Rafani Azahra

Rafani Azahra
apartemen



Rafani melaju kan mobil nya untuk menuju kesebuah tempat di mana tempat itu cocok untuk sisi saat ini.


namun di saat menghilang nya mobil Rafani di jalan itu iya tak menyadari jika sedari tadi ada satu pasang mata menatap nya dengan tatapan campur aduk.


iya menatap sedari tadi di mana sosok itu menghajar habis beberapa laki-laki dengan beringas Tampa memberi celah sedikitpun.


"siapa Lo sebenarnya? iblis berdarah dingin yang sekarang gue lihat"Guam nya pelan menatap kepergian sosok azahra.


_#skip.


sesaat kemudian mobil yang di Kendari oleh Rafani Azahra ada juga sosok gadis yang bernama sisi itu memasuki pengkaran area parkir di sebuah apartemen.


Rafani Azahra turun dari mobil nya yang di ikuti oleh sisi kemudian iya pun berjalan memasuki lobby apartemen yang di ikuti oleh sisi dari belakang.


sesaat keluar dalam lift berhenti ke angka 20 itu Rafani berjalan masuk lorong dan berhenti di Paling sudut apartemen sisi yang melihat nya pun menatap azahra heran.


"Ra ini di apartemen siapa"ucap nya menatap Rafani dengan tanda tanya.


"udah nanti juga Lo tau"ucap Rafani yang di angguki oleh sisi.


Rafani pun menekan tombol bel dan tak lama keluar lah sosok gadis yang sudah dewasa namun dia heran melihat orang itu yang gak kunjung ingin menikah.


sosok yang tak lain adalah Dila yang menatap azahra dan juga sosok gadis yang tak dikenal nya pun terkejut jarang sekali ini bocah mau main ke apartemen nya.


"ehh, azahra tumben main ke apartemen Kaka"ucap nya menatap azahra.


"CK, jadi ceritanya gak boleh nih"ucap Rafani yang langsung di balas cengengesan nya sosok Dila.


"eh eh ,,hehe enggak ko ya udah ayokk masuk"ucap nya mempersilahkan masuk.


Rafani yang mendengar itu langsung masuk yang di iringi oleh sisi dari belakang kini iya duduk di sofa bersama sisi yang terus diam sedangkan Dila iya ke dapur buat ngambil air minum atau cemilan.


"ada apa Lo ke sini dex"ucap Dila ketika sudah berjalan ke arah sofa menatap azahra.


ya dia menganggap azahra lebih dari bos nya di kantor karena iya menganggap sosok azahra adalah adx nya sendiri.


"gak ada cuma mau mampir"ucap azahra ketika mendapati Dila dah duduk di sofa.


"terus ini siapa teman Lo"ucap Dila menatap sisi.


"kagak juga sih"ucap azahra jujur.


"lah jadi"ucap Dila heran.


"soal perusahaan gue minta Lo yang ngurus dari sekarang karena gue gak yakin bisa setanbay terus"ucap azahra.


"ehh,, tumben Lo ngomong gitu emang ada apa an hah"galak Dila sedangkan sisi iya hanya diam mendengarkan.


"CK, gue gak papa kak gue cuma minta urus aja tuh perusahaan apa susah nya sih"kesel azahra.


"CK, iya iya"ngalah Dila azahra yang melihat itu pun langsung tersenyum seraya mengangguk.


setelah nya Rafani Azahra bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu Dila dan sisi menatap nya heran dengan sisi yang sudah ingin bangkit.


"Lo gak perlu ikut Lo tinggal di sini"ucap azahra dengan tatapan yang tidak menoleh sisi yang mendengar nya terkejut.


"Dila Lo ajarin dia buat mengurus perusahaan karena kelak dia yang ngurus perusahaan keluarganya gue titip dia jagain dia kalo dia sempat ada mikir yang aneh-aneh Lo bunuh dia juga gak masalah"ucap azahra santai yang langsung pergi dari sana meninggalkan wajah cengo Dila dan sisi yang makin menunduk takut.


Dila menatap sisi yang takut pun menghela nafas iya berpikir apa yang di lakukan oleh azahra sempe nih anak ketakutan pikir nya.


"udah gak usah pikirin omongan azahra? karena dia nyuruh Lo tinggal sini jadi ya udah Lo boleh ko tinggal sini"ucap Dila merangkul sisi yang kini tersentak mendongak menatap ke arah nya.


"beneran kak"ucap nya yang di angguki Dila.


"nama Lo siapa"ucap Dila.


"kenalin kak aku sisi teman satu sekolah azahra"ucap nya memperkenalkan yang di sambut seneng Dila.


"gue Dila ? kalo gitu Lo bisa sekolah dan pulang nya belajar soal apa aja tentang mengurus perusahaan Lo sanggup ''ucap Dila yang di angguki oleh sisi dan mereka pun memilih banyak bercerita di sofa mengingat baru kenal lebih baik pendekatan biar gak ada rasa canggung bagi Dila apa lagi melihat wajah ketakutan sisi membuat nya berpikir keras apa yang sudah di lakukan oleh azahra.


_#skip.


segerombolan air berasal dari langit mengepung kawasan padat akan kendaraan dan tempat lainnya desiran angin serta menggeledar nya sembaran petir membuat orang-orang yang berkendara berhati-hati mengingat jalan nan yang licin.


di sebuah mobil ada sosok gadis yang tengah mengumpat Menatap luar jendela mobil nya dengan tatapan datar dan juga kesel.


"CK, sial kenapa malah hujan sih"umat nya sambil mengendarai mobil nya.


Rafani Azahra melajukan mobilnya ke arah selatan iya ingin melakukan tugas terakhir nya iya menatap jalan yang agak sepi mengingat kini sudah menunjukkan pukul 8:45 malam.


beberapa saat kini mobil yang di Kendari Rafani Sudah tiba di tempat tidak jauh dari rumah megah sisi Arora Rafani azahra menatap rumah di depan nya dengan tatapan datar iya melirik sekilas rumah yang ini lampu nya udah pada mati padahal jam masih menunjukkan pukul 9:15malam.


Rafani menatap jam di pergelangan tangan nya iya menunggu masa-masa pukul 11 sambil memutar-mutar kan pistol di tangan nya entah dari mana iya dapat yang jelas pistol itu udah berada di tangan nya.


Rafani terus melirik rumah itu dengan tatapan datar nya."kehidupan kalian berakhir"Guam nya dengan pelan.