
Zidan yang menatap tidak ada pergerakan dari ceshen pun menepuk pundak nya.
"Lo kenapa berhenti"tanya nya yang kembali menyadarkan ceshen.
ceshen yang tersadar hanya diam dan langsung memilih melanjutkan langkah nya yang meninggalkan beberapa pertanyaan dari sahabat nya.
"lah tuh anak kenapa dah gak jelas banget"ucap fatan yang langsung menyusul ceshen yang di ikuti oleh Aryan.
Zidan mengedihkan bahunya saat menatap ke arah tiga gadis yang berada di kelas IPA 2 itu , sedangkan si Gion masih sibuk dengan game nya dan berjalan meninggalkan Tian yang termenung.
"apa ceshen tertarik sama azahra"batin Tian menatap ke arah sepupu nya itu dan beralih ke arah ceshen yang terus berjalan.
"CK,,ya gak mungkin lah ceshen orang nya masa bodo ya kali bakal tertarik sama azahra "batin Tian lagi yang mengusir jauh-jauh pikiran aneh nya.
jam pelajaran di mulai saat ini kelas azahra mengikuti pelajaran matematika yang membuat azahra lebih tepatnya Rafani mendengus kesel bukan karena iya tidak suka namun iya sangat malas apa lagi mengingat entah kapan pelajaran ini sudah di pelajari nya dulu.
azahra yang bosen dan Malas pun mengucek matanya yang memerah karena menahan ngantuk dan menutup mulutnya saat iya menguap.
guru yang mantap azahra yang kini tengah ingin memejamkan matanya pun melotot."azahra kamu ingin mengikuti pelajaran saya apa ingin tidur"tegur ibu guru itu yang membuat azahra tersentak karena kaget.
para murid yang mendengar suara galak pak mumus pun serentak menatap ke arah azahra yang berada di pojok belakang dengan tangan yang bertumpu di samping wajah nya menatap pak mumus dengan tatapan ngantuk.
"kenapa sih pa"ucap azahra kaget.
"kamu masih nanya saya kenapa"ucap pak mumus tak habis pikir dengan kelakuan muridnya.
azahra sepontan mengangguk menatap pak mumus dengan tatapan polos yang membuat Akila dan Devi nyaris mengumpat mereka kompak menepuk jidatnya geleng-geleng kepala melihat kelakuan azahra yang sangat besar akhir-akhir ini.
"keluar dari kelas saya dan berdiri di depan tiang bendera sampe jam istirahat"ucap pak mumus galak kepala Azahra.
"wahh,,, bapak gak salah nih nyuruh saya berdiri sampe jam istirahat gak ada hukuman yang lain apa pak"sewot azahra yang membuat pak mumus menatap nya garang.
"baik lah kamu berdiri di tiang bendera sampe jam pulang "ucap pak mumus lagi yang membuat azahra Tampa sadar langsung pergi ke luar kelas lebih baik dia di hukum sampe jam istirahat dari pada sampe jam pulang.
namun saat tak jauh dari pintu azahra menarik napas Perlahan dengan tersenyum miring.
"pak kepala sekolah pak mumus pak mumus mau buat saya pingsan karena di hukum di bawah bendera tolong adili saya pak pecat aja udah pecat aja pak mumus"teriak azahra sepanjang jalan sambil berlari dengan pak mumus dan siswa siswi di dalam kelas membalak terkejut karena mendengar teriakkan azahra begitu juga kelas lain yang di lewati nya.
azahra iya menatap lurus ke atas dengan tangan yang berada di samping alis nya iya mengingat-ingat di mana dulu sebagai Rafani walaupun dia datar dan dingin dan pendiam namun iya bukan lah sosok yang pembuat onar seperti ini bahkan iya sekarang sudah bisa mempercayai orang-orang di seketika nya walaupun cuma Akila dan Devi juga Velia namun mengingat sang paman dan bibi rafani tau jika mereka pasti menyayangi azahra.
"CK CK, lama-lama gue bakal jadi pecicilan deh pembuat onar sama sahabat azahra ternyata menyenangkan"Guam Rafani sambil menggeleng tak habis pikir.
_#skip kantin.
bel istirahat berbunyi satu menit yang lalu geng azahra berjalan dengan beriringan dengan azahra yang di tengah Devi melihat wajah azahra yang kini memerah dengan keringat yang bercucuran di leher sekaligus pelipis nya.
"penuh banget"ucap Akila menatap kantin yang kini sudah penuh akan siswa dan siswi yang sudah berondong untuk memakan makanannya dan ada juga yang lagi memesan makanan.
sebenarnya banyak yang bertanya-tanya akan setatus azahra dan Devi mengingat tidak ada warga sekolah yang tau bahkan hanya sekedar marga aja tidak di makai oleh mereka sehingga orang-orang tidak tau seperti apa mereka sebenarnya.
banyak yang ingin membalas tindakan bullying yang di lakukan geng azahra namun banyak yang menurunkan niat nya mengingat ada Akila selaku keluarga terpandang di sekolah an itu yang menjadi sahabat dari azahra.
tak banyak juga orang berpikir jika azahra dan Devi berteman dengan Akila hanya semata ingin jadi populer dan juga di takuti banyak orang.
bahkan ada yang berpikir jika azahra dan Devi ini adalah orang miskin tapi mereka juga tak bisa percaya mengingat setiap hari azahra dan Devi selalu mengendarai mobil sport mereka yang terbilang tidak murah apa lagi setelah mengingat jika mereka sekolah tidak dari jalur beasiswa.
"eh eh ,di sana masih ada meja kosong itu"seru Akila menatap satu meja di pojokan yang ternyata masih kosong.
mereka pun berjalan ke arah meja tersebut dengan azahra yang duduk di kursi dekat tembok.
"kalian mau pesan apa"ucap Devi menatap ke arah azahra dan Akila.
"aku nasi goreng pake telor ya sama minum nya es jeruk"ucap Akila yang di angguki oleh Devi.
"dan Lo Ra"ucap Devi menatap azahra yang diam sedari tadi gak kaya biasanya tapi pikir mereka mungkin azahra kecapean.
"em, gue bakso sambal nya banyak in jangan lupa sosis panggang juga minum nya jus mangga"ucap azahra serontak Akila dan Devi saling menoleh bingung sejak kapan azahra suka bakso pikir mereka.
"lah Ra sejak kapan azahra suka makan bakso"ucap Akila.
"tau setau Devi azahra gak suka bakso deh"ucap Devi lagi azahra yang mendengar nya pun nyaris mengumpat.
"ah ya, baru aja sih suka nya kemaren pernah makan soal nya gak tau rasanya enak banget ternyata"jawab azahra apa adanya karena kaget dan bingung juga karena tau jika azahra gak suka makan bakso.
Akila dan Devi yang mendengar nya pun mengangguk dengan si Devi yang sudah berjalan ke arah warung Kantin guna memesan makanan mereka.
sambil menunggu Devi azahra dan Akila memilih untuk membuat handphone mereka dan melihat-lihat apa aja yang sedang trend pikir nya.
dan tak lama Devi datang bersama satu cewek yang di yakini oleh azahra dan Akila adx kelas mereka dengan membawa makanan serta minuman pesan an mereka azahra dan Akila yang melihat ke datangan Devi pun menyambut makanan yang berada di tangan adx kelas itu lebih tepatnya Akila karena dari tadi azahra hanya menggeser makanan nya yang sudah di letakkan sendiri oleh adx kelas tersebut.