
sudah dua bulan berlalu dan kini Leon Johan dan Rika jangan lupakan keluarga juga keluarga Abimana mereka tengah sibuk di dalam sebuah gedung hotel yang sangat besar itu untuk melihat hasil kerja para dekor untuk menghiasi isi gedung itu.
sesuai rencana awal jadi mereka yang turun tangan biar rencana mereka berhasil dan tentunya mereka tau jika beberapa dari pendekor ada mata-mata.
ya pernikahan Bianca dan juga ceshen lebih tepatnya Tian akan di adakan 3 hari lagi dan di sini Leon Johan Rika dan keluarga Abimana tersenyum puas mendapati keindahan dan kemewahan di depan mata mereka.
para undangan sudah di sebar oleh semua rekan bisnis yang menjulang di Eropa tak tertinggal sedikit pun yang memperlihatkan jika acara akan sangat mewah nanti nya.
di tempat lain tepat nya di rumah arlexsa Gustian satu keluarga di buat panik ketika tidak mendapati zela di kediaman itu.
Arsenal sudah menyuruh anak buah nya untuk mencari zela namun tidak ada yang tau di mana keberadaan nya.
"SIALAN, apa kalian tidak becus mencari putri ku hah"sentak Arsenal marah.
"maaf tuan kami sama sekali tidak mendapatkan jejak nona zela"ucap para bawahan.
"saya tidak mau tau, cari putri saya sampe ketemu jika tidak kepala kalian yang jadi korban"ucap Arsenal yang membuat para anak buah terkejut dengan tubuh bergetar.
"ba-baik tuan"gugup salah satunya menyahut.
setelah nya mereka di suruh pergi oleh Arsenal, Arsenal membanting fas bunga sampai pecah membuat nimas terkejut.
"sialan siapa yang berani bermain-main dengan ku"ucap Arsenal marah.
"akan ku cari kalian jika sampai putri ku kenapa-kenapa"ucap nya lagi detail tangan terkepal.
nimas yang mendengar itu hanya diam iya sama sekali seperti tidak bernyawa saat mendapati putri nya hilang dan tidak di temukan sampai sekarang.
kini iya merunduk dengan tatapan kosong Bastian iya ya melihat keluarga nya makin hancur hanya bisa menghela nafas, iya melongos tidak perduli dan langsung ke arah dapur? bukan dia gak perduli namun dia memang gak mau ikut campur dalam masalah ayah nya dari lama.
"ginilah akibat nya terlalu menyulut api menjadi besar Tampa sadar jika api itu bahkan gak bisa di padam kan"Guam Bastian dan terus berjalan ke arah dapur.
_#skip.
saat ini di tempat lain tepat nya di sebuah ruangan ada sepasang laki-laki dan perempuan yang kini tengah mencumbu mesra dengan aksi panas mereka yang membuat se isi ruangan seperti penuh akan suara *******.
di ruangan lain beberapa orang kini menatap layar di hadapan mereka dengan mendelik menatap aksi orang itu yang sama sekali tidak mengenal tempat.
"gue heran,, padahal lagi di sekap masih aja bergulat panas"ucap Zidan yang mendelik menatap sang mantan dengan jijik.
"mantan Lo kan"ucap gion.
"anjeng, sepupu Lo juga itu"ucap Zidan yang tak mau kalah.
"apa sih ribut mulu heran"ucap Akila yang sudah jengah menatap mereka berdua.
"ini kita gak ada kerjaan banget dah ngeliat in mereka "ucap Tian yang entah kenapa merasa ngeri.
"liat apa nya orang gelap gitu "balas tilo.
"tapi kan tetap aja ada remang-remang gitu "ucap Tian lagi.
"CK, udah sih banyak bacot "kesal ceshen menatap jengah sahabat nya.
"ini kita ngapain nyatu in mereka dah sen fan"ucap Aryan menatap ke arah ceshen dan Rafani.
"buat mempermalukan Arsenal "ucap Rafani santai yang hanya di angguki oleh mereka.
"anak buah gue ngasih tau, jika Arsenal dah menyebarkan anak buah nya buat cari zela"ucap giovan yang kini masuk keruangan itu.
semua orang menatap ke arah nya Rafani iya menoleh sekilas.
"belom kaya nya"ucap Devi karena emang gadis itu pergi sama Giovan tadi.
"kenapa gak kita adu domba aja sih mereka"gemes Akila.
"kagak bisa"ucap ceshen.
"kenapa "ucap tian.
"acara pernikahan nya udah tiga hari lagi bisa-bisa mereka gak akan fokus ke acara dan malah cari anak mereka sambil saling bacok"ucap ceshen lagi.
"emm, bener juga sih"Guam fatan.
"jadi gimna sekarang "ucap gion.
"kita pisah in lah mereka Sian noh zela dah mau pingsan di tempur mulu"ucap Aryan yang entah kenapa merasa iba.
"gimana Ra"ucap ceshen menatap ke arah rafani.
"Hem, bedain aja kamar nya"ucap Rafani yang di angguki oleh mereka.
"oo, iya untuk tugas mendatang deka urusan Bianca Tian sisi dan Zidan dan urusan zela biar gue"ucap Rafani lagi.
"lah kita gak di ajak"ucap Akila.
"gue malah takut kalo kalian yang bakal pingsan liat penyiksaan gue"ucap Rafani mengangkat alis nya heran.
"justru ada kita lah Ra, Lo lupa tuh bocah lagi ada kecebong dalam perut"ucap Devi yang membuat Rafani tersentak baru ingat.
"CK, sialan dari awal rencana gue emang kalah gara-gara tuh bayi"ucap rafani yang kini prustasi.
"apa an sih Lo, Pundungan amat lagian klo mau juga gak papa"ucap Devi.
"jangan lah dosa"ucap tilo membuat Akila dan Devi memutar bola matanya jengah.
"lebih dosa mana karena dia sempat mau membunuh azahra Untung waktu itu dia gak mati beneran di tangga "ucap Akila yang langsung membuat mereka terdiam.
"nah nah mingkem kan Lo pada"ledek Devi membuat mereka mendengus.
Rafani yang melihat itu hanya menghela nafas.
"langkah kita sedikit lagi"ucap ceshen yang di angguki oleh mereka.
"tapi entah kenapa ko kaya ada yang janggal "ucap Rafani yang membuat semua orang menatap ke arah nya.
"janggal apa"ucap ceshen Rafani menggeleng.
"gue gak tau hati gue aja yg entah kenapa ada yang janggal gitu, aaahhh tau ahh balik ke kamar masing-masing"ucap Rafani dan langsung berbalik mengandeng tangan Akila dan Devi keluar.
"tuh dua bocah ingat pisahin"ucap Rafani dan langsung keluar dari ruangan tersebut.
"gue Sama Zidan dan Giovan ada urusan Lo pada urus mereka"ucap ceshen yang beranjak pergi yang di ikuti Zidan dan Giovan.
"CK, jago kena kita kan"kesel Aryan menatap ke arah teman-temannya yang sudah pergi.
"udah lah banyak bacot Lo, kita juga agak ada tugas jdi wajar lah"ucap fatan yang langsung keluar di ikuti Tian dan Gion.
"udahlah ayokk Pundungan amat tuh muka"ucap tilo menarik Aryan dan mengikuti langkah Tian fatan dan Gion.