Rafani Azahra

Rafani Azahra
tentang Zidan



sedangkan saat ini di kamar Rafani Sudah ada sisi dan Clara, sisi dia terus menunggu Rafani di kamar nya di temani oleh Clara yang dari tadi sibuk bermain laptop yang di bawa nya dari kamar nya.


beberapa saat menunggu kini sosok yang tak lain Rafani masuk ke dalam kamar membuat sisi bangkit dari duduknya Clara yang melihat itu hanya diam dan menatap laptop nya yang menampilkan drama cina itu.


"dex Lo keluar dulu gih temani Kaka Velia Kaka ada mau yang di bahas sama sisi"ucap Rafani clara yang mendengar nya pun mengangguk.


"ok deh, tapi laptop nya Clara letak sini ya"ucap Clara Rafani yang mendengar nya mengangguk dan setelahnya Clara keluar dari kamar Rafani menyisakan Rafani dan sisi.


"ada apa"ucap Sisi.


"gimana kehidupan Lo akhir-akhir ini"ucap Rafani.


"Kaka Dila baik ko gue seneng"ucap sisi Rafani yang melihat itu tersenyum kecil.


"Lo emang gak marah soal berita keluarga Lo"ucap Rafani yang membuat sisi terdiam Rafani yang melihat itu tersenyum.


"kalo Lo mau balas dendam juga gak papa"ucap Rafani yang membuat sisi tersentak.


"eh , enggak ko Ra gue malah berterima kasih sama Lo kehidupan gue jauh lebih baik Tampa ada teror dari keluarga erdika lagi "ucap sisi cepat Rafani yang mendengar nya mengangguk.


"gue boleh ngambil apa yang jadi hak gue"ucap Rafani yang membuat sisi terdiam.


"mak-maksud Lo"Guam sisi pelan.


"gue mau nanya apa Lo tau sesuatu tentang apa aja yang terjadi sama Zidan selama ini"ucap Rafani menatap sisi datar sedangkan sisi terdiam.


"tentang apanya Ra gue gak paham"ucap sisi.


"apa Zidan selama ini ada kecelakaan "ucap Rafani lagi sisi yang mendengar nya pun menatap Rafani heran sambil berfikir namun tak lama iya membalak.


"eh eh , pernah dulu dia balapan tapi kalah gara-gara di tabrak orang nah dia di bawa ke Australia dan di operasi plastik juga gara-gara mukanya hancur "ucap sisi yang baru ingat soal itu Rafani yang mendengar nya pun terdiam.


"apa Lo gak ada merasa keanehan soal Zidan "ucap Rafani lagi sisi yang mendengar nya pun berusaha mengingat ingat lagi.


"emm,, kek nya gak ada deh dan setelah itu gue di kasih tau sama nyokap kalo Kaka Zidan koma dan hilang ingatan "ucap sisi lagi.


"sudah berapa lama "ucap Rafani.


"semenjak gue kelas 2 smp"ucap sisi Rafani yang mendengar nya tersentak.


iya tau sisi kelas 11 sama dengan nya dan juga pada saat itu di kelas 1 SMP di mana sosok teman nya sudah kelas 2 namun mereka terpisah saat sahabat Rafani menerima tugas namun tak kunjung pulang di situ lah Rafani terus mencari sosok nya yang hilang kabar.


di sini Rafani akui jika sebenarnya Zidan sangat mirip dengan sosok itu maka dari itu Rafani diam-diam mencari informasi tentang Zidan namun seakan-akan banyak yang hilang yang membuat nya susah mencari sosok itu.


"terus ada lagi"ucap Rafani yang mendapat gelengan dari sisi Rafani yang melihat itu membuka tablet nya dan memberikan ke arah sisi.


"ini apa"kata sisi.


"CK, gue harap Lo dah bisa paham sama apa yang gue kasih ini awal dari tugas-tugas Lo sebagai Intel gue, ingat ya sisi gue gak pernah main-main sama anggota gue jika Lo lengah nyawa Lo mati"ucap Rafani tajam sisi yang mendengar nya menahan nafas.


"gue harap Lo bisa ngerti sama apa yang gue kasih ini dan jika Lo ngerti gue anggap pembelajaran Lo sama Dila membuahkan hasil"ucap Rafani sisi yang mendengar nya mengangguk pelan dan mulai membaca sesuatu berkas di tablet Rafani.


sedetik kemudian sisi terdiam kaku dengan mata yang membalak apa ini dia benar-benar tidak habis paham ini maksudnya apa.


"Ra maksudnya ini"Guam sisi pelan.


"kenapa Lo nanya sama gue Lo kan dah belajar pasti Lo dah paham sama semua nya"ucap Rafani.


"ada perkembangan ternyata "Guam nya dalam hati menatap sisi puas.


"jadi ini rencana mereka semua gue gak nyangka nyokap Zidan mau menguasai tender dari Daddy gue"ucap sisi lagi.


"CK, makanya di cek di situ ada keterangan tentang Zidan"ucap Rafani sisi yang mendengar nya tersentak dan lanjut melihat isi dari data tersebut.


"ANJENG"teriakan sisi yang melengking membuat Rafani menutup matanya sambil berdecak sebel.


"Lo mau mati"tajam Rafani membuat sisi menciut.


"ma-maaf kak"ucap nya pelan rafani yang melihat itu mendengus.


"ini beneran jika Zidan itu sebenarnya bukan lah kak Zidan yang asli"ucap sisi yang di angguki oleh Rafani.


"gue bakal jelasin"ucap Rafani sisi yang mendengar nya mengangguk.


"gue dah ngecek soal Zidan di sana benar-benar tertera jika golongan darah mereka gak ada yang sama dan ini gue mau kasih tau jika 3thn yang lalu sahabat gue menghilang setelah menyelesaikan misi dari atasan dan di sini gue terus mencari tentang nya dan pertepatan kehilangan nya di situ juga tragedi kecelakaan tunggal yang mengakibatkan satu orang meninggal "jeda Rafani.


"pas gue selidiki si Zidan juga kecelakaan di saat jam dan tempat yang sama ini GK mungkin mustahil kan bagi Lo di sini jelas-jelas golongan darah mereka berbeda namun golongan darah sahabat gue sama kek gue, gue awal nya gak yakin namun gue coba suruh orang buat ngambil darah Zidan dan Lo tau hasilnya sama kek punya gue , gue yakin si Zidan itu adalah sahabat gue dulu yang menggantikan Kaka sepupu Lo yang sudah mati"ucap Rafani yang membuat sisi terkejut.


"tapi kenapa dia gak kenal Lo"ucap sisi lagi.


"ya karena saat itu otaknya dah di cuci sama keluarga nyokap Zidan dan menjadikan Zidan anak mereka namun mereka tak bisa menyembunyikan itu walaupun dengan operasi plastik Zidan muka nya sama dengan sahabat gue gala"ucap Rafani lagi dengan tatapan yang kini menyendu.


"gue dah lama cari di si tapi kenapa keluarga nyokap Zidan yang malah melakukan semuanya dan menyembunyikan sahabat gue "ucap Rafani lagi.


"apa Lo gak heran dia banyak lupa tentang Lo dan keluarga Lo"ucap Rafani sisi yang mendengar nya pun terdiam.


"ya kan dia lupa ingatan kak"ucap sisi Rafani menggeleng.


"Lo kalo bego gak usah tolol juga, jika dia hilang ingatan dia gak mungkin bisa operasi plastik di saat tubuh nya aja koma dan Lo malah percaya jika dia Zidan sepupu Lo di saat wajah nya aja sangat Indonesia bukan berdarah Eropa"dan pas sisi terdiam seribu bahasa mendengar semua ini.


"jadi benar Kaka sepupu gue udah mati"ucap sisi Rafani hanya bisa mengangguk.


"gue mau sahabat gue gala kembali gue mau dia ingat gue si gue mau kembalikan ingatan dia"ucap Rafani sisi yang mendengar nya tertegun.


'jadi Lo mau gue gimna Ra"ucap sisi yang menatap Rafani penuh akan tekat.


"gue minta singkirkan kelurga Lo dan juga nyokap Zidan sampai habis sisa kan ya menurut Lo pantas buat hidup"ucap Rafani sisi yang mendengar nya menegang Rafani yang melihat itu tersenyum tipis.


"kenapa, apa Lo takut jadi pembunuh CK, si ini akibat nya jika Lo mau ngikutin gue karena gue juga sosok pembunuh bukan jika Lo gak mau membunuh mereka biar gue yang habiskan rata semua nya"ucap Rafani sisi yang mendengar nya terlompat kaget.


"gak jangan pernah biar gue"ucap sisi.


"lagian ini juga tugas gue ko Ra gue gak kan pernah takut sama pendirian gue tapi apa boleh gue sisa in sepupu gue kan mereka GK tau apa-apa"ucap sisi rafani yang mendengar nya mengangguk


"tentu jika semuanya sudah selesai gue harap Lo gak meninggalkan jejak jika pun ada gue minta jangan pernah membawa nama gue"ucap tajam Rafani sisi mengangguk cepat.


"dan ini"ucap Rafani memberikan botol kecil ke arah sisi.


"ini apa"ucap sisi mengambil botol itu.


"gue minta sebelum Lo musnahin keluarga itu Lo harus buat Zidan ingat kembali siapa akan dirinya dan dengan obat ini perlahan ingatan nya yang di hapus akan kembali gue minta setelah dia ingat pastikan orang yang pertama di carinya nya adalah gue"ucap Rafani lagi sisi yang mendengar nya mengangguk Rafani yang melihat itu tersenyum tipis.