Rafani Azahra

Rafani Azahra
Bertemu



"ayokk azahra masih ada lagi tempat yang harus Lo kunjungi"ucap giovan


Rafani menatap sekeliling nya mengingat baik-baik semua yang sedari tadi iya liat dan setelah nya menatap ke arah Giovan dengan mengangguk yang di balas anggukan oleh Giovan.


giovan berhenti di ruangan kamar yang ada lukisan pernikahan orang tua Rafani dan berjalan ke arah bawah mengetuk tiga kali di alas ranjang santai dan tiba-tiba karpet di bawah ranjang untuk bersantai itu terbuka dan menampilkan satu kotak yang terkunci.


"eh"kaget sekaligus takjub Rafani dan setelahnya Giovan membawa Rafani sekaligus kotak itu keluar.


giovan membawa Rafani kearah undakan tangga menuju keluar tempat dapur tadi namun bukan nya naik Giovan langsung menarik Rafani menunju tangga yang ada di bawah tangga atas Rafani yang melihat itu tengnganga bagaimana bisa dia tak melihat kalo ada tangga lagi ya menghubungkan ke bawah.


setelah nya Giovan membawa Rafani ke salah satu ruangan yang berdebu Rafani yang melihat itu pun memejamkan matanya ketika merasakan debu berterbangan Giovan yang melihat itu terkekeh kecil iya tau jika ruangan ini berdebu makanya iya menutup mulut sama hidung nya menggunakan jaketnya.


"CK, gue kira dah gue kasih tau klo ini ruangan berdebu"ucap giovan santai tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Rafani yang mendengar itu mendengus."sialan Lo gio"umpat Rafani kesel yang hanya di balas kekehan Giovan.


"ya udah ayokk masuk"ucap giovan menarik tangan rafani yang di ikuti oleh Rafani.


"heran deh gue gio beneran dah ini banyak banget tau gak rahasia nya gak kelar-kelar malah gue bahkan baru tau kalo ada ruangan kek gini"ucap rafani.


"jelas lah Lo baru tau, emang hubungan Lo selama ini sama bokap Lo kek gimana Rafani"ucap santai Giovan Rafani menatap Giovan tajam.


"siapa Lo sebenarnya kenapa Lo tau tentang gue"ucap Rafani.


"CK, anggap aja gue bisa ngeramal dan tugas gue untuk ngebantu Lo"ucap giovan menatap Rafani sedangkan Rafani hanya terdiam.


"CK, kita ngapain di sini"ucap Rafani.


"kita cari kotak kaca bercorak emas di sisinya dan ada bacaan Queen"ucap giovan.


Rafni ya melihat Giovan suda membongkar semua yang ada di dalam pun ikutan mencari kontak yang di butuhkan oleh Giovan sekitar 15 menit an akhirnya Rafani menemukan sebuah kotak kaca yang terselip di bagian peralatan olahraga iya mengambil kotak itu dan membersihkan di Debu di sela sela kaca.


"emm, ini bukan gio"ucap Rafani memberikan kotak itu ke arah Giovan yang langsung di ambil oleh Giovan.


"ayokk keluar"ucap giovan langsung menarik Rafani yang terkejut.


giovan menarik Rafani keluar dari dalam ruangan bawah tanah dan mengunci ruangan yang berada di dapur itu menyeret Rafani untuk duduk di ruang tengah yang biasa Rafani dan keluarga kumpul.


giovan membuka kontak kaca tersebut dan terdapat sebuah kertas yang sangat usang namun tidak termakan rayap sama sekali.


giovan membuka kertas itu yang langsung di ikuti oleh Rafani namun yang merupakan lihat hanya lah sebuah angka yang sama sekali gak mereka pahami apa lagi melihat ada sebuah lukisan gambar yang membuat mereka tambah bingung.


"lebih baik bawa pulang aja deh gue gak tau apa artinya"ucap giovan yang netobe nya malas untuk memikirkan sedangkan Rafani hanya mengangkat bahu acuh masa bodoh.


"ya udah ayokk gue dah gerah di dalam sini"ucap Rafani yang di angguki oleh Giovan.


"langsung apartemen aja ya gue mau ganti mobil juga"ucap giovan yang di angguki oleh Rafani karena iya tau jika di apartemen Giovan iya memiliki 3 mobil di dalam bakas atau apalah lupa juga author 😂.


setelah nya mereka pun berjalan keluar dari rumah lama Rafani dan berjalan memasuki mobil masing-masing dan melajukan nya meninggalkan pangkaran rumah itu.


_#skip.


satu hari satu malam Rafani dan Giovan berada dalam perjalanan dan kembali lagi.


dan beberapa menit selama menempuh perjalanan yang sangat membelah kan kini Rafani dan Giovan sudah sampai di halaman apartemen dan berjalan menuju apartemen Rafani.


"ka- kalian"ucap Rafani menatap kedua sahabat nya.


"kenapa kaget kita ada di sini"ucap Devi yang udah kesel sekaligus kangen sama sahabat nya.


"Lo tega banget yah Ra kita mati-matian Lo cari Lo tapi gak ada dapat kabar dan sekarang apa hah kita di sungguh kan dengan sosok Lo yang baik-baik aja apa Lo gak kangen sama kita hah apa Lo gak perduli lagi sama kita"ucap Akila yang kini mengeluarkan unek-unek nya Rafani yang melihat itu meringis tak enak.


"sorry sorry"ucap Rafani berjalan ke arah mereka dengan raut tak enak.


"kalian ko tau gue ada dia ini"ucap Rafani memeluk mereka yang di balas oleh mereka Giovan yang melihat ketiga gadis itu pun melongos masuk kedalam.


"iya kita di bawa sama Clara ke sini kita heran ko dia tau Lo ada di sini sedangkan kalian baru ketemu "ucap Devi.


"eh" kaget Rafani.


"iya dia juga yang nganter kita ke sini"ucap Akila lagi sedangkan Rafani hanya diam.


mending kalian duduk dari pada berdiri ucap giovan datang dari dapur membawa kan air juga cemilan.


"loh siapa Kenapa dekat banget sama azahra"ucap Akila yang menarik kedua sahabat nya untuk duduk.


"owh kenalin gue Giovan Abang nya azahra"ucap giovan asal yang membuat Akila dan Devi menatap nya selidik.


"Lo bohong Abang nya azahra itu Bastian bukan Lo"ucap Akila tajam.


"terserah kalo gak percaya"ucap Giovan bodo.


"Ra"ucap Akila dan Devi menatap azahra.


"CK, entar gue ceritain tapi yang jelas dia bilang gue ini dah di anggap jadi adx ya so gue yes yes aja nganggap dia jadi abng"ucap azahra yang membuat mereka beroh ria saja sedangkan Giovan yang melihat itu mendengus sinis namun enggan berkomentar.


Devi sesekali mencuri Mandang terhadap Giovan yang menurut nya sangat tampan sedangkan Giovan pura-pura tidak melihat nya namun entah kenapa ada desiran hangat di dada nya.


"sorry, gue gak ada maksud buat kalian khawatir"ucap azahra menatap kedua sahabat nya sendu.


"kita gak papa ko Ra, yang penting Lo sekarang baik-baik aja"ucap Akila.


"tapi ngomong-ngomong ko Lo bisa ada di sini sebentar apanya terjadi sama Lo"ucap Devi.


"ini nih kerjaan nya si zela tau gak dia nyuruh orang buat ngeroyok gue sampe pingsan nah kebetulan ada Giovan dia yang nolong gue dan bawa gue ke sini"ucap azahra.


"CK, sialan dah gue duga ini pasti kerjaan nya si ppb dasar"kesel Akila.


"gue pastiin menderita tuh anak klo kita kembali nanti gue bully sampe mati"ucap Devi ganas yang membuat Akila dan azahra tengangga sedangkan Giovan yang mendengar nya menatap Devi horor.


"ayokk sini peluk"ucap azahra merentang kan tangan nya ke arah Akila yang di sambut oleh Akila dengan senang.


"ih ih ih, Devi gak di ajak nih ceritanya"ucap Devi sok ngambek yang membuat azahra dan Akila memutar bola matanya jengah.


"ya udah sama gue aja mau gak"ucap giovan yang kini tersenyum ke arah Devi.


sedangkan sosok Devi yang melihat itu memegang pipinya yang merona dan langsung berlari ke arah kamar yang membuat Giovan tertawa.


"awas Lo gio kalo bikin sahabat gue baper gue tendang Lo ke luar bumi"ucap azahra dan langsung berdiri mengandeng tangan Akila sedangkan Giovan yang mendengar itu tersentak namun terkekeh pelan.