya dan membawa kepala Rafani biar rebahan di tangan nya dan mendekat kan tubuh nya ke arah rafani sambil membawa kepala Rafani ke dada nya dan memeluk nya.
"bisa diam dulu gak gue masih ngantuk tadi gue tidur cuma dua jam"ucap nya dengan mata yang merem.
"salah Lo sendiri kenapa gak tidur "ucap Rafani.
"CK, kan Lo takut apa lagi hujan nya tdi malam Sampe subuh"ucap sosok itu Rafani yang mendengar nya terdiam.
"apa sih cen malah salahin gue, gue gak minta ya elo nemenin gue mending Lo pergi deh ini dah siang"ucap Rafani sambil mendorong tubuh ceshen sedangkan ceshen malah membekap kuat kepala Rafani.
"CK, gak bisa berterimakasih banget dah Lo dah gue tunggu in juga "ucap ceshen Rafani yang mendengar nya mendelik.
"ya ka-"
"suttt, apa susah nya sih diem dulu gue mau tidur "ucap ceshen Rafani yang mendengar nya hanya diam di dalam dekapan ceshen.
_#skip.
sore ini mereka semua berkumpul di rumah besar Abrahamovic karena perkejaan mereka sudah selesai jadi mereka memutuskan untuk kembali dan menemui para orang tua.
"jadi gimana apa yang kalian dapatkan"ucap Leon ke pada anak muda di depan nya.
"tuan benar mereka adalah cabang kedua mafia nya Arsenal dan mereka menyerobot paksa di wilayah itu karena mereka ingin membangun markas senjata di sana"ucap giovan menatap Leon dan Edward.
"lalu apa kau tau siapa yang menjadi penggerak di sini"ucap Edward.
"dia Alftan anak buahnya Alfan "ucap giovan Rafani dan ceshen yang mendengar nya saling tatap dengan diam.
"baik lah untuk ceshen dan Rafani"ucap Johan menatap murid dan anak nya itu.
"Hem"dehem ceshen.
"Hem apa"ucap Leon mengangkat alis nya heran.
"kaitan nya ada di alfan"ucap ceshen.
"maksud kamu"tanya heran Edward.
"Alfan Malik adalah tangan kanan Arsenal dan Arsenal kasih tugas buat anak buah Alfan untuk menyebar di seluruh dunia dan menyeludupkan senjata "ucap Rafani lagi mereka semua mengangguk.
"seperti nya persediaan Arsenal cukup matang mengingat anggota nya sudah menyebar sekarang "ucap Leon menatap Edward.
"jadi gimana Leon kita gak mungkin muncul sekarang "ucap Edward lagi.
"kek nya kita bisa ngurus ini semua "ucap Akila semua orang menatap ke arah nya.
"setidaknya kita kasih surprise buat tamu terhormat bukan "ucap nya lagi entah belajar dari mana Akila namun sekarang iya menyunggingkan senyum tipis nya.
"yang di katakan Akila benar kenapa kita gak menghancurkan mereka saat mereka bersama membuat mereka malu di depan semua orang "ucap Devi menimpali semua orang terdiam sejenak.
Rafani iya tersentak mendengar suara getaran dari handphone nya iya pun menatap ke arah ponsel yang berada di tangan nya.
...**sisi....
"itu yang gue dapat klo ada yang kurang kasih tau biar gue cari lagi**".
Rafani membaca sebuah berkas yang di kirim oleh sisi iya menyengit dengan tatapan yang sangat sulit di artikan apa ini.
"keluarga Abimana di mana keluarga terbesar no-4 di Eropa yang bermusuhan dengan keluarga arlexsa Gustian, keluarga itu di kabarkan memiliki putri yang bernama Bianca Abimana yang kini menduduki kelas 12 di SMA Garuda. namun kabar angin mengatakan jika Abimana memiliki seorang putra yang tidak banyak orang ketahui dan setelah nya di kabarkan jika perusahaan Abimana berkerjasama dengan perusahaan arlexsa Gustian dan menjalin dekat selama 16 thn" Rafani yang membaca itu mengangkat alis nya heran.
^^^"ada yang ganjal"^^^
"sepertinya, itu gue tau dari tetangga lama Abimana "
^^^"ada lagi yang Lo tau"^^^
"gue udah cari tau sama asisten bokap jika sebenarnya Abimana tidak pernah mempublikasikan putra nya dulu ya orang pikir dia gak memiliki keturunan laki-laki "
"tapi tak lama warga net malah di kaget kan dengan sosok laki-laki yang di bawa nya waktu acara penyambutan kerja sama nya dengan Arsenal dan mengantarkan jika putra nya tinggal bersama kakek nya di Amerika"
"tapi gue dah suruh Kaka Dila cari tau dan hasil nya Lo tau gak Ra ternyata orang tua istrinya Abimana sudah meninggal di tahun 1995 dan orang tua Abimana kakek nya Bianca meninggal di tahun 1998"
^^^"apa gak ada kerabat lain"^^^
"gak ada soal nya mereka sama-sama anak tunggal "
Rafani yang membaca itu tambah mengangkat alis nya heran.
tak lama sisi mengirimkan sebuah data tentang anak Abimana Rafani yang melihat itu pun menatap nya fokus.
'ataksar Galang Abimana yang kini berusia 20thn, memasuki pendidikan perkuliahan jurusan hukum anak tertua dari keluarga Abimana.
' Bianca Abimana yang kini berusia 18thn, duduk di bangku SMA Garuda anak bungsu keluarga Abimana.
^^^"apa yang Lo tau lagi selain ini"^^^
"nah ini yang bikin gue tambah penasaran, Abimana sangat tunduk dengan Arsenal dan Alfan gue sempat curiga Kaka Dila juga sama namun tentang anak pertama Abimana gak bisa di cek data-data nya masih kecil soal nya banyak yang hilang"
^^^"apa Lo ada foto nya"^^^
"ada"
^^^"kirim "^^^
Rafani yang melihat sosok laki-laki jangkung yang tampan itu terkejut bukan main wajah ini ,dia benar-benar terkejut iya menatap kembali ke arah foto keluarga nya yang lama dan juga yang baru di mana di samping foto itu terdapat ayah dan mama kandung nya sedang hamil besar dan di sebelah kirinya terdapat kedua opa dan Oma nya juga di tengah mereka ada Wina dan Abraham dan di depan mereka ada Velia Clara di tengah dan Rafani.
Rafani kembali menatap ke arah foto keluarga Abimana dan bergantian menatap foto laki-laki anak Abimana itu dengan terdiam.
"gak ada yang mirip di antara mereka jelas-jelas mereka keturunan Amerika sedangkan putra mereka keturunan Indonesia dan Jerman"batin Rafani menatap nya nanar.
^^^"ok, untuk saat ini urus dulu masalah Zidan"^^^
"ok kalo gitu"
"apa jangan-jangan dia, CK gue belum tau lagi gue harus pastiin semua nya"Guam Rafani dalam hati.
"RAFANI"
Rafani tersentak ketika mendengar teriakkan sosok gadis iya meja matanya dan menoleh melotot ke arah Akila yang kini malah cengengesan.
"APA, mau mati"ucap Rafani tajam.
"eh, kagak ya elah siapa suruh Lo dari tadi asik bener noh kakek Lo nanya tadi"ucap Akila cepat Rafani yang mendengar nya menatap Edward.
"kamu kenapa Fani"ucap Edward Rafani yang mendengar nya hanya diam tidak ingin menceritakan sesuatu yang belum pasti.
"gak ada opa, opa Leon apa opa sudah mendaftar kan data baru Fani di SMA purnama"ucap rafani menatap Leon.
"sudah kamu bisa masuk sekolah lusa atau satu Minggu lagi tapi ingat Rafani di sana semua orang bakal tetap mengira jika kamu azahra"ucap Leon.
"dan jika kamu sekolah di sana dengan identitas baru om harap kamu hati-hati karena pasti nya Arsenal akan ngincar kamu karena dia akan cari identitas kamu"ucap Johan.
"soal itu om jo tenang aja Fani dah mengira jika nanti mereka bakal terkejut dengan kehadiran aku dan lebih tepatnya Arsenal yang pasti mengenali nama aku"ucap rafani mereka semua mengangguk.
"jadi Ra kapan kita pulang ke Eropa "ucap Devi Rafani mantap ke arah nya.
"malam ini kita ke Eropa "ucap rafani tiba-tiba semua orang yang mendengar nya terkejut.
"kenapa mendadak Rafani kamu tidak sama sekali kasih tau opa"ucap Edward.
"maaf opa aku sudah meminta Dila untuk memesan kan tiket untuk penerbangan menunjukkan Eropa "ucap Rafani lagi Edward yang mendengar nya mendengus.
"yeyy,,,"senang Akila dan Devi.
"akhirnya kita bakal balik lagi gak sabar banget dah kesekolah sama Rafani"ucal Devi Tampa beban semua orang yang mendengar nya memutar bola matanya jengah.
"ok, kalo gitu kalian balik aja ke Eropa dan untuk masalah ini biar kami yang urus"ucap leon.
"bak usah masalah ini biar ceshen dan yang lain yang ngurus kalian datang di akhir "Ucap ceshen semua orang memandang nya.
"apa yang bakal kamu rencana in ceshen "ucap Leon.
"udah itu biar jadi urusan kita opa sama opa Leon tenang aja"ucap Akila lagi yang di angguki Devi dengan wajah songong.
"bisa Giovan ikut kita ke Eropa"ucal ceshen lagi Giovan yang mendengar nya tersentak Edward yang mendengar itu menatap ke arah Giovan.
"apa kamu bersedia Giovan"ucal Edward.
"kenapa gue juga harus ikut"Ucap Giovan menatap ceshen dan Rafani bergantian.
"setidaknya Lo bisa jadi Intel untuk sementara menggantikan gala"ucap Rafani dingin semua orang terdiam mendengar itu terkecuali Edward Leon dan Johan yang memang tau gala adalah kaki kanan Johan dulu.
"tapi-"
"Lo berniat nolak , gue gampar Lo. kalo gak ada yang jadi mata-mata otomatis pergerakan kita ketahuan dan lagian jika bawa anak buah om jo atau kakek yang ada mereka bisa mengenali beda dengan Lo gio"ucap Rafani lagi Giovan yang mendengar nya mendengus.
"CK, iya iya gue ikut puasa Lo"kesel Giovan Akila dan Devi yang melihat itu terkikik.
"kalian siap-siap entar malam kita kebandara"ucap Leon yang di angguki semuanya.
sedangkan ceshen iya terdiam ketika mendengar nama gala iya menatap Rafani di seberang nya yang kini mengeluarkan tatapan datar dan tajam.
"siapa gala"batin ceshen yang merasa pernah mendengar nama itu dulu iya beralih mantap ayah nya yang terkejut mendengar nama gala itu ceshen yang melihat itu semakin bingung menatap sang ayah.