Rafani Azahra

Rafani Azahra
kecewa



sesaat kepergian geng nya azahra anggota Dark Deon nampak heboh sendiri sambil tak percaya melihat geng azahra yang tak mengganggu mereka.


"ini beneran kita di kacangin? tumben banget anjir"seru heboh si fatan.


"entah kenapa gue ngerasa harga diri gue di injak-injak"ucap Aryan dramatis menatap geng azahra yang menjauh dari mereka.


"Lo berubah azahra"batin Zidan yang entah kenapa tidak senang dengan perubahan azahra.


"gak mungkin, trik apa lagi yang mereka mainkan kali ini"ucap gion yang melongo melihat kelakuan sepupu nya itu yang berbeda dari biasanya.


Tampa di ketahui mereka semua salah satu dari mereka tersenyum senang sahabat arzela\=sisi Arora putri sepupu dari Zidan.


zela yang melihat ekspresi semua teman nya yang berbeda-beda namun pasti dipikiran mereka hanya ada azahra yang membuat nya mendengus kesel.


"gue akan membuat perhitungan sama lo azahra! karena Lo yang membuat mereka jadi memperhatikan Lo hari ini tapi nanti bakal gue rebut perhatian mereka dari Lo"batin zela dengan tangan yang berada di balik switer panjang nya yang mengepal erat serta dengan sorot mata tajam.


tidak ada yang menyadari perubahan ekspresi zela karena sibuk dengan pikiran masing-masing.


_#skip.


jam istirahat telah berlalu satu menit yang lalu namun azahra dkk masih menjelajahi mimpi Tampa terganggu oleh siapapun karena sepanjang pelajaran tadi jam kosong jadi ketiganya tidak menyia-nyiakan waktu luang untuk tidur.


namun tidur mereka terganggu karena tak lama mendengar suara gebrakan pintu menyita perhatian para murid yang berada di dalam kelas.


brakk.


"bangun"suara dingin dan tegas serta gebrakan di meja membuat tidur azahra dkk terusik.


mereka kompak mendongak kan kepala mereka dengan sekali-kali mengerjapkan matanya perlahan dengan perlahan menatap kearah depan di mana di sana sudah berdiri sosok jangkung Zidan dkk dan jangan lupakan zela dkk yang menatap mereka dengan tatapan sinis.


azahra dkk menatap mereka dengan datar dan alis terangkat memasang wajah angkuh mereka dan menatap gerombolan manusia tak jelas di depan matanya.


"ganggu banget sih lo pake gebrak meja segala sarep Lo kurang kerjaan "crosos Devi mengingat tidur mereka yang keganggu.


"Lo diam"bentak Zidan menatap Devi tajam sambil menunjuk tepat di wajah Devi yang hanya di balas delikan oleh nya Rafani yang melihat itu pun langsung menepis tangan Zidan dengan menatap nya tajam yang membuat orang terkejut.


"sekali lagi Lo nunjuk sahabat gue, gue pastiin hidup Lo sama antek-antek Lo yang gak jelas ini hancur di tangan gue"ucap azahra menatap Zidan tajam yang membuat nya tertegun menatap ke arah azahra.


Zidan dan yang lainnya yang berada di sana pun terkejut menatap azahra yang sangat berbeda dari yang sebelumnya.


"gue nanya sama Lo, Lo bully zela lagi kan! ngaku gak Lo"tuduh Zidan menatap azahra tajam.


azahra dan kedua sahabat nya kompak menarik alis mereka menatap gerombolan orang di depan nya dengan heran.


"what what apa Lo bilang tadi?"heran Akila." sepertinya ada yang salah melapor deh ya" jawab Akila menatap ke sahabat nya yang di balas oleh mereka semua.


"salah apa anjing, jelas-jelas cuma kalian apa lagi elo azahra yang suka bully zela dan hanya elo yang selalu bikin dia celaka bangst"ujar fatan dengan emosi menatap azahra dkk dengan tatapan tajam.


"heh, mulut onta situ laki apa banci ngomong ko kasar"ujar Akila menatap fatan sinis.


"fatan diam"tegas Zidan yang membuat fatan mingkem.


"sebelum istirahat tadi, Lo ke toilet kan dan Lo bully zela Lo gak pernah berubah sama sekali ya Azahra gue kira dengan penampilan Lo yang berubah Lo gak akan bully zela tapi apa hah Lo malah bully dia"ujar Zidan tajam menatap azahra dengan kilatan emosi.


"Zidan ka--kamu jangan marahin azahra, azahra tadi ti--tidak sengaja nabrak aku di to--toilet aku gak papa ko"ucap zela lirih dengan segukkan pura-pura menangis karena ingin mencari perhatian mereka dan menyalahkan azahra iya tersenyum tipis menatap azahra penuh akan kemenangan Azahra yang melihat itu menatap zela dengan sinis.


"liat kan lo, zela sudah baik-baik in elo dan mau maafin elo bahkan dia mau bela-belain elo! yang jelas-jelas salah, dasar cewek tidak tau di untung orang tua Lo gak pernah ngajarin sopan santun emang"ujar Zidan tajam lalu menatap ke arah azahra menyeringai saat azahra nampak menahan emosi.


namun yang terjadi sesaat iyalah....


bugh.


bugh.


bugh.


"Zidan"teriak zela histeris yang langsung mendekat ke arah nya di ikuti antek-antek Zidan.


tiga pukulan keras yang di layangkan pada Zidan membuat iya tersungkur di lantai kelas dan mengeluarkan darah di sudut bibirnya.


sedangkan azahra si pelaku masih ingin maju untuk menghabisi Zidan jika tidak di tahan oleh Akila dan Devi yang menatap nya terkejut bukan main sejak kapan azahra bisa bela diri kek gini pikir mereka.


"azahra tahan, kendalikan emosi Lo"bisik Akila saat di depan azahra yang masih memperlihatkan kilatan amarah.


azahra mendongak menatap ke arah tian yang menatap nya khawatir.


azahra tertawa sumbang dan akhirnya tertawa sinis menatap ke arah tian anak-anak yang lain menatap nya heran dan ngeri ada juga sebagian yang menghujat nya dengan kata-kata sinis namun dengan suara perlahan.


azahra berjalan ke arah tian dan langsung mendorong nya keras ke samping untung aja dia bisa menjaga keseimbangan biar gak jatuh.


setelah nya azahra menoleh ke arah Zidan dan mendekat ke arah nya yang terlihat sedang meringis di bawah lantai bersama zela yang di samping nya.


kemudian iya berjongkok menatap kedua manusia di depan nya dengan kilatan sinis.


"Lo tau gak? kenapa gue gak pernah di ajarin sopan santun sama orang tua gue! YA KARENA EMANG ORANG TUA GUE GAK ADA BANGSAT GIMANA GUE BISA BELAJAR SOPAN SANTUN KALO GUE YANG GAK BISA SAMA MEREKA LAGI"teriak azahra dengan menggebu-gebu, Tian Akila Devi dan Gion serontak menatap azahra dengan tatapan bertanya.


"BAHKAN JAUH SEBELUM GUE DEWASA MAMA GUE UDAH MENINGGAL SETN? DAN LO ORANG BARU GAK USAH SOK TAU SAMA KEHIDUPAN GUE DAN GUE GAK PERNAH MINTA LO BUAT NGURUSIN HIDUP GUE "sakras azahra dengan kilatan tajam.


azahra yang sudah menahan perih di matanya pun berdiri dan langsung keluar dari dalam kelas mengabaikan teriakan Akila dan Devi iya terus berlari.


Akila yang menatap sepupu nya dengan kasihan iya pun berjalan mendekat ke arah Zidan dkk yang di ikuti Devi dari samping.


"gue gak pernah sekecewa ini sama kalian terutama buat Lo Tian gion dan zela gue kira sebagai keluarga gue kalian akan berperilaku adil dan tidak kekanak-kanakan tapi apa yang gue dapet, kekecewaan ingat zela di atas langit masih ada langit dan di bawah bumi masih ada bumi mungkin ya Lo memang kali ini tapi ingat suatu saat nanti Lo akan menerima karma dari perbuatan Lo sendiri "setelah mengatakan kalimat itu Akila pergi mengejar azahra sambil menatap ke arah Tian gion dan zela dengan tatapan benci dan kecewa nya.


Laras menatap tajam ke mereka semua dan maju ke arah zela dan ....


plak


satu tamparan berhasil mengenai pas mutlak di pipi kanan zela yang membuat nya meringis memegang pipi nya yang sakit mengingat tamparan itu yang tidak main-main.